Mantap! Kepala Desa Bagan Melibur Kepulauan Meranti Isnadi Esman Masuk 130 Terbaik se-Indonesia, Target Top 3 PJA 2025
Isnadi Esman, Kepala Desa Bagan Melibur, Kecamatan Merbau. Foto: SM News
SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Prestasi membanggakan kembali lahir dari Kabupaten Kepulauan Meranti. Isnadi Esman, Kepala Desa Bagan Melibur, Kecamatan Merbau, berhasil menorehkan nama daerah di panggung nasional. Ia dinobatkan sebagai penerima Peacemaker Justice Award (PJA) Tahun 2025, sebuah penghargaan prestisius dari Kementerian Hukum dan HAM RI yang akan diserahkan pada Rabu, 3 September 2025 di Graha Pengayoman, Jakarta Selatan.
PJA bukanlah penghargaan sembarangan. Gelar ini diberikan hanya kepada kepala desa atau lurah yang terbukti menjadi non litigation peacemaker—pendamai yang mampu menyelesaikan persoalan hukum di desa secara damai, adil, dan mandiri. Isnadi, dengan caranya yang sederhana namun penuh ketegasan, telah berhasil mengedepankan musyawarah dibanding pertikaian, sehingga desanya terjaga dari potensi konflik berkepanjangan.
Penghargaan ini sendiri merupakan hasil seleksi ketat dari rangkaian Peacemaker Training yang digelar Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) Kemenkumham RI pada Juni 2025. Dari 1.380 lurah dan kepala desa yang mengikuti pelatihan se-Indonesia, hanya 130 yang terpilih meraih penghargaan. Isnadi termasuk salah satu di antaranya, menandakan kapasitasnya sebagai pemimpin desa yang visioner dan mengakar pada budaya damai.
Bagi masyarakat Bagan Melibur, capaian ini bukan hanya kebanggaan, tapi juga pengakuan bahwa pemimpinnya telah bekerja dengan hati. Isnadi membuktikan bahwa kepala desa bukan hanya mengurus administrasi, tetapi juga menjadi penjaga harmoni sosial di tengah masyarakat.
Jalan panjang menuju penghargaan nasional itu tidaklah mudah. Setiap peserta diwajibkan mengikuti Training Paralegal, kemudian melaksanakan aktualisasi melalui pembentukan serta laporan kegiatan Pos Bantuan Hukum (POSBANKUM) di desa atau kelurahan masing-masing. Dari proses itulah dilakukan penilaian ketat, hingga akhirnya hanya mereka yang benar-benar layak mendapatkan gelar non akademik Non Litigation Peacemaker (NL.P) dari Kementerian Hukum dan HAM RI.
Gelar ini bukan sekadar simbol. Ia menjadi pengakuan prestisius bagi para kepala desa dan lurah yang terbukti mampu menjadi penengah di tengah masyarakat, menyelesaikan konflik hukum secara damai tanpa harus menyeret persoalan ke meja pengadilan.
Dari ribuan peserta se-Indonesia, nama Isnadi Esman, Kepala Desa Bagan Melibur, Kecamatan Merbau, muncul sebagai salah satu penerima penghargaan bergengsi itu. Lebih membanggakan lagi, Isnadi menjadi satu dari hanya tiga perwakilan Provinsi Riau yang berhasil lolos ke tingkat nasional, bersama Kepala Desa Pulau Terap, Kabupaten Kampar, dan Lurah Kulim, Kota Pekanbaru.
Bagi masyarakat Bagan Melibur, capaian ini seolah menegaskan bahwa pemimpinnya bukan hanya seorang kepala desa, melainkan juga penjaga kedamaian yang bekerja untuk memastikan setiap masalah bisa selesai lewat musyawarah, bukan permusuhan.
Tak berhenti sampai di sini, langkah Isnadi Esman terus berlanjut. Kepala Desa Bagan Melibur itu menargetkan bisa masuk Top 10 dalam seleksi lanjutan Peacemaker Justice Award (PJA) pada 1 September 2025, bahkan berjuang menuju Top 3 nasional yang akan diumumkan sehari setelahnya.
Rangkaian kegiatan prestisius ini akan berlangsung mulai 1–2 September 2025 di BPSDM Hukum Kementerian Hukum, Jalan Raya Gandul, Cinere, Depok, Jawa Barat. Puncaknya, para finalis akan menerima anugerah PJA di Graha Pengayoman, Kementerian Hukum dan HAM RI, Jalan HR. Rasuna Said, Kuningan, Jakarta.
Tidak hanya seleksi, para peserta juga akan mendapat penguatan kapasitas sebagai lurah/kepala desa, khususnya dalam perlindungan perempuan dan anak, serta sosialisasi Asosiasi Nasional Lurah dan Kepala Desa Paralegal (NLP) pada 3 September 2025.
Di tengah kesibukan menjelang keberangkatan, Isnadi menyampaikan rasa syukurnya melalui sambungan seluler kepada media.
“Saya sangat bersyukur bisa mencapai tahap ini di tengah segala keterbatasan. Capaian ini saya dedikasikan untuk seluruh masyarakat, terutama warga Desa Bagan Melibur, juga untuk Kabupaten Kepulauan Meranti dan Provinsi Riau. Semoga ini menjadi motivasi agar kepala desa semakin giat mendedikasikan diri membangun desa dan mendorong kemandirian di berbagai bidang,” ujarnya.
Tak lupa, ia pun mengajak seluruh pihak memberikan dukungan moral.
“Mohon doa dan dukungan semua pihak. Apa yang saya lakukan adalah bukti nyata bahwa Posbakum dapat menjadi ujung tombak dalam menciptakan lingkungan yang adil, damai, dan inklusif bagi seluruh warga,” tutur Isnadi dengan penuh harap.
Cita-cita Isnadi sederhana yakni membawa nama baik desa kecil di Kepulauan Meranti itu, sembari menunjukkan bahwa dari kampung pun bisa lahir teladan perdamaian untuk Indonesia. (R-01)

