Pekanbaru Diselimuti Kabut Tebal, Penerbangan Batik Air Ditunda Pagi Tadi
Pesawat Super Air Jet terparkir di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru yang diselimuti kabut tebal, Senin (13/10/2025) pagi tadi. Foto: Istimewa
SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Kabut tebal menyelimuti wilayah Kota Pekanbaru, Senin (13/10/2025) pagi tadi. Akibatnya, penerbangan pesawat di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II terganggu.
Berdasarkan informasi yang diperoleh SabangMerauke News, penerbangan maskapai Batik Air tujuan Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta terpaksa ditunda karena faktor cuaca kabut tebal. Seharusnya, pesawat terbang pada pukul 06.05, namun terpaksa ditunda beberapa lama.
"Ya, penerbangan ditunda sekitar 30 menit. Kabut tebal sekali tadi pagi," kata seorang penumpang Batik Air.
Belum diketahui, apakah sejumlah maskapai lainnya juga mengalami penundaan. Belum ada penjelasan dari pihak Bandara Pekanbaru.
Sebelumnya, Kota Pekanbaru dilanda hujan lebat sejak Minggu (12/10/2025) sore kemarin. Sejumlah wilayah mengalami kebanjiran hebat. Bahkan, sampai saat ini beberapa ruas jalan masih terendam. Ironisnya, sejumlah wilayah yang selama ini tak pernah banjir, namun dilaporkan air telah memasuki bangunan rumah.
"Baru kali ini rumah kebanjiran. Gak pernah sebelumnya seperti ini," kata Apin, warga Jalan Tiung Ujung Pekanbaru.
Penjelasan BMKG
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru menjelaskan kabut tebal yang terjadi di Pekanbaru sebagai fenomena dan proses alami akibat pendinginan udara dan tingginya kelembapan.
Forecaster on Duty BMKG Pekanbaru, Mari Fristine, mengatakan kabut terbentuk karena adanya uap air di udara yang mendingin lalu berubah menjadi butiran air halus yang melayang di dekat permukaan tanah.
“Proses ini mirip seperti embun di kaca saat terkena udara dingin, hanya saja terjadi di udara terbuka,” kata Mari kepada media.
Ia menambahkan, kabut umumnya muncul pada dini hari ketika suhu udara turun drastis dan kelembapan udara tinggi. Saat suhu mendekati titik embun, yakni suhu di mana uap air mulai mengembun, kabut pun terbentuk.
“Biasanya kabut menebal menjelang fajar sebelum matahari terbit. Namun, ketika matahari mulai bersinar, uap air di permukaan akan menguap ke atas sehingga kabut perlahan menghilang,” terangnya. (R-03)

