Kisah Selamatnya Koyan, Warga Kepulauan Meranti Setelah 47 Jam Hilang di Hutan Karet
Koyan yang ditemukan selamat dan kembali ke rumahnya setelah dua hari dinyatakan hilang. Foto : Istimewa
SABANGMERAUKE NEWS, Selatpanjang - Setelah 47 jam dinyatakan hilang di kebun karet, Darwis alias Koyan (72), warga Jalan Sentosa RT 03/RW 02 Desa Maini Darul Aman, Kecamatan Tebingtinggi Barat, akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat.
Kabar itu sontak melegakan keluarga dan warga yang sejak Sabtu (6/9/2025) pagi didera cemas. Koyan sempat hilang pada pukul 08.00 WIB ketika berangkat menoreh getah bersama istri dan anaknya. Pencarian dilakukan siang-malam oleh tim gabungan Basarnas, BPBD, Polsek Tebingtinggi Barat, dan masyarakat, namun hasilnya selalu nihil.
Hingga akhirnya, Senin (8/9/2025) pukul 07.00 WIB, seorang warga yang hendak menoreh karet mendapati Koyan duduk lemah di belakang Mushalla Al-Manar, Desa Tanjung. Tubuhnya tampak letih, pandangannya kosong, seolah masih bingung mencari arah pulang.
Lokasi ditemukannya berjarak sekitar 2,5 kilometer dari titik awal ia dinyatakan hilang (Last Known Position). Tak butuh waktu lama, warga segera mengevakuasi dan membawanya pulang ke rumah.
Kepulangan Koyan menjadi kabar bahagia yang menutup keresahan panjang keluarganya. Air mata haru bercampur syukur mengiringi langkah tuanya saat kembali ke rumah, setelah dua hari lebih bertahan seorang diri di belantara kebun karet.
Ia tampak lemah, langkahnya gontai seakan seluruh tenaga telah terkuras. Begitu tiba di rumah, tanpa banyak kata Koyan langsung menyambut makanan yang disodorkan kepadanya. Suapan demi suapan ia lahap dengan lahap, seakan menuntaskan pertempuran panjang melawan rasa lapar yang bukan kepalang. Setiap kunyahan menjadi saksi bahwa ia akhirnya pulang, kembali ke pangkuan keluarga yang cemas menantinya sejak dua hari lalu.
Kepala Unit Siaga SAR Kepulauan Meranti, Prima Herrie, tak bisa menyembunyikan rasa lega ketika mendengar kabar ditemukannya Darwis alias Koyan (72). Lelaki sepuh itu akhirnya kembali ke rumah setelah dua hari lebih dinyatakan hilang di kebun karet dan ditemukan warga di desa tetangga.
“Korban ditemukan pada pukul tujuh pagi oleh seorang warga yang hendak menoreh getah. Saat itu ia duduk lemah di belakang sebuah mushalla di Desa Tanjung, berjarak sekitar dua kilometer lebih dari lokasi awal ia dinyatakan hilang,” kata Prima, Senin (8/9/2025).
Pencarian Koyan sebelumnya dilakukan dengan intensitas penuh. Tim gabungan Basarnas, BPBD, Polsek Tebingtinggi Barat, dan masyarakat menyisir hutan dengan metode berbeda, dari grid search hingga linear search, menyusuri jalan tanah dan aliran drainase.
Meski begitu, hingga Minggu malam (7/9/2025) upaya pencarian belum juga membuahkan hasil. “Kami melakukan pencarian intensif hingga tengah malam, bahkan anggota mendirikan tenda di tengah hutan, namun belum ada tanda-tanda,” tutur Prima.
Kabar ditemukannya Koyan dalam kondisi selamat seakan menjadi jawaban dari doa keluarga dan masyarakat yang sejak awal penuh harap. Senin pagi itu, suasana haru sekaligus syukur menyelimuti Desa Maini Darul Aman ketika lelaki tua itu akhirnya bisa kembali ke rumahnya.
Sebelumnya diberitakan, Darwis alias Koyan (72) berangkat ke kebun karet bersama istrinya, Sutini (67), dan anaknya, Marsinah (34). Dengan sepeda motor tua yang sudah akrab menemaninya bertahun-tahun, ia berniat menjalani rutinitas menoreh getah seperti biasa. Tak ada tanda-tanda hari itu akan menjadi awal dari sebuah kabar yang mengguncang keluarga.
Dalam perjalanan menuju kebun, Koyan sempat meminta berhenti sejenak di pinggir jalan untuk buang air. Sutini dan Marsinah melanjutkan perjalanan, meninggalkan lelaki tua itu sebentar. Tak lama kemudian, Sutini mendengar deru sepeda motor milik suaminya. Ia mengira Koyan sedang menyusul menuju kebun yang berada di antara Sungai Kulu dan Sungai Tenan.
Namun waktu berlalu. Getah selesai ditoreh, tetapi sosok Koyan yang merupakan ipar Kepala Desa Maini ini tak juga muncul. Rasa cemas mulai merayap dalam dada Sutini. Mereka pun pulang, berharap lelaki yang juga ipar Kepala Desa Maini, Sapuan, itu sudah tiba lebih dulu di rumah.
Tapi rumah itu ternyata kosong. Sepi. Tanpa jejak kehadirannya. Panik pun berubah menjadi firasat buruk.
Sutini dan Marsinah segera kembali menyusuri jalan kebun. Di ujung Jalan Syafi’i, mereka menemukan motor tua Koyan. Posisi motor itu sedikit terdorong ke jalan tanah. Pakaian suaminya tergeletak di dekat sana, namun kunci kontak hilang entah ke mana. Seakan ada potongan teka-teki yang tak lengkap, meninggalkan tanda tanya besar bagi keluarga.
Waktu merambat ke siang, lalu menjelang sore. Pencarian dilakukan dengan penuh harap dan cemas. Hingga akhirnya, sekitar pukul 14.00 WIB, keluarga melaporkan kehilangan itu kepada Kepala Desa Maini, Safuan. Kabar segera diteruskan ke Polsek Tebingtinggi Barat. Tak menunggu lama, aparat kepolisian dipimpin Ps. Kanit Binmas Aiptu Suharyadi bersama warga berbondong-bondong menyusuri hutan karet, berharap menemukan secercah petunjuk ke mana Koyan pergi. (R-01)

