Alamak! Biaya Kegiatan SMK Negeri 5 Pekanbaru Bersumber dari Dana BOS di Alam Mayang Diduga di Mark Up
Ilustrasi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Foto: Istimewa
SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Kegiatan latihan pembinaan kedisplinan siswa yang diselenggarakan oleh SMK Negeri 5 Pekanbaru di Taman Wisata Alam Mayang menjadi sorotan. Diduga, sejumlah elemen biaya bersumber dari dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di-mark up alias digelembungkan oleh penyelenggara kegiatan.
Temuan ini diperoleh dari hasil penelusuran SabangMerauke News berdasarkan laporan dokumen resmi Surat Pertanggungjawaban (SPJ) kegiatan dari anggaran Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) pada SMK Negeri 5 Pekanbaru tahun 2023. Kegiatan pembinaan kedisplinan siswa ini dilaksanakan pada tanggal 13 dan 14 September 2023 silam di Taman Wisata Alam Mayang, Pekanbaru.
Adapun elemen biaya yang diduga digelembungkan yakni harga tiket masuk (HTM) dan biaya penggunaan toilet. Dalam laporan SPJ kegiatan, kedua biaya dilaporkan jauh di atas tarif yang dikenakan oleh pihak Taman Wisata Alam Mayang.
Berdasarkan laporan SPJ kegiatan, penyelenggara mengklaim mengeluarkan biaya untuk sebanyak 648 peserta sebesar Rp 22.680.000. Rinciannya, tiap peserta dikenakan biaya tiket masuk sebesar Rp 30 ribu dan biaya toilet sebesar Rp 5.000 per orang.
Hasil penelusuran SabangMerauke News di Taman Wisata Alam Mayang, biaya tiket masuk untuk siswa SMK sederaja hanya sebesar Rp 20 ribu per orang. Pihak Taman Wisata Alam Mayang bahkan memberikan diskon sebesar 50 persen, sehingga tarif masuk bagi pelajar SMK hanya sebesar Rp 10 ribu. Sementara, biaya penggunaan toilet ditetapkan hanya sebesar Rp 2 ribu per orang.
Seorang petugas di Taman Wisata Alam Mayang membenarkan biaya tiket masuk pelajar SMK hanya sebesar Rp 10 ribu per orang, setelah mendapat diskon 50 persen.
"Untuk lembaga pendidikan diskonnya 50 persen. Sehingga pelajar SMK dan guru hanya membayar sebesar Rp 10 ribu," katanya saat ditemui beberapa waktu lalu.
Sementara itu, untuk penggunaan toilet, pihak Taman Wisata Alam Mayang menetapkan harga paket Rp 2 ribu per orang.
"Toilet boleh pakai boleh tidak, harga paketnya Rp 2 ribu dikalikan jumlah peserta. Toilet boleh dipakai beberapa kali," ujarnya.
Penjelasan Kepala Sekolah
Terkait temuan harga tiket tidak wajar tersebut, Kepala SMK 5 Negeri Pekanbaru, Dwi Bowo Sukmono, selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) menjelaskan, berdasarkan informasi yang ia peroleh dari panitia, kegiatan pembinaan kedisplinan siswa dilaksanakan full dari pagi hingga jam 6 sore. Ia mengklaim, pihak Taman Wisata Alam Mayang pada saat itu meminta harga paket "tongkong" yaitu, tiket masuk Rp 25.000 dan plus mandi Rp 5000 per orang.
"Informasi dari panitia, katanya kegiatan itu mulai pagi sampai jam 6 sore. Pihak Alam Mayang minta tongkong, plus mandi Rp5000 per orang dan Rp 25.000 untuk tiket masuk," ujar Dwi Bowo Sukmono.
Dalam kegiatan kedisiplinan siswa kelas X ini, pihak SMKN 5 menghabiskan anggaran sebesar Rp 50.213.760. Anggaran tersebut meliputi biaya 648 tiket masuk sebesar Rp 22.680.000. Kemudian biaya sewa 30 unit bus kota transportasi peserta Rp 25.499.760.
Ada lagi biaya snack dan konsumsi pemateri dan panitia masing-masing Rp 720.000 dan Rp 1.314.000.
Media ini masih menginvestigasi benar tidaknya ada penggunaan sebanyak 30 unit bus untuk mengangkut siswa ke Taman Wisata Alam Mayang. (KB-01/ Adri)

