SabangMeraukeNEWS.com

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum
  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan

    https://sabangmeraukenews.com

Copyright ©
sabangmeraukeNEWS.com
All rights reserved

https://sabangmeraukenews.com

  • Daerah
    • Baru Pulang Nobar Final Piala Dunia, Ruang Kerja Bupati Lombok Barat Langsung Disegel KPK

      Baru Pulang Nobar Final Piala Dunia, Ruang Kerja Bupati Lombok Barat Langsung Disegel KPK

      20/07/2026  ❘  14:28 WIB
    • Gigi Dicopot, Ancam Jual Organ: Teror Sindikat Perdagangan Manusia pada Warga Agam

      Gigi Dicopot, Ancam Jual Organ: Teror Sindikat Perdagangan Manusia pada Warga Agam

      20/07/2026  ❘  11:35 WIB
    • Ketika Air Mata Mengiringi Perpisahan, AKBP Aldi Alfa Faroqi Tinggalkan Kepulauan Meranti dengan Segudang Kenangan dan Prestasi

      Ketika Air Mata Mengiringi Perpisahan, AKBP Aldi Alfa Faroqi Tinggalkan Kepulauan Meranti dengan Segudang Kenangan dan Prestasi

      19/07/2026  ❘  21:05 WIB
    • Hingga Juli 2026, Sebanyak 3.098 Warga Urus Paspor di Imigrasi Selatpanjang, Tersimpan Kisah Warga Kepulauan Meranti Mengadu Nasib di Malaysia

      Hingga Juli 2026, Sebanyak 3.098 Warga Urus Paspor di Imigrasi Selatpanjang, Tersimpan Kisah Warga Kepulauan Meranti Mengadu Nasib di Malaysia

      19/07/2026  ❘  19:00 WIB
  • Nasional
    • PN Jakarta Selatan Menolak Praperadilan Roy Suryo, Status Tersangka Tetap Berlaku

      PN Jakarta Selatan Menolak Praperadilan Roy Suryo, Status Tersangka Tetap Berlaku

      20/07/2026  ❘  14:16 WIB
    • Wow! DJP Libatkan Tentara dan Polisi Desa Awasi Kepatuhan Pajak

      Wow! DJP Libatkan Tentara dan Polisi Desa Awasi Kepatuhan Pajak

      20/07/2026  ❘  13:23 WIB
    • Istana Peringatkan Hotman Paris Tak Bawa-bawa Nama Prabowo dalam Kasus Korupsi Eks Jampidsus Febrie

      Istana Peringatkan Hotman Paris Tak Bawa-bawa Nama Prabowo dalam Kasus Korupsi Eks Jampidsus Febrie

      20/07/2026  ❘  13:17 WIB
    • Tragedi Sibolangit, Penrad Siagian Desak Evaluasi Total Pengawasan Truk ODOL dan Jalur Medan-Berastagi

      Tragedi Sibolangit, Penrad Siagian Desak Evaluasi Total Pengawasan Truk ODOL dan Jalur Medan-Berastagi

      20/07/2026  ❘  13:02 WIB
  • Ekonomi
    • Lewat Riau Bhayangkara Run, BRK Syariah Kampanyekan Gaya Hidup Sehat dan Literasi Keuangan Syariah

      Lewat Riau Bhayangkara Run, BRK Syariah Kampanyekan Gaya Hidup Sehat dan Literasi Keuangan Syariah

      20/07/2026  ❘  13:13 WIB
    • Konflik Timur Tengah Bakar Rupiah, Dolar AS Hampir Tembus  Rp18.000

      Konflik Timur Tengah Bakar Rupiah, Dolar AS Hampir Tembus Rp18.000

      20/07/2026  ❘  12:12 WIB
    • Heboh! Antusiasme Warga dan Doorprize Dongkrak Omzet UMKM di Halaman Kantor Gubernur Riau

      Heboh! Antusiasme Warga dan Doorprize Dongkrak Omzet UMKM di Halaman Kantor Gubernur Riau

      20/07/2026  ❘  09:31 WIB
    • Update Harga Emas Antam 20 Juli 2026: Buyback Ikut Turun, Investor Wajib Tahu

      Update Harga Emas Antam 20 Juli 2026: Buyback Ikut Turun, Investor Wajib Tahu

      20/07/2026  ❘  09:25 WIB
  • Politik
    • Bupati Siak Afni Curhat Soal Pemangkasan DBH, Wapres Gibran: Sayakan Mantan Wali Kota Juga!

      Bupati Siak Afni Curhat Soal Pemangkasan DBH, Wapres Gibran: Sayakan Mantan Wali Kota Juga!

      17/07/2026  ❘  20:17 WIB
    • Memalukan! Pimpinan Pusat Golkar Murka Lihat Kericuhan 2 Kadernya di DPRD Riau

      Memalukan! Pimpinan Pusat Golkar Murka Lihat Kericuhan 2 Kadernya di DPRD Riau

      17/07/2026  ❘  14:01 WIB
    • KPK Tetapkan Bupati Sukoharjo Tersangka, PDIP Tegaskan OTT Langsung Dipecat

      KPK Tetapkan Bupati Sukoharjo Tersangka, PDIP Tegaskan OTT Langsung Dipecat

      12/07/2026  ❘  13:39 WIB
    • PDIP Sebut Diri Partai Penyeimbang, PSI Minta Penjelasan Terbuka untuk Publik

      PDIP Sebut Diri Partai Penyeimbang, PSI Minta Penjelasan Terbuka untuk Publik

      10/07/2026  ❘  09:35 WIB
  • Hukrim
    • Teror Curanmor Pekanbaru Berakhir! Pelaku 16 TKP Ditangkap Saat Bersembunyi di RTH

      Teror Curanmor Pekanbaru Berakhir! Pelaku 16 TKP Ditangkap Saat Bersembunyi di RTH

      20/07/2026  ❘  16:15 WIB
    • Pledoi Gubernur Riau Abdul Wahid: Minta Dibebaskan dan Barang Miliknya yang Disita Dikembalikan

      Pledoi Gubernur Riau Abdul Wahid: Minta Dibebaskan dan Barang Miliknya yang Disita Dikembalikan

      20/07/2026  ❘  13:07 WIB
    • Buronan Narkotika Sembunyi di Bengkalis, Terbongkar Laporan Warga Lewat Telepon Darurat

      Buronan Narkotika Sembunyi di Bengkalis, Terbongkar Laporan Warga Lewat Telepon Darurat

      20/07/2026  ❘  12:21 WIB
    • Tak Berkutik saat Digerebek, Pengedar Sabu di Rohil Ditangkap bersama Puluhan Paket Siap Edar

      Tak Berkutik saat Digerebek, Pengedar Sabu di Rohil Ditangkap bersama Puluhan Paket Siap Edar

      19/07/2026  ❘  19:03 WIB
  • Umum
    • Mulut Terasa Pahit Saat Bangun Tidur? Bisa Jadi Tanda Asam Lambung hingga Kurang Minum

      Mulut Terasa Pahit Saat Bangun Tidur? Bisa Jadi Tanda Asam Lambung hingga Kurang Minum

      19/07/2026  ❘  12:29 WIB
    • Jangan Buang Sisa Nasi! Begini Cara Mengubahnya Jadi Kompos yang Bikin Tanaman Subur

      Jangan Buang Sisa Nasi! Begini Cara Mengubahnya Jadi Kompos yang Bikin Tanaman Subur

      19/07/2026  ❘  08:22 WIB
    • AI Mengubah Dunia Kerja, Anak Muda Wajib Kuasai Keterampilan Ini Sebelum Terlambat

      AI Mengubah Dunia Kerja, Anak Muda Wajib Kuasai Keterampilan Ini Sebelum Terlambat

      18/07/2026  ❘  13:30 WIB
    • Anak Tak Mau Ditinggal di Sekolah? Terapkan 7 Langkah Ini agar Proses Adaptasi Lebih Cepat

      Anak Tak Mau Ditinggal di Sekolah? Terapkan 7 Langkah Ini agar Proses Adaptasi Lebih Cepat

      18/07/2026  ❘  09:55 WIB
  • Riau
    • Pelajar Siak Raih Medali Emas di Ajang Olimpiade Sains Tingkat Nasional 2026

      Pelajar Siak Raih Medali Emas di Ajang Olimpiade Sains Tingkat Nasional 2026

      20/07/2026  ❘  16:04 WIB
    • Sumber Air Kian Surut, Manggala Agni Rela Kuras Lumpur Kanal Cacing demi Padamkan Karhutla

      Sumber Air Kian Surut, Manggala Agni Rela Kuras Lumpur Kanal Cacing demi Padamkan Karhutla

      20/07/2026  ❘  15:42 WIB
    • Raih Nilai Kepuasan 88,500, Mutu Pelayanan Perpustakaan Soeman HS Masuk Kategori Sangat Baik

      Raih Nilai Kepuasan 88,500, Mutu Pelayanan Perpustakaan Soeman HS Masuk Kategori Sangat Baik

      20/07/2026  ❘  15:29 WIB
    • Persimpangan Pekanbaru Bakal Bersih Total, Gepeng Tak Bisa Lagi Sembunyi

      Persimpangan Pekanbaru Bakal Bersih Total, Gepeng Tak Bisa Lagi Sembunyi

      20/07/2026  ❘  12:35 WIB
  • Sport
    • Spanyol Lengkapi Gelar Piala Dunia 2026 Setelah Menjuarai Piala Eropa 2024

      Spanyol Lengkapi Gelar Piala Dunia 2026 Setelah Menjuarai Piala Eropa 2024

      20/07/2026  ❘  09:19 WIB
    • Resmi Juara Piala Dunia 2026, Spanyol Kantongi Hampir Rp1 Triliun dan Cincin Bersejarah FIFA

      Resmi Juara Piala Dunia 2026, Spanyol Kantongi Hampir Rp1 Triliun dan Cincin Bersejarah FIFA

      20/07/2026  ❘  09:06 WIB
    • Resmi! Kylian Mbappe Jadi Top Skor Piala Dunia 2026, Rekornya Bikin Dunia Terkejut

      Resmi! Kylian Mbappe Jadi Top Skor Piala Dunia 2026, Rekornya Bikin Dunia Terkejut

      20/07/2026  ❘  07:57 WIB
    • Mimpi Messi Pupus, Ferran Torres Bawa Spanyol Juara Dunia

      Mimpi Messi Pupus, Ferran Torres Bawa Spanyol Juara Dunia

      20/07/2026  ❘  06:37 WIB
  • Opini
    • 2 Orang Tewas Dimangsa di Konsesi PT Madukoro Lestari, Mengapa Kementerian Kehutanan Gegabah Terbitkan Izin HTI di Sarang Harimau? 

      2 Orang Tewas Dimangsa di Konsesi PT Madukoro Lestari, Mengapa Kementerian Kehutanan Gegabah Terbitkan Izin HTI di Sarang Harimau? 

      17/07/2026  ❘  10:49 WIB
    • Catatan Kritis tentang Masa Depan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Bukit Batu

      Catatan Kritis tentang Masa Depan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Bukit Batu

      14/07/2026  ❘  13:51 WIB
    • Republik Amplop

      Republik Amplop

      13/07/2026  ❘  13:17 WIB
    • Terjebak Paradigma Daratan: Anggota DPR-DPD Dapil Riau Harus Kepung Pansus Demi Kepulauan Meranti

      Terjebak Paradigma Daratan: Anggota DPR-DPD Dapil Riau Harus Kepung Pansus Demi Kepulauan Meranti

      13/07/2026  ❘  12:14 WIB
  • Internasional
    • PBB Selidiki Serangan AS ke Proyek Nuklir Iran di Khuzestan

      PBB Selidiki Serangan AS ke Proyek Nuklir Iran di Khuzestan

      20/07/2026  ❘  11:56 WIB
    • FIFA Resmi Menjual Potongan Rumput Asli Final Piala Dunia 2026 Sebagai Suvenir Premium

      FIFA Resmi Menjual Potongan Rumput Asli Final Piala Dunia 2026 Sebagai Suvenir Premium

      20/07/2026  ❘  10:17 WIB
    • Balasan Pedas Mojtaba Khamenei ke Trump Bikin Geger: Tanda Tangan Presiden AS Tak Berharga

      Balasan Pedas Mojtaba Khamenei ke Trump Bikin Geger: Tanda Tangan Presiden AS Tak Berharga

      20/07/2026  ❘  08:05 WIB
    • Dua Tentara AS Tewas! Sasaran Serangan Melebar ke Infrastruktur Sipil Iran

      Dua Tentara AS Tewas! Sasaran Serangan Melebar ke Infrastruktur Sipil Iran

      19/07/2026  ❘  10:44 WIB
  • lain
      -->
    • Advertorial
    • -->
    • Foto
    • Indeks
Bukan omon omon

Di Beranda NKRI, Festival Perang Air Tegaskan Kepulauan Meranti sebagai Ikon Budaya Nasional

21/02/2026  ❘  20:13 WIB • Advertorial
Bagikan :
Di Beranda NKRI, Festival Perang Air Tegaskan Kepulauan Meranti sebagai Ikon Budaya Nasional

Keseruan Festival Perang Air 2026 atau yang akrab dikenal sebagai Cian Cui di Kota Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti. Foto: SM News

SABANGMERAUKE NEWS, Selatpanjang - Percikan air terakhir membasahi jalan-jalan protokol Selatpanjang, Sabtu sore (21/2/2026). Ember-ember mulai diturunkan, tawa perlahan mereda, dan langit kota sagu kembali cerah setelah sepekan diguyur keceriaan. Festival Perang Air 2026 atau yang akrab dikenal sebagai Cian Cui di Kota Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, resmi ditutup dalam suasana meriah dan penuh kebanggaan.

Penutupan festival budaya yang telah masuk kalender nasional ini tak kalah megah dari pembukaannya. Jika saat pembukaan dihadiri jenderal bintang satu dan dua dari jajaran Polda Riau yakni Irjen Pol. Herry Heryawan dan Brigjen Pol. Hengky Haryadi, maka pada penutupan kali ini hadir jenderal bintang tiga, yang menjabat sebagai Sekretaris Utama Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI, Komjen Pol. Makhruzi Rahman.

Kehadiran pejabat tinggi negara itu menjadi simbol bahwa Perang Air bukan lagi sekadar tradisi lokal, melainkan telah menjelma sebagai event strategis kawasan perbatasan yang diperhitungkan secara nasional.

Turut hadir Deputi Bidang Produksi Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan (Event) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Vinsensius Jemadu, yang memberikan apresiasi atas konsistensi Kepulauan Meranti dalam menjaga dan mengemas tradisi menjadi daya tarik wisata unggulan. Hadir pula Kelompok Ahli BNPP RI Irjen Pol. (Purn) Hamidin dan Nur Kholis, perwakilan Konsulat Indonesia di Johor Bahru, serta jajaran Karo Ops dan Dirlantas Polda Riau.

Dari unsur pemerintah daerah, tampak Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar bersama Wakil Bupati Muzamil Baharuddin, Ketua DPRD Kepulauan Meranti Khalid Ali, Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, pimpinan OPD, tokoh adat, tokoh agama, organisasi kepemudaan, hingga perwakilan masyarakat Tionghoa yang selama ini menjadi bagian penting dari denyut sejarah Perang Air.

Di hadapan ribuan masyarakat yang memadati lokasi acara, suasana terasa hangat. Penutupan bukan sekadar seremoni, melainkan perayaan atas keberhasilan menjaga harmoni dan kebersamaan. Selama sepekan, air menjadi simbol persaudaraan yang menyatukan perbedaan dalam gelak tawa dan kebahagiaan.

Festival Perang Air 2026 kembali membuktikan dirinya sebagai panggung budaya lintas generasi dan lintas etnis. Dari anak-anak hingga orang tua, dari warga lokal hingga wisatawan mancanegara, semua larut dalam satu irama: kegembiraan yang bersih dari sekat.

Di balik kemeriahan itu, ada pesan kuat tentang Kepulauan Meranti sebagai daerah perbatasan yang tidak hanya strategis secara geografis, tetapi juga kaya secara budaya. Tradisi Cian Cui telah menegaskan bahwa identitas lokal mampu berdiri sejajar di panggung nasional.

Satu pesan yang tertinggal yakni Perang Air mungkin telah usai untuk tahun ini, tetapi semangat kebersamaan yang ditinggalkannya akan terus mengalir, sebagaimana air yang pernah membasahi kota kecil di tepian Selat Malaka itu.

Sekretaris Utama Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI, Komjen Pol. Makhruji Rahman, berdiri di hadapan ribuan masyarakat dengan wajah penuh kagum. Di penghujung Festival Perang Air 2026, ia menyaksikan langsung bagaimana kota kecil di beranda terdepan NKRI itu bertransformasi menjadi panggung kegembiraan yang luar biasa.

“Kota Selatpanjang hari ini telah bertransformasi menjadi panggung kegembiraan yang luar biasa. Saat ini kita berada di penghujung Festival Perang Air 2026. Saya berdiri di sini tidak hanya sebagai Sekretaris Utama BNPP RI, tetapi juga sebagai saksi betapa hebatnya potensi yang dimiliki beranda terdepan NKRI di Kepulauan Meranti yang berhadapan langsung dengan Malaysia dan Selat Malaka,” ujarnya.

Ia menyoroti momentum istimewa perayaan tersebut yang berlangsung beriringan dengan dua suasana sakral yakni Bulan Suci Ramadan bagi umat Muslim dan perayaan Imlek bagi etnis Tionghoa. Menurutnya, harmoni itu adalah potret nyata Indonesia.

“Kita merayakan kegembiraan ini di bulan suci Ramadan. Di sisi lain, etnis Tionghoa juga sedang merayakan sukacita Imlek. Ini adalah harmoni yang luar biasa,” tuturnya.

Makhruji menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, aparat keamanan, tokoh masyarakat, serta seluruh pihak yang terlibat. Ia menilai, keberhasilan festival ini menghadirkan ribuan orang dalam suasana aman dan damai merupakan bukti bahwa Meranti adalah wilayah perbatasan yang tertib, kondusif, dan ramah bagi siapa saja.

“Berkat dedikasi Bupati dan jajaran, ribuan orang datang dengan penuh sukacita, rasa aman, dan tawa. Ini bukti bahwa Meranti adalah wilayah perbatasan yang tertib dan ramah,” katanya.

Ia juga mengajak masyarakat menoleh ke akar tradisi Cian Cui. Menurutnya, Perang Air bukan sekadar ajang saling menyiram air, melainkan tradisi yang memiliki kedalaman filosofi—perpaduan akulturasi budaya Tionghoa dan kearifan lokal Melayu.

Festival ini, lanjutnya, lahir dari tradisi keluarga yang sederhana di halaman rumah warga Tionghoa saat merayakan Imlek, menggunakan gayung dan ember. Namun seiring waktu, tradisi itu berevolusi menjadi daya tarik wisata yang melintasi batas etnis dan agama, menyatu dengan deru becak motor khas Kepulauan Meranti.

“Sejarah mencatat bagaimana tradisi sederhana ini berevolusi secara unik. Apa yang bermula dari tradisi keluarga kini telah menjadi ikon pariwisata nasional. Kehadiran Deputi dari Kementerian Pariwisata hari ini membuktikan itu,” ujarnya.

Bagi pria asal Singkawang tersebut, Kepulauan Meranti bukan sekadar titik di peta. Ia adalah halaman depan rumah besar bernama Indonesia. Letaknya yang berbatasan langsung dengan Malaysia dan berada di jalur strategis Selat Malaka serta dekat dengan Singapura memberi nilai geopolitik tersendiri bagi setiap event yang digelar.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan tiga pesan penting.

Pertama, perbatasan sebagai simbol harmoni. Dunia harus melihat bahwa di titik terluar Indonesia, perbedaan etnis, budaya, dan agama bukanlah kelemahan, melainkan kekuatan bersama. Festival yang berakar dari tradisi Tionghoa kini telah menjadi milik seluruh elemen masyarakat baik Melayu, Jawa, Bugis, dan lainnya.

Kedua, kedaulatan ekonomi di daerah pinggiran. Ia berharap festival ini terus mendorong pertumbuhan UMKM lokal, termasuk pengembangan kuliner berbahan dasar sagu yang merupakan komoditas unggulan Meranti yang dikenal sebagai salah satu penghasil sagu terbesar di dunia.

Ketiga, peningkatan konektivitas dan pelayanan. BNPP berkomitmen mendorong perbaikan infrastruktur di wilayah perbatasan agar akses menuju Kepulauan Meranti semakin baik dan berkelanjutan. Ia bahkan menyampaikan harapan agar ke depan dapat dibangun bandara perintis untuk memperkuat konektivitas daerah.

Selain itu, pihaknya akan berkoordinasi lintas kementerian seperti Perhubungan, Imigrasi, dan Bea Cukai agar arus wisatawan yang masuk dapat terlayani optimal. Ia juga menggagas pembangunan Pos Lintas Batas Regional sebagai cikal bakal Pos Lintas Batas Negara (PLBN), yang akan dimasukkan dalam rencana detail tata ruang kawasan perbatasan.

“Saya berterima kasih kepada Pemkab Kepulauan Meranti yang telah mengemas tradisi ini menjadi aset nasional yang prestisius. Mari terus kita jaga keasrian dan kebersihan kota agar para tamu membawa cerita indah tentang keramahan masyarakat Kepulauan Meranti,” ungkapnya.

Di tengah tepuk tangan yang menggema, pesan itu terasa lebih dari sekadar pidato. Ia adalah pengakuan bahwa di tepi Selat Malaka, sebuah tradisi sederhana telah menjelma menjadi simbol harmoni, kekuatan ekonomi, dan kebanggaan perbatasan Indonesia.

Riuh tepuk tangan belum sepenuhnya reda ketika Deputi Bidang Produksi Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan (Event) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Vinsensius Jemadu, berdiri menyampaikan sambutannya pada penutupan Festival Perang Air 2026 di Selatpanjang. Dengan nada santai namun penuh penekanan, ia membuka pidato dengan apresiasi khusus kepada tamu kehormatan yang hadir.

“Terima kasih Pak Jenderal. Ini jarang-jarang loh. Saya punya ratusan event berkelas di seluruh Indonesia, jarang dihadiri pejabat bintang tiga. Ini suatu kehormatan besar bagi Kepulauan Meranti. Luar biasa,” ujarnya, merujuk pada kehadiran Sekretaris Utama Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI, Komjen Pol. Makhruzi Rahman.

Menurutnya, kehadiran pejabat tinggi negara di sebuah festival daerah adalah sinyal kuat bahwa Perang Air atau Cian Cui bukan lagi sekadar pesta rakyat, tetapi telah naik kelas menjadi panggung nasional yang diperhitungkan.

Di tengah sambutan itu, Vinsensius juga menyapa sosok pengusaha asal Kepulauan Meranti yang dinilainya memiliki kontribusi besar bagi pariwisata Indonesia. Ia memanggilnya dengan sebutan khas anak kampung.

“Saya panggil pengusaha Akamsi, anak kampung sini. Saya sapa secara khusus Lamtono atau akrab disapa Ase, yang telah banyak berinvestasi di berbagai daerah di Indonesia dan sejak awal memperkenalkan daerah ini. Saya mengajak beliau untuk berinvestasi di sini,” ucapnya.

Nama Ase, menurut Vinsensius, bukanlah sosok sembarangan. Ia telah dikenal selama lebih dari satu dekade sebagai pelaku industri yang merintis penerbangan carter dari Tiongkok ke Indonesia. Bahkan baru-baru ini, turut meluncurkan carter penerbangan dari Jakarta ke Luwuk serta dari Guangzhou ke Palu.

“Jangan sampai bantu daerah lain, Meranti tidak dibantu. Saya mengajak beliau berinvestasi dan membangun hotel di Kepulauan Meranti,” katanya disambut tepuk tangan.

Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa Perang Air tidak berdiri sendiri dalam peta nasional. Dari hampir 1.000 event di seluruh Indonesia yang bersaing, dan dari 38 provinsi yang berlomba-lomba mengusulkan kegiatan terbaiknya, Kepulauan Meranti berhasil menembus kurasi nasional.

“Alhamdulillah, Perang Air menjadi salah satu yang lolos kurasi. Dan perlu saya garis bawahi, kurasi ini bukan dilakukan oleh Kementerian Pariwisata, tetapi oleh kurator profesional independen—akademisi, ahli marketing, ahli keuangan, dan ahli event. Tidak ada campur tangan pemerintah. Patut kita bangga, Perang Air masuk dalam 125 event Karisma Event Nusantara,” ungkapnya.

Masuk dalam daftar 125 event Karisma Event Nusantara (KEN) bukan perkara mudah. Semua gubernur dan bupati di Indonesia ingin event daerahnya masuk dalam daftar tersebut. Sebab, ketika sebuah event terkurasi KEN, promosi nasional akan berjalan otomatis, menempatkan daerah itu sejajar dengan kota-kota besar yang telah memiliki reputasi event kelas nasional.

Namun, ia mengingatkan bahwa masuk KEN hanyalah awal. Tantangan terbesarnya adalah mempertahankan standar.

“Pesan dari Menteri Pariwisata, mari kita rawat event ini. Mari berkolaborasi dan bersinergi agar event ini berkesinambungan, tidak hanya seremonial, tetapi benar-benar memberi dampak ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan bagi masyarakat,” tegasnya.

Ia mengajak seluruh pihak melakukan evaluasi bersama. Karena, menurutnya, banyak event nasional yang hanya sekali atau dua kali masuk KEN, lalu gagal mempertahankan konsistensi standar penyelenggaraan.

“Keterlibatan UMKM, komoditas lokal, dan masyarakat sangat penting. Event ini harus menjadi milik masyarakat, bukan sekadar panggung pertunjukan,” ucapnya.

Sebagai gambaran, ia menyebut capaian nasional tahun sebelumnya. Dari 110 event KEN yang digelar, tercatat 13,3 juta pengunjung dengan dampak ekonomi langsung mencapai Rp17,1 triliun dan dampak tidak langsung Rp20,23 triliun. Angka itu menunjukkan bahwa event bukan sekadar keramaian, tetapi instrumen nyata penggerak ekonomi daerah.

Di penghujung sambutannya, Vinsensius menatap jauh ke arah perairan Selat Malaka. Ia menyampaikan harapan agar Festival Perang Air tak hanya bertahan, tetapi naik kelas.

“Mari kita jaga event ini. Semoga tahun depan masuk lagi, bahkan naik menjadi event internasional. Ini wilayah perbatasan Indonesia dan Malaysia. Potensinya sangat besar. Kami sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mengembangkan event perbatasan di Kepulauan Meranti,” pungkasnya.

Di antara percik air yang telah mengering dan lampion yang masih menyala, pesan itu terasa jelas bahwa Cian Cui bukan hanya kebanggaan lokal, tetapi peluang strategis. Jika dirawat dengan konsistensi dan kolaborasi, dari tepi Selat Malaka inilah Meranti dapat berbicara lebih lantang ke panggung dunia.

Sementara itu dalam sambutannya, Bupati Asmar menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah menyukseskan festival budaya tahunan tersebut.

“Terima kasih kepada panitia, relawan, aparat keamanan, dan seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi dengan penuh antusias. Tanpa kebersamaan, acara ini tidak akan berjalan seindah hari ini,” ujar Asmar.

Ia berharap semangat persatuan yang tercermin dalam festival dapat terus terjaga.

“Semoga semangat kebersamaan ini terus mengalir seperti air yang tak pernah berhenti, membawa kesejukan dan kedamaian bagi daerah kita tercinta,” tambahnya.

Bupati juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan kota dengan melakukan kerja bakti setelah kegiatan berakhir agar Selatpanjang tetap bersih dan asri. (Adv)

Editor: Raya Desmawanto
Tags :Festival Perang Air2026Kepulauan MerantiDitutupSabangmeraukenews.com

BERITA TERKAIT :

  • Tarawih Satu Juz Semalam, Masjid Raya Senapelan Pekanbaru Ikhtiar Khatam Alquran di Akhir Ramadan

    Tarawih Satu Juz Semalam, Masjid Raya Senapelan Pekanbaru Ikhtiar Khatam Alquran di Akhir Ramadan

    Riau •
    21/02/2026 ❘ 19:17 WIB
  • BRK Syariah Hadirkan Kampong Ramadan Kite untuk Semarakkan UMKM dan Ekonomi Umat

    BRK Syariah Hadirkan Kampong Ramadan Kite untuk Semarakkan UMKM dan Ekonomi Umat

    Ekonomi •
    21/02/2026 ❘ 18:01 WIB
  • Satpol PP Pekanbaru Tindak Tegas Lapak PKL Takjil Picu Kemacetan

    Satpol PP Pekanbaru Tindak Tegas Lapak PKL Takjil Picu Kemacetan

    Riau •
    21/02/2026 ❘ 15:49 WIB
  • Masih 2 Bulan, Luas Lahan Terbakar di Riau Tembus 1.000 Hektare, Ini Sebarannya

    Masih 2 Bulan, Luas Lahan Terbakar di Riau Tembus 1.000 Hektare, Ini Sebarannya

    Riau •
    21/02/2026 ❘ 14:26 WIB
  • Safari Ramadan di Pekanbaru, Wali Kota dan BRK Syariah Serahkan Bantuan di Masjid Baitul Amanah

    Safari Ramadan di Pekanbaru, Wali Kota dan BRK Syariah Serahkan Bantuan di Masjid Baitul Amanah

    Ekonomi •
    21/02/2026 ❘ 13:15 WIB
Lindawati Tahun Baru Islam HUT 60 tahun BRK syariah Lowongan kerja Novotel Terbaru

TERPOPULER

  • 35 Kolonel TNI AD Pecah Bintang Jadi Jenderal, Ini Daftar Lengkapnya

    35 Kolonel TNI AD Pecah Bintang Jadi Jenderal, Ini Daftar Lengkapnya

    10/07/2026  ❘  21:35 WIB
  • KPK Tuntut Gubernur Riau Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara, Denda Rp 500 Juta dan Bayar Uang Pengganti Rp 1,45 Miliar 

    KPK Tuntut Gubernur Riau Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara, Denda Rp 500 Juta dan Bayar Uang Pengganti Rp 1,45 Miliar 

    09/07/2026  ❘  12:45 WIB
  • Laba Agrinas Palma Nusantara Cuma Rp 2,7 Miliar Padahal Kelola 4 Juta   Hektare Kebun Sawit, Ada Apa?

    Laba Agrinas Palma Nusantara Cuma Rp 2,7 Miliar Padahal Kelola 4 Juta   Hektare Kebun Sawit, Ada Apa?

    06/07/2026  ❘  23:23 WIB
  • Kuasa Hukum Don Ritto Klaim Uang Sitaan Berasal dari Proyek Pelabuhan Kalimantan Timur

    Kuasa Hukum Don Ritto Klaim Uang Sitaan Berasal dari Proyek Pelabuhan Kalimantan Timur

    14/07/2026  ❘  17:07 WIB
  • Sopir Truk Tangki Dipecat Massal, TNI Polri Diterjunkan Pasok BBM di SPBU Medan

    Sopir Truk Tangki Dipecat Massal, TNI Polri Diterjunkan Pasok BBM di SPBU Medan

    14/07/2026  ❘  21:00 WIB
Kempo Dojo AKRI cafe Idul adha dprd pekanbaru

    Follow Us

  • Copyright ©
    SabangMeraukeNEWS.com

    Berita

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum

    Berita

  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

    Halaman

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan