Pemkab Kepulauan Meranti Gerak Cepat Antisipasi Kelangkaan Beras, Gelar Operasi Pasar di Enam Titik
Pemkab Kepulauan Meranti melakukan Gerakan Pangan Murah yang digelar sejak Rabu (13/8/2025). Foto: SM News
SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) tak tinggal diam menghadapi kelangkaan beras yang mulai dirasakan masyarakat. Koordinasi dengan Bulog Cabang Bengkalis langsung dilakukan, menghasilkan langkah nyata lewat Gerakan Pangan Murah yang digelar sejak Rabu (13/8/2025).
Bantuan awal sebanyak 10 ton beras dari Bulog segera didistribusikan ke enam titik — Desa Banglas, Banglas Barat, Insit, Gogok, Maini, serta Kelurahan Selat Panjang Kota. Antusiasme warga terlihat jelas, banyak yang datang lebih awal demi mendapatkan beras dengan harga terjangkau.
“Kami ingin memastikan masyarakat bisa memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga mereka di tengah situasi harga yang belum stabil,” ujar Kepala DKPP Meranti, Ikhwandi, Kamis (14/8/2025).
Program ini tidak berhenti sampai di situ. Dalam waktu dekat, operasi pasar serupa akan dilaksanakan di Desa Mekong, Batang Malas, Kundur, Kampung Balak, dan Mengkikip. Pemkab juga menyiapkan langkah lanjutan agar Bulog tetap mengucurkan pasokan hingga harga kembali normal.
Selain operasi pasar, pemerintah daerah menyalurkan bantuan pangan gratis dari pemerintah pusat sebanyak 608 ton beras untuk 30.000 kepala keluarga. Setiap keluarga menerima 20 kilogram untuk periode Juni dan Juli, berdasarkan data penerima dari Dinas Sosial.
Ikhwandi menegaskan bahwa bantuan ini berbeda dengan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dijual Bulog seharga Rp13.000 per kilogram atau Rp65.000 per kemasan 5 kilogram.
“Beras SPHP untuk menstabilkan harga, sedangkan bantuan pangan gratis ini murni dibagikan tanpa biaya bagi warga yang sudah terdata,” jelasnya.
Menurutnya, langkah terpadu pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan Bulog ini adalah bentuk nyata kehadiran negara di tengah keresahan warga.
“Pasar murah akan terus kami gelar selama situasi pasokan beras belum stabil. Pemerintah hadir untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi,” tutupnya. (R-01)

