Menhut Raja Juli Sebut 394 Keluarga Direlokasi dari TNTN Bulan Desember Ini
Sejumlah warga di TNTN bersama anggota Satgas PKH beberapa waktu lalu. Foto: SM News
SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyebut sebanyak 394 Kepala Keluarga (KK) di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) akan direlokasi pada Desember 2025 ini. Proses relokasi diklaim dilakukan lewat pendekatan persuasif.
"Nantinya pada Desember sebanyak 394 KK akan direlokasi ke lokasi yang sudah disiapkan. Ini untuk memastikan bahwa Taman Nasional Tesso Nilo merupakan rumah bagi gajah Sumatera sehingga perlu dijaga secara bersama-sama," kata Raja Juli dalam pernyataannya dikutip Sabtu (29/11/2025).
Ia mengakui, adanya resistensi dari masyarakat dalam proses relokasi dari TNTN. Namun dengan pendekatan persuasif selama 5 bulan terakhir, proses dari kawasan inti TNTN akan dilakukan.
"Proses restorasi Taman Nasional Tesso Nilo terus dilakukan. Kita terus bekerja untuk memastikan Domang dan kawan-kawan rumahnya tidak diganggu dan mereka bisa hidup di alam bebas," ujar Raja Juli.
Sebagai bentuk upaya restorasi, Menhut Raja Juli telah melakukan penanaman dalam peninjauan di Taman Nasional Tesso Nilo, Riau pada Jumat kemari. Hal serupa juga sudah dilakukan Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut) Rohmat Marzuki dalam peninjauan beberapa pekan lalu.
Dia menyebut, restorasi akan fokus dilakukan dengan luasan 31 ribu hektare, yang nantinya akan berkembang menjadi 80 ribu hektare di Taman Nasional Tesso Nilo.
Menhut mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) untuk mengembalikan Tesso Nilo sebagai habitat gajah Sumatera.
Mengakui mengetahui adanya resistensi dari masyarakat, dia menyebut persoalan yang terjadi di Tesso Nilo bukan merupakan persoalan yang baru saja muncul.
Tidak hanya itu, warga juga akan pindah ke tempat yang memang akan dilegalkan untuk mereka.
"Tapi sekali lagi bukan di Taman Nasional yang sudah ditetapkan pemerintah sebagai Taman Nasional dan juga rumah bagi Gajah Sumatera yang memang kondisinya sangat memprihatinkan," tambahnya.
Menhut mengucapkan terima kasih atas dukungan yang diberikan masyarakat dan warganet yang terus menyuarakan dan membantu restorasi Taman Nasional Tesso Nilo. (R-03)

