Lantai 2 Bangunan Tangsi Belanda di Siak Ambruk, Sejumlah Siswa Terluka
Sebuah bangunan di Kompleks Tangsi Belanda di Kampung Benteng Hulu, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak dilaporkan ambruk pada Sabtu (31/2/2026). Foto: Istimewa
SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Sebuah bangunan di Kompleks Tangsi Belanda di Kampung Benteng Hulu, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak dilaporkan ambruk pada Sabtu (31/2/2026). Diduga lantai dua bangunan amblas dan jatuh ke bawah.
Ambruknya lantai bangunan ini terjadi ketika ada kunjungan siswa dari sekolah setempat. Dikabarkan sejumlah siswa mengalami luka-luka.
Peristiwa ambruknya lantai Tangsi Belanda ini tersiar lewat video yang beredar dari diperoleh SabangMerauke News, Sabtu siang ini.
Dalam tayangan video tersebut, sejumlah siswa dan guru pendamping terlihat histeris. Mereka berteriak minta tolong. Para siswa terlihat mengenakan seragam olahraga sekolah.
"Mana dia, mana dia. Ya Allah, ya Allah?" jerit seorang wanita yang diduga merupakan guru pendamping siswa.
Video tersebut juga menampilkan seorang siswa yang masih kecil terlihat berdarah. Kerudung siswa perempuan tersebut menempel darah yang masih segar.
Pada bagian video lainnya, terlihat reruntuhan material, termasuk kayu yang sudah bertindih. Diduga masih ada siswa lain yang tertimpa material bangunan tersebut.
Di media sosial, terlihat sejumlah anak yang menjadi korban ambruknya lantai bangunan, telah di bawah ke fasilitas kesehatan menggunakan mobil ambulans. Beberapa orang tampak berbaring di dalam mobil tersebut.
Hingga kini, belum ada penjelasan spesifik terkait insiden ini dari pihak terkait, termasuk soal jumlah korban yang terluka.
Tangsi Belanda yang berada di tepian Sungai Siak, Kampung Benteng Hulu, Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, merupakan bangunan sejak zaman Kolonial Belanda. Dari sisi sejarah, Tangsi Belanda berfungsi sebagai zona perlindungan dan pertahanan bagi tentara Belanda pada zaman kolonial.
Dalam kompleks dengan luas sekitar 2.710 meter persegi itu terdapat 6 unit bangunan yang membentuk formasi melingkar, sehingga terdapat halaman di bagian dalam dengan beragam fungsi. Seperti sebagai penjara, asrama, kantor, gudang senjata dan gudang logistik.
Bangunan Tangsi Belanda ini diperkirakan dibangun pada abad ke-19 pada masa berlangsungnya Kesultanan Siak. Terutama setelah ditandatanganinya Traktat Siak pada masa Sultan Siak ke-9, Sultan Asy-Syaidis Syarif Ismail Abdul Jalil Jalaluddin yang memerintah pada 1827-1864.
Bangunan I berada di sebelah timur. Bangunan itu terdiri dari 2 lantai, panjang 18 meter dan lebar 9,6 meter. Lantai bawah terdiri dari bangunan sayap utara yang berfungsi sebagai ruang jaga, kantor dan ruang tahanan. Pada bangunan sayap selatan terdapat empat ruangan yang dahulu pernah dipergunakan sebagai kamar mayat dan rumah sakit.
Sejak beberapa tahun lalu, Tangsi Belanda dijadikan sebagai salah satu destinasi wisata di Kabupaten Siak. Tempat ini juga kerap dikunjungi siswa sekolah saat akhir pekan atau liburan. (R-03)

