BYD Tawarkan Atto 1 sebagai Mobil Listrik Irit untuk Pemakaian Harian
Marketing Konsultan BYD, David berfoto di depan Mobil Listrik BYD Atto 1 Premium. Foto: Istimewa
SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Saat ini, salah satu mobil listrik yang paling banyak dibicarakan sejak masuk pasar Indonesia adalah BYD Atto 1.
Dengan desain yang menarik, harga terjangkau, serta teknologi baterai yang modern, membuat BYD Atto 1 dilirik sebagai mobil harian, terutama untuk penggunaan di dalam kota.
David selaku Marketing Konsultan BYD menjelaskan kepada Sabang Merauke pada Senin, 23 Februari 2026, seberapa irit BYD Atto 1 saat digunakan setiap hari.
"Karena tidak memakai bensin, jadi BYD Atto 1 tidak diukur dalam km/liter seperti mobil konvensional, melainkan dalam satuan kWh per 100 km," terang David.
Angka tersebut, dikatakan David, menunjukkan seberapa banyak energi listrik yang dibutuhkan mobil untuk menempuh jarak tertentu, sekaligus menjadi indikator utama efisiensi sebuah kendaraan listrik.
"Lewat data pabrikan dan simulasi pemakaian, konsumsi energi BYD Atto 1 tergolong efisien di kelasnya," lanjutnya.
Berikut penjelasan lengkap soal konsumsi listrik, jarak tempuh, hingga perkiraan biaya yang perlu kamu siapkan saat menggunakannya sebagai mobil harian.
Perbedaan kapasitas baterai berdampak langsung pada jarak tempuh serta konsumsi energi per 100 km.
"Meski begitu, kedua varian tetap berada di level yang sangat efisien untuk ukuran mobil listrik di kelasnya," kata David.
Untuk varian BYD Atto 1 Dynamic, David menerangkan bahwa tipe ini menggunakan baterai berkapasitas sekitar 30,1 kWh.
Dengan kapasitas tersebut, mobil ini mampu menempuh jarak hingga 220 km berdasarkan standar pengujian WLTP.
"Konsumsi listriknya berada di kisaran 13,7 kWh per 100 km. Artinya, untuk penggunaan dalam kota yang didominasi stop and go, Atto 1 Dynamic masih tergolong sangat hemat," paparnya.
Selain itu, kapasitas baterai yang lebih kecil juga membuat bobot kendaraan lebih ringan, sehingga respons akselerasi terasa cukup gesit untuk lalu lintas harian.
"Varian ini cocok bagi pengguna yang aktivitasnya didominasi rute pendek, seperti pergi bekerja, belanja, atau antar-jemput keluarga di dalam kota," sebut David.
Sementara bagi konsumen yang membutuhkan jarak tempuh lebih jauh, David menyarankan untuk menggunakan BYD Atto 1 Premium.
"Tipe ini menawarkan baterai berkapasitas sekitar 43,2 kWh. Dengan baterai ini, jarak tempuh meningkat hingga 310 km dalam standar WLTP," ulasnya.
Meski membawa baterai lebih besar, konsumsi energinya tetap efisien di angka 13,9 kWh per 100 km.
"Selisih konsumsi ini sangat tipis dibandingkan varian Dynamic, menandakan sistem manajemen baterai dan motor listrik BYD bekerja cukup optimal," tambah David.
Estimasi Biaya per 100 Km
BYD Atto 1 Dynamic
Konsumsi energi: 13,7 kWh per 100 km
Perhitungan: 13,7 × Rp 1.500
≈ Rp 20.500 per 100 km
BYD Atto 1 Premium
Konsumsi energi: 13,9 kWh per 100 km
Perhitungan: 13,9 × Rp 1.500
≈ Rp 20.800 per 100 km
Dengan biaya di kisaran Rp20 ribuan untuk 100 km, BYD Atto 1 tergolong sangat hemat untuk pemakaian harian. Sebagai pembanding, mobil bensin dengan konsumsi rata-rata 12 km/l dan harga BBM sekitar Rp 12.000 per liter bisa menghabiskan lebih dari Rp 100 ribu untuk jarak yang sama.
Perhitungan tersebut merupakan estimasi biaya pengisian daya berdasarkan konsumsi energi masing-masing varian serta asumsi tarif listrik rumah tangga sekitar Rp 1.500 per kWh.
Angka ini digunakan sebagai gambaran umum dan bisa berbeda tergantung lokasi, golongan listrik, serta cara pengisian. (R-03)

