Tim PKM FEB Universitas Riau Selenggarakan Pelatihan Penjualan Berbasis Marketplace dan Sosmed Marketing di SLBN Pembina Pekanbaru
Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas menggelar Pelatihan Sistem Penjualan Online Berbasis Marketplace dan Sosial Media Marketing di SLBN Pembina Pekanbaru pada Sabtu (6/9/2023). Foto: Istimewa
SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Suasana di aula Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Pembina Pekanbaru pada Sabtu (6/9/2025) terasa berbeda. Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Riau datang ke sekolah tersebut mengadakan Pelatihan Sistem Penjualan Online Berbasis Marketplace dan Sosial Media Marketing. Pendanaan kegiatan PKM ini berasal dari dana DIPA Universitas Riau tahun 2025.
Kegiatan PKM ini diketuai oleh Dr. Hj. Alvi Furwanti Alwie, SE, MM yang juga menjabat sebagai Dekan FEB Unri. Serta anggota tim terdiri dari Dr. Abd. Rasyid, Dr. Khusnul Fikri, SE, MM, Dr. Yanti Mayasari Ginting, S.Sos, M.Sc, M. Hamid, SE, ME, Suci Nurulita, SE, M.Si. Turut hadir sejumlah mahasiswa FEB Universitas Riau yakni Arif Fadhilah, Gempar Maulana Putra Zainal, dan Azhifa Sujudah.
Dr. Hj. Alvi Furwanti Alwie, SE, MM menyatakan, kegiatan dilaksanakan sebagai bentuk nyata tridharma perguruan tinggi.
“FEB Universitas Riau tidak hanya melakukan tugas pendidikan dan pengajaran di ruang kuliah, tetapi hadir langsung memberi solusi di masyarakat. Kami ingin warga sekolah dari SLBN Pembina Pekanbaru mampu bersaing di era digital dengan keunikan produk dan keterampilan yang dimiliki,” tutur Dr. Alvi.
Menurutnya, kegiatan PKM tidak saja berkaitan dengan pelatihan marketplace dan sosial media. Tetapi juga pengelolaan keuangan usaha, sertifikasi, hingga branding produk.
"Dengan demikian, SLBN Pembina Pekanbaru akan benar-benar siap bersaing di era digital," harap Dr. Alvi.
Lewat kegiatan ini, kata Dr. Alvi, FEB Universitas Riau ingin menunjukkan komitmen konkret ikut dalam pengembangan masyarakat, dengan memobilisasi para dosen berpengalaman terjun langsung ke masyarakat.
Anggota Tim PKM, Dr. Abd. Rasyid Syamsuri dalam paparannya menyatakan, pengelolaan dan pengembangan usaha saat ini harus bisa memanfaatkan perkembangan teknologi informasi. Yakni dengan memanfaatkan beragam flatform digital sebagai sarana interaksi dengan pasar.

Dr. Abd. Rasyid Syamsuri yang memiliki kepakaran di bidang manajemen sumber daya manusia dan transformasi organisasi ini, mengingatkan pentingnya pengelolaan usaha digital dengan kedisiplinan, orientasi layanan, dan kinerja tim.
“Teknologi hanyalah alat. Keberhasilan pemasaran digital bergantung pada pola pikir dan kedisiplinan dalam mengelola akun, menanggapi pelanggan, dan menjaga reputasi toko online. Itulah yang membedakan usaha yang bertahan dan yang hanya sekadar mencoba,” ujarnya.
SLBN Pembina Pekanbaru dikenal sebagai sekolah inklusi dengan 14 program keterampilan vokasi—mulai dari membatik, tata boga, tata busana, pertanian, kriya kayu, otomotif, akupresur, hingga merangkai bunga. Bahkan, sekolah ini telah memiliki Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) khusus bidang pertanian, sehingga hasil karya warga sekolah di SLBN Pembina Pekanbaru tidak hanya sebatas praktik, tetapi bisa diakui secara kompetensi. Namun, ada satu tantangan besar: bagaimana produk kreatif warga sekolah dan siswa berkebutuhan khusus bisa menembus pasar lebih luas.
Kepala Sekolah SLBN Pembina Pekanbaru, Moelya Eko Suseno, S.Kom, M.TI, M.Pd menyampaikan apresiasi atas kegiatan yang diselenggarakan oleh Tim PKM FEB Universitaa Riau. Menurutnya, kegiatan ini merupakan teborosan positif dan sangat bermanfaat bagi sekolah yang dipimpinnya.
Menurutnya, selama ini produk hasil karya SLBN Pembina Pekanbaru hanya dipasarkan dalam pameran lokal di daerah. Itu sebabnya, dengan pelatihan yang dilakukan, maka pihaknya akan mencoba melakukan pengembangan dengan pemanfaatan flatform dan media sosial.
"Dengan marketplace dan sosial media, kami optimis produk kami bisa menjangkau masyarakat luas. Ini bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga tentang pengakuan atas karya mereka,” tuturnya. (R-03)

