SabangMeraukeNEWS.com

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum
  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan

    https://sabangmeraukenews.com

Copyright ©
sabangmeraukeNEWS.com
All rights reserved

https://sabangmeraukenews.com

  • Daerah
    • Dijanjikan Rp22 Juta, Tiga Wanita Nekat Bawa 9 Kg Sabu dan 800 Vape Narkoba ke Medan

      Dijanjikan Rp22 Juta, Tiga Wanita Nekat Bawa 9 Kg Sabu dan 800 Vape Narkoba ke Medan

      13/06/2026  ❘  13:14 WIB
    • Niat Bercanda Malah Berujung Sidang Kode Etik, 4 ASN Jambi Kaget Video Gaji Ke-13 Meledak

      Niat Bercanda Malah Berujung Sidang Kode Etik, 4 ASN Jambi Kaget Video Gaji Ke-13 Meledak

      13/06/2026  ❘  11:59 WIB
    • Mobil Narkoba dari Bengkalis Tersandung di SPBU Merangin, Isinya 53 Ribu Ekstasi

      Mobil Narkoba dari Bengkalis Tersandung di SPBU Merangin, Isinya 53 Ribu Ekstasi

      13/06/2026  ❘  08:42 WIB
    • Setahun Menggantung, Kasus Ustaz Lecehkan Mahasiswi UINSU Belum Ada Tersangka

      Setahun Menggantung, Kasus Ustaz Lecehkan Mahasiswi UINSU Belum Ada Tersangka

      12/06/2026  ❘  20:27 WIB
  • Nasional
    • BGN Evaluasi Insentif Operasional Dapur MBG Demi Efisiensi Anggaran

      BGN Evaluasi Insentif Operasional Dapur MBG Demi Efisiensi Anggaran

      13/06/2026  ❘  12:53 WIB
    • MBG Boroskan Uang Negara Rp 1 Triliun per Bulan, Tapi Gaji Guru Tak Layak dan Ruang Sekolah Banyak Rusak

      MBG Boroskan Uang Negara Rp 1 Triliun per Bulan, Tapi Gaji Guru Tak Layak dan Ruang Sekolah Banyak Rusak

      13/06/2026  ❘  12:45 WIB
    • Pekerjaan Bergaji Tinggi Kini Jadi Ladang Pengangguran, AI dan PHK Massal Hantam Kelas Profesional

      Pekerjaan Bergaji Tinggi Kini Jadi Ladang Pengangguran, AI dan PHK Massal Hantam Kelas Profesional

      13/06/2026  ❘  11:57 WIB
    • Berawal Dari Temuan BPK Soal Dana BOS, 500 Kepala Sekolah Dipaksa Mengundurkan Diri

      Berawal Dari Temuan BPK Soal Dana BOS, 500 Kepala Sekolah Dipaksa Mengundurkan Diri

      13/06/2026  ❘  09:26 WIB
  • Ekonomi
    • Jokowi Jadi Ketua Dewan Pembina PSI: 2029 Arena Pertarungan Banteng, Garuda dan Gajah

      Jokowi Jadi Ketua Dewan Pembina PSI: 2029 Arena Pertarungan Banteng, Garuda dan Gajah

      13/06/2026  ❘  17:45 WIB
    • Ekonomi Triwulan I 2026 Tumbuh 7,91 Persen, Wako Pekanbaru Agung Nugroho Sebut Belanja Daerah Efektif dan Tepat Sasaran

      Ekonomi Triwulan I 2026 Tumbuh 7,91 Persen, Wako Pekanbaru Agung Nugroho Sebut Belanja Daerah Efektif dan Tepat Sasaran

      13/06/2026  ❘  08:50 WIB
    • Cek Harga Emas Pegadaian Terbaru Sabtu 13 Juni 2026, Antam Tembus Rp 2,8 Juta per Gram

      Cek Harga Emas Pegadaian Terbaru Sabtu 13 Juni 2026, Antam Tembus Rp 2,8 Juta per Gram

      13/06/2026  ❘  08:40 WIB
    • Rupiah Bangkit dari Tekanan, Dolar AS Dipaksa Mundur dari Level Rp18.000

      Rupiah Bangkit dari Tekanan, Dolar AS Dipaksa Mundur dari Level Rp18.000

      12/06/2026  ❘  18:34 WIB
  • Politik
    • Datang ke Istana Bersama Luhut, Chatib Basri Akhirnya Buka Suara Soal Jabatan Menkeu

      Datang ke Istana Bersama Luhut, Chatib Basri Akhirnya Buka Suara Soal Jabatan Menkeu

      09/06/2026  ❘  19:17 WIB
    • Dari Demo Jalanan ke Lingkar Kekuasaan, Said Iqbal Jadi Penasihat Khusus Presiden Prabowo

      Dari Demo Jalanan ke Lingkar Kekuasaan, Said Iqbal Jadi Penasihat Khusus Presiden Prabowo

      08/06/2026  ❘  11:49 WIB
    • Pigai Bikin Geger! Usul Sipil Duduki Jabatan Polri Picu Gelombang Perdebatan Nasional

      Pigai Bikin Geger! Usul Sipil Duduki Jabatan Polri Picu Gelombang Perdebatan Nasional

      06/06/2026  ❘  19:35 WIB
    • Plt Gubernur Riau; "Saya Tidak Ada Cium Tangan Bapak! Siapa Bapak Rupanya?"

      Plt Gubernur Riau; "Saya Tidak Ada Cium Tangan Bapak! Siapa Bapak Rupanya?"

      03/06/2026  ❘  15:16 WIB
  • Hukrim
    • Polisi Tangkap 69 Orang Usai Gerebek Tempat Judi Berkedok Timezone, Ada Main Tembak Ikan dan Burung

      Polisi Tangkap 69 Orang Usai Gerebek Tempat Judi Berkedok Timezone, Ada Main Tembak Ikan dan Burung

      13/06/2026  ❘  19:04 WIB
    • Diduga Eksploitasi Cucu dan Anak Jadi Manusia Silver, Polisi Tangkap Pasutri di Riau

      Diduga Eksploitasi Cucu dan Anak Jadi Manusia Silver, Polisi Tangkap Pasutri di Riau

      13/06/2026  ❘  17:56 WIB
    • Tiga Bocah Silver di Pelalawan Mengaku Takut Pulang Jika Tidak Bawa Uang Rp500 Ribu

      Tiga Bocah Silver di Pelalawan Mengaku Takut Pulang Jika Tidak Bawa Uang Rp500 Ribu

      13/06/2026  ❘  17:47 WIB
    • PT Panca Surya Agrindo Digugat Pemerintah Desa Suka Maju ke PN Pasir Pangaraian, Diduga Kuasai Lahan Transmigrasi 990 Hektare Jadi Kebun Kelapa Sawit

      PT Panca Surya Agrindo Digugat Pemerintah Desa Suka Maju ke PN Pasir Pangaraian, Diduga Kuasai Lahan Transmigrasi 990 Hektare Jadi Kebun Kelapa Sawit

      13/06/2026  ❘  14:55 WIB
  • Umum
    • Mengenal ‘Social Battery’, Penyebab Seseorang Tiba-tiba Malas Bersosialisasi dan Mudah Lelah

      Mengenal ‘Social Battery’, Penyebab Seseorang Tiba-tiba Malas Bersosialisasi dan Mudah Lelah

      13/06/2026  ❘  08:22 WIB
    • Komedian Senior Bolot Alami Serangan Jantung, Dokter Ungkap Tanda Nyeri Dada Berbahaya yang Sering Disepelekan

      Komedian Senior Bolot Alami Serangan Jantung, Dokter Ungkap Tanda Nyeri Dada Berbahaya yang Sering Disepelekan

      12/06/2026  ❘  20:09 WIB
    • Jangan Remehkan Jus Jambu Biji! Ahli Ungkap Manfaat Besarnya untuk Penderita Anemia

      Jangan Remehkan Jus Jambu Biji! Ahli Ungkap Manfaat Besarnya untuk Penderita Anemia

      12/06/2026  ❘  19:50 WIB
    • IKA FISIP Selenggarakan Diskusi Jelang Momentum Pemilihan Rektor Baru: Quo Vadis Universitas Riau?

      IKA FISIP Selenggarakan Diskusi Jelang Momentum Pemilihan Rektor Baru: Quo Vadis Universitas Riau?

      11/06/2026  ❘  20:26 WIB
  • Riau
    • FDI Soroti Korupsi Berjamaah di MBG & Dilema Kenaikan BBM: Pemerintah Perlu Konsisten, Publik Perlu Mengawasi!

      FDI Soroti Korupsi Berjamaah di MBG & Dilema Kenaikan BBM: Pemerintah Perlu Konsisten, Publik Perlu Mengawasi!

      13/06/2026  ❘  17:08 WIB
    • Satelit BMKG Pantau 87 Titik Panas Kepung Sumatera! 8 Hotspot Membara di Riau

      Satelit BMKG Pantau 87 Titik Panas Kepung Sumatera! 8 Hotspot Membara di Riau

      13/06/2026  ❘  11:48 WIB
    • BMKG Warning! Delapan Titik Panas Muncul di Riau, Pelalawan Jadi Sorotan

      BMKG Warning! Delapan Titik Panas Muncul di Riau, Pelalawan Jadi Sorotan

      13/06/2026  ❘  11:41 WIB
    • Tekan Angka Kecelakaan, PT HK Bersama Polda Riau dan Polres Siak Bagikan Kopi Gratis di Tol Permai

      Tekan Angka Kecelakaan, PT HK Bersama Polda Riau dan Polres Siak Bagikan Kopi Gratis di Tol Permai

      13/06/2026  ❘  11:28 WIB
  • Sport
    • Amerika Mengamuk! Paraguay Kebobolan 4 Gol, Balogun Menari di Los Angeles

      Amerika Mengamuk! Paraguay Kebobolan 4 Gol, Balogun Menari di Los Angeles

      13/06/2026  ❘  10:26 WIB
    • Duel Penentu Nasib! Haiti dan Skotlandia Berebut Tiket Mimpi Sebelum Brasil Mengamuk

      Duel Penentu Nasib! Haiti dan Skotlandia Berebut Tiket Mimpi Sebelum Brasil Mengamuk

      13/06/2026  ❘  10:04 WIB
    • Tanpa Neymar! Brasil Bawa Lima Bintang, Maroko Datang Tanpa Takut di New Jersey

      Tanpa Neymar! Brasil Bawa Lima Bintang, Maroko Datang Tanpa Takut di New Jersey

      13/06/2026  ❘  08:59 WIB
    • Lolos Penuh Kontroversi, Qatar Langsung Dihadang Tembok Bernama Swiss

      Lolos Penuh Kontroversi, Qatar Langsung Dihadang Tembok Bernama Swiss

      13/06/2026  ❘  07:32 WIB
  • Opini
    • Kebangkitan Polandia Menjadi Kekuatan Baru Eropa

      Kebangkitan Polandia Menjadi Kekuatan Baru Eropa

      11/06/2026  ❘  08:29 WIB
    • Proses Remedy Framework FSC: APP Group Bergerak dalam Senyap, APRIL Group Tenggelam dalam Ketidakjelasan

      Proses Remedy Framework FSC: APP Group Bergerak dalam Senyap, APRIL Group Tenggelam dalam Ketidakjelasan

      10/06/2026  ❘  19:27 WIB
    • PHR Raup Laba Rp 16 Triliun, Alokasi Dana PI Blok Rokan Harus Jelas dan Transparan: Jangan Lagi Rp 18 Ribu per Bulan! 

      PHR Raup Laba Rp 16 Triliun, Alokasi Dana PI Blok Rokan Harus Jelas dan Transparan: Jangan Lagi Rp 18 Ribu per Bulan! 

      05/06/2026  ❘  12:26 WIB
    • Penguatan Daya Saing UMKM Indonesia Melalui Implementasi Good Governance dan Penataan Pajak

      Penguatan Daya Saing UMKM Indonesia Melalui Implementasi Good Governance dan Penataan Pajak

      01/06/2026  ❘  15:34 WIB
  • Internasional
    • Draf Perdamaian Hampir Rampung, Iran Mulai Buka Sinyal Positif ke AS

      Draf Perdamaian Hampir Rampung, Iran Mulai Buka Sinyal Positif ke AS

      13/06/2026  ❘  13:57 WIB
    • Perang Iran-AS Segera Berakhir? Draf Damai Final Disusun, Selat Hormuz Siap Dibuka

      Perang Iran-AS Segera Berakhir? Draf Damai Final Disusun, Selat Hormuz Siap Dibuka

      13/06/2026  ❘  12:11 WIB
    • Putri Pewaris Takhta Thailand Wafat Setelah 4 Tahun Koma, Negeri Gajah Putih Berkabung 15 Hari

      Putri Pewaris Takhta Thailand Wafat Setelah 4 Tahun Koma, Negeri Gajah Putih Berkabung 15 Hari

      12/06/2026  ❘  20:09 WIB
    • Pagi Ancam Iran Habis-Habisan, Sore Hari Trump Mendadak Pilih Damai

      Pagi Ancam Iran Habis-Habisan, Sore Hari Trump Mendadak Pilih Damai

      12/06/2026  ❘  12:21 WIB
  • lain
      -->
    • Advertorial
    • -->
    • Foto
    • Indeks
Bukan omon omon

Cerita Lama Konflik Satwa di Sekitar Kawasan Hutan Riau, Apa yang Mesti Dilakukan? 

12/02/2026  ❘  22:10 WIB • Opini
Bagikan :
Cerita Lama Konflik Satwa di Sekitar Kawasan Hutan Riau, Apa yang Mesti Dilakukan? 

Seekor gajah Sumatera ditemukan tewas di kawasan lindung konsesi hutan tanaman industri PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) di Pelalawan, Provinsi Riau pada 2 Februari 2026 lalu. Foto: Kemenhut

Penulis: Hasan Supriyanto*

SABANGMERAUKE NEWS - Menarik untuk dianalisis ketika akhir-akhir ini terjadi peristiwa yang menjadi pembicaraan banyak pihak termasuk masyarakat luas. Peristiwa tersebut adalah tentang keberadaan satwa liar yang secara hukum dilindungi. 

Kematian gajah tanpa kepala dan gading yang diduga dibunuh akibat perburuan liar menjadi klimaksnya. Di samping karena dianggap terlalu kejam, peristiwa ini juga terjadi di areal kawasan konsesi Hutan Tanaman Industri (HTI).

Beberapa saat setelah peristiwa itu, kembali diberitakan adanya satwa lindung lainnya yaitu harimau Sumatera masuk ke pemukiman di Desa Benteng Hulu Kecamatan Mempura Kabupaten Siak. Kemunculan harimau terekam dengan jelas oleh CCTV warga. 

Bahkan warga setempat melihat bayangannya berada di sekitar kandang kambing. Informasi ini juga beredar dengan cepat dengan berbagai saluran termasuk melalui media sosial. Pihak berwenang juga sudah memberikan respon dan tanggapan atas kondisi tersebut. 

Sebenarnya peristiwa seperti ini sudah sering terjadi bahkan beberapa peristiwa menelan korban jiwa. Begitu juga peristiwa kematian gajah dan satwa lainnya akibat perburuan liar, sudah terjadi beberapa kali di tempat yang berbeda. 

Tidak hanya gajah dan harimau, satwa liar lainnya juga sudah memasuki pemukiman warga. Sebut saja tapir, beruang, monyet termasuk monyet ekor panjang bahkan ular yang juga beberapa kali dilaporkan memasuki pemukiman warga. 

Perhatian para pihak terhadap peristiwa kematian satwa liar ini tidak terlepas dari kesadaran kolektif masyarakat terhadap penyelematan lingkungan. Karena satwa liar tersebut termasuk dalam satwa yang dilindungi. 

Korelasi antara keberadaan satwa liar yang dilindungi dengan kondisi lingkungan dan penyelamatannya memang sangat saling berkaitan. Peristiwa bencana alam yang terjadi akhir-akhir ini membuat pengetahuan masyarakat akan penyelamatan lingkungan semakin meningkat termasuk penyelamatan satwa liar yang dilindungi.

Pihak kepolisian dan pihak berwenang lainnya seperti Balai BKSDA Provinsi Riau bertindak cepat dengan melakukan penyelidikan. Khusus untuk kematian gajah beberapa waktu lalu akibat perburuan liar, mendapat perhatian khusus dari banyak pihak. 

Pihak berwajib dan berwenang sangat menyadari peristiwa tersebut sensitif dan menjadi perhatian masyarakat luas. Beberapa pihak sudah menjalani pemeriksaan hukum dan dimintai keterangan. Tentu selanjutnya kita menunggu seraya berharap pelaku perburuan dapat ditemukan dan dapat diproses secara hukum.

Konflik satwa di Provinsi Riau, seperti harimau sumatera, gajah dan satwa lainnya, utamanya disebabkan oleh menyusutnya habitat asli akibat deforestasi, alih fungsi lahan menjadi perkebunan kelapa sawit, Hutan Tanaman Industri (HTI), pembalakan liar termasuk kebakaran hutan dan lahan. 

Hal ini memicu menipisnya sumber pakan satwa, dan akhirnya memaksa satwa tersebut keluar dari hutan, dan bersinggungan langsung dengan pemukiman manusia. Akibatnya menjadi berlawanan dengan masyarakat apalagi ketika satwa tersebut merusak tanaman yang dibudidayakan masyarakat.

Beberapa tempat di Provinsi Riau, intensitas penampakan satwa dimaksud di pemukiman semakin nyata baik jumlah satwa maupun intensitas penampakannya. Jika kondisi ini terus terjadi, maka konflik satwa dengan manusia akan terus berlanjut dan semakin besar. Masyarakat akan  mengupayakan dengan berbagai cara untuk menghindari dan mengusirnya. Masyarakat tempatan dan satwa liar akan semakin terlibat bentrok di tingkat tapak.

Beberapa langkah dan upaya yang patut dilakukan dalam mengurangi konflik satwa dimaksud adalah sebagai berikut :

Pertama, pihak berwenang seperti Balai Besar Konservasi Sumberdaya Alam (BBKSDA) Riau hendaknya bertindak cepat ketika mendapat laporan dari pihak manapun  seputar keberadaan satwa liar. BBKSDA juga patut untuk menjalin koordinasi secara intensif dengan pihak terkait lainnya termasuk masyarakat tempatan. 

Karena dengan secara bersama, para pihak dapat berkontribusi dengan daya dukung dan kewenangan masing-masing. Salah satu pihak yang patut dikoordinasikan adalah perusahaan yang memperoleh hak kelola hutan.

Mekanisme pelaporan juga patut menjadi perhatian untuk lebih mudah diakses dan cepat ditindaklanjuti. Karena satwa liar pergerakannya sangat dinamis dalam waktu yang cepat. 

Mekanisme pengambilan keputusan untuk tindak lanjut laporan ketika ada laporan juga diharapkan tidak terlalu ribet. Jangan hanya karena prosedur atau mekanisme pengambilan keputusan satwa yang ditemukan dan dilaporkan sudah tidak dalam jangkauan para pihak.

Kedua, penegakkan hukum yang tegas dan adil terutama bagi pelaku perburuan liar. Pelaku pemburuan liar dengan motif ekonomi patut menjadi perhatian dari pihak untuk   diusut secara tuntas. Penegakkan hukum dimaksud tentu dapat berlaku pada siapapun tidak hanya pelaku lapangan. Penegakan hukum juga patut dilakukan pada pihak yang lain yang mungkin tidak secara langsung terlibat. Karena sangat mungkin kasus perburuan satwa dilindungi mendapat dukungan dari pihak lain.

Penegakan hukum juga patut dilakukan dalam konteks perlindungan tutupan kawasan hutan. Karena kawasan hutan merupakan rumah atau tempat hidup yang sebenarnya dari satwa tersebut. Penegakan hukum dalam rangka perlindungan kawasan hutan tidak hanya melindungi satwa yang dilindungi, tetapi juga melindungi satwa lainnya yang merupakan pakan dari satwa. Dengan demikian ketersediaan makanan bagi satwa seperti harimau masih terjaga.

Ketiga, kolaborasi multipihak. Upaya ini terkesan klise, basa-basi dan banyak pihak yang tidak meyakini efektivitasnya. Namun begitu, upaya ini tetap harus dilakukan, karena perlindungan satwa memerlukan dukungan pihak terkait. 

Adanya peran dan kewenangan yang berbeda tetapi memiliki keterkaitan menjadi salah satu penyebabnya. Misalnya saja ketika ditemukan satwa masuk ke pemukiman masyarakat, pihak yang dapat mendukung tidak hanya institusi kehutanan.

Pemangku kepentingan di lokasi kejadian juga patut untuk dilibatkan seperti polisi, pemerintah desa, bahkan masyarakat luas. Salah satu pelibatan yang strategis dilakukan adalah pelibatan masyarakat dalam rangka pelaksanaan patroli. 

 

Karena patroli memiliki peran krusial melalui pengawasan langsung, pembersihan jerat, serta pemetaan jalur pergerakan satwa dan manusia di area rawan. Kegiatan ini efektif mengurangi perburuan liar, meminimalisir perusakan habitat, dan mengedukasi masyarakat, sehingga menjaga keseimbangan ekosistem dan mencegah satwa liar masuk ke pemukiman.

Keberadaan satwa yang selama ini menjadi salah satu habitat di hutan yang masuk ke pemukiman masyarakat memiliki makna yang luas. Penyelamatan tutupan kawasan hutan yang menjadi habitat satwa tersebut menjadi alasan lain urgensi secara serius penyelamatan hutan. Upaya penyelamatan hutan diharapkan tidak hanya sebatas slogan, pemerintah sebagai pengambil keputusan diharapkan lebih responsif dan tidak hanya wacana. Semoga. (R-04) 

*Penulis merupakan Sekretaris Wilayah Forum Komunikasi Kehutanan Masyarakat (FKKM) Wilayah Riau

Editor: Raya Desmawanto
Tags :Konflik Satwa LiarGajah MatiHTIKonsesi HTISabangMeraukeNews

BERITA TERKAIT :

  • Wako Agung Resmikan Program Satu ASN Satu RW

    Wako Agung Resmikan Program Satu ASN Satu RW

    Riau •
    12/02/2026 ❘ 21:10 WIB
  • Satgas PKH Pasang Plang Pencabutan Izin PT SRL Seluas 65 Ribu Hektare di Pulau Rupat dan Rangsang, Walhi Riau Pertanyakan Luas Areal Tak Sesuai

    Satgas PKH Pasang Plang Pencabutan Izin PT SRL Seluas 65 Ribu Hektare di Pulau Rupat dan Rangsang, Walhi Riau Pertanyakan Luas Areal Tak Sesuai

    Nasional •
    12/02/2026 ❘ 20:20 WIB
  • Anggota DPR Sebut Bahlil Bohong Soal Lifting Minyak, Kutip Pernyataan Menkeu Purbaya Soal Permainan Istilah dan Kata-kata

    Anggota DPR Sebut Bahlil Bohong Soal Lifting Minyak, Kutip Pernyataan Menkeu Purbaya Soal Permainan Istilah dan Kata-kata

    Nasional •
    12/02/2026 ❘ 20:25 WIB
  • Hakim PN Pekanbaru Selesaikan Perkara Pemukulan Pria Gendong Anak Secara RJ, Terdakwa Disuruh Bikin Video Minta Maaf

    Hakim PN Pekanbaru Selesaikan Perkara Pemukulan Pria Gendong Anak Secara RJ, Terdakwa Disuruh Bikin Video Minta Maaf

    Hukrim •
    12/02/2026 ❘ 19:51 WIB
  • Pembelajaran Selama Ramadan, TK-PAUD Libur, SD-SMP Tetap Belajar dengan Penyesuaian

    Pembelajaran Selama Ramadan, TK-PAUD Libur, SD-SMP Tetap Belajar dengan Penyesuaian

    Riau •
    12/02/2026 ❘ 18:54 WIB
Idul adha lindawati HUT 60 tahun BRK syariah Lowongan kerja Novotel Terbaru

TERPOPULER

  • Hasil Audit Inspektorat Riau Terkait Bisnis Seragam Siswa SMA Negeri, 31 Sekolah Diperintahkan Kembalikan Rp 566 Juta ke Orangtua

    Hasil Audit Inspektorat Riau Terkait Bisnis Seragam Siswa SMA Negeri, 31 Sekolah Diperintahkan Kembalikan Rp 566 Juta ke Orangtua

    31/05/2026  ❘  15:10 WIB
  • Ini Daftar 22 PKS di Riau yang Dilaporkan Mentan ke Kapolri Diduga Mainkan Harga TBS Kelapa Sawit

    Ini Daftar 22 PKS di Riau yang Dilaporkan Mentan ke Kapolri Diduga Mainkan Harga TBS Kelapa Sawit

    10/06/2026  ❘  16:53 WIB
  • Pengadilan Dikepung Massa, SF Hariyanto Bersaksi di Sidang Panas Dugaan Korupsi Gubernur Abdul Wahid

    Pengadilan Dikepung Massa, SF Hariyanto Bersaksi di Sidang Panas Dugaan Korupsi Gubernur Abdul Wahid

    03/06/2026  ❘  10:05 WIB
  • Kejari Kepulauan Meranti Terus Dalami Kasus Dugaan Korupsi BUMD PT Bumi Meranti, Kerugian Negara Masih Dihitung 

    Kejari Kepulauan Meranti Terus Dalami Kasus Dugaan Korupsi BUMD PT Bumi Meranti, Kerugian Negara Masih Dihitung 

    29/05/2026  ❘  19:14 WIB
  • Kejagung Tahan Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana, Irjen Sony Sonjaya dan Mayjen Lodewyk Pusung! 

    Kejagung Tahan Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana, Irjen Sony Sonjaya dan Mayjen Lodewyk Pusung! 

    03/06/2026  ❘  17:47 WIB
Kempo Dojo AKRI cafe Idul adha dprd pekanbaru

    Follow Us

  • Copyright ©
    SabangMeraukeNEWS.com

    Berita

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum

    Berita

  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

    Halaman

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan