SabangMeraukeNEWS.com

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum
  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan

    https://sabangmeraukenews.com

Copyright ©
sabangmeraukeNEWS.com
All rights reserved

https://sabangmeraukenews.com

  • Daerah
    • Anggota DPRD Pelalawan Sunardi Banding Usai Divonis 4 Tahun Penjara Kasus Ijazah Palsu

      Anggota DPRD Pelalawan Sunardi Banding Usai Divonis 4 Tahun Penjara Kasus Ijazah Palsu

      21/07/2026  ❘  20:29 WIB
    • Saksi Mata: Teriakan Wanita Hanya Sebentar, Bayi Berlumuran Darah di Atas Rumah

      Saksi Mata: Teriakan Wanita Hanya Sebentar, Bayi Berlumuran Darah di Atas Rumah

      21/07/2026  ❘  17:48 WIB
    • Petani Sawit di Riau Selamat Dari Terkaman Harimau Sumatera

      Petani Sawit di Riau Selamat Dari Terkaman Harimau Sumatera

      21/07/2026  ❘  14:28 WIB
    • Cincin Tersangkut di Alat Kelamin, Pria di Dumai Minta Bantuan Petugas Damkar

      Cincin Tersangkut di Alat Kelamin, Pria di Dumai Minta Bantuan Petugas Damkar

      21/07/2026  ❘  14:12 WIB
  • Nasional
    • Bahlil Pastikan Relaksasi RKAB Batu Bara Tak Ganggu Pasokan PLN, Kebutuhan Dalam Negeri Jadi Prioritas

      Bahlil Pastikan Relaksasi RKAB Batu Bara Tak Ganggu Pasokan PLN, Kebutuhan Dalam Negeri Jadi Prioritas

      21/07/2026  ❘  21:31 WIB
    • BRIN Bongkar Penyebab Menyusutnya Ketinggian Air Danau Toba

      BRIN Bongkar Penyebab Menyusutnya Ketinggian Air Danau Toba

      21/07/2026  ❘  20:31 WIB
    • Kembali Dilaporkan Wartawan, Polda Metrojaya Mulai Proses Kasus Hotman Paris

      Kembali Dilaporkan Wartawan, Polda Metrojaya Mulai Proses Kasus Hotman Paris

      21/07/2026  ❘  19:03 WIB
    • Di Balik Kipas Angin Rp1,8 Triliun, KPK Ungkap Modus Lama yang Terus Berulang

      Di Balik Kipas Angin Rp1,8 Triliun, KPK Ungkap Modus Lama yang Terus Berulang

      21/07/2026  ❘  18:11 WIB
  • Ekonomi
    • Resmi! Pemprov Riau Tetapkan Harga TBS Sawit Mitra Swadaya Rp3.846 per Kg, Ini Daftar Lengkapnya

      Resmi! Pemprov Riau Tetapkan Harga TBS Sawit Mitra Swadaya Rp3.846 per Kg, Ini Daftar Lengkapnya

      21/07/2026  ❘  21:21 WIB
    • Sembilan Hari Melesat Tanpa Henti, IHSG Kembali Tunjukkan Taringnya

      Sembilan Hari Melesat Tanpa Henti, IHSG Kembali Tunjukkan Taringnya

      21/07/2026  ❘  18:48 WIB
    • BI Rate Dikabarkan Naik Lagi, Rupiah Langsung Jadi Mata Uang Terkuat Asia

      BI Rate Dikabarkan Naik Lagi, Rupiah Langsung Jadi Mata Uang Terkuat Asia

      21/07/2026  ❘  18:28 WIB
    • Update Harga Emas Perhiasan Hari Ini 21 Juli 2026, Cek Semua Kadar dari 24K hingga 5K

      Update Harga Emas Perhiasan Hari Ini 21 Juli 2026, Cek Semua Kadar dari 24K hingga 5K

      21/07/2026  ❘  12:49 WIB
  • Politik
    • Bupati Siak Afni Curhat Soal Pemangkasan DBH, Wapres Gibran: Sayakan Mantan Wali Kota Juga!

      Bupati Siak Afni Curhat Soal Pemangkasan DBH, Wapres Gibran: Sayakan Mantan Wali Kota Juga!

      17/07/2026  ❘  20:17 WIB
    • Memalukan! Pimpinan Pusat Golkar Murka Lihat Kericuhan 2 Kadernya di DPRD Riau

      Memalukan! Pimpinan Pusat Golkar Murka Lihat Kericuhan 2 Kadernya di DPRD Riau

      17/07/2026  ❘  14:01 WIB
    • KPK Tetapkan Bupati Sukoharjo Tersangka, PDIP Tegaskan OTT Langsung Dipecat

      KPK Tetapkan Bupati Sukoharjo Tersangka, PDIP Tegaskan OTT Langsung Dipecat

      12/07/2026  ❘  13:39 WIB
    • PDIP Sebut Diri Partai Penyeimbang, PSI Minta Penjelasan Terbuka untuk Publik

      PDIP Sebut Diri Partai Penyeimbang, PSI Minta Penjelasan Terbuka untuk Publik

      10/07/2026  ❘  09:35 WIB
  • Hukrim
    • Polda Riau Bongkar Penyelewengan BBM Subsidi di Rohil, Amankan 3 Tersangka dan 2 Unit Truk Tangki

      Polda Riau Bongkar Penyelewengan BBM Subsidi di Rohil, Amankan 3 Tersangka dan 2 Unit Truk Tangki

      21/07/2026  ❘  20:50 WIB
    • Karyawan Pabrik Sawit PTPN IV di Rokan Hilir Tewas Kecelakaan Kerja, Manajemen Buka Suara

      Karyawan Pabrik Sawit PTPN IV di Rokan Hilir Tewas Kecelakaan Kerja, Manajemen Buka Suara

      21/07/2026  ❘  13:59 WIB
    • Kepala Karyawan Hancur Akibat Kecelakaan Kerja Kemarin, Pihak PTPN IV Regional 3 Riau Baru Melapor Lisan Pagi Tadi, Disnaker Turunkan Tim

      Kepala Karyawan Hancur Akibat Kecelakaan Kerja Kemarin, Pihak PTPN IV Regional 3 Riau Baru Melapor Lisan Pagi Tadi, Disnaker Turunkan Tim

      21/07/2026  ❘  10:02 WIB
    • Bupati Kena OTT KPK Lagi, Terkait Kasus Suap Proyek Pemkab

      Bupati Kena OTT KPK Lagi, Terkait Kasus Suap Proyek Pemkab

      21/07/2026  ❘  08:59 WIB
  • Umum
    • 2 Orang Tewas Dimangsa Harimau Sumatera, Hasil Audit Ini Ungkap Masalah di PT Madukoro Lestari

      2 Orang Tewas Dimangsa Harimau Sumatera, Hasil Audit Ini Ungkap Masalah di PT Madukoro Lestari

      21/07/2026  ❘  16:16 WIB
    • Mulut Terasa Pahit Saat Bangun Tidur? Bisa Jadi Tanda Asam Lambung hingga Kurang Minum

      Mulut Terasa Pahit Saat Bangun Tidur? Bisa Jadi Tanda Asam Lambung hingga Kurang Minum

      19/07/2026  ❘  12:29 WIB
    • Jangan Buang Sisa Nasi! Begini Cara Mengubahnya Jadi Kompos yang Bikin Tanaman Subur

      Jangan Buang Sisa Nasi! Begini Cara Mengubahnya Jadi Kompos yang Bikin Tanaman Subur

      19/07/2026  ❘  08:22 WIB
    • AI Mengubah Dunia Kerja, Anak Muda Wajib Kuasai Keterampilan Ini Sebelum Terlambat

      AI Mengubah Dunia Kerja, Anak Muda Wajib Kuasai Keterampilan Ini Sebelum Terlambat

      18/07/2026  ❘  13:30 WIB
  • Riau
    • Catat! Mobil Pak Aman Keliling Pekanbaru Hingga 30 Juli, Sembako Murah Dijual di 6 Kelurahan

      Catat! Mobil Pak Aman Keliling Pekanbaru Hingga 30 Juli, Sembako Murah Dijual di 6 Kelurahan

      21/07/2026  ❘  21:39 WIB
    • Di Balik Ringgit Malaysia, Ada Air Mata Keluarga: Dua Warga Kepulauan Meranti Ditangkap Imigresen, Keberadaannya Masih Misterius

      Di Balik Ringgit Malaysia, Ada Air Mata Keluarga: Dua Warga Kepulauan Meranti Ditangkap Imigresen, Keberadaannya Masih Misterius

      21/07/2026  ❘  20:57 WIB
    • Densus 88 Turun Tangan! Pemprov Riau Siapkan Langkah Besar Cegah Terorisme 2026–2029

      Densus 88 Turun Tangan! Pemprov Riau Siapkan Langkah Besar Cegah Terorisme 2026–2029

      21/07/2026  ❘  20:54 WIB
    • SF Hariyanto Gerak Cepat Bantu Pemko Pekanbaru Atasi Banjir di Jalan Sudirman

      SF Hariyanto Gerak Cepat Bantu Pemko Pekanbaru Atasi Banjir di Jalan Sudirman

      21/07/2026  ❘  19:02 WIB
  • Sport
    • 4 Atlet NPCI Riau Siap Guncang Kapolri Cup 2026, Targetkan Hujan Medali Nasional!

      4 Atlet NPCI Riau Siap Guncang Kapolri Cup 2026, Targetkan Hujan Medali Nasional!

      21/07/2026  ❘  19:22 WIB
    • Spanyol Geser Posisi Argentina, Ini Daftar 25 Besar Ranking FIFA Usai Piala Dunia 2026

      Spanyol Geser Posisi Argentina, Ini Daftar 25 Besar Ranking FIFA Usai Piala Dunia 2026

      21/07/2026  ❘  10:19 WIB
    • 6 Negara Jadi Tuan Rumah FIFA World Cup 2030, Ini Alasannya

      6 Negara Jadi Tuan Rumah FIFA World Cup 2030, Ini Alasannya

      21/07/2026  ❘  09:12 WIB
    • Spanyol Lengkapi Gelar Piala Dunia 2026 Setelah Menjuarai Piala Eropa 2024

      Spanyol Lengkapi Gelar Piala Dunia 2026 Setelah Menjuarai Piala Eropa 2024

      20/07/2026  ❘  09:19 WIB
  • Opini
    • 2 Orang Tewas Dimangsa di Konsesi PT Madukoro Lestari, Mengapa Kementerian Kehutanan Gegabah Terbitkan Izin HTI di Sarang Harimau? 

      2 Orang Tewas Dimangsa di Konsesi PT Madukoro Lestari, Mengapa Kementerian Kehutanan Gegabah Terbitkan Izin HTI di Sarang Harimau? 

      17/07/2026  ❘  10:49 WIB
    • Catatan Kritis tentang Masa Depan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Bukit Batu

      Catatan Kritis tentang Masa Depan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Bukit Batu

      14/07/2026  ❘  13:51 WIB
    • Republik Amplop

      Republik Amplop

      13/07/2026  ❘  13:17 WIB
    • Terjebak Paradigma Daratan: Anggota DPR-DPD Dapil Riau Harus Kepung Pansus Demi Kepulauan Meranti

      Terjebak Paradigma Daratan: Anggota DPR-DPD Dapil Riau Harus Kepung Pansus Demi Kepulauan Meranti

      13/07/2026  ❘  12:14 WIB
  • Internasional
    • Bukan Pelit! Crazy Rich Dunia Warren Buffett Punya Alasan Mengejutkan Tak Wariskan Kekayaan

      Bukan Pelit! Crazy Rich Dunia Warren Buffett Punya Alasan Mengejutkan Tak Wariskan Kekayaan

      21/07/2026  ❘  08:33 WIB
    • Heboh! Walkot New York Tantang Kebijakan Trump, Netanyahu Bisa Ditahan Saat Sidang PBB

      Heboh! Walkot New York Tantang Kebijakan Trump, Netanyahu Bisa Ditahan Saat Sidang PBB

      21/07/2026  ❘  08:14 WIB
    • Tangis Berubah Amarah, Kekalahan Argentina Picu Kerusuhan Besar di Buenos Aires

      Tangis Berubah Amarah, Kekalahan Argentina Picu Kerusuhan Besar di Buenos Aires

      21/07/2026  ❘  07:10 WIB
    • PBB Selidiki Serangan AS ke Proyek Nuklir Iran di Khuzestan

      PBB Selidiki Serangan AS ke Proyek Nuklir Iran di Khuzestan

      20/07/2026  ❘  11:56 WIB
  • lain
      -->
    • Advertorial
    • -->
    • Foto
    • Indeks
Bukan omon omon

Tom Lembong Blak-blakan Jadi Target Usai Pilpres 2024: Saya Siap Dipenjara, Bahkan Dibunuh!

02/07/2025  ❘  12:39 WIB • Nasional
Bagikan :
Tom Lembong Blak-blakan Jadi Target Usai Pilpres 2024: Saya Siap Dipenjara, Bahkan Dibunuh!

Mantan Menteri Perdagangan, Thomas Trikasih Lembong alias Tom Lembong melontarkan sejumlah pernyataan dalam sidang kasus dugaan korupsi impor gula yang menjeratnya. Foto : Istimewa

SABANGMERAUKE NEWS, Jakarta - Mantan Menteri Perdagangan, Thomas Trikasih Lembong alias Tom Lembong melontarkan sejumlah pernyataan dalam sidang kasus dugaan korupsi impor gula yang menjeratnya. Sidang tersebut digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta pada Senin-Selasa, 30 Juni dan 1 Juli 2025.

Dalam keterangannya, Tom menyoroti adanya ketimpangan dan kejanggalan dalam proses hukum kasus korupsi impor gula. Ia menyatakan bahwa terdapat perlakuan yang tidak konsisten terhadap pelaku impor yang menggunakan skema kerja sama serupa.

"Izinkan saya juga memanfaatkan kesempatan ini untuk menyorot beberapa kejanggalan yang saya amati dalam proses hukum yang sudah saya jalankan," kata Tom, Selasa, 1 Juli 2025.

Ia mencontohkan kasus importasi gula yang dilakukan PT Adi Karya Gemilang. Perusahaan tersebut diketahui bekerja sama dengan Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (Aptri) cabang Jawa Tengah dan Lampung. Menurutnya, skema kerja sama itu tidak berbeda dengan yang dilakukan oleh PT PPI serta koperasi seperti Inkopkar dan Inkopol, yang justru diproses secara hukum.

Ia pun mempertanyakan mengapa hanya pihak tertentu yang dijadikan tersangka. "Kenapa tidak ada tersangka dari Aptri Jawa Tengah atau Lampung ataupun PT Adi Karya Gemilang? Kemudian kenapa tidak ada tersangka dari Inkopkar? Kenapa tidak ada tersangka dari Inkopol?" tanya dia. Lebih lanjut, berikut beberapa pernyataan Tom Lembong dalam persidangannya.

Ungkap Impor Gula Perintah Jokowi

Tom Lembong juga mengungkapkan bahwa kebijakan impor gula dilakukan atas perintah langsung dari presiden saat itu, yakni Joko Widodo. Hal ini ia sampaikan saat bersaksi dalam sidang kasus dugaan korupsi impor gula dengan terdakwa Charles Sitorus, mantan Direktur Pengembangan Bisnis PT PPI, pada Senin, 30 Juni 2025.

Tom menjelaskan bahwa saat dirinya baru dilantik sebagai Menteri Perdagangan, harga berbagai komoditas pangan seperti beras, gula, daging sapi, ayam, jagung, dan telur mengalami lonjakan. Presiden Jokowi kemudian menginstruksikan para menteri bidang perekonomian untuk segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna menekan gejolak harga tersebut.

"Sebagai menteri-menteri bidang perekonomian yang bertanggungjawab, kami kemudian menindaklanjuti perintah presiden agar pemerintah segera mengambil tindakan yang diperlukan untuk meredam gejolak harga-harga tersebut," ujar Tom Lembong, Senin, 30 Juni 2025.

Ketua Majelis Hakim Dennie Arsan Fatrika lalu menanyakan kepada Tom, apakah ia mendapatkan perintah langsung dari presiden. Tom pun membenarkan. Dennie mencecar, "dalam bentuk apa, lisan atau tertulis?"

"Sidang kabinet maupun langsung dalam pertemuan saya dengan Bapak Presiden secara bilateral di Istana biasanya, kadang-kadang juga di Istana Bogor," kata Tom. Selain itu, dia mengaku mendapatkan perintah dari atasannya Menteri Koordinator atau Menko Perekonomian.

 

Tom menjelaskan, inti perintah dari Menko Perekonomian itu adalah untuk meredam gejolak harga pangan. "Karena dalam kata-kata Bapak Presiden, gejolak harga pangan ini meresahkan masyarakat."

Tom menceritakan, suatu kali Jokowi bercerita kepadanya kenapa suka blusukan, seperti ke pasar. Sebab, dia bisa mendengar langsung suara rakyat. Bahkan, pernah Jokowi mendengar teriakan 'Bapak beras mahal, Bapak' dari perempuan-perempuan di pasar.

Tom menjelaskan bahwa saat dirinya baru dilantik sebagai Menteri Perdagangan, harga berbagai komoditas pangan seperti beras, gula, daging sapi, ayam, jagung, dan telur mengalami lonjakan. Presiden Jokowi kemudian menginstruksikan para menteri bidang perekonomian untuk segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna menekan gejolak harga tersebut.

"Sebagai menteri-menteri bidang perekonomian yang bertanggungjawab, kami kemudian menindaklanjuti perintah presiden agar pemerintah segera mengambil tindakan yang diperlukan untuk meredam gejolak harga-harga tersebut," ujar Tom Lembong, Senin, 30 Juni 2025.

Ketua Majelis Hakim Dennie Arsan Fatrika lalu menanyakan kepada Tom, apakah ia mendapatkan perintah langsung dari presiden. Tom pun membenarkan. Dennie mencecar, "dalam bentuk apa, lisan atau tertulis?"

"Sidang kabinet maupun langsung dalam pertemuan saya dengan Bapak Presiden secara bilateral di Istana biasanya, kadang-kadang juga di Istana Bogor," kata Tom. Selain itu, dia mengaku mendapatkan perintah dari atasannya Menteri Koordinator atau Menko Perekonomian.

Tom menjelaskan, inti perintah dari Menko Perekonomian itu adalah untuk meredam gejolak harga pangan. "Karena dalam kata-kata Bapak Presiden, gejolak harga pangan ini meresahkan masyarakat."

Tom menceritakan, suatu kali Jokowi bercerita kepadanya kenapa suka blusukan, seperti ke pasar. Sebab, dia bisa mendengar langsung suara rakyat. Bahkan, pernah Jokowi mendengar teriakan 'Bapak beras mahal, Bapak' dari perempuan-perempuan di pasar.

"Beliau (Jokowi) juga lazimnya suka menelepon langsung para menteri melalui WA (WhatsApp) ajudan beliau," ujar Tom. "Dalam beberapa kali beliau menelepon saya, beliau juga mengecek status upaya-upaya kami dalam meredam gejolak harga pangan, apakah itu melalui importasi atau melalui kebijakan-kebijakan lainnya."

 

Beberkan Pembicaraan Empat Mata dengan Jokowi

Tom turut mengungkap pernah berbicara empat mata dengan Presiden Joko Widodo soal gejolak harga pangan. Mulanya, anggota majelis hakim Alfis Setyawan bertanya ihwal penugasan impor gula PT PPI.

Menurut Tom, penugasan itu disampaikan Jokowi dalam sidang kabinet serta saat bertemu di Istana. Menteri Koordinator Perekonomian saat itu, kata dia, juga mengungkapkan hal senada.

Tom memperkirakan, sidang kabinet itu terjadi dalam kurun waktu Agustus hingga September 2015. Begitu dirinya mulai menjabat, gejolak harga pangan menjadi prioritas nomor satu bagi Jokowi.

"Bahkan seingat saya, urusan perdagangan pernah menjadi topik diskusi antara saya dan Bapak Presiden sebelum beliau tunjuk saya menjadi menteri."

"Ini kan spesifik bicara gejolak harga, kemudian presiden meminta kementerian terkait mencarikan solusi, jalan keluar terhadap gejolak harga tersebut," tutur Alfis.

Dia pun menyinggung pernyataan Tom sebelumnya ihwal perintah Jokowi dalam sidang kabinet, serta saat bertemu berdua. "Kira-kira kapan itu penyampaian secara langsung di Istana Bogor seingat saksi, kapan itu?" 

Tom mengatakan, "saya biasanya berbincang langsung, termasuk empat mata atau hanya bertiga, berempat dengan Bapak Presiden saat itu, sekali setiap bulan atau sekali setiap dua bulan."

"Ya tadi kan Agustus September, masih di bulan yang sama atau di bulan yang berbeda?" cecar Alfis. Tom berujar, "rasanya masih di bulan yang sama."

"Kemudian kalau Menko Perekonomian masih ingat menyampaikan hal yang tentu, diskusinya terhadap hal yang sama ya?" tanya Alfis. Tom pun membenarkan. Dia menyebut, Menteri Koordinator Perekonomian menyampaikan perintah juga pada periode Agustus hingga September 2015.

"Kalau yang Menko Perekonomian waktu itu, apa yang beliau sampaikan?" tanya hakim lagi. Tom menjawab, "saya hanya ingat diskusi saya dengan Pak Menko itu dan juga dengan Bapak Presiden mengenai pangan secara keseluruhan, tidak spesifik gula."

 

Kendati demikian, dia menjelaskan, gula menjadi bahan pangan yang penting. Komoditas tersebut juga mengalami gejolak harga pada periode 2015 lalu.

"Sebagaimana disampaikan oleh saksi di persidangan saya yang mulia, harga gula saat itu sedang naik dengan laju kenaikan kira-kira antara 10 sampai 15 persen per tahun, di saat target inflasi pemerintah adalah 3,5 persen per tahun," jawab Tom. Artinya, laju kenaikan harga gula saat itu kira-kira 3 kali sampai 5 kali.

Mengaku Sudah Tahu Dibidik Kejaksaan Sejak Pilpres 2024

Tom Lembong mengklaim sudah dibidik kejaksaan dengan kasus impor gula pada akhir 2024. Saat itu, ia sudah bergabung dalam tim sukses Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, pasangan capres-cawapres nomor urut satu dalam Pemilihan Presiden atau Pilpres 2024.

"Terdakwa tahu enggak, perbuatan yang ditanya-tanya penyidik, terkait perbuatan sebagai Mendag atau pribadi?" tanya penasihat hukum Tom, Zaid Mushafi, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Selasa, 1 Juli 2025.

Tom Lembong menjawab, "saya sudah diberitahu dari akhir 2024, setelah saya resmi bergabung sebagai salah satu tim kampanye nasional sebuah pasangan capres-cawapres yang berseberangan dengan penguasa, bahwa kejaksaan sedang membidik sebuah kasus terhadap saya terkait importasi gula."

Dia juga diberitahu bahwa surat perintah penyidikan atau sprindik kasus tersebut sudah terbit. Ini menandakan kasus korupsi impor gula sudah dalam tahap penyidikan.

"Baik selama masa kampanye Pilpres 2024 maupun setelahnya, saya mendapat kabar secara berkala bahwa kejaksaan terus membidik kasus terhadap saya, terkait importasi gula," tutur Tom Lembong.

Tom melanjutkan, dia diperiksa Kejaksaan Agung untuk pertama kalinya sebagai saksi pada Oktober 2024.  Pertanyaan yang ditanyakan penyidik adalah mengenai kebijakan impor gula saat ia menjadi Menteri Perdagangan pada 2015-2016. Karena kejadian tersebut sudah hampir 10 tahun yang lalu, dia pun menjawab pertanyaan secara normatif.

Proses pemeriksaan kasus ini, menurut Tom, berjalan kira-kira selama empat pekan. Pada saat itu merupakan periode transisi presiden dan wakil presiden. "Tidak sampai dua minggu setelah presiden dilantik, saya diberitahu saya dinyatakan sebagai tersangka dan pada saat itu juga langsung ditahan," tutur Tom Lembong.

Siap Dipenjara Karena Beda Pilihan Politik

Dalam persidangan itu, Tom Lembong pun mengaku siap dipenjara, bahkan dibunuh karena pilihan politik. Dia merupakan tim sukses capres-cawapres Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dalam Pemilihan Presiden 2024.

 

Penasihat hukum Tom, Zaid Mushafi, mulanya menyoroti pernyataan kliennya sebelumnya ihwa penetapan sebagai tersangka kasus korupsi impor gula berhubungan dengan pilihan politik. "Pertanyaan saya kepada terdakwa, apakah pada saat memilih pilihan politik tersebut, ada ancaman terhadap saudara?" tanyanya di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

"Saya akan mengatakan tidak ada ancaman langsung," jawab Tom Lembong. "Tapi sudah banyak ancaman tidak langsung oleh orang-orang yang berada dalam pemerintahan maupun yang dekat pemerintahan, bahwa akan membawa konsekuensi, termasuk konsekuensi-konsekuensi hukum apabila saya memilih posisi yang berseberangan dengan penguasa."

Oleh sebab itu, saat awal kampanye pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar pada suatu acara Muhammadiyah, Tom Lembong mendapat pertanyaan apakah ia berani berseberangan dengan penguasa.

"Saya merasa dalam hidup saya, sudah diberikan terlalu banyak rezeki, sehingga untuk perjuangan ini, saya siap untuk dipenjara, siap untuk disiksa, dan bahkan siap untuk dibunuh," lanjutnya.

Sehingga, ia sudah menyesuaikan ekpektasinya setelah bergabung dalam tim salam satu calon presiden dan calon wakil presiden. Kendati demikian, dia mengaku tetap shock dan kecewa karena dijerat dengan kasus dugaan korupsi impor gula.(R-04) 

Editor: Ali Imran
Tags :Thomas Trikasih LembongKorupsi impor gulaTipikorSabangmerauke news

BERITA TERKAIT :

  • Direktur Bisnis PT Agrinas Palma Nusantara Dicopot

    Direktur Bisnis PT Agrinas Palma Nusantara Dicopot

    Nasional •
    02/07/2025 ❘ 11:59 WIB
  • Ketua Bawaslu Kuansing Dicopot, DKPP Nyatakan Terbukti Langgar Kode Etik

    Ketua Bawaslu Kuansing Dicopot, DKPP Nyatakan Terbukti Langgar Kode Etik

    Daerah •
    02/07/2025 ❘ 11:16 WIB
  • Apakah AI Akan Menggantikan Guru dan Dosen?

    Apakah AI Akan Menggantikan Guru dan Dosen?

    Umum •
    02/07/2025 ❘ 10:16 WIB
  • Kemenhub Belum Ketuk Palu Soal Kenaikan Tarif Ojek Online

    Kemenhub Belum Ketuk Palu Soal Kenaikan Tarif Ojek Online

    Nasional •
    02/07/2025 ❘ 10:06 WIB
  • Jangan Kaget! Biaya Tes Psikologi SIM Naik, Sekarang Jadi Segini

    Jangan Kaget! Biaya Tes Psikologi SIM Naik, Sekarang Jadi Segini

    Nasional •
    02/07/2025 ❘ 09:22 WIB
Lindawati Tahun Baru Islam HUT 60 tahun BRK syariah Lowongan kerja Novotel Terbaru

TERPOPULER

  • 35 Kolonel TNI AD Pecah Bintang Jadi Jenderal, Ini Daftar Lengkapnya

    35 Kolonel TNI AD Pecah Bintang Jadi Jenderal, Ini Daftar Lengkapnya

    10/07/2026  ❘  21:35 WIB
  • KPK Tuntut Gubernur Riau Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara, Denda Rp 500 Juta dan Bayar Uang Pengganti Rp 1,45 Miliar 

    KPK Tuntut Gubernur Riau Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara, Denda Rp 500 Juta dan Bayar Uang Pengganti Rp 1,45 Miliar 

    09/07/2026  ❘  12:45 WIB
  • Laba Agrinas Palma Nusantara Cuma Rp 2,7 Miliar Padahal Kelola 4 Juta   Hektare Kebun Sawit, Ada Apa?

    Laba Agrinas Palma Nusantara Cuma Rp 2,7 Miliar Padahal Kelola 4 Juta   Hektare Kebun Sawit, Ada Apa?

    06/07/2026  ❘  23:23 WIB
  • Kuasa Hukum Don Ritto Klaim Uang Sitaan Berasal dari Proyek Pelabuhan Kalimantan Timur

    Kuasa Hukum Don Ritto Klaim Uang Sitaan Berasal dari Proyek Pelabuhan Kalimantan Timur

    14/07/2026  ❘  17:07 WIB
  • Sopir Truk Tangki Dipecat Massal, TNI Polri Diterjunkan Pasok BBM di SPBU Medan

    Sopir Truk Tangki Dipecat Massal, TNI Polri Diterjunkan Pasok BBM di SPBU Medan

    14/07/2026  ❘  21:00 WIB
Kempo Dojo AKRI cafe Idul adha dprd pekanbaru

    Follow Us

  • Copyright ©
    SabangMeraukeNEWS.com

    Berita

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum

    Berita

  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

    Halaman

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan