Kepulauan Meranti Kirim Putra-Putri Terbaik ke MTQ Riau ke-43, Bupati Asmar: Bukan Sekadar Lomba, Ini Ajang Mencintai Al-Qur’an
Pelepasan kafilah Kepulauan Meranti oleh Bupati Asmar untuk mengikuti MTQ tingkat Provinsi Riau di Kabupaten Bengkalis. Foto: SM News
SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Di pagi yang tenang, Jumat, 27 Juni 2025, halaman rumah dinas Bupati Kepulauan Meranti tampak lebih semarak dari biasanya. Para peserta Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) berdiri dengan wajah penuh harap dan semangat. Mereka adalah duta-duta terbaik dari tanah gambut dan pesisir, yang akan membawa nama Kepulauan Meranti menuju panggung MTQ ke-43 Tingkat Provinsi Riau di Kabupaten Bengkalis.
Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, berdiri di hadapan mereka dengan wajah teduh. Dalam sambutannya, beliau tak hanya melepas rombongan yang berjumlah 101 orang—terdiri dari 71 peserta dan 30 official—tetapi juga menyisipkan harapan, motivasi, dan doa yang dalam.
“Kita semua berharap, semoga kafilah MTQ Kepulauan Meranti mendapat ridho dan keberkahan Allah SWT, meraih prestasi terbaik, serta membanggakan daerah yang kita cintai ini,” ucap Bupati Asmar dengan suara mantap.
Hadir pula dalam acara itu jajaran Forkopimda, staf ahli, kepala OPD, Ketua MUI, Ketua LPTQ, serta para pelatih dan keluarga yang mengantar dengan doa. Ada kehangatan yang tak bisa diukur dengan angka—sebuah kebanggaan karena anak-anak daerah kini melangkah membawa panji Al-Qur’an, bukan hanya untuk prestasi, tetapi juga demi kemuliaan.
Asmar menegaskan, MTQ bukan hanya soal kompetisi membaca Al-Qur’an. Lebih dari itu, ini adalah ajang untuk mengembangkan ilmu, memperluas wawasan keagamaan, dan membentuk karakter melalui nilai-nilai luhur Islam.
“Saya berpesan, selama berada di lokasi lomba, jagalah etika dan akhlakul karimah, serta nama baik Kabupaten Kepulauan Meranti. Dan jangan lupa, jaga kesehatan dan keselamatan selama di Bengkalis,” tambahnya, sembari menatap satu per satu wajah para peserta.
Bupati juga secara khusus menekankan kepada para official untuk menjadi pengayom yang baik bagi peserta. Ia berharap, para pendamping bisa memperhatikan setiap kebutuhan peserta, menjaga kedisiplinan, dan menciptakan suasana yang mendukung semangat mereka.
“Yang kami kirim ini adalah putra-putri terbaik Meranti. Maka dari itu, berikan juga yang terbaik saat tampil nanti. Kurangi distraksi, fokuslah pada niat utama yakni mengharumkan nama daerah lewat lantunan ayat suci,” ujar Bupati, mengingatkan pentingnya menjaga waktu, konsentrasi, dan kebersamaan.
Di antara para peserta, terlihat wajah-wajah muda yang sebelumnya menjalani pelatihan intensif. Ada haru, ada semangat, dan ada tekad untuk tampil sebaik mungkin. Mereka tahu, tugas ini bukan hanya soal kompetisi, tapi juga ibadah.
Langkah kaki mereka menuju MTQ bukan sekadar perjalanan ke Bengkalis. Itu adalah langkah menuju pengabdian—kepada agama, keluarga, dan negeri. Mereka pergi membawa pesan: bahwa dari pulau-pulau kecil di ujung Riau, gema lantunan Al-Qur’an akan tetap menggema, dan cahaya Meranti akan menyala terang dari huruf-huruf suci yang mereka baca dengan khusyuk.
Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, bersama Wakil Bupati Muzamil Baharuddin, berdiri tegak di antara para peserta kafilah MTQ yang akan berangkat ke Bengkalis, membawa harapan dan kehormatan dari tanah negeri sagu. Dengan kapal ferry, mereka tak hanya melepas, tapi juga ikut mengantar—mengiringi anak-anak terbaik Meranti menuju ajang bergengsi MTQ ke-43 tingkat Provinsi Riau.
Langit cerah, ombak bersahabat. Kapal ferry perlahan meninggalkan pelabuhan, membawa 101 orang dalam rombongan. Tak ada musik pengiring, tetapi lantunan ayat suci yang diputar sepanjang perjalanan menjadi penguat semangat dan pengingat tujuan mulia, menjunjung tinggi Al-Qur’an sebagai cahaya kehidupan.
Sesampainya di Pelabuhan Laksamana, Bengkalis, rombongan disambut dengan hangat oleh panitia pelaksana. Tatapan kagum dan tangan yang menjabat erat seakan menghapus lelah perjalanan. Dari pelabuhan, rombongan langsung menuju Hotel Marina—tempat mereka akan menginap selama pelaksanaan MTQ.
Sambutan resmi diberikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkalis. Dalam nada penuh persaudaraan, ia menyampaikan apresiasi tinggi atas kehadiran kafilah Kepulauan Meranti.
“Kami menyambut baik kedatangan saudara-saudara dari Meranti. Segala fasilitas telah kami siapkan, termasuk sistem informasi berbasis barcode digital untuk memudahkan peserta mengakses jadwal dan lokasi lomba. Dan tentu saja, jangan lewatkan ragam kuliner khas Bengkalis yang telah kami persiapkan,” ucapnya ramah.
Namun Sekda juga mengingatkan hal penting lainnya—cuaca. Dengan perubahan cuaca yang tak menentu, ia mengimbau peserta untuk tetap menjaga kondisi tubuh dan mengatur pola makan serta istirahat.
Bupati Asmar, dalam balasan sambutannya, tak menyia-nyiakan momen untuk menyampaikan rasa terima kasih atas sambutan hangat yang mereka terima.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Sekda dan seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Bengkalis yang telah menyambut kami seperti keluarga. Kehadiran kami bukan hanya untuk lomba, tetapi juga menjalin ukhuwah Islamiyah antara daerah,” tuturnya penuh haru.
Ia juga tak lupa menyapa warga Meranti yang telah lama berdomisili di Bengkalis. “Saudara-saudara kita yang tinggal di sini adalah bagian penting dari wajah Meranti. Terima kasih atas doa dan dukungannya.”
Dalam nada yang lebih pribadi, Bupati Asmar berbagi bahwa kehadirannya secara langsung adalah bentuk dukungan moral yang tak tergantikan bagi peserta.
“Saya sengaja ikut mengantar. Saya ingin anak-anak Meranti tahu bahwa pemerintah ada bersama mereka, mendukung setiap langkah dan doa mereka. Siapa tahu, tahun depan Meranti bisa dipercaya menjadi tuan rumah MTQ tingkat Provinsi Riau,” ucapnya penuh optimisme.
Menutup sambutannya, Asmar memberi pesan penuh makna kepada para peserta.
“Anak-anakku, ini bukan sekadar lomba. Ini tentang bagaimana kalian menjaga nilai, akhlak, dan semangat. Tunjukkan sikap terbaik, tetap rendah hati, dan raih prestasi setinggi mungkin. Nama baik Meranti ada di pundak kalian," pungkasnya. (R-01)

