Jalinsum di Rohil Baru Diperbaiki Kembali Rusak, Air Comberan Diduga dari Showroom Toyota Mengalir ke Jalan
Jalinsum di Rokan Hilir kembali rusak. Foto: SM News
SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Meski baru beberapa saat diperbaiki atau diaspal ulang, ruas Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) di Kabupaten Rokan Hilir ini, tepatnya KM 7 Bagan Batu, Kecamatan Bagan Sinembah kembali rusak.
Pantauan sabangmerauke news, Sabtu (14/6/2025) kondisi jalan rusak itu tampak digenangi air diduga dari saluran drainase showroom Toyota Bagan Batu.
Dari penelusuran Sabangmerauke news, ternyata benar air yang mengalir ke jalan dan menggenang di aspal yang berlubang pada hari Sabtu (14/6/2025) bersumber dari selokan atau drainase showroom Toyota Bagan Batu. Yang mana titik jalan rusak lebih rendah daripada showroom Toyota itu berada.
Namun pihak Toyota membantah kerusakan jalan disebabkan air comberan mereka. Akan tetapi dari limpahan air hujan sepekan setelah diaspal ulang.
Asisten Menejer PT Agung Toyota Bagan Batu, Riki menyampaikan bahwa air yang berada di drainase selalu dipompa menggunakan mesin dialirkan kembali ke halaman showroom.
Namun dalam 2 hari ini, kondisi mesin pompa dalam keadaan rusak. Sehingga dia membantah kerusakan jalan itu disebabkan oleh air dari drainase showroom Toyota.
"Mesin masih di jemput bang.. uda 2 hari rusak.. awal jalanan rusak dari perbaikan bukan dari air situ ya bang karena sebelumnya mesin kami masih bagus dan masih penyedotan," kata Riki.
Riki juga menjelaskan, pihaknya memiliki dokumentasi perbaikan jalan tersebut diaspal kembali. Dimana saat pada saat diaspal pada hari Senin, karena diguyur hujan lebat pada hari Kamis, jalan tersebut rusak kembali.
"Kami juga uda ada dokumentasi perbaikan jalan di aspal hari Senin kena guyur hujan lebat hari kamis jalan itu rusak lagi," ungkap Riki.
Dirinya juga tidak membantah, air yang mengalir ke jalan rusak persis depan Kantor Urusan Agama (KUA) Bagan Sinembah pada hari ini memang bersumber dari drainase milik showroom karena kondisi mesin dalam keadaan rusak.
Oleh karenanya, dia berharap Pemerintah dapat memberikan solusi dengan membuat saluran drainase di sisi kanan kiri ruas jalan nasional tersebut.
"Harapan kami, pemerintah dapat membangun saluran air, sehingga air tidak mengalir atau melimpah ke jalan. Karena memang selama ini tidak ada, makanya kami pompa kembali air dari drainase ke halaman showroom termasuk ke tanaman yang ada di showroom," pungkasnya berharap.
Pada kesempatan sebelumnya, sempat terpantau Sabangmerauke news, pihak showroom Toyota sedang memompa air dari drainase menggunakan mesin dan dialirkan ke dalam showroom.
Pada saat itu, Riki membenarkan dan hal itu kerap dilakukan agar air tidak mengalir ke jalan. Air tersebut juga merupakan air bekas cucian kendaraan, bukan dari aktivitas MCK.
Penjabat (Pj) Kepala Desa Bahtera Makmur, Zulfikar saat dikonfirmasi mengatakan akan menyampaikan kepada pihak Toyota agar tidak membuang limbah ke jalan.
"Iya Nanti kami ke toyota ngasi tahu pihak toyota agar jangan membuang limbahnya ke jalan," kata Zulfikar.
*Kategori Limbah Domestik*
Sementara itu, Kepala Bidang Penataan dan Pentaatan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rokan Hilir, Carlos Roshan menduga air comberan tersebut merupakan kategori limbah domestik.
Namun begitu, pihaknya akan segera melakukan verifikasi dan mengecek langsung ke lokasi untuk memastikannya.
"Karena secara umum, limbah domestik merupakan limbah yang dihasilkan dari aktivitas perkantoran termasuk rumah tangga baik dalam bentuk padat dan bentuk cair," ungkap Carlos.
Meski begitu, limbah domestik juga harus dikelola dengan baik. Pasalnya tanpa pengelolaan yang baik, dapat menyebabkan pencemaran lingkungan.
"Namun untuk pastinya nanti kita lakukan verifikasi, tapi saya coba laporkan kepada Kepala Dinas dulu," pungkasnya. (R-02)

