Tak Ada Lawan, Yulisman Aklamasi Melenggang Jadi Ketua Golkar Provinsi Riau Periode 2025-2030
Anggota DPR RI Yulisman melenggang menjadi Ketua DPD I Partai Golkar periode 2025-2030 dalam Musda XI pada Sabtu (8/11/2025). Foto: Adri/SM News
SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Anggota DPR RI Yulisman melenggang menjadi Ketua DPD I Partai Golkar periode 2025-2030. Ia menjadi calon tunggal dan terpilih secara aklamasi dalam Musda XI Partai Golkar berlangsung di Grand Central Hotel, Pekanbaru pada Sabtu (8/11/2025) sore tadi.
Seluruh pemilik suara terdiri dari jajaran pengurus DPD II Partai Golkar se Riau, ormas sayap hasta karya menyetujui Yulisman menjadi pucuk pimpinan Beringin Kuning di Bumi Lancang Kuning. Ia menggantikan kepemimpinan sebelumnya yang dijabat oleh Syamsuar.
"Semoga konsolidasi partai bisa segera dilakukan untuk mengembalikan kembali kejayaan Partai Golkar di Provinsi Riau," kata Plt Ketua DPD I Partai Golkar Riau, Ahmad Doli Kurnia.
Sementara itu, forum Musda XI juga secara bulat dapat menerima Laporan Pertanggungjawaban pengurus Golkar Riau periode 2020-2025.
Yulisman dalam sambutannya menegaskan akan tegak lurus terhadap DPP Partai Golkar yang diketuai oleh Bahlil Lahadalia.
"Tidak akan ada gerakan tambahan di luar garis kebijakan partai. Konsolidasi harus kita lakukan sampai ke tingkatan akar rumput," kata Yulisman yang merupakan mantan Ketua DPRD Provinsi Riau.
Musda XI Partai Golkar Riau sempat ditunda beberapa kali. Terakhir, Musda dijadwalkan pada Sabtu, 19 Oktober 2025 lalu. Namun, secara mendadak DPP Partai Golkar menunda pelaksanaan musda tersebut.
Sejumlah tokoh sempat dikabarkan akan bertarung dalam pemilihan calon ketua. Setidaknya, sempat beredar 6 nama, yakni Afrizal Sintong, Ridwan GP, Karmila Sari, Yulisman, Helmi Yazid, dan SF Hariyanto.
Namun dalam perjalanannya, Afrizal Sintong yang mengklaim mendapat dukungan penuh dari pemilik suara, menyatakan tidak ikut bertarung dalam pemilihan Ketua DPD I Partai Golkar Riau.
Jelang Musda, sempat menghangat SF Hariyanto bakal melaju menjadi calon ketua. Namun, faktanya SF Hariyanto sama sekali tidak ikut dalam pencalonan.
SF yang menjabat sebagai Wakil Gubernur Riau, pada Rabu (6/11/2025), baru ditunjuk menjadi Pelaksana Tugas Gubernur Riau, menyusul penahanan Gubernur Riau Abdul Wahid yang terjerat kasus korupsi oleh KPK. (R-03)

