UMRI Gelar Sosialisasi Radikalisme dan Diskusi Interaktif di CFD dan Panti Asuhan
Mahasiswi Bidang Studi Biologi UMRI dalam acara sosialisasi radikalisme di Car Free Day (CFD). Foto: SM News
SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Mahasiswi Fakultas MIPA dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) dari Program Studi Biologi melaksanakan kegiatan sosialisasi bertajuk “Bahaya Radikalisme di Kalangan Masyarakat dan Pelajar Serta Cara Penangkalannya” yang dilaksanakan di kawasan Car Free Day (CFD) dan Panti Asuhan Putra Harapan Pekanbaru, Jl. Jendral Sudirman Gg. Nurul Ikhlas No. 8, Pekanbaru, pada Minggu, 14 Desember 2025 yang lalu.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat serta pelajar mengenai bahaya radikalisme, sekaligus memberikan edukasi tentang cara mengenali dan menangkal paham radikal sejak dini agar tidak mudah terpengaruh oleh ideologi yang bertentangan dengan nilai kebangsaan dan persatuan.
Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan oleh enam mahasiswi Program Studi Biologi, yaitu Kalista, Ria Artha P., Rizka Nabila, Silvia Ayu Pratiwi, Syefni, dan Tasya Nabila.
Sebelum penyampaian materi, para mahasiswi terlebih dahulu mengadakan sesi tanya jawab berhadiah yang diikuti oleh seluruh audiens dengan penuh antusias. Sesi ini bertujuan untuk menggali pemahaman awal peserta sekaligus menciptakan suasana interaktif dan komunikatif.
Selanjutnya, pemaparan materi disampaikan oleh Tasya Nabila dan Ria Artha P. Materi yang disampaikan meliputi pengertian radikalisme, perbedaan antara radikalisme dan rasisme, serta contoh-contoh paham radikal yang dapat dijumpai di lingkungan masyarakat dan pelajar. Di sela-sela penyampaian materi, tim mahasiswi juga membuka kuis interaktif guna meningkatkan partisipasi dan pemahaman peserta terhadap materi yang disampaikan.
Selain itu, sebagai bentuk apresiasi atas kesempatan dan sambutan yang diberikan, tim mahasiswi juga memberikan makanan kepada anak-anak Panti Asuhan Putra Harapan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat dan pelajar dapat lebih waspada terhadap pengaruh radikalisme serta mampu menjadi agen pencegahan di lingkungan masing-masing. Kegiatan ditutup dengan penyampaian slogan bersama, remaja, cegah radikalisme untuk Indonesia. (R-03)

