SLBN Pembina Pekanbaru Belajar Perizinan Usaha, Izin Edar BPOM dan Sertifikasi Halal Dari Tim PKM FEB Universitas Riau
Dosen FEB Universitas Riau, Dr Yanti Mayasari Ginting, MSc saat menyampaikan materi dalam kegiatan PKM di SLBN Pembina Pekanbaru. Foto: Istimewa
SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Riau kembali melanjutkan rangkaian kegiatannya di SLBN Pekanbaru, Rabu (2/10/9/2025). Kali ini, Tim PKM hadir untuk memberikan pelatihan terkait pengurusan Perizinan Usaha, Izin Edar Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Sertifikasi Halal. Pendanaan kegiatan PKM ini berasal dari dana DIPA Universitas Riau tahun 2025.
Adapun tim PKM FEB Universitas Riau yang hadir yakni Dr Hj. Alvi Furwanti Alwie, SE, MM selaku ketua dan anggota terdiri dari Dr. Khusnul Fikri, SE, MM, Dr. Abd. Rasyid Syamsuri, SE, M.Si, Suci Nurulita, SE, M.Si serta mahasiswa FEB Unri Arif Fadhilah, Gempar Maulana Putra Zainal, Azhifa Sujudah.
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber yang juga pendamping UMKM tersertifikasi BNSP yakni, Dr. Yanti Mayasari Ginting, S.Sos, M.Sc., CMA, CCSME dan M. Hamid, SE, ME.
Dr Yanti Mayasari yang merupakan ahli Knowledge Management dan Pengembangan Small and Medium Enterprises menyampaikan materi tentang “Tata Cara Pengurusan Izin Usaha dan Sertifikasi Izin Edar BPOM.”
Dalam paparannya, Dr. Yanti menegaskan bahwa izin edar BPOM adalah standar yang menjamin keamanan produk pangan dan obat, sehingga konsumen merasa yakin terhadap kualitas produk.
“BPOM bukan sekadar stempel. Ia adalah bukti bahwa produk kita aman, bermutu, dan layak beredar. Dengan izin edar BPOM, produk produk makanan, obatan yang dikembangkan warga sekolah di SLBN Pembina bisa bersaing di pasar modern,” ungkapnya.
Sementara itu, M. Hamid, SE, ME dalam materinya tentang "Tata Cara Pengurusan Sertifikasi Halal" menyatakan, sertifikasi halal sangat penting dalam konteks Indonesia yang mayoritas penduduknya Muslim.

“Sertifikasi halal bukan hanya untuk memenuhi regulasi, tetapi juga sebagai strategi bisnis. Konsumen semakin sadar untuk mencari label halal. Dengan sertifikat ini, produk SLBN Pembina akan lebih mudah diterima, tidak hanya di Pekanbaru, tetapi juga di pasar nasional,” jelas M. Hamid.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program PKM yang dipimpin oleh Dr. Hj. Alvi Furwanti Alwie, S.E., M.M, Dekan FEB Unri.
“FEB Universitas Riau memiliki dosen dan mahasiswa yang berkompeten di bidangnya. Kami ingin memastikan bahwa ilmu dari kampus benar-benar hadir untuk memecahkan masalah nyata, termasuk mendampingi SLBN Pembina agar produk keterampilan vokasi siswa berdaya saing,” tutur Dr. Alvi.
Menurutnya, kolaborasi antara akademisi, mahasiswa, dan warga sekolah di SLBN Pembina Pekanbaru adalah bukti nyata bahwa FEB Unri hadir sebagai mitra pembangunan, mendorong lahirnya usaha yang inklusif, terpercaya, dan berdaya saing tinggi.
Kepala Sekolah SLBN Pembina Pekanbaru, Moelya Eko Suseno, S.Kom, M.TI, M.Pd menyampaikan apresiasi atas kegiatan PKM yang dilakukan para dosen FEB Universitas Riau. Apalagi, sejumlah materi yang disampaikan sangat kontekstual dan dibutuhkan oleh pihaknya.
“Informasi dan pengetahuan yang diberikan ini sangat bermanfaat bagi kami," kata Moelya Eko Suseno. (R-01)

