Sesosok Mayat Mr X Terapung di Tanjung Kedabu, Petunjuk Awal Diduga Berkaitan dengan Singapura
Warga yang melintas di sekitar pantai Jalan Pelantar RT 001/RW 002, Dusun I, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti, dikejutkan dengan penemuan sesosok jasad laki-laki yang terapung tak bernyawa di tepi laut, Jumat (2/1/2026). Foto: SM News
SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Suasana pagi di perairan Desa Tanjung Kedabu yang biasanya tenang mendadak berubah muram. Warga yang melintas di sekitar pantai Jalan Pelantar RT 001/RW 002, Dusun I, Kecamatan Rangsang Pesisir, Kabupaten Kepulauan Meranti, dikejutkan dengan penemuan sesosok jasad laki-laki yang terapung tak bernyawa di tepi laut, Jumat (2/1/2026).
Kabar itu cepat menyebar dan segera ditindaklanjuti. Tim SAR gabungan yang mendapatkan informasi tersebut langsung bergerak ke lokasi untuk memastikan sekaligus melakukan evakuasi. Jasad tersebut kemudian berhasil dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Kepulauan Meranti di Selatpanjang guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Meranti, M. Khardafi, mengatakan pihaknya langsung merespons laporan masyarakat begitu informasi diterima.
“BPBD Kepulauan Meranti bersama Polsek Rangsang, Basarnas, serta UPT Puskesmas setempat langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan,” ujar Khardafi.
Ia menjelaskan, proses evakuasi dilakukan dengan melibatkan unsur masyarakat setempat. Meski kondisi perairan dan medan di sekitar lokasi cukup menantang, upaya pengangkatan jenazah berjalan dengan lancar dan terkendali.
“Jenazah sudah berhasil diangkat dan diamankan, kemudian dibawa ke RSUD Kabupaten Kepulauan Meranti untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya.
Khardafi juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang sigap melaporkan kejadian tersebut, sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi. Hingga saat ini, identitas korban serta penyebab pasti kejadian masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari pihak berwenang.
Di tengah duka dan rasa penasaran yang menyelimuti warga, aparat gabungan terus bekerja memastikan proses penanganan berjalan sesuai prosedur, seraya menunggu terungkapnya misteri di balik penemuan jasad tersebut.
Peristiwa penemuan sesosok mayat laki-laki tanpa identitas di perairan Desa Tanjung Kedabu kini masih dalam penanganan pihak kepolisian.
Kapolres Kepulauan Meranti, AKBP Aldi Alfa Faroqi, SH, SIK, MH, melalui Kapolsek Rangsang, AKP Gunawan, SH, membenarkan kejadian tersebut dan menegaskan bahwa proses penyelidikan masih terus berjalan.
Kapolsek Rangsang menjelaskan, pihak kepolisian telah melakukan langkah-langkah awal berupa olah tempat kejadian perkara (TKP) serta pengumpulan keterangan dari sejumlah saksi di lapangan.
“Identitas korban masih belum diketahui dan penyelidikan masih terus berlangsung,” ujar AKP Gunawan.
Ia juga mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga atau memiliki informasi yang berkaitan dengan korban agar segera melapor ke Polsek Rangsang. Informasi dari masyarakat dinilai sangat penting untuk membantu proses identifikasi dan mengungkap peristiwa tersebut secara terang.
Sebelumnya, penemuan jasad laki-laki tanpa identitas atau Mr. X ini sempat menggegerkan warga Dusun I, Desa Tanjung Kedabu, Kecamatan Rangsang Pesisir. Jasad tersebut ditemukan sekitar pukul 10.15 WIB di wilayah RT 002/RW 002 oleh warga yang melintas di sekitar lokasi.
Kapolsek Rangsang menceritakan, jasad pertama kali terlihat oleh dua orang warga, Arman Saputra (36) dan Sutekno (37). Keduanya mendapati tubuh korban dalam kondisi terombang-ambing di laut, perlahan terbawa arus menuju tepian pantai hingga akhirnya terdampar di bawah jalan Pelantar.
Berdasarkan laporan Bhabinkamtibmas Desa Tanjung Kedabu, saat ditemukan korban dalam posisi terlentang. Tubuhnya gemuk dan kepala botak, dimana korban mengenakan pakaian dan celana panjang berbahan kain parasut berwarna hitam dengan tulisan “Tower Transit”. Selain itu, korban juga mengenakan celana panjang lapis berwarna kuning dengan ikat pinggang kulit berwarna cokelat.
Saat dilakukan pengecekan awal pada tubuh korban, petugas menemukan sejumlah barang berupa rokok merek Mevius dan sebuah mancis. Namun, tidak ditemukan identitas diri apa pun pada tubuh korban. Kondisi jasad saat itu diketahui sudah kaku.
Setelah dilakukan pemeriksaan di lokasi kejadian dan dipastikan tidak ada identitas yang melekat pada korban, sekitar pukul 15.00 WIB tim SAR gabungan melakukan evakuasi. Jasad korban kemudian dibawa ke RSUD Kabupaten Kepulauan Meranti untuk dilakukan observasi dan pemeriksaan lebih lanjut guna mengetahui penyebab kematian.
Hingga kini, aparat kepolisian bersama tim terkait masih terus mendalami kasus tersebut, sembari menunggu hasil pemeriksaan medis dan informasi dari masyarakat yang dapat membantu mengungkap identitas serta latar belakang peristiwa ini.
Meski tidak ditemukan identitas diri yang melekat pada tubuh korban, sejumlah petunjuk awal secara kasat mata mulai menjadi perhatian petugas dan masyarakat. Petunjuk-petunjuk ini belum dapat disimpulkan sebagai fakta, namun menjadi bahan pendalaman dalam proses penyelidikan.
Lokasi penemuan jasad yang berada di perairan Selat Malaka menjadi salah satu perhatian. Kawasan tersebut diketahui merupakan jalur pelayaran internasional yang terhubung langsung dengan Selat Singapura. Kondisi ini membuka kemungkinan bahwa jasad korban terbawa arus laut dari wilayah perairan lain sebelum akhirnya terdampar di pesisir Desa Tanjung Kedabu.
Selain lokasi, pakaian yang dikenakan korban juga menimbulkan dugaan awal. Jaket bertuliskan Tower Transit yang dipakai korban diketahui merupakan nama perusahaan operator bus internasional yang saat ini beroperasi di Singapura. Namun demikian, pihak kepolisian menegaskan bahwa atribut tersebut belum bisa dijadikan dasar untuk memastikan asal-usul atau profesi korban.
Petunjuk lain yang turut dicermati adalah rokok merek Mevius yang ditemukan di tubuh korban. Merek tersebut memang dikenal cukup populer di kalangan warga asing, termasuk ekspatriat yang bekerja dan tinggal di Singapura. Meski demikian, temuan ini masih bersifat indikatif dan belum mengarah pada kesimpulan apa pun.
Aparat kepolisian menegaskan bahwa seluruh petunjuk tersebut masih akan dikaji lebih lanjut dan dipadukan dengan hasil pemeriksaan medis serta informasi tambahan dari masyarakat. Hingga saat ini, identitas korban masih dinyatakan sebagai Mr. X, dan proses penyelidikan terus dilakukan secara hati-hati untuk memastikan kebenaran di balik peristiwa ini, tanpa mengabaikan asas praduga tak bersalah.
Pihak kepolisian kembali mengimbau masyarakat yang memiliki informasi relevan atau merasa kehilangan anggota keluarga agar segera melapor, demi membantu mengungkap identitas korban dan menjernihkan misteri yang terbawa arus hingga ke perairan Kepulauan Meranti. (R-01)

