SabangMeraukeNEWS.com

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum
  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan

    https://sabangmeraukenews.com

Copyright ©
sabangmeraukeNEWS.com
All rights reserved

https://sabangmeraukenews.com

  • Daerah
    • Dijanjikan Rp22 Juta, Tiga Wanita Nekat Bawa 9 Kg Sabu dan 800 Vape Narkoba ke Medan

      Dijanjikan Rp22 Juta, Tiga Wanita Nekat Bawa 9 Kg Sabu dan 800 Vape Narkoba ke Medan

      13/06/2026  ❘  13:14 WIB
    • Niat Bercanda Malah Berujung Sidang Kode Etik, 4 ASN Jambi Kaget Video Gaji Ke-13 Meledak

      Niat Bercanda Malah Berujung Sidang Kode Etik, 4 ASN Jambi Kaget Video Gaji Ke-13 Meledak

      13/06/2026  ❘  11:59 WIB
    • Mobil Narkoba dari Bengkalis Tersandung di SPBU Merangin, Isinya 53 Ribu Ekstasi

      Mobil Narkoba dari Bengkalis Tersandung di SPBU Merangin, Isinya 53 Ribu Ekstasi

      13/06/2026  ❘  08:42 WIB
    • Setahun Menggantung, Kasus Ustaz Lecehkan Mahasiswi UINSU Belum Ada Tersangka

      Setahun Menggantung, Kasus Ustaz Lecehkan Mahasiswi UINSU Belum Ada Tersangka

      12/06/2026  ❘  20:27 WIB
  • Nasional
    • BGN Evaluasi Insentif Operasional Dapur MBG Demi Efisiensi Anggaran

      BGN Evaluasi Insentif Operasional Dapur MBG Demi Efisiensi Anggaran

      13/06/2026  ❘  12:53 WIB
    • MBG Boroskan Uang Negara Rp 1 Triliun per Bulan, Tapi Gaji Guru Tak Layak dan Ruang Sekolah Banyak Rusak

      MBG Boroskan Uang Negara Rp 1 Triliun per Bulan, Tapi Gaji Guru Tak Layak dan Ruang Sekolah Banyak Rusak

      13/06/2026  ❘  12:45 WIB
    • Pekerjaan Bergaji Tinggi Kini Jadi Ladang Pengangguran, AI dan PHK Massal Hantam Kelas Profesional

      Pekerjaan Bergaji Tinggi Kini Jadi Ladang Pengangguran, AI dan PHK Massal Hantam Kelas Profesional

      13/06/2026  ❘  11:57 WIB
    • Berawal Dari Temuan BPK Soal Dana BOS, 500 Kepala Sekolah Dipaksa Mengundurkan Diri

      Berawal Dari Temuan BPK Soal Dana BOS, 500 Kepala Sekolah Dipaksa Mengundurkan Diri

      13/06/2026  ❘  09:26 WIB
  • Ekonomi
    • Jokowi Jadi Ketua Dewan Pembina PSI: 2019 Arena Pertarungan Banteng, Garuda dan Gajah

      Jokowi Jadi Ketua Dewan Pembina PSI: 2019 Arena Pertarungan Banteng, Garuda dan Gajah

      13/06/2026  ❘  17:45 WIB
    • Ekonomi Triwulan I 2026 Tumbuh 7,91 Persen, Wako Pekanbaru Agung Nugroho Sebut Belanja Daerah Efektif dan Tepat Sasaran

      Ekonomi Triwulan I 2026 Tumbuh 7,91 Persen, Wako Pekanbaru Agung Nugroho Sebut Belanja Daerah Efektif dan Tepat Sasaran

      13/06/2026  ❘  08:50 WIB
    • Cek Harga Emas Pegadaian Terbaru Sabtu 13 Juni 2026, Antam Tembus Rp 2,8 Juta per Gram

      Cek Harga Emas Pegadaian Terbaru Sabtu 13 Juni 2026, Antam Tembus Rp 2,8 Juta per Gram

      13/06/2026  ❘  08:40 WIB
    • Rupiah Bangkit dari Tekanan, Dolar AS Dipaksa Mundur dari Level Rp18.000

      Rupiah Bangkit dari Tekanan, Dolar AS Dipaksa Mundur dari Level Rp18.000

      12/06/2026  ❘  18:34 WIB
  • Politik
    • Datang ke Istana Bersama Luhut, Chatib Basri Akhirnya Buka Suara Soal Jabatan Menkeu

      Datang ke Istana Bersama Luhut, Chatib Basri Akhirnya Buka Suara Soal Jabatan Menkeu

      09/06/2026  ❘  19:17 WIB
    • Dari Demo Jalanan ke Lingkar Kekuasaan, Said Iqbal Jadi Penasihat Khusus Presiden Prabowo

      Dari Demo Jalanan ke Lingkar Kekuasaan, Said Iqbal Jadi Penasihat Khusus Presiden Prabowo

      08/06/2026  ❘  11:49 WIB
    • Pigai Bikin Geger! Usul Sipil Duduki Jabatan Polri Picu Gelombang Perdebatan Nasional

      Pigai Bikin Geger! Usul Sipil Duduki Jabatan Polri Picu Gelombang Perdebatan Nasional

      06/06/2026  ❘  19:35 WIB
    • Plt Gubernur Riau; "Saya Tidak Ada Cium Tangan Bapak! Siapa Bapak Rupanya?"

      Plt Gubernur Riau; "Saya Tidak Ada Cium Tangan Bapak! Siapa Bapak Rupanya?"

      03/06/2026  ❘  15:16 WIB
  • Hukrim
    • Diduga Eksploitasi Cucu dan Anak Jadi Manusia Silver, Polisi Tangkap Pasutri di Riau

      Diduga Eksploitasi Cucu dan Anak Jadi Manusia Silver, Polisi Tangkap Pasutri di Riau

      13/06/2026  ❘  17:56 WIB
    • PT Panca Surya Agrindo Digugat Pemerintah Desa Suka Maju ke PN Pasir Pangaraian, Diduga Kuasai Lahan Transmigrasi 990 Hektare Jadi Kebun Kelapa Sawit

      PT Panca Surya Agrindo Digugat Pemerintah Desa Suka Maju ke PN Pasir Pangaraian, Diduga Kuasai Lahan Transmigrasi 990 Hektare Jadi Kebun Kelapa Sawit

      13/06/2026  ❘  14:55 WIB
    • Ahli Patahkan Dalih Risiko Bisnis dalam Kasus Korupsi Kredit BRI Perawang Rugikan Negara Rp 14,6 Miliar

      Ahli Patahkan Dalih Risiko Bisnis dalam Kasus Korupsi Kredit BRI Perawang Rugikan Negara Rp 14,6 Miliar

      13/06/2026  ❘  08:35 WIB
    • Baru Hirup Udara Bebas, Residivis Bengkalis Tumbang Lagi dengan 21 Paket Sabu

      Baru Hirup Udara Bebas, Residivis Bengkalis Tumbang Lagi dengan 21 Paket Sabu

      13/06/2026  ❘  08:20 WIB
  • Umum
    • Mengenal ‘Social Battery’, Penyebab Seseorang Tiba-tiba Malas Bersosialisasi dan Mudah Lelah

      Mengenal ‘Social Battery’, Penyebab Seseorang Tiba-tiba Malas Bersosialisasi dan Mudah Lelah

      13/06/2026  ❘  08:22 WIB
    • Komedian Senior Bolot Alami Serangan Jantung, Dokter Ungkap Tanda Nyeri Dada Berbahaya yang Sering Disepelekan

      Komedian Senior Bolot Alami Serangan Jantung, Dokter Ungkap Tanda Nyeri Dada Berbahaya yang Sering Disepelekan

      12/06/2026  ❘  20:09 WIB
    • Jangan Remehkan Jus Jambu Biji! Ahli Ungkap Manfaat Besarnya untuk Penderita Anemia

      Jangan Remehkan Jus Jambu Biji! Ahli Ungkap Manfaat Besarnya untuk Penderita Anemia

      12/06/2026  ❘  19:50 WIB
    • IKA FISIP Selenggarakan Diskusi Jelang Momentum Pemilihan Rektor Baru: Quo Vadis Universitas Riau?

      IKA FISIP Selenggarakan Diskusi Jelang Momentum Pemilihan Rektor Baru: Quo Vadis Universitas Riau?

      11/06/2026  ❘  20:26 WIB
  • Riau
    • FDI Soroti Korupsi Berjamaah di MBG & Dilema Kenaikan BBM: Pemerintah Perlu Konsisten, Publik Perlu Mengawasi!

      FDI Soroti Korupsi Berjamaah di MBG & Dilema Kenaikan BBM: Pemerintah Perlu Konsisten, Publik Perlu Mengawasi!

      13/06/2026  ❘  17:08 WIB
    • Satelit BMKG Pantau 87 Titik Panas Kepung Sumatera! 8 Hotspot Membara di Riau

      Satelit BMKG Pantau 87 Titik Panas Kepung Sumatera! 8 Hotspot Membara di Riau

      13/06/2026  ❘  11:48 WIB
    • BMKG Warning! Delapan Titik Panas Muncul di Riau, Pelalawan Jadi Sorotan

      BMKG Warning! Delapan Titik Panas Muncul di Riau, Pelalawan Jadi Sorotan

      13/06/2026  ❘  11:41 WIB
    • Tekan Angka Kecelakaan, PT HK Bersama Polda Riau dan Polres Siak Bagikan Kopi Gratis di Tol Permai

      Tekan Angka Kecelakaan, PT HK Bersama Polda Riau dan Polres Siak Bagikan Kopi Gratis di Tol Permai

      13/06/2026  ❘  11:28 WIB
  • Sport
    • Amerika Mengamuk! Paraguay Kebobolan 4 Gol, Balogun Menari di Los Angeles

      Amerika Mengamuk! Paraguay Kebobolan 4 Gol, Balogun Menari di Los Angeles

      13/06/2026  ❘  10:26 WIB
    • Duel Penentu Nasib! Haiti dan Skotlandia Berebut Tiket Mimpi Sebelum Brasil Mengamuk

      Duel Penentu Nasib! Haiti dan Skotlandia Berebut Tiket Mimpi Sebelum Brasil Mengamuk

      13/06/2026  ❘  10:04 WIB
    • Tanpa Neymar! Brasil Bawa Lima Bintang, Maroko Datang Tanpa Takut di New Jersey

      Tanpa Neymar! Brasil Bawa Lima Bintang, Maroko Datang Tanpa Takut di New Jersey

      13/06/2026  ❘  08:59 WIB
    • Lolos Penuh Kontroversi, Qatar Langsung Dihadang Tembok Bernama Swiss

      Lolos Penuh Kontroversi, Qatar Langsung Dihadang Tembok Bernama Swiss

      13/06/2026  ❘  07:32 WIB
  • Opini
    • Kebangkitan Polandia Menjadi Kekuatan Baru Eropa

      Kebangkitan Polandia Menjadi Kekuatan Baru Eropa

      11/06/2026  ❘  08:29 WIB
    • Proses Remedy Framework FSC: APP Group Bergerak dalam Senyap, APRIL Group Tenggelam dalam Ketidakjelasan

      Proses Remedy Framework FSC: APP Group Bergerak dalam Senyap, APRIL Group Tenggelam dalam Ketidakjelasan

      10/06/2026  ❘  19:27 WIB
    • PHR Raup Laba Rp 16 Triliun, Alokasi Dana PI Blok Rokan Harus Jelas dan Transparan: Jangan Lagi Rp 18 Ribu per Bulan! 

      PHR Raup Laba Rp 16 Triliun, Alokasi Dana PI Blok Rokan Harus Jelas dan Transparan: Jangan Lagi Rp 18 Ribu per Bulan! 

      05/06/2026  ❘  12:26 WIB
    • Penguatan Daya Saing UMKM Indonesia Melalui Implementasi Good Governance dan Penataan Pajak

      Penguatan Daya Saing UMKM Indonesia Melalui Implementasi Good Governance dan Penataan Pajak

      01/06/2026  ❘  15:34 WIB
  • Internasional
    • Draf Perdamaian Hampir Rampung, Iran Mulai Buka Sinyal Positif ke AS

      Draf Perdamaian Hampir Rampung, Iran Mulai Buka Sinyal Positif ke AS

      13/06/2026  ❘  13:57 WIB
    • Perang Iran-AS Segera Berakhir? Draf Damai Final Disusun, Selat Hormuz Siap Dibuka

      Perang Iran-AS Segera Berakhir? Draf Damai Final Disusun, Selat Hormuz Siap Dibuka

      13/06/2026  ❘  12:11 WIB
    • Putri Pewaris Takhta Thailand Wafat Setelah 4 Tahun Koma, Negeri Gajah Putih Berkabung 15 Hari

      Putri Pewaris Takhta Thailand Wafat Setelah 4 Tahun Koma, Negeri Gajah Putih Berkabung 15 Hari

      12/06/2026  ❘  20:09 WIB
    • Pagi Ancam Iran Habis-Habisan, Sore Hari Trump Mendadak Pilih Damai

      Pagi Ancam Iran Habis-Habisan, Sore Hari Trump Mendadak Pilih Damai

      12/06/2026  ❘  12:21 WIB
  • lain
      -->
    • Advertorial
    • -->
    • Foto
    • Indeks
Bukan omon omon

Di Hadapan Wamendagri, Wabup Kepulauan Meranti Ungkap Setumpuk Masalah: Infrastruktur Ambruk, Inflasi Tinggi, dan Harga Barang Lebih Murah di Malaysia

17/10/2025  ❘  07:59 WIB • Daerah
Bagikan :
Di Hadapan Wamendagri, Wabup Kepulauan Meranti Ungkap Setumpuk Masalah: Infrastruktur Ambruk, Inflasi Tinggi, dan Harga Barang Lebih Murah di Malaysia

Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil hadir dalam forum evaluasi pelaksanaan APBD 2025 dan pengendalian inflasi Provinsi Riau. Foto: Istimewa

SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Sejumlah daerah di Indonesia mengalami penurunan signifikan dalam alokasi Dana Transfer ke Daerah (TKD) pada tahun anggaran 2026 mendatang. Kondisi ini menjadi pukulan berat, khususnya bagi Kabupaten Kepulauan Meranti — daerah termuda di Provinsi Riau yang selama ini masih bergantung pada dana pusat untuk menopang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Situasi tersebut turut memantik reaksi dari para kepala daerah di Riau. Gubernur, bupati, dan wali kota kompak menyuarakan protes atas kebijakan pemotongan itu, masing-masing dengan latar kondisi fiskal yang berbeda.

Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, S.M., M.M, dalam rapat koordinasi bersama Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, menyampaikan bahwa langkah efisiensi yang dilakukan Pemkab Meranti kini sudah pada titik kritis.

“Efisiensi di Kabupaten Kepulauan Meranti itu dari APBD murni ke perubahan tahun 2025 kami sudah memotong sekitar Rp200 miliar. Mungkin terlihat kecil, tapi bagi kami itu besar sekali karena lebih dari 15 persen dari total struktur APBD,” ungkap Muzamil di hadapan forum evaluasi pelaksanaan APBD 2025 dan pengendalian inflasi Provinsi Riau.

Ia menjelaskan, APBD Kepulauan Meranti pada tahun 2025 ditetapkan sebesar Rp1,4 triliun, namun dalam perubahan tinggal Rp1,2 triliun. “Itu sudah habis-habisan efisiensinya. Kalau kata Pak Gubernur Wahid tadi, kami bukan lagi bicara membangun, tapi bertahan hidup saja, Pak. Jangan sampai lapar, yang penting gaji dibayar, ” katanya dengan nada getir.

Kondisi tersebut menggambarkan tekanan fiskal yang semakin berat di tengah menurunnya kapasitas keuangan daerah. Pemerintah kabupaten kini harus mencari cara untuk memastikan layanan dasar tetap berjalan di tengah terbatasnya ruang fiskal yang tersedia.

Dalam forum yang berlangsung di Ruang Melati Lantai 3, Kantor Gubernur Riau, Kamis (16/10/2025) ini, Wakil Bupati Kepulauan Meranti Muzamil Baharudin menyampaikan berbagai persoalan strategis yang kini membelit daerahnya.

Di hadapan Wamendagri Bima Arya, yang didampingi Gubernur Riau, Abdul Wahid, dan Wakil Gubernur SF. Hariyanto, ia menegaskan, pemotongan dana transfer dari pusat tak hanya memukul stabilitas fiskal, tetapi juga memperlambat laju pembangunan infrastruktur di kabupaten termuda di Riau itu.

“Terkait infrastruktur, untuk pemeliharaan saja hampir tak bisa. Gubernur sudah berkali-kali datang ke sana. Beberapa jembatan penting penghubung antara kecamatan dan desa ambruk dan sampai sekarang belum bisa diperbaiki, karena itu juga kewenangan provinsi. Padahal itu urat nadi ekonomi masyarakat di sana,” tambahnya.

Selain persoalan infrastruktur, Muzamil juga menyoroti masalah inflasi di Kepulauan Meranti yang memiliki karakteristik berbeda dibanding daerah lain di Riau. Letak geografisnya yang berbatasan langsung dengan Malaysia membuat harga kebutuhan pokok di wilayah tersebut kerap tidak stabil.

“Meranti ini sangat dekat dengan Malaysia. Dengan kecepatan kapal 15 mil per jam, kami hanya butuh satu jam setengah untuk sampai ke sana. Tapi kalau ke Pekanbaru, butuh sekitar empat jam perjalanan laut dengan kecepatan lebih tinggi yakni 20 mil laut per jam. Jadi, lebih daripada 15 persen saja Kalau kami mau ke negara lain,"ungkapnya.

Kedekatan geografis itu, lanjut Muzamil, membuat perbandingan harga antara barang di Malaysia dan di Kepulauan Meranti sangat timpang. Karena itu, ia mengusulkan agar pemerintah pusat membuka kran perdagangan lintas batas untuk menekan inflasi dan menjaga ketersediaan bahan pokok di wilayah perbatasan tersebut.

Muzamil menegaskan perlunya kebijakan perdagangan lintas batas untuk menekan laju inflasi di wilayah perbatasan tersebut. 

Menurutnya, jarak Kepulauan Meranti yang sangat dekat dengan Malaysia membuat masyarakat lebih mudah membandingkan harga barang antarnegara. Namun, sayangnya, keterbatasan kebijakan perdagangan membuat harga di dalam negeri jauh lebih mahal dibandingkan di seberang. 

"Terkait ketersediaan barang, di negara lain jauh lebih murah dibandingkan jika kami harus menunggu pasokan dari lokal atau domestik. Karena itu, kami minta agar dibuka kebijakan perdagangan lintas batas,” ujarnya.

Ia menilai, membuka jalur perdagangan lintas batas tidak hanya membantu menekan inflasi, tetapi juga bisa memperkuat posisi ekonomi daerah perbatasan seperti Kepulauan Meranti yang selama ini bergantung pada distribusi barang dari daratan Sumatera. 

“Kami harap ada kebijakan khusus, Pak Wamen. Saya dulu pernah menjadi Ketua Kadin, dan saya tahu betul bagaimana rantai pasok di daerah perbatasan. Kalau keran lintas batas ini dibuka dengan pengawasan yang baik, maka inflasi bisa dikendalikan, dan masyarakat tidak terbebani dengan harga tinggi,” tukasnya.

Muzamil mencontohkan, harga bahan pokok seperti cabai atau lada kering di Malaysia jauh lebih rendah.

“Cabai atau lada kering di Malaysia itu hanya dua ringgit, Pak — tidak sampai sepuluh ribu rupiah. Sementara di sini harganya hampir seratus ribu. Begitu juga dengan gula dan beras, bahkan kualitasnya kadang lebih baik,” ungkapnya.

Keluhan tersebut menjadi potret nyata tantangan daerah perbatasan seperti Kepulauan Meranti, yang selain menghadapi keterbatasan fiskal, juga berhadapan langsung dengan tekanan ekonomi lintas negara.

Muzamil Baharudin, kembali menegaskan pentingnya kebijakan perdagangan lintas batas bagi daerahnya dalam forum yang dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto itu. 

Menurutnya, aktivitas perdagangan antarnegara bukan hal baru bagi masyarakat Kepulauan Meranti. Jauh sebelum Indonesia merdeka, daerah itu telah dikenal sebagai wilayah pesisir dengan tradisi dagang yang kuat, bahkan hingga ke Malaysia dan Singapura.

Dalam kesempatan itu, Muzamil mengusulkan agar pemerintah pusat memberikan diskresi perdagangan lintas batas bagi Kepulauan Meranti sebagai solusi menekan inflasi dan menjaga stabilitas pasokan barang.

Ia kemudian menyinggung sejarah panjang aktivitas dagang lintas negara yang sudah menjadi bagian dari budaya masyarakat pesisir Meranti sejak masa Kerajaan Siak, dikenal dengan sebutan Semokel.

“Pak Wamen, karena kami ini berada di border area, keluarga kami dulu sudah biasa melakukan perdagangan lintas negara di zaman Kerajaan Siak, dulu disebut Semokel. Jadi kami minta, bukan untuk hal yang negatif, tapi mohon ada semacam diskresi dari petugas terhadap barang-barang dari luar,” ujar Muzamil.

Muzamil menjelaskan, permintaan itu didasari oleh kondisi ekonomi Kepulauan Meranti yang sangat bergantung pada pasokan barang dari luar daerah. Tanpa adanya jalur perdagangan lintas batas yang fleksibel, harga-harga kebutuhan pokok sulit dikendalikan.

“Kalau kami tergantung pada pasokan barang dari dalam negeri, inflasi pasti tinggi, Pak. Karena rantai distribusi dari pusat produksi nasional ke Meranti itu bisa lebih dari sepuluh mata rantai. Bayangkan berapa kali biaya transportasi dan bongkar muat yang harus ditanggung,” ungkapnya.

Ia menambahkan, posisi geografis Kepulauan Meranti yang berada di antara daratan Riau dan perbatasan Malaysia membuat daerah itu memiliki karakteristik ekonomi tersendiri. Menurutnya, kondisi tersebut seharusnya dipahami pemerintah pusat sebagai dasar dalam membuat kebijakan fiskal dan perdagangan.

“Meranti ini unik, kabupatennya kepulauan, tapi administratifnya di Riau daratan. Keunikan itulah yang sering menjadikan biaya barang mahal dan inflasi sulit dikendalikan,” tutur Muzamil.

Usulan tersebut mendapat perhatian peserta rapat, mengingat selama ini Kepulauan Meranti menjadi salah satu wilayah dengan tingkat inflasi tertinggi di Provinsi Riau akibat ketergantungan distribusi dari luar daerah.


Wakil Bupati Kepulauan Meranti itu juga menyoroti tingginya harga kebutuhan pokok di daerahnya yang dinilai menjadi penyumbang inflasi di Provinsi Riau. Ia menilai kondisi geografis Meranti yang terpisah dari daratan utama membuat biaya logistik dan distribusi menjadi sangat tinggi.

Muzamil menegaskan bahwa meski Meranti merupakan daerah penghasil minyak dan gas bumi (Migas), masyarakatnya tetap menghadapi harga barang yang jauh lebih mahal dibandingkan wilayah lain di Riau.

“Kami juga penghasil minyak, Pak. Tapi seperti yang disampaikan Pak Wali Kota Dumai tadi, kami jauh lebih mahal dibandingkan Riau daratan karena transportasi ke Meranti itu tidak murah dan tidak mudah. Sudahlah tidak murah, tidak mudah pula, biaya bongkar muat di sana juga tinggi,” ucap Muzamil.

Ia menambahkan, kondisi tersebut harus mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat, terutama dalam hal perdagangan lintas batas dan penyediaan barang-barang kebutuhan pokok.

“Ini perlu perhatian khusus, Pak. Kalau tidak, kami pasti akan terus menjadi penyumbang inflasi terbesar di provinsi ini,” tambahnya.

Muzamil berharap, ke depan pemerintah dapat memberikan kebijakan afirmatif bagi daerah-daerah kepulauan yang menghadapi kendala logistik dan keterisolasian geografis, agar daya beli masyarakat tetap terjaga dan inflasi bisa ditekan.

Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin juga menyoroti pentingnya penguatan peran Satuan Tugas (Satgas) Migas yang dibentuk atas inisiatif Gubernur Riau, sebagai upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui optimalisasi sektor minyak dan gas bumi.

Dalam rapat koordinasi itu, Muzamil menjelaskan bahwa kehadiran Satgas Migas diharapkan mampu memastikan agar seluruh aktivitas ekonomi dari sektor tersebut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Riau, terutama dalam hal pajak dan belanja daerah.

“Terhadap pertumbuhan ekonomi, kami sudah membentuk Satgas Migas atas inisiasi Pak Gubernur. Kami berharap Kementerian Dalam Negeri juga bisa mendorong agar pihak penambang dan vendor migas membuat NPWP lokal Riau, menggunakan jasa perbankan Riau, serta melakukan belanja di wilayah Riau. Karena selama ini banyak belanja mesin, alat berat, hingga kendaraan dilakukan di luar daerah,” ujar Muzamil.

Selain itu, ia juga menyoroti rendahnya pemberdayaan tenaga kerja lokal oleh perusahaan migas yang beroperasi di Riau. Menurutnya, perusahaan semestinya memberikan ruang lebih besar bagi pekerja lokal, terutama untuk posisi non-skill.

“Tenaga kerja lokal seharusnya diberi kesempatan. Untuk posisi seperti tenaga kebersihan, keamanan, dan lainnya tak perlu dibawa dari Pulau Jawa. Kalau untuk tenaga ahli kami bisa terima, tapi jangan semua diambil dari luar. Eksploitasi migas di bumi Riau ini sudah lebih dari 100 tahun, masa kami dianggap tidak mengerti tentang perminyakan? Harus ada transformasi edukasi dan skill bagi masyarakat lokal,” tegasnya.

Muzamil menekankan bahwa keberadaan industri migas di Riau semestinya menjadi motor penggerak ekonomi daerah, bukan sekadar eksploitasi sumber daya alam tanpa transfer pengetahuan dan peningkatan kapasitas masyarakat setempat.

Sementara itu Wamendagri menyampaikan bahwa secara nasional, kondisi ekonomi Indonesia menunjukkan tren yang cukup baik. 

“Data nasional secara umum sangat baik dan pertumbuhan ekonomi kita tinggi. Namun, bila terlalu bersandar pada sektor migas, belum tentu berdampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat,” ujar Bima Arya.

Dari hasil evaluasi, pertumbuhan ekonomi Provinsi Riau tercatat sebesar 4,9%, masih di bawah rata-rata nasional. Sedangkan Kabupaten Kepulauan Meranti mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 2,95%.

Sementara Gubernur Riau Abdul Wahid dalam kesempatan tersebut melaporkan bahwa realisasi APBD Riau Tahun 2025 baru mencapai 64 persen. Ia menyebut, Pemerintah Provinsi Riau terus menggesa percepatan realisasi agar dapat meningkat signifikan menjelang akhir tahun.

“Kami berharap dukungan dan perhatian dari Kementerian Dalam Negeri, khususnya agar Pak Wamendagri dapat menyampaikan kepada para pejabat pemangku kepentingan, seluruh curahan dan masukan dari bupati serta wali kota se-Riau,” ujar Abdul Wahid. (R-01)

Editor: Raya Desmawanto
Tags :Kepulauan MerantiInflasiInfrastrukturSabangMeraukeNews

BERITA TERKAIT :

  • Versi Polisi Soal Kasus Salah Tangkap Ketua NasDem Sumut di Dalam Pesawat Garuda

    Versi Polisi Soal Kasus Salah Tangkap Ketua NasDem Sumut di Dalam Pesawat Garuda

    Daerah •
    16/10/2025 ❘ 21:03 WIB
  • Kasus Pemalsuan Data Perjanjian Jaminan Fidusia dan Penggelapan Mobil Kredit, PN Pekanbaru Jatuhkan Vonis Penjara 2 Orang Terdakwa

    Kasus Pemalsuan Data Perjanjian Jaminan Fidusia dan Penggelapan Mobil Kredit, PN Pekanbaru Jatuhkan Vonis Penjara 2 Orang Terdakwa

    Hukrim •
    16/10/2025 ❘ 18:32 WIB
  • Polisi Salah Tangkap Ketua Partai NasDem Sumut, Dikira Pelaku Kasus Judi Online

    Polisi Salah Tangkap Ketua Partai NasDem Sumut, Dikira Pelaku Kasus Judi Online

    Daerah •
    16/10/2025 ❘ 20:08 WIB
  • Bupati Rohil Hadiri Rakor Bahas Serapan APBD dan Inflasi Bersama Wamendagri

    Bupati Rohil Hadiri Rakor Bahas Serapan APBD dan Inflasi Bersama Wamendagri

    Riau •
    16/10/2025 ❘ 20:01 WIB
  • Lomba Masak Serba Ikan 2025 Dorong Kreativitas dan Konsumsi Ikan Lokal di Rokan Hilir

    Lomba Masak Serba Ikan 2025 Dorong Kreativitas dan Konsumsi Ikan Lokal di Rokan Hilir

    Riau •
    16/10/2025 ❘ 19:22 WIB
Idul adha lindawati HUT 60 tahun BRK syariah Lowongan kerja Novotel Terbaru

TERPOPULER

  • Hasil Audit Inspektorat Riau Terkait Bisnis Seragam Siswa SMA Negeri, 31 Sekolah Diperintahkan Kembalikan Rp 566 Juta ke Orangtua

    Hasil Audit Inspektorat Riau Terkait Bisnis Seragam Siswa SMA Negeri, 31 Sekolah Diperintahkan Kembalikan Rp 566 Juta ke Orangtua

    31/05/2026  ❘  15:10 WIB
  • Ini Daftar 22 PKS di Riau yang Dilaporkan Mentan ke Kapolri Diduga Mainkan Harga TBS Kelapa Sawit

    Ini Daftar 22 PKS di Riau yang Dilaporkan Mentan ke Kapolri Diduga Mainkan Harga TBS Kelapa Sawit

    10/06/2026  ❘  16:53 WIB
  • Pengadilan Dikepung Massa, SF Hariyanto Bersaksi di Sidang Panas Dugaan Korupsi Gubernur Abdul Wahid

    Pengadilan Dikepung Massa, SF Hariyanto Bersaksi di Sidang Panas Dugaan Korupsi Gubernur Abdul Wahid

    03/06/2026  ❘  10:05 WIB
  • Kejari Kepulauan Meranti Terus Dalami Kasus Dugaan Korupsi BUMD PT Bumi Meranti, Kerugian Negara Masih Dihitung 

    Kejari Kepulauan Meranti Terus Dalami Kasus Dugaan Korupsi BUMD PT Bumi Meranti, Kerugian Negara Masih Dihitung 

    29/05/2026  ❘  19:14 WIB
  • Kejagung Tahan Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana, Irjen Sony Sonjaya dan Mayjen Lodewyk Pusung! 

    Kejagung Tahan Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana, Irjen Sony Sonjaya dan Mayjen Lodewyk Pusung! 

    03/06/2026  ❘  17:47 WIB
Kempo Dojo AKRI cafe Idul adha dprd pekanbaru

    Follow Us

  • Copyright ©
    SabangMeraukeNEWS.com

    Berita

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum

    Berita

  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

    Halaman

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan