Berapa Kadar Gula yang Bisa Memicu Diabetes? Ini Kata Dokter
Ilustrasi tes kadar gula darah. Foto : Istimewa
SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Diabetes merupakan salah satu masalah kesehatan serius yang perlu diwaspadai.
Kondisi ini terjadi ketika kadar gula darah atau kandungan glukosa dalam darah terlalu tinggi melewati batas normal (hiperglikemia).
Hal ini bisa disebabkan oleh tubuh yang tidak memproduksi cukup insulin atau sel-sel tubuh tidak merespons insulin dengan baik.
Sementara, insulin adalah hormon yang membantu gula masuk ke dalam sel untuk digunakan sebagai energi.
Lantas, berapa kadar gula darah yang dikatakan diabetes?
Kadar gula darah yang dikatakan diabetes
Dokter spesialis penyakit dalam RS Hermina Banyumanik, dr. Ita Murbani Handajaningrum, Sp.PD, K-GH, FINASIM mengatakan, kadar gula darah bisa berbeda dalam waktu tertentu.
Kadar gula darah bisa diketahui melalui pengecekan di layanan atau fasilitas kesehatan setempat.
“(Ada) gula darah puasa (dan) gula darah dua jam setelah makan,” kata Ita kepada media, Kamis (3/7/2025).
Ketika pengukurannya dilakukan saat puasa, gula darah dikatakan tinggi apabila mencapai 126 mg/dL atau lebih. Jika pengukurannya dua jam setelah makan, kadar gula darah 200 mg/dL termasuk kategori tinggi.
Komplikasi akibat diabetes
Menurutnya, kadar gula darah yang tidak terkontrol dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah dan saraf.
Kondisi itu kemudian dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti kerusakan ginjal.
“Diabetes (dapat) menyebabkan kerusakan ginjal dan gagal ginjal,” ujarnya.
Dia mengungkapkan, diabetes juga dapat menyebabkan kerusakan saraf atau dikenal sebagai neuropati.
Akibat pembuluh darah yang rusak, mata pun ikut terdampak. Karena itu, diabetes bisa mengakibatkan seseorang mengalami kebutaan.
“Diabetes dapat juga meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke,” ucapnya.
Cara mengontrol gula darah dan cegah diabetes
Ita menerangkan, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengontrol gula darah dan mencegah diabetes, antara lain:
1. Mengatur pola makan
Mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan rendah gula dapat membantu mengontrol gula darah.
Asupan makanan yang tidak seimbang, terutama tinggi karbohidrat olahan dan gula, dapat menyebabkan lonjakan gula darah signifikan.
Pola makan yang buruk juga dapat menyebabkan resistensi insulin pada tubuh penderita.
2. Berolahraga teratur
Berolahraga atau beraktivitas fisik teratur dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan mengontrol gula darah.
Kurangnya aktivitas fisik atau olahraga dapat memicu peningkatan kadar gula darah karena otot tidak aktif dalam menyerap glukosa, sehingga kadar gula darah cenderung meningkat.
3. Mengelola stres
Mengelola atau mengendalikan tingkat stres dapat membantu mengontrol gula darah dan mencegah komplikasi.
Stres juga dapat memicu peningkatan kadar gula darah karena tubuh melepaskan hormon kortisol dan adrenalin.
Hormon-hormon ini memicu pelepasan glukosa dari hati dan otot yang meningkatkan ketersediaan energi untuk merespons situasi stres, serta menyebabkan peningkatan kadar gula darah sementara.
4. Pemeriksaan kesehatan rutin
Tidak rutin memeriksakan kesehatan, terutama bagi mereka yang berisiko, bisa menyebabkan kadar gula darah tidak terkontrol dan berpotensi memicu masalah kesehatan seperti diabetes.
Cek kesehatan secara rutin membantu mendeteksi dini perubahan kadar gula darah, memungkinkan intervensi, dan penanganan yang tepat sebelum masalah menjadi lebih serius.(R-03)

