Dari Bibir Selat Malaka, Petani Kepulauan Meranti Menanam Harapan untuk Pangan Negeri: Produksi Padi Meranti Tembus 6.000 Ton
Panen raya di Desa Mekar Baru, Kecamatan Rangsang Barat, Rabu (4/2/2026), dan dihadiri langsung oleh jajaran pemerintah daerah serta para petani setempat. Foto: SM News
SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Produksi padi di Kabupaten Kepulauan Meranti terus menunjukkan tren peningkatan yang menggembirakan. Hingga tahun ini, total hasil panen padi daerah tersebut mencapai sekitar 6.000 ton per tahun, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Angka itu bukan sekadar data statistik, melainkan cerminan kerja keras petani dan konsistensi dukungan pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pertanian.
Peningkatan produksi tersebut terlihat nyata dalam kegiatan Panen Raya Padi bersama Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kecamatan Rangsang Barat dan Rangsang Pesisir, yang dirangkai dengan kegiatan Penanaman Padi di lahan Optimasi Lahan (Oplah). Kegiatan itu berlangsung di Desa Mekar Baru, Kecamatan Rangsang Barat, Rabu (4/2/2026), dan dihadiri langsung oleh jajaran pemerintah daerah serta para petani setempat.
Hamparan sawah yang menguning dan aktivitas panen menjadi simbol keberhasilan program pertanian yang dijalankan secara berkelanjutan. Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan menyukseskan Program Strategis Nasional (PSN) Swasembada Pangan.
Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, menegaskan bahwa peningkatan produksi padi merupakan bagian penting dari upaya memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung kebijakan nasional. Menurutnya, pangan merupakan kebutuhan dasar yang harus dijaga ketersediaannya secara berkelanjutan.
“Pangan adalah kebutuhan vital manusia. Karena itu, sektor pertanian, khususnya tanaman pangan, harus terus diperkuat agar daerah mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri. Ini sejalan dengan fokus Presiden pada ketahanan dan swasembada pangan,” ujar Asmar.
Ia menambahkan, kegiatan panen raya bukan hanya tentang memetik hasil dari proses bertani, tetapi juga menjadi indikator nyata meningkatnya kemampuan produksi pangan di daerah. Keberhasilan ini, kata Asmar, merupakan buah dari sinergi antara petani, kelompok tani, dan pemerintah.
“Dengan meningkatnya produksi padi, kita tidak hanya menjaga ketersediaan pangan masyarakat, tetapi juga memperkuat kedaulatan ekonomi dan stabilitas daerah,” jelasnya.
Lebih lanjut, Asmar menyebut Desa Mekar Baru sebagai salah satu sentra produksi padi yang aktif dan konsisten berkontribusi dalam pemenuhan kebutuhan beras masyarakat Kepulauan Meranti. Desa tersebut dinilai mampu memaksimalkan potensi lahan yang ada melalui pengelolaan yang baik dan pendampingan berkelanjutan.
“Desa ini secara konsisten melakukan penanaman padi dan hasilnya sudah dikenal masyarakat. Ini menjadi bukti bahwa potensi lokal kita sangat besar jika dikelola dengan baik dan didukung bersama,” katanya.
Melalui panen raya dan penanaman padi di lahan oplah ini, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti berharap produksi padi terus meningkat, kesejahteraan petani semakin membaik, dan ketahanan pangan daerah dapat terjaga secara berkelanjutan. Dari sawah-sawah di Desa Mekar Baru, harapan akan kemandirian pangan perlahan tumbuh, seiring langkah para petani yang terus menanam demi masa depan daerah.
Di tengah bentang alam pesisir yang akrab dengan gambut, pasang surut laut, dan hembusan angin Selat Malaka, hamparan padi yang menguning di Desa Mekar Baru seolah menjawab keraguan banyak orang. Kabupaten Kepulauan Meranti membuktikan bahwa keterbatasan geografis bukan alasan untuk menyerah pada keadaan.
Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, dengan tegas menyampaikan bahwa kondisi alam Meranti justru menjadi tantangan yang harus ditaklukkan, bukan penghalang bagi terwujudnya kemandirian pangan.
“Kita berada di bibir Selat Malaka dengan tantangan alam yang besar. Namun hari ini kita buktikan, melalui program Optimasi Lahan, wilayah marginal bisa menjadi hamparan hijau yang produktif. Petani Meranti adalah petarung tangguh,” tegas Asmar di hadapan petani dan undangan yang hadir.
Baginya, panen raya ini bukan sekadar rutinitas tahunan atau agenda seremonial. Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan kontribusi nyata Kepulauan Meranti dalam menjaga kedaulatan pangan nasional.
“Sebagai wilayah terluar, kemandirian pangan Meranti adalah bagian dari kedaulatan negara. Setiap bulir padi yang kita panen hari ini adalah pesan kepada pusat bahwa dari pesisir Riau, kami siap memberi makan negeri,” ujarnya penuh keyakinan.
Asmar juga menekankan pentingnya transformasi sektor pertanian melalui pemanfaatan teknologi dan penggunaan benih unggul yang sesuai dengan karakter wilayah kepulauan. Ia mendorong para petani dan kelompok tani untuk menggunakan varietas benih yang tahan terhadap salinitas, mengingat tingginya pengaruh air laut di sejumlah kawasan pertanian Meranti.
“Pertanian kita tidak bisa lagi berjalan dengan cara lama. Teknologi dan benih yang tepat adalah kunci agar petani bisa bertahan dan sejahtera,” katanya.
Sebagai bentuk keseriusan, Asmar mengungkapkan bahwa dirinya telah memerintahkan kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk segera menyurati Kementerian Pertanian guna meminta dukungan alat dan mesin pertanian yang lebih lengkap.
“Saya sudah memerintahkan kepala OPD terkait untuk menyurati pihak Kementerian Pertanian. Kita ingin dibantu alat-alat yang lengkap guna mendukung swasembada pangan,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, lanjutnya, akan terus berjalan seiring dengan Pemerintah Provinsi Riau dan Pemerintah Pusat dalam menyediakan sarana dan prasarana pertanian, agar kesejahteraan petani meningkat sejalan dengan naiknya produksi.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kepulauan Meranti, Ifwandi, mengungkapkan bahwa peningkatan produksi padi tahun ini tergolong signifikan. Dari data yang ada, hasil panen padi Meranti meningkat lebih dari 3.000 ton dibandingkan tahun sebelumnya.
“Dibandingkan tahun sebelumnya, hasil panen padi kita meningkat dan kini mencapai sekitar 6.000 ton per tahun. Alhamdulillah, ini capaian yang cukup luar biasa dan patut diapresiasi. Aplaus untuk para petani kita,” ungkap Ifwandi.
Namun demikian, ia juga mengakui bahwa kebutuhan beras masyarakat Kepulauan Meranti masih tergolong tinggi. Berdasarkan perhitungan, kebutuhan beras daerah diperkirakan mencapai sekitar 19.000 ton per tahun, sehingga masih terdapat kekurangan sekitar 13.000 ton.
“Jika petani mampu panen dua kali setahun, produksi bisa naik menjadi 12.000 ton. Ke depan, kita targetkan tiga kali panen dalam setahun agar kekurangan ini bisa terus ditekan,” jelasnya.
Untuk mewujudkan target tersebut, DKPP akan terus mengoptimalkan lahan pertanian yang ada serta mendorong peralihan pengolahan lahan dari cara manual menuju penggunaan teknologi modern.
“Pengolahan lahan harus beralih dari tenaga manual ke teknologi, seperti penggunaan traktor, mesin panen, serta pembentukan Brigade Pangan,” tegasnya.
Harapan petani kian menguat dengan adanya kepastian pasar. Perum Bulog Wilayah Riau dan Kepulauan Riau menyatakan kesiapan menyerap gabah petani dengan harga Rp6.500 per kilogram. Langkah ini diyakini mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus menumbuhkan semangat bertanam.
Dari tingkat desa, apresiasi pun disampaikan Kepala Desa Mekar Baru, Saparudin. Ia mengakui dukungan pemerintah sangat dirasakan langsung oleh para petani di wilayahnya.
“Dari total luas wilayah desa 960,72 hektare, sekitar 345 hektare merupakan lahan pertanian. Bantuan alsintan seperti traktor dan pompa air sangat membantu peningkatan produksi,” ujarnya.
Saparudin berharap, ke depan dukungan alat dan mesin pertanian terus ditambah agar hasil panen semakin optimal dan kesejahteraan petani kian meningkat.
Panen raya tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, perwakilan Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Riau, Satgas Swasembada Pangan Provinsi Riau, Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BPMP) Provinsi Riau, Badan Wilayah Sungai (BWS) Sumatera III, serta Perum Bulog Wilayah Riau–Kepulauan Riau.
Di tengah tantangan alam dan keterbatasan wilayah, panen raya di Mekar Baru menjadi penanda bahwa dari tanah pesisir, Kepulauan Meranti terus menanam harapan untuk petani, untuk daerah, dan untuk negeri. (R-01)

