SabangMeraukeNEWS.com

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum
  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan

    https://sabangmeraukenews.com

Copyright ©
sabangmeraukeNEWS.com
All rights reserved

https://sabangmeraukenews.com

  • Daerah
    • Petani Sawit di Riau Selamat Dari Terkaman Harimau Sumatera

      Petani Sawit di Riau Selamat Dari Terkaman Harimau Sumatera

      21/07/2026  ❘  14:28 WIB
    • Cincin Tersangkut di Alat Kelamin, Pria di Dumai Minta Bantuan Petugas Damkar

      Cincin Tersangkut di Alat Kelamin, Pria di Dumai Minta Bantuan Petugas Damkar

      21/07/2026  ❘  14:12 WIB
    • Kru MT Pancaran Agility Meninggal di Selat Rupat, Basarnas Bergerak Cepat Evakuasi Jenazah

      Kru MT Pancaran Agility Meninggal di Selat Rupat, Basarnas Bergerak Cepat Evakuasi Jenazah

      21/07/2026  ❘  10:31 WIB
    • Tim SAR Temukan Jasad Perempuan, Dua Korban Lagi Masih Dicari

      Tim SAR Temukan Jasad Perempuan, Dua Korban Lagi Masih Dicari

      21/07/2026  ❘  10:28 WIB
  • Nasional
    • Evaluasi MBG Berlanjut, BGN Pastikan Tata Kelola dan Anggaran Lebih Efisien

      Evaluasi MBG Berlanjut, BGN Pastikan Tata Kelola dan Anggaran Lebih Efisien

      21/07/2026  ❘  15:22 WIB
    • DPR Lanjutkan Pembahasan RUU Perampasan Aset dan Sejumlah RUU Strategis Selama Reses

      DPR Lanjutkan Pembahasan RUU Perampasan Aset dan Sejumlah RUU Strategis Selama Reses

      21/07/2026  ❘  15:20 WIB
    • Walau Sudah Minta Maaf, PWI  Tetap Polisikan Hotman Paris

      Walau Sudah Minta Maaf, PWI Tetap Polisikan Hotman Paris

      21/07/2026  ❘  06:46 WIB
    • Terlanjur Ucap Kasar, Hotman Paris Akhirnya Meminta Maaf ke Wartawan

      Terlanjur Ucap Kasar, Hotman Paris Akhirnya Meminta Maaf ke Wartawan

      20/07/2026  ❘  18:48 WIB
  • Ekonomi
    • Update Harga Emas Perhiasan Hari Ini 21 Juli 2026, Cek Semua Kadar dari 24K hingga 5K

      Update Harga Emas Perhiasan Hari Ini 21 Juli 2026, Cek Semua Kadar dari 24K hingga 5K

      21/07/2026  ❘  12:49 WIB
    • Turun Rp9.000 Sekejap, Harga Emas Antam Makin Dekati Rp2,5 juta per Gram

      Turun Rp9.000 Sekejap, Harga Emas Antam Makin Dekati Rp2,5 juta per Gram

      21/07/2026  ❘  10:10 WIB
    • Sembilan Hari Tanpa Jeda, IHSG Terus Terbang ke Angkasa

      Sembilan Hari Tanpa Jeda, IHSG Terus Terbang ke Angkasa

      21/07/2026  ❘  09:31 WIB
    • Dolar Makin Perkasa, Namun Rupiah Justru Menguat Pagi Ini

      Dolar Makin Perkasa, Namun Rupiah Justru Menguat Pagi Ini

      21/07/2026  ❘  09:18 WIB
  • Politik
    • Bupati Siak Afni Curhat Soal Pemangkasan DBH, Wapres Gibran: Sayakan Mantan Wali Kota Juga!

      Bupati Siak Afni Curhat Soal Pemangkasan DBH, Wapres Gibran: Sayakan Mantan Wali Kota Juga!

      17/07/2026  ❘  20:17 WIB
    • Memalukan! Pimpinan Pusat Golkar Murka Lihat Kericuhan 2 Kadernya di DPRD Riau

      Memalukan! Pimpinan Pusat Golkar Murka Lihat Kericuhan 2 Kadernya di DPRD Riau

      17/07/2026  ❘  14:01 WIB
    • KPK Tetapkan Bupati Sukoharjo Tersangka, PDIP Tegaskan OTT Langsung Dipecat

      KPK Tetapkan Bupati Sukoharjo Tersangka, PDIP Tegaskan OTT Langsung Dipecat

      12/07/2026  ❘  13:39 WIB
    • PDIP Sebut Diri Partai Penyeimbang, PSI Minta Penjelasan Terbuka untuk Publik

      PDIP Sebut Diri Partai Penyeimbang, PSI Minta Penjelasan Terbuka untuk Publik

      10/07/2026  ❘  09:35 WIB
  • Hukrim
    • Karyawan Pabrik Sawit PTPN IV di Rokan Hilir Tewas Kecelakaan Kerja, Manajemen Buka Suara

      Karyawan Pabrik Sawit PTPN IV di Rokan Hilir Tewas Kecelakaan Kerja, Manajemen Buka Suara

      21/07/2026  ❘  13:59 WIB
    • Kepala Karyawan Hancur Akibat Kecelakaan Kerja Kemarin, Pihak PTPN IV Regional 3 Riau Baru Melapor Lisan Pagi Tadi, Disnaker Turunkan Tim

      Kepala Karyawan Hancur Akibat Kecelakaan Kerja Kemarin, Pihak PTPN IV Regional 3 Riau Baru Melapor Lisan Pagi Tadi, Disnaker Turunkan Tim

      21/07/2026  ❘  10:02 WIB
    • Bupati Kena OTT KPK Lagi, Terkait Kasus Suap Proyek Pemkab

      Bupati Kena OTT KPK Lagi, Terkait Kasus Suap Proyek Pemkab

      21/07/2026  ❘  08:59 WIB
    • Warga Temukan Bocah Kebingungan di Kampung Bandar, Polisi Sebar Pencarian Keluarga

      Warga Temukan Bocah Kebingungan di Kampung Bandar, Polisi Sebar Pencarian Keluarga

      21/07/2026  ❘  06:59 WIB
  • Umum
    • Mulut Terasa Pahit Saat Bangun Tidur? Bisa Jadi Tanda Asam Lambung hingga Kurang Minum

      Mulut Terasa Pahit Saat Bangun Tidur? Bisa Jadi Tanda Asam Lambung hingga Kurang Minum

      19/07/2026  ❘  12:29 WIB
    • Jangan Buang Sisa Nasi! Begini Cara Mengubahnya Jadi Kompos yang Bikin Tanaman Subur

      Jangan Buang Sisa Nasi! Begini Cara Mengubahnya Jadi Kompos yang Bikin Tanaman Subur

      19/07/2026  ❘  08:22 WIB
    • AI Mengubah Dunia Kerja, Anak Muda Wajib Kuasai Keterampilan Ini Sebelum Terlambat

      AI Mengubah Dunia Kerja, Anak Muda Wajib Kuasai Keterampilan Ini Sebelum Terlambat

      18/07/2026  ❘  13:30 WIB
    • Anak Tak Mau Ditinggal di Sekolah? Terapkan 7 Langkah Ini agar Proses Adaptasi Lebih Cepat

      Anak Tak Mau Ditinggal di Sekolah? Terapkan 7 Langkah Ini agar Proses Adaptasi Lebih Cepat

      18/07/2026  ❘  09:55 WIB
  • Riau
    • Audiensi Pemprov Riau dan BPS, Matangkan Persiapan Data KIP Kuliah

      Audiensi Pemprov Riau dan BPS, Matangkan Persiapan Data KIP Kuliah

      21/07/2026  ❘  13:53 WIB
    • Harimau Sumatera Tiba-Tiba Lompat ke Atas Motor Pekerja Sawit di Mengkapan Siak

      Harimau Sumatera Tiba-Tiba Lompat ke Atas Motor Pekerja Sawit di Mengkapan Siak

      21/07/2026  ❘  13:08 WIB
    • Diskop Data 1.287 Koperasi di Pekanbaru, 316 Proses Pembubaran

      Diskop Data 1.287 Koperasi di Pekanbaru, 316 Proses Pembubaran

      21/07/2026  ❘  12:29 WIB
    • Pendinginan Karhutla Terus Berlanjut di Tengah Krisis Air

      Pendinginan Karhutla Terus Berlanjut di Tengah Krisis Air

      21/07/2026  ❘  11:42 WIB
  • Sport
    • Spanyol Geser Posisi Argentina, Ini Daftar 25 Besar Ranking FIFA Usai Piala Dunia 2026

      Spanyol Geser Posisi Argentina, Ini Daftar 25 Besar Ranking FIFA Usai Piala Dunia 2026

      21/07/2026  ❘  10:19 WIB
    • 6 Negara Jadi Tuan Rumah FIFA World Cup 2030, Ini Alasannya

      6 Negara Jadi Tuan Rumah FIFA World Cup 2030, Ini Alasannya

      21/07/2026  ❘  09:12 WIB
    • Spanyol Lengkapi Gelar Piala Dunia 2026 Setelah Menjuarai Piala Eropa 2024

      Spanyol Lengkapi Gelar Piala Dunia 2026 Setelah Menjuarai Piala Eropa 2024

      20/07/2026  ❘  09:19 WIB
    • Resmi Juara Piala Dunia 2026, Spanyol Kantongi Hampir Rp1 Triliun dan Cincin Bersejarah FIFA

      Resmi Juara Piala Dunia 2026, Spanyol Kantongi Hampir Rp1 Triliun dan Cincin Bersejarah FIFA

      20/07/2026  ❘  09:06 WIB
  • Opini
    • 2 Orang Tewas Dimangsa di Konsesi PT Madukoro Lestari, Mengapa Kementerian Kehutanan Gegabah Terbitkan Izin HTI di Sarang Harimau? 

      2 Orang Tewas Dimangsa di Konsesi PT Madukoro Lestari, Mengapa Kementerian Kehutanan Gegabah Terbitkan Izin HTI di Sarang Harimau? 

      17/07/2026  ❘  10:49 WIB
    • Catatan Kritis tentang Masa Depan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Bukit Batu

      Catatan Kritis tentang Masa Depan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Bukit Batu

      14/07/2026  ❘  13:51 WIB
    • Republik Amplop

      Republik Amplop

      13/07/2026  ❘  13:17 WIB
    • Terjebak Paradigma Daratan: Anggota DPR-DPD Dapil Riau Harus Kepung Pansus Demi Kepulauan Meranti

      Terjebak Paradigma Daratan: Anggota DPR-DPD Dapil Riau Harus Kepung Pansus Demi Kepulauan Meranti

      13/07/2026  ❘  12:14 WIB
  • Internasional
    • Bukan Pelit! Crazy Rich Dunia Warren Buffett Punya Alasan Mengejutkan Tak Wariskan Kekayaan

      Bukan Pelit! Crazy Rich Dunia Warren Buffett Punya Alasan Mengejutkan Tak Wariskan Kekayaan

      21/07/2026  ❘  08:33 WIB
    • Heboh! Walkot New York Tantang Kebijakan Trump, Netanyahu Bisa Ditahan Saat Sidang PBB

      Heboh! Walkot New York Tantang Kebijakan Trump, Netanyahu Bisa Ditahan Saat Sidang PBB

      21/07/2026  ❘  08:14 WIB
    • Tangis Berubah Amarah, Kekalahan Argentina Picu Kerusuhan Besar di Buenos Aires

      Tangis Berubah Amarah, Kekalahan Argentina Picu Kerusuhan Besar di Buenos Aires

      21/07/2026  ❘  07:10 WIB
    • PBB Selidiki Serangan AS ke Proyek Nuklir Iran di Khuzestan

      PBB Selidiki Serangan AS ke Proyek Nuklir Iran di Khuzestan

      20/07/2026  ❘  11:56 WIB
  • lain
      -->
    • Advertorial
    • -->
    • Foto
    • Indeks
Bukan omon omon

Graduasi Mandiri PKH, Ada 237 Keluarga di Kepulauan Meranti Memilih Mandiri: Bukti Kemiskinan Bisa Diakhiri, Bukan Diwariskan

19/01/2026  ❘  18:30 WIB • Riau
Bagikan :
Graduasi Mandiri PKH, Ada 237 Keluarga di Kepulauan Meranti Memilih Mandiri: Bukti Kemiskinan Bisa Diakhiri, Bukan Diwariskan

Syahroma, warga Dusun I, Desa Banglas, Kecamatan Tebing Tinggi yang menyatakan graduasi mandiri karena ekonomi keluarga yang sudah mampu. Foto: SM News

SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Upaya pengentasan kemiskinan di Kabupaten Kepulauan Meranti mulai menampakkan hasil yang menggembirakan. Perlahan namun pasti, sejumlah keluarga yang sebelumnya bergantung pada bantuan sosial kini mampu berdiri di atas kaki sendiri. Sebuah capaian yang menjadi penanda bahwa program pemberdayaan tidak hanya memberi bantuan, tetapi juga menumbuhkan kemandirian.

Sepanjang tahun 2025, tercatat 237 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kepulauan Meranti secara resmi melakukan graduasi mandiri dari Program Keluarga Harapan (PKH). Mereka memilih keluar dari kepesertaan bantuan sosial bukan karena dicoret, melainkan karena telah mampu memenuhi kebutuhan hidup secara mandiri.

Data tersebut dicatat oleh Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3AP2KB) Kabupaten Kepulauan Meranti. Dari total 18.949 KPM penerima bantuan sosial PKH saat ini, ratusan keluarga dinyatakan telah mengalami peningkatan kesejahteraan yang signifikan.

Ratusan KPM yang melakukan graduasi mandiri itu tersebar di seluruh kecamatan se-Kabupaten Kepulauan Meranti. Sebelumnya, mereka merupakan penerima bantuan sosial pemerintah melalui PKH, sebuah program nasional yang bertujuan membantu keluarga miskin dalam memenuhi kebutuhan dasar, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan keluarga.

Keputusan para KPM untuk keluar dari kepesertaan PKH menjadi cerminan perubahan kondisi sosial ekonomi di tingkat keluarga. Dengan penghasilan yang mulai stabil dan kebutuhan dasar yang dapat dipenuhi secara mandiri, mereka tidak lagi bergantung pada bantuan pemerintah.

Bagi pemerintah daerah, graduasi mandiri ini menjadi indikator positif keberhasilan program penanggulangan kemiskinan yang dijalankan secara berkelanjutan. Bantuan sosial tidak berhenti sebagai santunan, tetapi menjadi jembatan bagi masyarakat untuk bangkit dan mandiri.

Ke depan, pemerintah daerah berharap capaian ini terus meningkat, sehingga bantuan sosial dapat semakin tepat sasaran dan diberikan kepada keluarga yang benar-benar membutuhkan. Sementara bagi para KPM yang telah graduasi mandiri, langkah keluar dari bantuan sosial menjadi awal baru menuju kehidupan yang lebih sejahtera dan berdaya.

Di balik angka ratusan KPM yang berhasil graduasi mandiri dari Program Keluarga Harapan (PKH), ada kerja panjang para pendamping sosial yang tak hanya menjalankan administrasi, tetapi juga menanamkan harapan dan kesadaran.

Salah satunya adalah Sasli Afandi, pendamping sosial PKH di Kabupaten Kepulauan Meranti untuk wilayah Kecamatan Tebing Tinggi. Ia menuturkan, tugas pendamping PKH tidak sebatas memastikan bantuan tersalurkan, melainkan juga memotivasi para KPM agar suatu hari bisa “mentas” dari ketergantungan bantuan sosial.

Sebagai bagian dari kebijakan Kementerian Sosial, setiap pendamping PKH ditargetkan mampu mendorong minimal 10 KPM untuk graduasi setiap tahun. Graduasi ini menjadi indikator keberhasilan program, sekaligus upaya pengurangan kepesertaan secara bertahap.

“PKH memang ditarget Kemensos minimal 10 KPM graduasi per pendamping setiap tahun. Karena bantuan ini ada batas waktunya, maksimal enam tahun. Di sela-sela masa itu, KPM didorong agar bisa keluar secara mandiri,” ujar Sasli.

Di Kepulauan Meranti sendiri, terdapat 63 pendamping PKH. Jika merujuk target ideal, seharusnya terdapat sekitar 630 KPM yang mampu graduasi. Namun di lapangan, target tersebut tidak sepenuhnya tercapai karena berbagai kendala sosial dan ekonomi yang masih dihadapi masyarakat.

Dalam setiap pertemuan rutin bersama KPM, para pendamping menyampaikan lima modul utama, yakni kesehatan, gizi dan pencegahan stunting, ekonomi, perlindungan serta pengasuhan anak dan pendidikan, hingga kesejahteraan sosial. Modul-modul ini menjadi bekal untuk mengubah pola pikir dan perilaku hidup keluarga penerima bantuan.

“Saat pertemuan, kami banyak memberikan motivasi. Mulai dari pola hidup sehat, pengelolaan ekonomi keluarga, sampai dorongan agar punya usaha kecil sebagai bagian dari program pemberdayaan sosial ekonomi,” tutur Sasli.

Pendamping juga menganjurkan KPM yang dinilai sudah mampu untuk mundur secara sukarela dari program PKH. Meski demikian, para pendamping tidak memiliki kewenangan untuk mencoret kepesertaan secara sepihak.

“Mungkin dari motivasi itu, ada yang merasa sudah cukup dan akhirnya sadar untuk keluar. Tapi tidak sedikit juga yang masih enggan, meskipun kondisi ekonominya sebenarnya sudah membaik,” tambahnya.

Meski capaian graduasi belum sepenuhnya sesuai target, Sasli menegaskan bahwa 237 KPM yang graduasi mandiri pada tahun 2025 merupakan tonggak penting bagi Kepulauan Meranti.

“Ini berarti 237 keluarga telah naik kelas, menjadi lebih mandiri, dan berhasil keluar dari ketergantungan terhadap bantuan sosial. Graduasi mandiri adalah bukti bahwa kemiskinan bisa diakhiri, bukan diwariskan,” tegasnya.

Sasli juga membagikan kisah unik dari lapangan. Salah satunya datang dari Maryani, seorang KPM asal Kecamatan Tebingtinggi. Dengan kesadaran tinggi, Maryani justru meminta agar dirinya dikeluarkan dari kepesertaan PKH.

“Ada KPM yang kesadarannya luar biasa. Setelah diberikan motivasi, ia meminta sendiri untuk keluar dari PKH. Tapi kami belum mengakomodir karena menurut penilaian, kondisinya masih rentan. Masih punya anak kecil, rumah belum layak, bahkan dapur pun belum ada,” ungkap Sasli.

Permintaan Maryani akhirnya ditahan oleh pendamping demi menjaga objektivitas dan keberlanjutan perlindungan sosial. Menurut Sasli, memaksakan graduasi pada keluarga yang masih rentan justru berisiko menimbulkan masalah baru.

“Kalau kemiskinannya masih bertahan dan kita keluarkan, itu justru kesalahan kami. Tapi sikap seperti Maryani ini jauh lebih baik dibanding ada keluarga yang rumahnya besar, ekonominya sudah mapan, tapi belum juga punya kesadaran untuk keluar,” ujarnya.

Kisah-kisah seperti ini menunjukkan bahwa graduasi mandiri bukan sekadar angka statistik. Ia adalah proses panjang membangun kesadaran, kejujuran, dan keberanian untuk melepaskan ketergantungan, demi masa depan yang lebih mandiri dan bermartabat.

Kesadaran untuk keluar dari jerat ketergantungan bantuan sosial perlahan tumbuh di Kabupaten Kepulauan Meranti. Salah satunya datang dari Syahroma, warga Dusun I, Desa Banglas, yang sehari-hari mengais rezeki dengan berjualan makohe saus, makanan khas yang mulai diminati masyarakat sekitar.

Syahroma menjadi salah satu KPM yang dengan sukarela menyatakan graduasi mandiri dari Program Keluarga Harapan (PKH). Keputusan itu diambil bukan karena paksaan, melainkan lahir dari kesadaran dan perubahan kondisi ekonomi keluarganya.

Pendamping PKH, Firdaus, menuturkan bahwa Syahroma sebenarnya baru sekitar satu tahun terdaftar sebagai penerima PKH dan bahkan baru sekali menerima bantuan dari pemerintah. Namun seiring berjalannya waktu, usaha yang digelutinya menunjukkan perkembangan positif hingga mampu mencukupi kebutuhan keluarga.

“Motivasi keluarga Syahroma untuk keluar dari PKH karena ia merasa masih banyak keluarga lain yang lebih membutuhkan. Selain itu, selama kepesertaan PKH, ia baru sekali menerima bantuan dan saat ini kondisi ekonominya sudah cukup baik,” ujar Firdaus.

Keputusan Syahroma dinilai sebagai contoh nyata keberhasilan pendampingan sosial yang tidak hanya berorientasi pada penyaluran bantuan, tetapi juga pada penumbuhan kesadaran dan kemandirian ekonomi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial P3AP2KB Kepulauan Meranti, Rokhaizal, M.Pd, menyampaikan apresiasi kepada para pendamping PKH yang telah bekerja maksimal mendampingi dan meyakinkan keluarga penerima manfaat untuk berani melangkah menuju kemandirian.

“Sepanjang tahun 2025, tercatat sebanyak 237 KPM telah melakukan graduasi mandiri. Mereka secara sadar menyatakan keluar dari program PKH karena merasa sudah tidak membutuhkan bantuan lagi,” ungkap Rokhaizal.

Ia menambahkan, graduasi mandiri menjadi hal penting untuk menjaga keadilan sosial, mengingat kuota bantuan PKH tidak bertambah setiap tahunnya.

“Kami berharap kesadaran seperti ini terus tumbuh. Keluarga yang sudah mampu bisa digilir dan digantikan oleh keluarga lain yang benar-benar membutuhkan, sehingga tidak terjadi kesenjangan,” pungkasnya.

Kisah Syahroma menjadi bukti bahwa bantuan sosial sejatinya bukan tujuan akhir, melainkan jembatan menuju kemandirian, tempat di mana kemiskinan perlahan ditinggalkan, bukan diwariskan. (R-01)

Editor: Raya Desmawanto
Tags :Graduasi Mandiri PKHKepulauan MerantiKemiskinanSabangmeraukenews.com

BERITA TERKAIT :

  • 300 Ribu Warga Kota Pekanbaru Bisa Berobat Cukup dengan KTP

    300 Ribu Warga Kota Pekanbaru Bisa Berobat Cukup dengan KTP

    Riau •
    19/01/2026 ❘ 17:47 WIB
  • Plt Gubri SF Hariyanto: Izin Pertambangan Rakyat Hanya untuk Koperasi, Bukan Perusahaan!

    Plt Gubri SF Hariyanto: Izin Pertambangan Rakyat Hanya untuk Koperasi, Bukan Perusahaan!

    Riau •
    19/01/2026 ❘ 16:35 WIB
  • Jelang Ramadan dan Idulfitri, Pemprov Riau Perkuat Koordinasi Kendalikan Harga Tiket Pesawat

    Jelang Ramadan dan Idulfitri, Pemprov Riau Perkuat Koordinasi Kendalikan Harga Tiket Pesawat

    Ekonomi •
    19/01/2026 ❘ 15:23 WIB
  • Pemprov Riau Siapkan Regulasi Pengelolaan Pertambangan Rakyat di Kuantan Singingi

    Pemprov Riau Siapkan Regulasi Pengelolaan Pertambangan Rakyat di Kuantan Singingi

    Riau •
    19/01/2026 ❘ 14:41 WIB
  • Sekdaprov Syahrial Abdi Beberkan 3 Sektor Unggulan Provinsi Riau Jadi Fokus 2026

    Sekdaprov Syahrial Abdi Beberkan 3 Sektor Unggulan Provinsi Riau Jadi Fokus 2026

    Riau •
    19/01/2026 ❘ 13:44 WIB
Lindawati Tahun Baru Islam HUT 60 tahun BRK syariah Lowongan kerja Novotel Terbaru

TERPOPULER

  • 35 Kolonel TNI AD Pecah Bintang Jadi Jenderal, Ini Daftar Lengkapnya

    35 Kolonel TNI AD Pecah Bintang Jadi Jenderal, Ini Daftar Lengkapnya

    10/07/2026  ❘  21:35 WIB
  • KPK Tuntut Gubernur Riau Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara, Denda Rp 500 Juta dan Bayar Uang Pengganti Rp 1,45 Miliar 

    KPK Tuntut Gubernur Riau Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara, Denda Rp 500 Juta dan Bayar Uang Pengganti Rp 1,45 Miliar 

    09/07/2026  ❘  12:45 WIB
  • Laba Agrinas Palma Nusantara Cuma Rp 2,7 Miliar Padahal Kelola 4 Juta   Hektare Kebun Sawit, Ada Apa?

    Laba Agrinas Palma Nusantara Cuma Rp 2,7 Miliar Padahal Kelola 4 Juta   Hektare Kebun Sawit, Ada Apa?

    06/07/2026  ❘  23:23 WIB
  • Kuasa Hukum Don Ritto Klaim Uang Sitaan Berasal dari Proyek Pelabuhan Kalimantan Timur

    Kuasa Hukum Don Ritto Klaim Uang Sitaan Berasal dari Proyek Pelabuhan Kalimantan Timur

    14/07/2026  ❘  17:07 WIB
  • Sopir Truk Tangki Dipecat Massal, TNI Polri Diterjunkan Pasok BBM di SPBU Medan

    Sopir Truk Tangki Dipecat Massal, TNI Polri Diterjunkan Pasok BBM di SPBU Medan

    14/07/2026  ❘  21:00 WIB
Kempo Dojo AKRI cafe Idul adha dprd pekanbaru

    Follow Us

  • Copyright ©
    SabangMeraukeNEWS.com

    Berita

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum

    Berita

  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

    Halaman

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan