Skor Nilai IPA dan Matematika TKA Tingkat SMA Jeblok Rata-rata Cuma 30
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Beian Yuliarto. Foto: Dok SM News
SABANGMERAUKE NEWS, Jakarta - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Beian Yuliarto angkat bicara terkait hasil tes kemampuan akademik (TKA) para murid SMA yang jauh dari harapan.
Skor rerata bidang matematika dan ilmu pengetahuan alam yang rata-rata 30-an kontradiksi dengan niat Indonesia yang tengah fokus untuk meningkatkan kemampuan STEM (sains, teknologi, teknik, dan medicine).
Brian mengatakan ia sudah mengetahui nilai-nilai dari TKA yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
"Jadi memang saya sempat melihat sepintas. Itu justru menunjukan bahwa memang konsentrasi kita untuk meningkatkan kemampuan di bidang STEM itu harus dilanjutkan atau semakin ditingkatkan," ucap Brian, ditemui di Gedung Kemdiktisaintek, Jakarta Pusat, Rabu (24/12/2025).
Kata Brian, untuk meningkatkan kemampuan STEM di tingkat pendidikan dasar dan menengah tentunya tidak terlepas dari proses pengajaran dan guru yang mengajarnya.
Maka dari itu, Kemdiktisaintek akan mencoba mengevaluasi perguruan tinggi dan jurusan yang mencetak para tenaga pendidik.
"Sebagian guru kita itu kan berasal dari perguruan tinggi keguruan. Ini yang akan kita coba lihat, kita evaluasi apa yang harus lebih didorong," kata Brian.
Di satu sisi, ia menyebut ini adalah fenomenal global di mana banyak orang menganggap STEM adalah sesuatu yang sulit sehingga lebih memilih pendidikan non-STEM.
"Jadi kita perlu kampanyekan bersama," ujarnya. Lebih lanjut Dirjen Dikti, Khairul Munadi mengatakan, Kemdiktisaintek sekarang mendorong penguatan prodi-prodi STEM.
"Beberapa prioritas untuk prodi-prodi baru itu memang mau diarahkan ke STEM. Nah, kecuali misalnya di daerah-daerah yang memang belum ada, ataupun masih butuh. Tapi secara umum, prioritas pembukaan prodi baru itu ke arah STEM dan STEM adjacent," kata Khairul Munadi.
STEM adjacent adalah bidang studi non-STEM yang memiliki elemen riset atau teknologi. Kemdiktisaintek juga mendorong beberapa perguruan tinggi untuk memberikan penguatan dan pengayaan untuk mahasiswa baru dari daerah yang membutuhkan afirmasi. (R-03)

