Perlindungan Sosial bagi 5.005 Pekerja Rentan, Komitmen Bupati Asmar untuk Kesejahteraan Masyarakat
AKBP (Purn) H. Asmar, menerima kunjungan koordinasi dari BPJS Ketenagakerjaan Cabang Dumai di Ruang Kerja Bupati. Foto: SM News
SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Sinar pagi itu belum terlalu terik, namun suasana hangat penuh semangat menyelimuti ruangan pertemuan ketika Bupati AKBP (Purn) H. Asmar menyambut langsung kunjungan koordinasi dari BPJS Ketenagakerjaan Cabang Dumai, Senin (4/8/2025).
Pertemuan itu menjadi titik awal sebuah langkah besar yakni Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menyiapkan perlindungan sosial bagi 5.005 pekerja rentan melalui APBD 2025.
Bupati Asmar tidak sekadar menyambut tamu. Ia membawa misi dan niat besar untuk mewujudkan kesejahteraan nyata bagi warganya yang bekerja di sektor informal dan berisiko tinggi.
"Perlindungan terhadap pekerja rentan menjadi prioritas kami sebagai bentuk dukungan terhadap program nasional serta upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat di daerah," ucapnya mantap.
Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam program strategis nasional, serta menjadi bagian dari visi besar Indonesia Emas 2045.
Pekerja rentan, yang selama ini luput dari jaring perlindungan formal, kini mendapatkan tempat di hati pemerintah daerah. Mereka yang bekerja sebagai buruh harian, petani kecil, nelayan, hingga tukang bangunan, akan didaftarkan dalam skema perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, yang mencakup Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Pensiun (JP), hingga Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP).
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Dumai, Dina Khairina, dalam laporannya mengungkapkan bahwa hingga 2025, pihaknya telah menyalurkan manfaat sebesar Rp1,466 miliar kepada pekerja dan ahli waris di Kepulauan Meranti.
"Kita berharap program perlindungan yang akan dijalankan oleh pemerintah daerah ini bisa berjalan lancar dan tepat sasaran pada tahun 2025, sehingga seluruh pekerja di Kepulauan Meranti bisa mendapatkan perlindungan yang memadai," harap Dina.
Langkah ini bukan hanya tentang angka, tapi tentang wajah-wajah manusia di balik pekerjaan yang keras—yang kini bisa bekerja lebih tenang, karena tahu ada jaminan di balik setiap risiko.
Bagi Bupati Asmar, ini bukan proyek semata. Ini tentang tanggung jawab dan keberpihakan.
"Mereka juga pejuang kehidupan. Sudah sepatutnya negara hadir untuk mereka, dan kami siap menjadi ujung tombaknya," tegasnya. (R-01)

