Kata Eko Patrio soal Nonaktif Anggota DPR: Saya Sudah Nggak Ngurusin
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) sekaligus pelawak, Eko Patrio, menyerahkan sepenuhnya masa depan dirinya di dunia politik kepada Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan. Foto : Istimewa
SABANGMERAUKE NEWS, Jakarta - Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) sekaligus pelawak, Eko Patrio, menyerahkan sepenuhnya masa depan dirinya di dunia politik kepada Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan.
Hal tersebut disampaikan Eko saat ditanya mengenai penonaktifan dirinya sebagai Anggota DPR dari Fraksi PAN, di Polda Metro Jaya pada Sabtu (13/9/2025) dini hari.
“Urusan itu, udah saya serahkan ke partai politik saja, saya sudah nggak ngurusin yang lain,” kata Eko dikutip dari media.
Perbaiki psikologi usai penjarahan
Dia menuturkan, yang terpenting dan menjadi prioritas dirinya saat ini adalah bagaimana memperbaiki psikologi anak dan istrinya usai rumahnya dijarah massa.
“Yang penting sekarang adalah saya dekat dengan keluarga saya saja, saya lillahita'ala. Saya serahkan semuanya, saya baik sebagai anggota dewan ataupun apa, saya serahkan kepada Ketum saya, Pak Zulkifli Hasan,” kata Eko.
“Saya sekarang ingin lebih memperbaiki psikologi anak-anak saya, memperbaiki psikologi istri saya, itu lebih penting, ya lebih ke keluarga saja.”
Meskipun, Eko tidak memungkiri dirinya merasa kecewa saat PAN menonaktifkan dirinya sebagai Anggota DPR.
“Kalau bicara ikhlas ya tentunya awal-awal tentunya ada rasa kecewa. Tetapi sekarang saya ikhlaskan semua, saya ingin merefleksikan diri untuk lebih baik lagi,” ujar Eko.
Rumah Eko Patrio dijarah
Eko adalah satu dari sejumlah anggota DPR yang rumahnya dijarah massa pada akhir Agustus lalu.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PAN itu menuturkan, rumah yang dibangun dari hasil keringatnya sebagai pelawak selama puluhan tahun, luluh lantak akibat penjarahan.
“Semua habis, ludes, tidak ada yang tersisa baik dari masalah baju, celana, semua punya anak dan sebagainya tidak ada yang tertinggal, semuanya habis, habis dan luluh lantak,” ujar Eko.
“Jujur ini memang dari hasil kerja keras saya, dari puluhan tahun, saya kepala jadi kaki, kaki jadi kepala, untuk memberikan yang terbaik buat keluarga saya yaitu rumah. Saya bangun dari hasil jerih payah saya, karier yang saya capai selama ini hilang seketika pada malam itu. Sedih tapi saya ambil hikmahnya saja,” ucapnya.
Kini, Eko mengaku mengontrak rumah di pinggiran kota Jakarta sambil memperbaiki psikologi anak dan istrinya.
Ia juga mengevaluasi diri dan lebih banyak berdoa bersama keluarganya.(R-04)

