Indonesia Tempati Ranking 2 Terbanyak Gempa di Dunia, Ini Daftar 25 Negara Paling Rawan
Gempa bumi Padang, Sumatera Barat tahun 2009. Foto: Dok SM News
SABANGMERAUKE NEWS, Jakarta - Siapa sangka, Indonesia merupakan salah satu negara dengan aktivitas gempa bumi tertinggi di dunia.
Mengacu pada pemetaan global oleh salah satu lembaga pemantau gempa bumi, Earthquakelist, Indonesia menduduki peringkat kedua dengan fenomena gempa terbanyak di dunia.
Data tersebut terasa makin nyata ketika gempa bumi kembali menggetarkan wilayah Pacitan, Jawa Timur, Jumat (6/2/2026) dini hari tadi.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bermagnitudo 6,2 mengguncang kawasan Pacitan, Jawa Timur pukul 01.06 WIB, Jumat.
Getaran tersebut menghebohkan sekaligus memicu kekhawatiran warga, meskipun BMKG memastikan gempa Pacitan tersebut tidak berpotensi tsunami.
Lantas, bagaimana sejatinya pemetaan global oleh Earthquakelist? Bagaimana perbandingan Indonesia dengan negara lainnya?
Indonesia nangkring di peringkat ke-2
Dalam penyusunan statistik globalnya, Earthquakelist mencatat setiap gempa bumi dengan magnitudo 4 atau lebih. Data dihitung selama episentrum berada dalam radius 300 kilometer dari suatu negara.
Mereka juga mengandalkan data dari sumber terpercaya, seperti Survei Geografis Amerika Serikat (USGS) hingga Pusat Seismologi Eropa-Mediterania (EMSC).
Merujuk pada pemantauan tersebut, Earthquakelist menunjukkan bahwa Indonesia menempati peringkat kedua dunia. Angka yang menegaskan bahwa Indonesia memiliki tingkat kerawanan gempa bumi yang tinggi, membuntuti Meksiko.
Berikut detail 25 negara dengan aktivitas gempa bumi signifikan terbanyak yang dicatat Earthquakelist per Jumat (6/2/2026) pukul 14.28 WIB.
Meksiko - 221 gempa bumi
Indonesia - 189 gempa bumi
Filipina - 125 gempa bumi
Rusia - 124 gempa bumi
Jepang - 107 gempa bumi
Chili - 78 gempa bumi
Guatemala - 62 gempa bumi
Peru - 55 gempa bumi
China - 45 gempa bumi
Papua Nugini - 40 gempa bumi
Argentina - 37 gempa bumi
Tajikistan - 30 gempa bumi
El Salvador - 29 gempa bumi
India - 28 gempa bumi
Nikaragua - 28 gempa bumi
Afghanistan - 27 gempa bumi
Honduras - 26 gempa bumi
Pakistan - 25 gempa bumi
Yunani - 25 gempa bumi
Timor Leste - 24 gempa bumi
Amerika Serikat - 23 gempa bumi
Tonga - 21 gempa bumi
Kosta Rika - 20 gempa bumi
Myanmar - 18 gempa bumi
Iran - 17 gempa bumi
Indonesia sering berada di posisi rawan Selama satu dekade terakhir, Earthquakelist mencatat Indonesia selalu menempati posisi paling rawan gempa bumi.
Tingginya aktivitas gempa bumi membuat Indonesia nyaris tidak pernah keluar dari dua besar. Simak detail posisi Indonesia dari daftar negara dengan gempa paling banyak.
2025 : peringkat 2 dengan 1936 gempa bumi (terkuat 6.7 magnitudo)
2024 : peringkat 2 dengan
1872 gempa bumi (terkuat 6.4 magnitudo)
2023 : peringkat 1 dengan
2024 gempa bumi (terkuat 7.1 magnitudo)
2022 : peringkat 1 dengan
2026 gempa bumi (terkuat 6.9 magnitudo)
2021 : peringkat 1 dengan
2307 gempa bumi (terkuat 7.3 magnitudo)
2020 : peringkat 2 dengan 2082 gempa bumi (terkuat 6.9 magnitudo)
2019 : peringkat 1 dengan 2907 gempa bumi (terkuat 7.2 magnitudo)
2018 : peringkat 1 dengan 1928 gempa bumi (terkuat 7.5 magnitudo)
2017 : peringkat 2 dengan 1409 gempa bumi (terkuat 6.6 magnitudo)
2016 : peringkat 1 dengan 1509 gempa bumi (terkuat 6.6 magnitudo)
Mengapa Indonesia rawan gempa bumi?
Indonesia memang salah satu daerah yang rawan akan bencana gempa bumi. BMKG dalam situs resminya menjelaskan, tingkat kerawanan tersebut terjadi karena Indonesia dilalui oleh jalur pertemuan tiga lempeng tektonik.
Lempeng yang dimaksud meliputi lempeng Indo-Australia, lempeng Eurasia, dan lempeng Pasifik. Secara umum, ada tiga zona sumber aktivitas gempa bumi di Indonesia berdasar pada mekanisme fisik.
Zona Subduksi
Zona kejadian gempa bumi yang terjadi di sekitar pertemuan antar lempeng. Ada dua model sumber penujaman lempeng kerak bumi. Pertama, lanjur megathrust, bagian dangkal suatu lajur subduksi yang mempunyai sudut tukik yang landai)
Kedua, lajur beniof atau gempa intraplate, bagian dalam suatu lajur subduksi yang mempunyai sudut tukik yang curam.
Zona transform
Zona di mana sesar geser pada batas antara dua lempeng dimana pada daerah ini terjadi gesekan atau translasi dan tidak terjadi penelanan kerak bumi, akan tetapi terjadi gerak horizontal dan menyebabkan gempa bumi besar (Katili, 1986).
Zona sumber-sumber sesar kerak bumi dangkal (shallow crustal fault)
Dalam zona ini, terdapat patahan kerak bumi dangkal dan aktif. (R-03)

