Kepulauan Meranti Incar Juara Umum II MTQ Riau ke-43, dan Siap Jadi Tuan Rumah MTQ Provinsi Masa Depan
Kabupaten Kepulauan Meranti tampil dengan wajah penuh semangat, harapan, dan target yang terukur: mempertahankan juara umum II untuk keempat kalinya secara berturut-turut. Foto : SM News
SABANGMERAUKE NEWS, Bengkalis – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-43 Tingkat Provinsi Riau bukan sekadar ajang kompetisi membaca Al-Qur’an. Ia adalah panggung spiritual, panggung kebanggaan, dan panggung pengakuan identitas. Dan dalam panggung itulah, Kabupaten Kepulauan Meranti tampil dengan wajah penuh semangat, harapan, dan target yang terukur: mempertahankan juara umum II untuk keempat kalinya secara berturut-turut.
Bukan target yang muluk. Bukan pula sekadar ambisi. Kepulauan Meranti telah membuktikannya tiga tahun berturut-turut. Kini, dalam MTQ yang berlangsung di Kabupaten Bengkalis, 71 peserta terbaik dari Meranti diberangkatkan dengan misi yang sama yakni mengukuhkan eksistensi Meranti sebagai daerah penghasil qari dan qariah berkualitas, serta penjaga marwah Qur’an di bumi Riau.
“Setelah dilepas dalam pawai tadi, saya berharap kafilah Meranti bisa meraih Juara II, bahkan kalau bisa Juara I. Kalau ke depan Meranti dipercaya menjadi tuan rumah MTQ tingkat Provinsi Riau, kami juga siap melaksanakannya,” ungkap Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, dengan nada penuh keyakinan.
Tapi bukan hanya kata-kata yang ia bawa. Bupati Asmar mengiringi langsung keberangkatan kafilah—mengantar, menyapa, menepuk bahu para peserta yang akan berlaga dalam berbagai cabang. Langkahnya adalah simbol, bahwa Pemkab Kepulauan Meranti tidak sekadar menjadi pengirim, tapi juga pendamping perjuangan.
“Saya sengaja ikut mengantar. Saya ingin anak-anak Meranti tahu bahwa pemerintah ada bersama mereka, mendukung setiap langkah dan doa mereka,” ujar Asmar saat rombongan tiba di Bengkalis.
Dalam suasana yang khidmat dan meriah, Kabupaten Kepulauan Meranti mengirimkan 71 peserta yang akan bertanding pada 12 cabang perlombaan, didukung oleh pelatih dan 30 official.
Cabang yang diikuti mencerminkan keseriusan dan keberagaman kemampuan peserta, diantaranya Tilawah Al-Qur’an: anak-anak, remaja, dewasa, hingga tuna netra, Qira’at: mujawwad dewasa, murottal dewasa, Hifzhil Qur’an: 1, 5, 10, 20, dan 30 Juz Tafsir Al-Qur’an, Syarhil Qur’an, dan Fahmil Qur’an,
KTIQ/KTIH, Barzanji, 100 Hadits dengan Sanad & 500 Hadits tanpa Sanad, Khat Al-Qur’an: Naskah, Hiasan Mushaf, Dekorasi, Kontemporer, hingga Digital.
Setiap cabang adalah medan juang yang telah dilalui dengan pembinaan panjang. Para peserta dibekali bukan hanya kemampuan teknis, tapi juga karakter, etika, dan semangat kebersamaan.
MTQ bukan sekadar arena persaingan. Di mata Bupati Asmar, MTQ adalah cermin diri. Bagaimana suatu daerah mempersiapkan generasi mudanya dalam memahami, mencintai, dan menghidupkan nilai-nilai Al-Qur’an.
“Kami ingin anak-anak kami tidak hanya berlomba, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi Qur’ani yang mampu menjadi panutan di tengah masyarakat,” ucapnya.
Dan karena itu pula, Bupati menegaskan bahwa Kepulauan Meranti siap menjadi tuan rumah MTQ Provinsi di masa depan.
“Kalau dipercaya, kami akan terima dengan tangan terbuka. Kami ingin menunjukkan bahwa pulau-pulau kecil pun bisa menjadi pusat syiar besar,” tambahnya dengan bangga.
Dukungan kepada kafilah Meranti bukan hanya datang dari pemerintah daerah. Masyarakat Meranti yang berada di Bengkalis pun ikut menyambut, memberi semangat, dan mendoakan. Kehadiran rombongan yang dipimpin langsung Bupati dan Wakil Bupati menjadi magnet solidaritas warga di perantauan.
Kafilah Kepulauan Meranti sendiri tampak percaya diri. Dengan balutan busana Melayu yang khas, semangat mereka terpancar sejak pawai pembukaan. Di wajah-wajah itu, tergambar satu tujuan: mempersembahkan yang terbaik bagi tanah kelahiran.
MTQ ke-43 tingkat Provinsi Riau ini akan berlangsung selama sepekan ke depan. Tapi bagi Meranti, jejaknya sudah tertoreh lebih awal. Bukan hanya di atas panggung lomba, tetapi juga di hati setiap peserta dan warga yang menyaksikan.
Dengan bekal doa, semangat, dan pembinaan yang matang, Kabupaten Kepulauan Meranti kembali menapaki panggung syiar Islam dengan kepala tegak. Dari ujung timur Riau, suara Meranti menggema—menyampaikan pesan bahwa pulau kecil pun punya cahaya besar dalam menjaga Al-Qur’an.
“Kami tidak datang hanya untuk hadir. Kami datang untuk bersyukur, berprestasi, dan membawa nama Meranti lebih tinggi lagi,” pungkas Bupati Asmar. (R-04)

