SabangMeraukeNEWS.com

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum
  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan

    https://sabangmeraukenews.com

Copyright ©
sabangmeraukeNEWS.com
All rights reserved

https://sabangmeraukenews.com

  • Daerah
    • Ngeri! Preman Tendang Perut Ibu Hamil, Suami Dipukul dan Ditodong Pistol

      Ngeri! Preman Tendang Perut Ibu Hamil, Suami Dipukul dan Ditodong Pistol

      04/06/2026  ❘  20:19 WIB
    • Mobil Ditembaki Polisi! 113 Kg Sabu Asal Malaysia Tertinggal di Parit, Bandar Kabur ke Hutan

      Mobil Ditembaki Polisi! 113 Kg Sabu Asal Malaysia Tertinggal di Parit, Bandar Kabur ke Hutan

      04/06/2026  ❘  10:12 WIB
    • 5 Kali Lolos! Kurir Benih Lobster Rp7,1 Miliar Akhirnya Tumbang di Jambi

      5 Kali Lolos! Kurir Benih Lobster Rp7,1 Miliar Akhirnya Tumbang di Jambi

      03/06/2026  ❘  09:33 WIB
    • Libur Idul Adha Jadi Ajang Bandar Bergerak, Rp8,2 Miliar Narkoba Disikat Polisi Batam!

      Libur Idul Adha Jadi Ajang Bandar Bergerak, Rp8,2 Miliar Narkoba Disikat Polisi Batam!

      02/06/2026  ❘  20:47 WIB
  • Nasional
    • Terungkap! Praktik Pemerasan Izin Tinggal Warga Negara Asing Terjadi Mulai Tingkatan Kanwil

      Terungkap! Praktik Pemerasan Izin Tinggal Warga Negara Asing Terjadi Mulai Tingkatan Kanwil

      04/06/2026  ❘  22:09 WIB
    • Harga Avtur Melonjak, Pemerintah Siapkan Formula Baru Tarif Pesawat

      Harga Avtur Melonjak, Pemerintah Siapkan Formula Baru Tarif Pesawat

      04/06/2026  ❘  20:19 WIB
    • Saat Pasar Panik, IHSG dan Rupiah Rontok, Rumor Copot Menkeu Mendadak Meledak

      Saat Pasar Panik, IHSG dan Rupiah Rontok, Rumor Copot Menkeu Mendadak Meledak

      04/06/2026  ❘  19:03 WIB
    • Yayasan Riau Madani Tuding Kemenhut Lalai dan Tidak Serius, Sudah 40 Tahun Tak Kunjung Lakukan Penetapan Kawasan HPT Kaiti Kubu Pauh

      Yayasan Riau Madani Tuding Kemenhut Lalai dan Tidak Serius, Sudah 40 Tahun Tak Kunjung Lakukan Penetapan Kawasan HPT Kaiti Kubu Pauh

      04/06/2026  ❘  14:18 WIB
  • Ekonomi
    • Saat Rupiah Tersungkur ke Rp18.049, Siapa yang Sebenarnya Membuat Pasar Ketakutan?

      Saat Rupiah Tersungkur ke Rp18.049, Siapa yang Sebenarnya Membuat Pasar Ketakutan?

      04/06/2026  ❘  18:53 WIB
    • Bursa Indonesia Diguncang Krisis Kepercayaan, Investor Asing Kabur Rp67 Triliun

      Bursa Indonesia Diguncang Krisis Kepercayaan, Investor Asing Kabur Rp67 Triliun

      04/06/2026  ❘  18:42 WIB
    • Alarm Bahaya Menyala! Rupiah Tersungkur ke Rp18.029, Investor Asing Makin Kabur

      Alarm Bahaya Menyala! Rupiah Tersungkur ke Rp18.029, Investor Asing Makin Kabur

      04/06/2026  ❘  09:59 WIB
    • Bursa Saham Indonesia Sekarat! Kapitalisasi Pasar Tergerus Rp10,28 Kuadriliun

      Bursa Saham Indonesia Sekarat! Kapitalisasi Pasar Tergerus Rp10,28 Kuadriliun

      04/06/2026  ❘  09:44 WIB
  • Politik
    • Plt Gubernur Riau; "Saya Tidak Ada Cium Tangan Bapak! Siapa Bapak Rupanya?"

      Plt Gubernur Riau; "Saya Tidak Ada Cium Tangan Bapak! Siapa Bapak Rupanya?"

      03/06/2026  ❘  15:16 WIB
    • Keakraban Prabowo-Megawati Curi Perhatian, PDIP Sebut Bukan Peristiwa Baru

      Keakraban Prabowo-Megawati Curi Perhatian, PDIP Sebut Bukan Peristiwa Baru

      02/06/2026  ❘  16:30 WIB
    • Ganjar Desak Revisi UU Pemilu Dipercepat, Ada Risiko Besar Jika Terlambat

      Ganjar Desak Revisi UU Pemilu Dipercepat, Ada Risiko Besar Jika Terlambat

      02/06/2026  ❘  08:31 WIB
    • Peta Kekuatan PPP Riau Berubah Total! 11 DPC Kompak Ganti Pimpinan, Ini Daftar Ketua dan Sekretaris Baru

      Peta Kekuatan PPP Riau Berubah Total! 11 DPC Kompak Ganti Pimpinan, Ini Daftar Ketua dan Sekretaris Baru

      01/06/2026  ❘  14:14 WIB
  • Hukrim
    • Divonis 4,5 Tahun, Noel Minta Maaf ke Prabowo: Saya Mengecewakan Banyak Pihak

      Divonis 4,5 Tahun, Noel Minta Maaf ke Prabowo: Saya Mengecewakan Banyak Pihak

      04/06/2026  ❘  20:22 WIB
    • Drama Baru Kasus Dugaan Korupsi Jatah Preman! Kesaksian Dani Nursalam Memberatkan Gubernur Abdul Wahid, Ini Pengakuannya

      Drama Baru Kasus Dugaan Korupsi Jatah Preman! Kesaksian Dani Nursalam Memberatkan Gubernur Abdul Wahid, Ini Pengakuannya

      04/06/2026  ❘  19:54 WIB
    • Kampung Panger Digrebek Lagi! Pengedar Sabu Tumbang Saat Layani Pembeli

      Kampung Panger Digrebek Lagi! Pengedar Sabu Tumbang Saat Layani Pembeli

      04/06/2026  ❘  19:22 WIB
    • Nama Bupati Inhu Terseret! Dani Nursalam Bongkar Misteri Handphone dan CCTV Jelang OTT KPK

      Nama Bupati Inhu Terseret! Dani Nursalam Bongkar Misteri Handphone dan CCTV Jelang OTT KPK

      04/06/2026  ❘  18:23 WIB
  • Umum
    • Suka Begadang Main HP atau Nonton Drama? Waspada, Kebiasaan Ini Bisa Picu Stroke Ringan Tanpa Disadari

      Suka Begadang Main HP atau Nonton Drama? Waspada, Kebiasaan Ini Bisa Picu Stroke Ringan Tanpa Disadari

      04/06/2026  ❘  07:56 WIB
    • Saat Liang Makam Dibuka, Kafan Abu Zamroh Masih Terlihat Utuh Setelah 26 Tahun

      Saat Liang Makam Dibuka, Kafan Abu Zamroh Masih Terlihat Utuh Setelah 26 Tahun

      02/06/2026  ❘  21:21 WIB
    • Investigasi Yayasan Riau Madani Ungkap Pembukaan Akses Jalan dan Kebun Sawit di HPT Kaiti Kubu Pauh: Otoritas Terkait Harus Bertindak! 

      Investigasi Yayasan Riau Madani Ungkap Pembukaan Akses Jalan dan Kebun Sawit di HPT Kaiti Kubu Pauh: Otoritas Terkait Harus Bertindak! 

      01/06/2026  ❘  13:15 WIB
    • Dokter Gizi Ingatkan Bahaya Kebiasaan Makan Nasi Goreng Telur Ceplok, Enak tapi Jangan Berlebihan

      Dokter Gizi Ingatkan Bahaya Kebiasaan Makan Nasi Goreng Telur Ceplok, Enak tapi Jangan Berlebihan

      31/05/2026  ❘  19:47 WIB
  • Riau
    • Masyarakat Bertanya Uang Daerah ke Mana, BPKAD Ungkap dan Sajikan Kondisi APBD Kepulauan Meranti Tahun 2026

      Masyarakat Bertanya Uang Daerah ke Mana, BPKAD Ungkap dan Sajikan Kondisi APBD Kepulauan Meranti Tahun 2026

      04/06/2026  ❘  21:08 WIB
    • Catat! Merokok Saat Berkendara Jadi Salah Satu Target Buruan Operasi Patuh 2026

      Catat! Merokok Saat Berkendara Jadi Salah Satu Target Buruan Operasi Patuh 2026

      04/06/2026  ❘  20:33 WIB
    • RSUD Arifin Achmad Resmi Jadi Pengampu Jantung se-Riau, Pasien Tak Perlu Lagi Dirujuk ke Luar Provinsi

      RSUD Arifin Achmad Resmi Jadi Pengampu Jantung se-Riau, Pasien Tak Perlu Lagi Dirujuk ke Luar Provinsi

      04/06/2026  ❘  20:25 WIB
    • Rupat Membara, Rohil Membengkak! Karhutla Riau Masuk Fase Paling Mencekam

      Rupat Membara, Rohil Membengkak! Karhutla Riau Masuk Fase Paling Mencekam

      04/06/2026  ❘  19:58 WIB
  • Sport
    • Terungkap! Alasan Sebenarnya Cristiano Ronaldo Ngebet Juara Piala Dunia

      Terungkap! Alasan Sebenarnya Cristiano Ronaldo Ngebet Juara Piala Dunia

      04/06/2026  ❘  07:33 WIB
    • Italia Menang Tipis, Sundulan Esposito Jadi Pembeda di Luksemburg

      Italia Menang Tipis, Sundulan Esposito Jadi Pembeda di Luksemburg

      04/06/2026  ❘  07:24 WIB
    • Timnas Indonesia U-19 Dapat Peringatan, Vietnam Disebut Ujian Sesungguhnya

      Timnas Indonesia U-19 Dapat Peringatan, Vietnam Disebut Ujian Sesungguhnya

      04/06/2026  ❘  07:01 WIB
    • Drama Gila Menit 90+5! Nigeria Sudah Di Depan Mata, Polandia Merampas Kemenangan

      Drama Gila Menit 90+5! Nigeria Sudah Di Depan Mata, Polandia Merampas Kemenangan

      04/06/2026  ❘  06:43 WIB
  • Opini
    • Penguatan Daya Saing UMKM Indonesia Melalui Implementasi Good Governance dan Penataan Pajak

      Penguatan Daya Saing UMKM Indonesia Melalui Implementasi Good Governance dan Penataan Pajak

      01/06/2026  ❘  15:34 WIB
    • Magnifica Humanitas sebagai Seruan Moral di Tengah Revolusi AI

      Magnifica Humanitas sebagai Seruan Moral di Tengah Revolusi AI

      29/05/2026  ❘  07:00 WIB
    • Ketika Integritas Akademik Dipertaruhkan dalam Gelombang Artificial Intelligence

      Ketika Integritas Akademik Dipertaruhkan dalam Gelombang Artificial Intelligence

      28/05/2026  ❘  13:53 WIB
    • Heboh Dana Karbon Sudah Masuk Rp 66 Miliar, Tepatkah Pemprov Riau Membantah dengan Tudingan Hoaks? 

      Heboh Dana Karbon Sudah Masuk Rp 66 Miliar, Tepatkah Pemprov Riau Membantah dengan Tudingan Hoaks? 

      25/05/2026  ❘  12:37 WIB
  • Internasional
    • Dunia Islam Bergerak! Indonesia dan 7 Negara Arab Kompak Kecam Aksi Israel di Masjid Al-Aqsa

      Dunia Islam Bergerak! Indonesia dan 7 Negara Arab Kompak Kecam Aksi Israel di Masjid Al-Aqsa

      04/06/2026  ❘  12:55 WIB
    • Netanyahu Disebut Bikin Trump Naik Pitam, Ancaman Serangan ke Beirut Picu Krisis Diplomatik

      Netanyahu Disebut Bikin Trump Naik Pitam, Ancaman Serangan ke Beirut Picu Krisis Diplomatik

      04/06/2026  ❘  08:15 WIB
    • PSG Juara UCL, Paris Membara! Hampir 900 Orang Ditangkap, Satu Nyawa Melayang

      PSG Juara UCL, Paris Membara! Hampir 900 Orang Ditangkap, Satu Nyawa Melayang

      01/06/2026  ❘  20:14 WIB
    • Pakistan Tegas! Tak Akan Akui Israel Sebelum Palestina Merdeka, Yerusalem Jadi Syarat Utama

      Pakistan Tegas! Tak Akan Akui Israel Sebelum Palestina Merdeka, Yerusalem Jadi Syarat Utama

      31/05/2026  ❘  20:41 WIB
  • lain
      -->
    • Advertorial
    • -->
    • Foto
    • Indeks
Bukan omon omon

Susur Sungai, Susur Sejarah: Green Policing Gaungkan Kesadaran Ekologi di Meranti, Upaya Nyata Selamatkan Alam dan Budaya

17/02/2026  ❘  23:09 WIB • Riau
Bagikan :
Susur Sungai, Susur Sejarah: Green Policing Gaungkan Kesadaran Ekologi di Meranti, Upaya Nyata Selamatkan Alam dan Budaya

Kegiatan Susur Sungai Jelajah Kampung Polres Kepulauan Meranti berkolaborasi dengan Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kepulauan Meranti. Foto: SM News

SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Deru mesin kempang memecah tenang di perairan Selat Air Hitam, Selasa (17/2/2026). Tiga unit kempang berwarna biru bergerak perlahan meninggalkan Dorak, menyusuri alur sungai menuju muara Sungai Suir lalu melintasi Selat Air Hitam hingga masuk ke hulu Sungai Bokor.

Di atas Kempang itulah, implementasi program Green Policing dijalankan dengan cara yang tak biasa, yakni menyatu dengan denyut kehidupan masyarakat pesisir.

Kegiatan Susur Sungai Jelajah Kampung yang digagas Polres Kepulauan Meranti berkolaborasi dengan Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kepulauan Meranti bukan sekadar agenda seremonial. Ia menjadi simbol pendekatan humanis kepolisian yang hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai penjaga alam dan budaya.

Kempang, transportasi laut berbahan papan kayu yang bekerja menyerupai kapal RoRo, menjadi tumpuan harapan warga untuk menyeberang dari satu daratan ke daratan lain. Di wilayah kepulauan seperti Meranti, kempang bukan sekadar alat angkut. Ia adalah urat nadi kehidupan yang menjadi penghubung pulau-pulau, saksi bisu perjuangan nelayan mencari nafkah, sekaligus warisan budaya yang bertahan di tengah laju modernisasi.

Rombongan mendapat pengawalan ketat dari kapal patroli cepat milik Polairud dan Basarnas. Di antara para penumpang, hadir sekaligus dua jenderal Polda Riau yakni Kapolda Riau, Irjen Polisi Dr. Herry Heryawan dan ⁠Wakapolda Riau Brigjen Polisi Dr. Hengki Haryadi.

Turut serta pula sejumlah pejabat utama Polda Riau seperti Irwasda Polda Riau Kombes Prabowo Santoso, Karo SDM Polda Riau, Kombes Dr. Boy Jeckson Situmorang, Dir Reskrimum Polda Riau, Kombes Hasyim Risahondua, Dir Polairud Polda Riau, Kombes Apri Fajar Hermanto, Dir Pamobvit, Kombes Suherman Zein, Dansat Brimob Polda Riau yakni Kombes I Ketut Gede Adi Wibawa, dan Kabid Humas Polda Riau Kombes Zahwani Pandra Arsyad.

Selain itu tampak hadir Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Aldi Alfa Faroqi, Bupati Kepulauan Meranti AKBP (Purn) H. Asmar, Ketua DPRD H. Khalid Ali, Kepala Kejari, hingga Kepala KSOP Kelas IV Selatpanjang Derita Adi Prasetyo.

Sepanjang perjalanan, Ketua DPH LAMR Kepulauan Meranti, Afrizal Cik, berdiri di tengah rombongan. Dengan suara tenang, ia menjelaskan rute yang dilalui, kondisi geografis, hingga sejarah yang melekat di setiap lekuk sungai.

Di Sungai Suir, ia berkisah tentang Awang Mahmuda yang kehabisan bekal dan meminta secupak beras kepada penguasa setempat, namun harus menggantinya dengan segantang, yakni empat kali lipat lebih banyak. Merasa diperlakukan tidak adil, Awang bersumpah. Konon, sumpah itulah yang membuat Sungai Suir mengalami pasang surut dua kali dalam sehari.

Cerita berlanjut ketika rombongan memasuki Sungai Bokor. Pada masa kerajaan, sungai itu menjadi tempat persinggahan para raja. Suatu hari, sebuah bokor yakni wadah air sejenis gayung jatuh ke sungai dan tak pernah ditemukan. Sejak itulah kawasan tersebut dinamakan Bokor.

Para penumpang menyimak kisah demi kisah dengan saksama, menikmati suguhan makanan sederhana yang tersaji di atas kempang yang dihiasi sedemikian rupa. Suasana terasa hangat dengan perpaduan antara diskusi ringan, tawa kecil, dan hembusan angin sungai yang membawa aroma payau khas pesisir.

Sekitar 40 menit berselang, kempang akhirnya bersandar di Dermaga Desa Bokor. Perjalanan itu bukan hanya tentang menyusuri sungai, tetapi juga menelusuri akar sejarah dan identitas daerah.

Green Policing di Kepulauan Meranti hari itu menjelma lebih dari sekadar program. Ia menjadi refleksi bahwa menjaga lingkungan tak bisa dipisahkan dari menjaga budaya dan merawat hubungan dengan masyarakat. Di atas kempang sederhana, aparat, pemimpin daerah, dan tokoh adat duduk sejajar untuk menyusuri sungai yang sama, mendengar cerita yang sama, dan memikul harapan yang sama agar alam dan kearifan lokal Meranti tetap lestari untuk generasi mendatang.

Di atas aliran sungai yang tenang, langkah kecil itu dimulai. Bukan sekadar perjalanan air, melainkan gerakan bersama yang membawa pesan besar tentang masa depan lingkungan dan budaya.

Kegiatan susur sungai yang digelar menjadi bagian dari peran kepolisian sebagai trigger sekaligus inisiator kampanye kesadaran ekologis. Melalui pendekatan yang membumi, aparat tidak hanya berbicara soal penegakan hukum, tetapi juga tentang merawat alam, menghidupkan ekonomi kreatif, serta mengangkat kembali khazanah budaya lokal yang kian tergerus zaman.

 

Sungai dipilih bukan tanpa alasan. Di tanah Melayu, sungai adalah halaman depan peradaban. Ia pernah menjadi jalur utama perdagangan, tempat bertemunya berbagai suku dan budaya, sekaligus saksi lahirnya kampung-kampung tua. Menyusurinya berarti membuka kembali lembaran sejarah, mengenalkan generasi hari ini pada akar identitas yang membentuk kawasan tersebut.

Di sepanjang tepian yang dihiasi rimbun mangrove dan hutan rawa, tersimpan pesan penting bahwa alam dan budaya tidak bisa dipisahkan. Masyarakat adat sejak dahulu telah membuktikan bahwa menjaga hutan bukan sekadar kewajiban, melainkan bagian dari norma kehidupan. Sistem zonasi tradisional, aturan adat, hingga praktik agrikultur yang selaras dengan alam menjadi benteng alami terhadap laju deforestasi.

Semangat inilah yang ingin diperkuat melalui Program Green Policing Polda Riau. Kepolisian mendorong LAMR Kepulauan Meranti untuk menjadi garda terdepan dalam upaya penyelamatan lingkungan di wilayah hukum Polres Kepulauan Meranti. Kolaborasi ini bukan sekadar simbolik, tetapi diharapkan melahirkan langkah konkret—dari edukasi masyarakat, pelestarian hutan adat, hingga penguatan ekonomi kreatif berbasis budaya.

Green Policing di Kepulauan Meranti akhirnya menemukan bentuknya yang khas bersinergi antara hukum dan kearifan lokal. Polisi hadir sebagai penggerak, sementara lembaga adat menjadi penuntun nilai. Keduanya berjalan beriringan, menyuarakan kampanye kesadaran ekologi dengan bahasa yang dipahami masyarakat yakni bahasa budaya dan kebersamaan.

Di tepian sungai itu, harapan tumbuh pelan-pelan. Bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tugas pemerintah atau aparat, melainkan tanggung jawab kolektif. Bahwa hutan yang lestari dan sungai yang bersih akan terus menjadi sumber kehidupan, sekaligus warisan berharga bagi anak cucu Meranti kelak.

Setibanya di Dermaga Sungai Bokor, Kecamatan Rangsang Barat, rombongan disambut dengan adat yang penuh khidmat. Denting kompang bersahut-sahutan, langkah pesilat membuka jalan dengan gerak yang tegas namun santun, disusul tari persembahan yang menghamparkan hormat bagi tamu yang datang. Di tanah pesisir itu, adat bukan sekadar seremoni—ia adalah cara orang Melayu memuliakan pertemuan.

Kegiatan dipusatkan di halaman Pos Bhabinkamtibmas Desa Bokor yang kini dilengkapi Perpustakaan Digital—simbol bahwa menjaga kampung tak hanya soal keamanan, tetapi juga soal pengetahuan. Di tempat sederhana itulah Anugerah Kenangan Jasa dari LAMR Kepulauan Meranti juga diserahkan, sebagai bentuk penghormatan atas ikhtiar menjaga alam dan marwah negeri.

Tak jauh dari sana, cangkul pun ditancapkan. Pohon mangga ditanam bersama, menjadi penanda bahwa silaturahmi hari itu tak berhenti pada kata-kata. Ia berakar, tumbuh, dan kelak berbuah.

Rombongan yang dipimpin Kapolda Riau, Herry Heryawan, bersama jajaran, juga disuguhi eksibisi Lari di Atas Tual Sagu—kearifan lokal yang telah masuk Warisan Budaya Tak Benda dan menjadi kalender wisata Provinsi Riau. Di atas batang sagu yang licin, para pelari mempertontonkan ketangkasan. Riuh tepuk tangan pecah, mengingatkan bahwa tradisi bukan untuk disimpan dalam lemari sejarah, melainkan dirawat dalam denyut kehidupan.

Setibanya di Dermaga Sungai Bokor, Kecamatan Rangsang Barat, rombongan disambut dengan prosesi adat yang khidmat namun hangat. Denting kompang berpadu dengan gerak silat yang tegas dan tari persembahan yang gemulai, seolah menjadi salam pembuka dari bumi Melayu kepada para tamu kehormatan yang datang menyusuri jejak sungai.

Di halaman Pos Bhabinkamtibmas Desa Bokor yang kini dilengkapi dengan fasilitas Perpustakaan Digital sebagai simbol kemajuan di tengah kampung—kegiatan berlanjut dalam suasana penuh kekeluargaan. Di tempat sederhana itu, nilai adat dan semangat modernitas berdiri berdampingan.

Momentum tersebut juga ditandai dengan penyerahan Anugerah Kenangan Jasa dari LAMR Kepulauan Meranti serta penanaman pohon mangga secara bersama-sama. Bibit yang ditanam bukan sekadar pohon, tetapi simbol harapan—akar yang menghujam ke tanah, dan cita-cita yang menjulang ke langit.

Kapolda Riau bersama rombongan kemudian disuguhi pertunjukan eksibisi Lari di Atas Tual Sagu, sebuah kearifan lokal yang telah terdaftar dalam kalender pariwisata Provinsi Riau dan masuk dalam Warisan Budaya Tak Benda (WBTB). Sorak sorai warga mengiringi para pelari yang dengan lincah menjaga keseimbangan di atas batang sagu. Tradisi itu bukan sekadar permainan, melainkan refleksi ketangkasan, keberanian, dan karakter masyarakat pesisir yang tumbuh bersama alamnya.

Dalam sambutannya, Ketua LAMR Kepulauan Meranti, Afrizal Cik, menuturkan bahwa kegiatan Susur Sungai Jelajah Kampung dan silaturahmi pemangku adat sejatinya bukan hal baru. Tradisi itu telah lama hidup dalam budaya masyarakat, meski sebelumnya hadir dalam skala kecil melalui kegiatan “makan bebedas” yang berpindah dari satu kampung ke kampung lain menjelang bulan suci Ramadan.

“Berdasarkan komunikasi dengan Kapolres, maka terjadilah acara ini di tempat ini,” ujar Afrizal Cik, menegaskan bahwa kolaborasi lintas institusi itu lahir dari niat baik dan semangat kebersamaan.

 

Ia juga menyampaikan rencana pemberian penghargaan kepada Kapolda Riau yang dinilai telah menunjukkan dedikasi nyata bagi kelestarian alam.

“Bagaimana tidak menabalkan Datuk Seri kepada Kapolda Riau, karena tidak sedikit jengkal tanah ditanam dan sudah hampir 25 ribu pohon ditanami. Sejumlah sekolah juga mengikuti. Bukti bekerja tidak hanya pidato, yang dinilai menyelamatkan alam Riau. Tidak ada orang Riau menafikan itu. Yang dilakukan bahkan di luar tupoksi kerja pihak kepolisian,” ujarnya.

Menurutnya, program Green Policing dengan semboyan hidup “Menjaga Tuah, Melindungi Marwah” merupakan kemajuan martabat bagi orang Melayu. Motto itu dinilai bukan sekadar slogan, tetapi gerakan moral untuk menghijaukan kembali bumi Riau dan menghidupkan alam yang kian terancam.

“Mungkin barangkali Kapolda bimbang dengan kampung halaman kita ini yang barangkali lima atau enam tahun lagi akhirnya tenggelam. Tapi hadirnya seorang jenderal polisi di Riau ini sudah menjadi secercah harapan bagi kita, setitik cahaya di kegelapan yang menerangi kita, sehingga kita punya harapan Riau ini masih bertahan dan tidak tenggelam,” tuturnya dengan nada penuh harap.

Ia menambahkan, lembaga adat selama ini bekerja keras melestarikan adat, budaya, dan khazanah sejarah. Namun semua itu akan kehilangan makna jika tanah dan pulau tempat budaya itu tumbuh perlahan hilang.

“Kalau pulau itu tenggelam, apa yang bisa kami lakukan? Untunglah ada upaya untuk menyelamatkan ini. Walaupun sudah berulang kali dilakukan, penanaman 25 ribu batang pohon ini telah diikuti berbagai kelompok dan kini menjadi semacam tren kemajuan di masa sekarang,” ujarnya.

Apresiasi serupa juga disampaikan kepada Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, yang dinilai konsisten mendukung keberadaan LAMR, serta Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, yang selama ini menjadi mitra dan tempat meminta tunjuk ajar dalam setiap langkah kolaboratif antara kepolisian dan lembaga adat.

Di Sungai Bokor hari itu, adat dan institusi negara tidak berdiri berseberangan. Mereka duduk satu panggung, menanam pohon yang sama, menyimak cerita yang sama, dan memelihara harapan yang sama agar tanah Melayu tetap tegak, agar sungai-sungainya tetap mengalir, dan agar marwah negeri tidak hanyut bersama arus zaman.

Kapolda Riau, Herry Heryawan, menyampaikan komitmennya dalam menjaga keamanan wilayah sekaligus melestarikan ekosistem pesisir saat menghadiri kegiatan susur sungai dan ramah tamah di Desa Bokor, Kecamatan Rangsang Barat.

Dalam sambutannya, Kapolda mengatakan kegiatan menyusuri sungai memberikan gambaran langsung tentang potensi alam yang dimiliki wilayah tersebut, khususnya kawasan mangrove yang berperan penting sebagai penyangga ekosistem dan habitat berbagai spesies.

Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan mempererat silaturahmi menjelang bulan suci Ramadan, tetapi juga menjadi momentum untuk mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta mengangkat potensi budaya lokal.

“Dalam suasana penuh kehangatan ini, kita memperkuat silaturahmi dan bersama-sama melihat potensi budaya serta ekosistem yang terjaga. Kita juga belajar hidup sederhana, bermusyawarah, dan mempererat kebersamaan,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Kapolda memperkenalkan konsep Green Policing yang digagas Polda Riau. Konsep tersebut menekankan pendekatan kepolisian yang tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum, tetapi juga pada perlindungan dan pelestarian lingkungan hidup.

Sebagai bentuk dukungan terhadap perekonomian masyarakat pesisir, Kapolda Riau juga berencana menyerahkan bantuan 20 unit mesin ketinting kepada nelayan Desa Bokor.

“Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas hasil tangkapan sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi warga,” katanya.

Ia menambahkan, kegiatan ramah tamah tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian untuk hadir langsung di tengah masyarakat, mendengar aspirasi serta memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan dan mendorong kebangkitan ekonomi.

Kapolda juga mengajak masyarakat untuk tidak hanya berbuat baik kepada sesama, tetapi juga menjaga alam, termasuk hutan dan mangrove, agar tidak mengalami kerusakan.

Dalam kegiatan itu, ia turut memperkenalkan layanan darurat 110 milik Polri sebagai bentuk uji respons untuk memastikan kesiapsiagaan personel dalam menerima laporan masyarakat.

“Saya mengimbau masyarakat memanfaatkan layanan 110 untuk melaporkan tindak kriminalitas maupun gangguan keamanan lainnya, guna menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif,” ujarnya.

Di sela rangkaian kegiatan yang sarat nuansa budaya dan kepedulian lingkungan itu, Kabid Humas Polda Riau, Kombes Zahwani Pandra Arsyad, turut menjelaskan makna di balik kehadiran Kapolda di kampung-kampung pesisir.

Menurutnya, Kapolda Riau, Herry Heryawan, memiliki program “jalur menyusuri kehidupan masyarakat” sebagai bentuk pendekatan humanis kepolisian. Program tersebut dirancang agar pimpinan dan jajaran kepolisian tidak hanya bekerja dari balik meja, tetapi hadir langsung menyapa warga, mendengar keluhan, serta membangun komunikasi yang hangat dan terbuka.

“Banyak warga yang perlu ditegur sapa dan diajak berkomunikasi. Polisi harus hadir, bukan hanya ketika ada persoalan, tetapi juga saat masyarakat membutuhkan ruang dialog,” ujarnya.

Ia menambahkan, melalui program Green Policing, kepolisian ingin mewujudkan semangat slogan “melindungi tuah dan menjaga marwah” sebagai nilai yang sejalan dengan filosofi Melayu di Bumi Lancang Kuning.

“Kita yang hidup di Bumi Lancang Kuning ini bagaimana menggaungkan ‘takkan Melayu hilang di bumi’ dengan menjaga alam, tidak membakar lahan, dan rutin melakukan penghijauan melalui penanaman pohon,” tuturnya.

Menurutnya, menjaga identitas Melayu tidak cukup hanya melalui simbol dan seremoni adat, tetapi juga lewat tindakan nyata merawat lingkungan. Alam, kata dia, telah memberikan kehidupan dan penghidupan bagi masyarakat Riau dari hutan, sungai, hingga laut.

“Intinya bagaimana kita menumbuhkan semangat menjaga alam ini. Alam sudah memberikan yang terbaik untuk kita. Sekarang bagaimana cara kita mensyukuri itu semua. Dalam hal ini polisi tidak hanya melakukan penindakan, tetapi juga menghadirkan keadilan bagi alam,” tegasnya.

Melalui pendekatan tersebut, Polda Riau berharap kesadaran ekologis dapat tumbuh seiring dengan penguatan budaya dan nilai-nilai kearifan lokal, sehingga keamanan, kelestarian lingkungan, dan marwah daerah dapat berjalan beriringan.

Sementara itu Bupati Asmar menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai kegiatan ini sebagai upaya kreatif dalam merawat dan mengembangkan kearifan lokal masyarakat Melayu di Kepulauan Meranti.

“Saya memandang kegiatan ini sebagai langkah strategis dalam mempererat silaturahmi sekaligus mengangkat nilai-nilai budaya Melayu yang sarat makna,” ujar Asmar.

Menurutnya, kegiatan susur sungai jelajah kampung yang dikemas secara inovatif menjadi potensi budaya dan pariwisata baru.

“Inilah Kepulauan Meranti, negeri yang adat dan budayanya masih terjaga, daerah terluar yang kaya akan cerita dan hikayat,” ucapnya.

Asmar juga menegaskan bahwa Islam dan budaya Melayu merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Kegiatan silaturahmi yang dikemas dalam nuansa budaya dinilai sejalan dengan ajaran Islam dan menjadi bagian dari upaya mewujudkan masyarakat Kepulauan Meranti yang unggul, agamis, dan sejahtera.

“Pemerintah daerah berharap kegiatan ini dapat terus berkembang dan menjadi agenda budaya yang semakin populer serta terorganisir dengan baik, sekaligus memperkuat jalinan silaturahmi antara pemerintah, aparat keamanan, pemangku adat, dan masyarakat,” tambahnya. (R-01)

Editor: Raya Desmawanto
Tags :Susur SungaiPolres Kepulauan MerantiLAMR Kepulauan MerantiSabangmeraukenews.com

BERITA TERKAIT :

  • Karhutla Melanda Riau, Kemenhut Terjunkan 160 Personel Pemadam Api

    Karhutla Melanda Riau, Kemenhut Terjunkan 160 Personel Pemadam Api

    Riau •
    17/02/2026 ❘ 21:49 WIB
  • Update Kasus Wanita Muda di Pekanbaru Tabrak Lari Pekerja Marka Jalan: Jaksa Masih Teliti Berkas Kepolisian

    Update Kasus Wanita Muda di Pekanbaru Tabrak Lari Pekerja Marka Jalan: Jaksa Masih Teliti Berkas Kepolisian

    Hukrim •
    17/02/2026 ❘ 21:44 WIB
  • Pemerintah Tetapkan Awal Puasa 2026 Jatuh Pada Kamis 19 Februari 2026!

    Pemerintah Tetapkan Awal Puasa 2026 Jatuh Pada Kamis 19 Februari 2026!

    Nasional •
    17/02/2026 ❘ 20:58 WIB
  • Hasil Pemantauan Tim Rukyat Kemenag Ungkap 1 Ramadan Jatuh Pada Kamis 19 Februari 2026

    Hasil Pemantauan Tim Rukyat Kemenag Ungkap 1 Ramadan Jatuh Pada Kamis 19 Februari 2026

    Nasional •
    17/02/2026 ❘ 19:32 WIB
  • Menilik Pengelolaan Sampah di Kota Pekanbaru

    Menilik Pengelolaan Sampah di Kota Pekanbaru

    Opini •
    17/02/2026 ❘ 18:53 WIB
Idul adha lindawati HUT 60 tahun BRK syariah Lowongan kerja Novotel Terbaru

TERPOPULER

  • SF Hariyanto Reshuffle Massal 236 Pejabat Pemprov Riau, Ini Daftarnya

    SF Hariyanto Reshuffle Massal 236 Pejabat Pemprov Riau, Ini Daftarnya

    26/05/2026  ❘  19:16 WIB
  • Hasil Audit Inspektorat Riau Terkait Bisnis Seragam Siswa SMA Negeri, 31 Sekolah Diperintahkan Kembalikan Rp 566 Juta ke Orangtua

    Hasil Audit Inspektorat Riau Terkait Bisnis Seragam Siswa SMA Negeri, 31 Sekolah Diperintahkan Kembalikan Rp 566 Juta ke Orangtua

    31/05/2026  ❘  15:10 WIB
  • Heboh Daftar 10 Perusahaan Diduga Mainkan Harga Ekspor Minyak Kelapa Sawit, 4 Perusahaan Ada di Riau

    Heboh Daftar 10 Perusahaan Diduga Mainkan Harga Ekspor Minyak Kelapa Sawit, 4 Perusahaan Ada di Riau

    25/05/2026  ❘  14:20 WIB
  • Drama Hukum Gubri Abdul Wahid Makin Jauh, Sampai Menyerempet Pangdam dan Kapolda

    Drama Hukum Gubri Abdul Wahid Makin Jauh, Sampai Menyerempet Pangdam dan Kapolda

    22/05/2026  ❘  14:22 WIB
  • Skandal Korupsi Manipulasi Ekspor Minyak Sawit Disamarkan POME Rugikan Negara Rp 14 Triliun, Kejagung Periksa Eks Dirjen Bea Cukai Askaloni

    Skandal Korupsi Manipulasi Ekspor Minyak Sawit Disamarkan POME Rugikan Negara Rp 14 Triliun, Kejagung Periksa Eks Dirjen Bea Cukai Askaloni

    21/05/2026  ❘  23:36 WIB
Kempo Dojo AKRI cafe Idul adha dprd pekanbaru

    Follow Us

  • Copyright ©
    SabangMeraukeNEWS.com

    Berita

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum

    Berita

  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

    Halaman

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan