SabangMeraukeNEWS.com

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum
  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan

    https://sabangmeraukenews.com

Copyright ©
sabangmeraukeNEWS.com
All rights reserved

https://sabangmeraukenews.com

  • Daerah
    • Mobil Ditembaki Polisi! 113 Kg Sabu Asal Malaysia Tertinggal di Parit, Bandar Kabur ke Hutan

      Mobil Ditembaki Polisi! 113 Kg Sabu Asal Malaysia Tertinggal di Parit, Bandar Kabur ke Hutan

      04/06/2026  ❘  10:12 WIB
    • 5 Kali Lolos! Kurir Benih Lobster Rp7,1 Miliar Akhirnya Tumbang di Jambi

      5 Kali Lolos! Kurir Benih Lobster Rp7,1 Miliar Akhirnya Tumbang di Jambi

      03/06/2026  ❘  09:33 WIB
    • Libur Idul Adha Jadi Ajang Bandar Bergerak, Rp8,2 Miliar Narkoba Disikat Polisi Batam!

      Libur Idul Adha Jadi Ajang Bandar Bergerak, Rp8,2 Miliar Narkoba Disikat Polisi Batam!

      02/06/2026  ❘  20:47 WIB
    • Terungkap, SPPG di Bagan Batu Gunakan Jasa Pihak Ketiga untuk Angkut Sampah, Bukan Melalui DLH Rohil

      Terungkap, SPPG di Bagan Batu Gunakan Jasa Pihak Ketiga untuk Angkut Sampah, Bukan Melalui DLH Rohil

      02/06/2026  ❘  15:59 WIB
  • Nasional
    • Harga Avtur Melonjak, Pemerintah Siapkan Formula Baru Tarif Pesawat

      Harga Avtur Melonjak, Pemerintah Siapkan Formula Baru Tarif Pesawat

      04/06/2026  ❘  20:19 WIB
    • Saat Pasar Panik, IHSG dan Rupiah Rontok, Rumor Copot Menkeu Mendadak Meledak

      Saat Pasar Panik, IHSG dan Rupiah Rontok, Rumor Copot Menkeu Mendadak Meledak

      04/06/2026  ❘  19:03 WIB
    • Yayasan Riau Madani Tuding Kemenhut Lalai dan Tidak Serius, Sudah 40 Tahun Tak Kunjung Lakukan Penetapan Kawasan HPT Kaiti Kubu Pauh

      Yayasan Riau Madani Tuding Kemenhut Lalai dan Tidak Serius, Sudah 40 Tahun Tak Kunjung Lakukan Penetapan Kawasan HPT Kaiti Kubu Pauh

      04/06/2026  ❘  14:18 WIB
    • Polsek Tebing Tinggi Barat Perkuat Ketahanan Pangan, Dampingi Petani Nanas di Tanjung Peranap

      Polsek Tebing Tinggi Barat Perkuat Ketahanan Pangan, Dampingi Petani Nanas di Tanjung Peranap

      04/06/2026  ❘  13:57 WIB
  • Ekonomi
    • Saat Rupiah Tersungkur ke Rp18.049, Siapa yang Sebenarnya Membuat Pasar Ketakutan?

      Saat Rupiah Tersungkur ke Rp18.049, Siapa yang Sebenarnya Membuat Pasar Ketakutan?

      04/06/2026  ❘  18:53 WIB
    • Bursa Indonesia Diguncang Krisis Kepercayaan, Investor Asing Kabur Rp67 Triliun

      Bursa Indonesia Diguncang Krisis Kepercayaan, Investor Asing Kabur Rp67 Triliun

      04/06/2026  ❘  18:42 WIB
    • Alarm Bahaya Menyala! Rupiah Tersungkur ke Rp18.029, Investor Asing Makin Kabur

      Alarm Bahaya Menyala! Rupiah Tersungkur ke Rp18.029, Investor Asing Makin Kabur

      04/06/2026  ❘  09:59 WIB
    • Bursa Saham Indonesia Sekarat! Kapitalisasi Pasar Tergerus Rp10,28 Kuadriliun

      Bursa Saham Indonesia Sekarat! Kapitalisasi Pasar Tergerus Rp10,28 Kuadriliun

      04/06/2026  ❘  09:44 WIB
  • Politik
    • Plt Gubernur Riau; "Saya Tidak Ada Cium Tangan Bapak! Siapa Bapak Rupanya?"

      Plt Gubernur Riau; "Saya Tidak Ada Cium Tangan Bapak! Siapa Bapak Rupanya?"

      03/06/2026  ❘  15:16 WIB
    • Keakraban Prabowo-Megawati Curi Perhatian, PDIP Sebut Bukan Peristiwa Baru

      Keakraban Prabowo-Megawati Curi Perhatian, PDIP Sebut Bukan Peristiwa Baru

      02/06/2026  ❘  16:30 WIB
    • Ganjar Desak Revisi UU Pemilu Dipercepat, Ada Risiko Besar Jika Terlambat

      Ganjar Desak Revisi UU Pemilu Dipercepat, Ada Risiko Besar Jika Terlambat

      02/06/2026  ❘  08:31 WIB
    • Peta Kekuatan PPP Riau Berubah Total! 11 DPC Kompak Ganti Pimpinan, Ini Daftar Ketua dan Sekretaris Baru

      Peta Kekuatan PPP Riau Berubah Total! 11 DPC Kompak Ganti Pimpinan, Ini Daftar Ketua dan Sekretaris Baru

      01/06/2026  ❘  14:14 WIB
  • Hukrim
    • Drama Baru Kasus Dugaan Korupsi Jatah Preman! Kesaksian Dani Nursalam Memberatkan Gubernur Abdul Wahid, Ini Pengakuannya

      Drama Baru Kasus Dugaan Korupsi Jatah Preman! Kesaksian Dani Nursalam Memberatkan Gubernur Abdul Wahid, Ini Pengakuannya

      04/06/2026  ❘  19:54 WIB
    • Kampung Panger Digrebek Lagi! Pengedar Sabu Tumbang Saat Layani Pembeli

      Kampung Panger Digrebek Lagi! Pengedar Sabu Tumbang Saat Layani Pembeli

      04/06/2026  ❘  19:22 WIB
    • Nama Bupati Inhu Terseret! Dani Nursalam Bongkar Misteri Handphone dan CCTV Jelang OTT KPK

      Nama Bupati Inhu Terseret! Dani Nursalam Bongkar Misteri Handphone dan CCTV Jelang OTT KPK

      04/06/2026  ❘  18:23 WIB
    • Abdul Wahid Balas Kesaksian Dani di Depan Hakim: "Saya Tidak Tahu Rp1 Miliar Itu!"

      Abdul Wahid Balas Kesaksian Dani di Depan Hakim: "Saya Tidak Tahu Rp1 Miliar Itu!"

      04/06/2026  ❘  18:07 WIB
  • Umum
    • Suka Begadang Main HP atau Nonton Drama? Waspada, Kebiasaan Ini Bisa Picu Stroke Ringan Tanpa Disadari

      Suka Begadang Main HP atau Nonton Drama? Waspada, Kebiasaan Ini Bisa Picu Stroke Ringan Tanpa Disadari

      04/06/2026  ❘  07:56 WIB
    • Saat Liang Makam Dibuka, Kafan Abu Zamroh Masih Terlihat Utuh Setelah 26 Tahun

      Saat Liang Makam Dibuka, Kafan Abu Zamroh Masih Terlihat Utuh Setelah 26 Tahun

      02/06/2026  ❘  21:21 WIB
    • Investigasi Yayasan Riau Madani Ungkap Pembukaan Akses Jalan dan Kebun Sawit di HPT Kaiti Kubu Pauh: Otoritas Terkait Harus Bertindak! 

      Investigasi Yayasan Riau Madani Ungkap Pembukaan Akses Jalan dan Kebun Sawit di HPT Kaiti Kubu Pauh: Otoritas Terkait Harus Bertindak! 

      01/06/2026  ❘  13:15 WIB
    • Dokter Gizi Ingatkan Bahaya Kebiasaan Makan Nasi Goreng Telur Ceplok, Enak tapi Jangan Berlebihan

      Dokter Gizi Ingatkan Bahaya Kebiasaan Makan Nasi Goreng Telur Ceplok, Enak tapi Jangan Berlebihan

      31/05/2026  ❘  19:47 WIB
  • Riau
    • Rupat Membara, Rohil Membengkak! Karhutla Riau Masuk Fase Paling Mencekam

      Rupat Membara, Rohil Membengkak! Karhutla Riau Masuk Fase Paling Mencekam

      04/06/2026  ❘  19:58 WIB
    • Pemprov Riau Lepas Pengantara Sembilan Pasien Rujukan

      Pemprov Riau Lepas Pengantara Sembilan Pasien Rujukan

      04/06/2026  ❘  16:12 WIB
    • Gelar Apel Siaga Karhutla, Pemkab Kampar Matangkan Kesiapan Personel dan Peralatan

      Gelar Apel Siaga Karhutla, Pemkab Kampar Matangkan Kesiapan Personel dan Peralatan

      04/06/2026  ❘  15:59 WIB
    • Antisipasi Premanisme dan Pungli di Jembatan Napangga, Tim RAGA Polsek Pujud Patroli

      Antisipasi Premanisme dan Pungli di Jembatan Napangga, Tim RAGA Polsek Pujud Patroli

      04/06/2026  ❘  15:46 WIB
  • Sport
    • Terungkap! Alasan Sebenarnya Cristiano Ronaldo Ngebet Juara Piala Dunia

      Terungkap! Alasan Sebenarnya Cristiano Ronaldo Ngebet Juara Piala Dunia

      04/06/2026  ❘  07:33 WIB
    • Italia Menang Tipis, Sundulan Esposito Jadi Pembeda di Luksemburg

      Italia Menang Tipis, Sundulan Esposito Jadi Pembeda di Luksemburg

      04/06/2026  ❘  07:24 WIB
    • Timnas Indonesia U-19 Dapat Peringatan, Vietnam Disebut Ujian Sesungguhnya

      Timnas Indonesia U-19 Dapat Peringatan, Vietnam Disebut Ujian Sesungguhnya

      04/06/2026  ❘  07:01 WIB
    • Drama Gila Menit 90+5! Nigeria Sudah Di Depan Mata, Polandia Merampas Kemenangan

      Drama Gila Menit 90+5! Nigeria Sudah Di Depan Mata, Polandia Merampas Kemenangan

      04/06/2026  ❘  06:43 WIB
  • Opini
    • Penguatan Daya Saing UMKM Indonesia Melalui Implementasi Good Governance dan Penataan Pajak

      Penguatan Daya Saing UMKM Indonesia Melalui Implementasi Good Governance dan Penataan Pajak

      01/06/2026  ❘  15:34 WIB
    • Magnifica Humanitas sebagai Seruan Moral di Tengah Revolusi AI

      Magnifica Humanitas sebagai Seruan Moral di Tengah Revolusi AI

      29/05/2026  ❘  07:00 WIB
    • Ketika Integritas Akademik Dipertaruhkan dalam Gelombang Artificial Intelligence

      Ketika Integritas Akademik Dipertaruhkan dalam Gelombang Artificial Intelligence

      28/05/2026  ❘  13:53 WIB
    • Heboh Dana Karbon Sudah Masuk Rp 66 Miliar, Tepatkah Pemprov Riau Membantah dengan Tudingan Hoaks? 

      Heboh Dana Karbon Sudah Masuk Rp 66 Miliar, Tepatkah Pemprov Riau Membantah dengan Tudingan Hoaks? 

      25/05/2026  ❘  12:37 WIB
  • Internasional
    • Dunia Islam Bergerak! Indonesia dan 7 Negara Arab Kompak Kecam Aksi Israel di Masjid Al-Aqsa

      Dunia Islam Bergerak! Indonesia dan 7 Negara Arab Kompak Kecam Aksi Israel di Masjid Al-Aqsa

      04/06/2026  ❘  12:55 WIB
    • Netanyahu Disebut Bikin Trump Naik Pitam, Ancaman Serangan ke Beirut Picu Krisis Diplomatik

      Netanyahu Disebut Bikin Trump Naik Pitam, Ancaman Serangan ke Beirut Picu Krisis Diplomatik

      04/06/2026  ❘  08:15 WIB
    • PSG Juara UCL, Paris Membara! Hampir 900 Orang Ditangkap, Satu Nyawa Melayang

      PSG Juara UCL, Paris Membara! Hampir 900 Orang Ditangkap, Satu Nyawa Melayang

      01/06/2026  ❘  20:14 WIB
    • Pakistan Tegas! Tak Akan Akui Israel Sebelum Palestina Merdeka, Yerusalem Jadi Syarat Utama

      Pakistan Tegas! Tak Akan Akui Israel Sebelum Palestina Merdeka, Yerusalem Jadi Syarat Utama

      31/05/2026  ❘  20:41 WIB
  • lain
      -->
    • Advertorial
    • -->
    • Foto
    • Indeks
Bukan omon omon

Menghapus Krisis Kepercayaan Sosial dalam Pelaksanaan Program Pemberdayaan Masyarakat dan Penyaluran Dana CSR Perusahaan di Indonesia

27/01/2026  ❘  16:42 WIB • Opini
Bagikan :
Menghapus Krisis Kepercayaan Sosial dalam Pelaksanaan Program Pemberdayaan Masyarakat dan Penyaluran Dana CSR Perusahaan di Indonesia

Ali Afriandi. Foto: Istimewa

Penulis: Ali Afriandi*

SABANGMERAUKE NEWS - Dalam pelaksanaan Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) dan Corporate Social Responsibility (CSR), kegagalan program pada umumnya tidak disebabkan oleh keterbatasan teknis, pelaporan maupun pendanaan. Akar persoalan yang paling mendasar justru terletak pada hilangnya kepercayaan sosial masyarakat terhadap perusahaan. Kepercayaan merupakan prasyarat utama keberhasilan program, namun dalam praktiknya sering diposisikan sebagai aspek sekunder, bahkan residual, dalam perencanaan dan implementasi PPM dan CSR.

Fenomena krisis kepercayaan sosial ini terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia. Di berbagai lokasi operasional perusahaan, baik di sektor perkebunan, pertanian, kehutanan, pertambangan, maupun industri ekstraktif lainnya, muncul persoalan yang relatif seragam dan berulang.

Salah satu kesalahan struktural yang paling sering terjadi adalah ketidakakuratan perusahaan dalam mengidentifikasi dan menetapkan pemilik manfaat (beneficiaries) yang sesungguhnya dalam struktur sosial masyarakat lokal.

Dalam banyak kasus, kewajiban sosial perusahaan, baik dalam bentuk Community Development (CD), CSR, Tanaman Kehidupan, maupun pemenuhan hak ekonomi dan sosial disalurkan kepada aktor-aktor yang secara formal dianggap sebagai keterwakilan atau figur representatif, tetapi tidak memiliki legitimasi sosial yang kuat di mata komunitas. Bahkan, tidak jarang perusahaan secara sadar atau tidak sadar “menokohkan” individu tertentu yang vokal terhadap perusahaan, dengan basis relasi yang dibangun melalui pengkondisian kebutuhan, keinginan, atau kepentingan pribadi tokoh tersebut.

Praktik penokohan semacam ini sering dipersepsikan sebagai jalan pintas untuk meredam kritik, menjaga stabilitas, atau menciptakan kesan penerimaan sosial. Namun dalam kenyataannya, pendekatan tersebut justru memperkuat elite capture, meminggirkan kelompok masyarakat yang lebih luas, dan menggeser tujuan Program Pemberdayaan dan CSR dari pemberdayaan kolektif menjadi relasi transaksional dengan segelintir individu.

Akibatnya, manfaat program tidak menjangkau kelompok masyarakat yang benar-benar terdampak, bergantung, atau memiliki hak atas sumber daya. Kesalahan penetapan pemilik manfaat ini tidak hanya memicu kecemburuan dan konflik sosial, tetapi juga mempercepat erosi kepercayaan masyarakat terhadap seluruh inisiatif sosial perusahaan, termasuk program yang sebenarnya dirancang dengan niat baik.

Secara administratif, banyak program Pemberdayaan dan CSR telah memenuhi seluruh persyaratan formal: perencanaan disusun secara sistematis, roadmap jelas, laporan lengkap, serta kepatuhan terhadap regulasi dinyatakan terpenuhi. Namun pada tahap implementasi, efektivitas program tetap rendah. Kondisi ini menunjukkan bahwa kepatuhan administratif tidak secara otomatis menghasilkan keberterimaan sosial. Perusahaan sering kali memahami dokumen perencanaan, tetapi gagal memahami struktur sosial lokal, relasi kuasa di tingkat komunitas, serta dinamika hak, akses, dan penguasaan sumber daya yang hidup dan berkembang di masyarakat.

Dalam praktiknya, faktor paling menentukan keberhasilan Program pemberdayaan dan CSR bukan terletak pada kualitas dokumen atau besaran anggaran, melainkan pada proses dialog yang partisipatif, inklusif, dan berkelanjutan antara perusahaan dan masyarakat. Cara perusahaan mendengar aspirasi, merespons keluhan, mengelola perbedaan kepentingan, serta menindaklanjuti hasil dialog akan menentukan apakah hubungan yang terbentuk berbasis kepercayaan atau justru melahirkan jarak, resistensi, dan konflik laten.

Membangun tim lapangan Perusahaan yang mendapatkan kepercayaan (trust) dari komunitas bukanlah proses yang instan, melainkan membutuhkan waktu, konsistensi, kehadiran nyata, serta integritas dalam bertindak.

Kepercayaan tidak dapat dibangun hanya melalui rotasi personel, pendekatan formal, atau komunikasi simbolik, tetapi melalui relasi sosial yang berkelanjutan, pemahaman konteks lokal, serta keberpihakan pada proses yang adil dan transparan. Ketika tim perusahaan dilapangan diposisikan semata-mata sebagai perpanjangan administratif perusahaan, maka kepercayaan sosial akan sulit tumbuh.

Pandangan ini sejalan dengan berbagai kajian akademik dan standar internasional. Koilakonda (2023) menegaskan bahwa keterlibatan pemangku kepentingan (stakeholder engagement) yang efektif harus bersifat adaptif, dua arah, dan kontekstual. Grunig dan Hunt (1984) menekankan bahwa hubungan yang berkelanjutan dibangun melalui dialog yang setara, bukan melalui persuasi satu arah.

Sementara itu, Freeman (1984) menunjukkan bahwa pengabaian kepentingan pemangku kepentingan bukan hanya tidak etis, tetapi juga menciptakan risiko strategis yang serius bagi keberlanjutan perusahaan.

Sejalan dengan pendekatan tersebut, AA1000 Stakeholder Engagement Standard (AA1000SES) menempatkan engagement sebagai bagian dari tata kelola (governance) perusahaan, bukan sekadar kegiatan seremonial. Dialog yang bermakna diposisikan sebagai fondasi pengambilan keputusan, terutama dalam menentukan arah program sosial dan distribusi manfaat (AccountAbility, 2015).

Dalam konteks PPM dan CSR, kegiatan seperti Focus Group Discussion (FGD), konsultasi publik, hearing desa, serta pertemuan pemangku kepentingan lainnya seharusnya dipahami sebagai instrumen utama untuk memetakan pemilik manfaat yang sah, menguji legitimasi sosial, serta membangun kesepakatan kolektif, bukan sekadar pemenuhan kewajiban prosedural.

Perbaikan mendasar yang perlu dilakukan bukan sekadar pada aspek teknis program, melainkan pada pergeseran paradigma pelaksanaan dari pendekatan administratif menuju pendekatan sosial-partisipatif; dari relasi transaksional menuju relasi berbasis kepercayaan; dari penokohan individu menuju penguatan kapasitas komunitas; serta dari komunikasi satu arah menuju dialog yang setara dan berkelanjutan.
Terutama pada sektor berdampak tinggi seperti disektor pertambangan, kehutanan, dan perkebunan, keterlibatan pemangku kepentingan tidak lagi dapat diposisikan sebagai aktivitas tambahan. Engagement telah menjadi bagian integral dari manajemen risiko, perolehan dan pemeliharaan Social License to Operate (SLO), serta strategi keberlanjutan jangka panjang perusahaan.

Pada akhirnya, kepercayaan bukanlah keluaran (output) yang dapat diklaim dalam laporan tahunan, melainkan fondasi sosial yang menentukan keberlangsungan hubungan antara perusahaan dan masyarakat di sekitarnya. Tanpa kepercayaan, PPM dan CSR akan berhenti sebagai kewajiban administratif; dengan kepercayaan, program tersebut berpotensi menjadi instrumen perubahan sosial yang berkelanjutan dan berkeadilan. (R-03) 

*Penulis aktif di Kabut Riau

Editor: Raya Desmawanto
Tags :Ali AfriandiCSRKrisis KepercayaanSabangMeraukeNews

BERITA TERKAIT :

  • Pantau Gambut-Kaliptra Andalas Selenggarakan Workshop Media, Perkuat Narasi Gambut Berbasis Reportasi Humaniora

    Pantau Gambut-Kaliptra Andalas Selenggarakan Workshop Media, Perkuat Narasi Gambut Berbasis Reportasi Humaniora

    Daerah •
    27/01/2026 ❘ 16:17 WIB
  • Ketika Koordinasi Minim dan Regulasi Membelenggu: Kisah Panjang Kepulauan Meranti Menuju Keadilan Fiskal

    Ketika Koordinasi Minim dan Regulasi Membelenggu: Kisah Panjang Kepulauan Meranti Menuju Keadilan Fiskal

    Riau •
    27/01/2026 ❘ 16:10 WIB
  • Gaya Purbaya Bersih-bersih Bea Cukai: Semua Pejabat Saya Ganti, Kecuali Dirjen!

    Gaya Purbaya Bersih-bersih Bea Cukai: Semua Pejabat Saya Ganti, Kecuali Dirjen!

    Nasional •
    27/01/2026 ❘ 15:54 WIB
  • Ahok Bersaksi di Sidang Korupsi Minyak: Banyak yang Bisa Ditangkap di Indonesia!

    Ahok Bersaksi di Sidang Korupsi Minyak: Banyak yang Bisa Ditangkap di Indonesia!

    Nasional •
    27/01/2026 ❘ 15:44 WIB
  • Danrem 031/Wirabima Brigjen Agustatius Ingatkan Prajurit Tak Mudah Mengeluh: Peka dengan Lingkungan! 

    Danrem 031/Wirabima Brigjen Agustatius Ingatkan Prajurit Tak Mudah Mengeluh: Peka dengan Lingkungan! 

    Politik •
    27/01/2026 ❘ 13:13 WIB
Idul adha lindawati HUT 60 tahun BRK syariah Lowongan kerja Novotel Terbaru

TERPOPULER

  • SF Hariyanto Reshuffle Massal 236 Pejabat Pemprov Riau, Ini Daftarnya

    SF Hariyanto Reshuffle Massal 236 Pejabat Pemprov Riau, Ini Daftarnya

    26/05/2026  ❘  19:16 WIB
  • Hasil Audit Inspektorat Riau Terkait Bisnis Seragam Siswa SMA Negeri, 31 Sekolah Diperintahkan Kembalikan Rp 566 Juta ke Orangtua

    Hasil Audit Inspektorat Riau Terkait Bisnis Seragam Siswa SMA Negeri, 31 Sekolah Diperintahkan Kembalikan Rp 566 Juta ke Orangtua

    31/05/2026  ❘  15:10 WIB
  • Heboh Daftar 10 Perusahaan Diduga Mainkan Harga Ekspor Minyak Kelapa Sawit, 4 Perusahaan Ada di Riau

    Heboh Daftar 10 Perusahaan Diduga Mainkan Harga Ekspor Minyak Kelapa Sawit, 4 Perusahaan Ada di Riau

    25/05/2026  ❘  14:20 WIB
  • Drama Hukum Gubri Abdul Wahid Makin Jauh, Sampai Menyerempet Pangdam dan Kapolda

    Drama Hukum Gubri Abdul Wahid Makin Jauh, Sampai Menyerempet Pangdam dan Kapolda

    22/05/2026  ❘  14:22 WIB
  • Skandal Korupsi Manipulasi Ekspor Minyak Sawit Disamarkan POME Rugikan Negara Rp 14 Triliun, Kejagung Periksa Eks Dirjen Bea Cukai Askaloni

    Skandal Korupsi Manipulasi Ekspor Minyak Sawit Disamarkan POME Rugikan Negara Rp 14 Triliun, Kejagung Periksa Eks Dirjen Bea Cukai Askaloni

    21/05/2026  ❘  23:36 WIB
Kempo Dojo AKRI cafe Idul adha dprd pekanbaru

    Follow Us

  • Copyright ©
    SabangMeraukeNEWS.com

    Berita

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum

    Berita

  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

    Halaman

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan