Honda HR-V Tabrak Pohon di Jalan Sudirman, ASN Pemko Pekanbaru Dilarikan ke Rumah Sakit
Seorang aparatur sipil negara (ASN) di Kota Pekanbaru mengalami kecelakaan lalu lintas tunggal, setelah diduga memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Foto : Istimewa
SABANGMERAUKE NEWS, Pekanbaru - Seorang aparatur sipil negara (ASN) di Kota Pekanbaru mengalami kecelakaan lalu lintas tunggal, setelah diduga memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi.
Insiden tersebut terjadi pada Kamis (1/1/2026) sekitar pukul 23.00 WIB di Jalan Jenderal Sudirman Jalur Barat, tepatnya di depan Showroom Mobil BYD Arista, Kecamatan Bukit Raya, Pekanbaru.
Korban bernama Hafidh Siswono (34). Ia diketahui mengendarai mobil Honda HR-V dengan nomor polisi BM 1880 OY.
Akibat kejadian tersebut, mobil mengalami ringsek parah pada bagian depan dengan estimasi kerugian material mencapai Rp30 juta.
Berdasarkan informasi di lapangan, peristiwa bermula saat mobil Honda HR-V melaju dari arah selatan menuju utara di Jalan Jenderal Sudirman Jalur Barat.
Saat melintas di depan showroom mobil, kendaraan yang dikemudikan Hafidh diduga melaju dengan kecepatan tinggi.
"Pengemudi kehilangan kendali dan membanting setir ke kiri untuk menghindari kendaraan di depannya," kata Kasat Lantas Polresta Pekanbaru AKP Satrio BW Wicaksana, Jumat (2/1/2026).
Lanjut Satrio, mobil tersebut keluar jalur hingga akhirnya menabrak sebuah pohon yang berada di sisi barat jalan.
Benturan keras menyebabkan bagian depan kendaraan ringsek parah.
Dalam kecelakaan tersebut, pengemudi mengalami luka di bagian wajah serta cedera pada kaki.
Korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Syafira Pekanbaru untuk mendapatkan perawatan medis.
Saat kejadian, kondisi lingkungan diketahui dalam keadaan mendung setelah hujan, dengan permukaan jalan beraspal yang licin.
Petugas kepolisian yang menangani kejadian tersebut menyimpulkan sementara bahwa kecelakaan diduga disebabkan oleh kelalaian pengemudi.
Faktor kurang konsentrasi, tidak berhati-hati, serta berkendara dengan kecepatan tinggi menjadi penyebab utama terjadinya kecelakaan lalu lintas tunggal tersebut.
Disinggung apakah pengemudi mobil ada indikasi mengemudi di bawah pengaruh alkohol atau narkoba, Satrio mengungkap pihaknya masih melakukan pengecekan lebih lanjut.
"Sementara dari informasi saksi dan petugas di lapangan, tidak tercium bau alkohol di badan atau dari mulut pengemudi. Pagi ini kita cek urine, karena kondisi korban masih masih terkapar tadi malam," pungkasnya.(R-04)

