SabangMeraukeNEWS.com

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum
  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan

    https://sabangmeraukenews.com

Copyright ©
sabangmeraukeNEWS.com
All rights reserved

https://sabangmeraukenews.com

  • Daerah
    • Sempat Dibangunkan Jembatan Presisi, SDN 018 Semulut Akan Direlokasi Setelah Siswa Terluka, Buaya dan Banjir Rob Jadi Ancaman

      Sempat Dibangunkan Jembatan Presisi, SDN 018 Semulut Akan Direlokasi Setelah Siswa Terluka, Buaya dan Banjir Rob Jadi Ancaman

      21/07/2026  ❘  09:04 WIB
    • Dari Kasus 25 Kg, Polisi Sambar 130 Kg Sabu Jaringan Malaysia

      Dari Kasus 25 Kg, Polisi Sambar 130 Kg Sabu Jaringan Malaysia

      21/07/2026  ❘  07:29 WIB
    • Kecelakaan Kerja, Manajemen PKS Tanjung Medan PTPN IV di Rohil Masih Bungkam, Jenazah Korban Dipulangkan Tanpa Otopsi

      Kecelakaan Kerja, Manajemen PKS Tanjung Medan PTPN IV di Rohil Masih Bungkam, Jenazah Korban Dipulangkan Tanpa Otopsi

      20/07/2026  ❘  22:39 WIB
    • Penggunaan Rumah untuk Ibadah Picu Protes Warga Medan Amplas

      Penggunaan Rumah untuk Ibadah Picu Protes Warga Medan Amplas

      20/07/2026  ❘  19:26 WIB
  • Nasional
    • Walau Sudah Minta Maaf, PWI  Tetap Polisikan Hotman Paris

      Walau Sudah Minta Maaf, PWI Tetap Polisikan Hotman Paris

      21/07/2026  ❘  06:46 WIB
    • Terlanjur Ucap Kasar, Hotman Paris Akhirnya Meminta Maaf ke Wartawan

      Terlanjur Ucap Kasar, Hotman Paris Akhirnya Meminta Maaf ke Wartawan

      20/07/2026  ❘  18:48 WIB
    • PN Jakarta Selatan Menolak Praperadilan Roy Suryo, Status Tersangka Tetap Berlaku

      PN Jakarta Selatan Menolak Praperadilan Roy Suryo, Status Tersangka Tetap Berlaku

      20/07/2026  ❘  14:16 WIB
    • Wow! DJP Libatkan Tentara dan Polisi Desa Awasi Kepatuhan Pajak

      Wow! DJP Libatkan Tentara dan Polisi Desa Awasi Kepatuhan Pajak

      20/07/2026  ❘  13:23 WIB
  • Ekonomi
    • BPS Catat IPH Turun di 34 Provinsi

      BPS Catat IPH Turun di 34 Provinsi

      20/07/2026  ❘  20:17 WIB
    • Menanti Keputusan BI, IHSG Melesat ke 6.231 Poin

      Menanti Keputusan BI, IHSG Melesat ke 6.231 Poin

      20/07/2026  ❘  18:29 WIB
    • Tak Semua Jatuh, Rupiah Melemah Saat Mata Uang Asia Lain Naik

      Tak Semua Jatuh, Rupiah Melemah Saat Mata Uang Asia Lain Naik

      20/07/2026  ❘  18:18 WIB
    • Lewat Riau Bhayangkara Run, BRK Syariah Kampanyekan Gaya Hidup Sehat dan Literasi Keuangan Syariah

      Lewat Riau Bhayangkara Run, BRK Syariah Kampanyekan Gaya Hidup Sehat dan Literasi Keuangan Syariah

      20/07/2026  ❘  13:13 WIB
  • Politik
    • Bupati Siak Afni Curhat Soal Pemangkasan DBH, Wapres Gibran: Sayakan Mantan Wali Kota Juga!

      Bupati Siak Afni Curhat Soal Pemangkasan DBH, Wapres Gibran: Sayakan Mantan Wali Kota Juga!

      17/07/2026  ❘  20:17 WIB
    • Memalukan! Pimpinan Pusat Golkar Murka Lihat Kericuhan 2 Kadernya di DPRD Riau

      Memalukan! Pimpinan Pusat Golkar Murka Lihat Kericuhan 2 Kadernya di DPRD Riau

      17/07/2026  ❘  14:01 WIB
    • KPK Tetapkan Bupati Sukoharjo Tersangka, PDIP Tegaskan OTT Langsung Dipecat

      KPK Tetapkan Bupati Sukoharjo Tersangka, PDIP Tegaskan OTT Langsung Dipecat

      12/07/2026  ❘  13:39 WIB
    • PDIP Sebut Diri Partai Penyeimbang, PSI Minta Penjelasan Terbuka untuk Publik

      PDIP Sebut Diri Partai Penyeimbang, PSI Minta Penjelasan Terbuka untuk Publik

      10/07/2026  ❘  09:35 WIB
  • Hukrim
    • Bupati Kena OTT KPK Lagi, Terkait Kasus Suap Proyek Pemkab

      Bupati Kena OTT KPK Lagi, Terkait Kasus Suap Proyek Pemkab

      21/07/2026  ❘  08:59 WIB
    • Warga Temukan Bocah Kebingungan di Kampung Bandar, Polisi Sebar Pencarian Keluarga

      Warga Temukan Bocah Kebingungan di Kampung Bandar, Polisi Sebar Pencarian Keluarga

      21/07/2026  ❘  06:59 WIB
    • Teror Curanmor Pekanbaru Berakhir! Pelaku 16 TKP Ditangkap Saat Bersembunyi di RTH

      Teror Curanmor Pekanbaru Berakhir! Pelaku 16 TKP Ditangkap Saat Bersembunyi di RTH

      20/07/2026  ❘  16:15 WIB
    • Pledoi Gubernur Riau Abdul Wahid: Minta Dibebaskan dan Barang Miliknya yang Disita Dikembalikan

      Pledoi Gubernur Riau Abdul Wahid: Minta Dibebaskan dan Barang Miliknya yang Disita Dikembalikan

      20/07/2026  ❘  13:07 WIB
  • Umum
    • Mulut Terasa Pahit Saat Bangun Tidur? Bisa Jadi Tanda Asam Lambung hingga Kurang Minum

      Mulut Terasa Pahit Saat Bangun Tidur? Bisa Jadi Tanda Asam Lambung hingga Kurang Minum

      19/07/2026  ❘  12:29 WIB
    • Jangan Buang Sisa Nasi! Begini Cara Mengubahnya Jadi Kompos yang Bikin Tanaman Subur

      Jangan Buang Sisa Nasi! Begini Cara Mengubahnya Jadi Kompos yang Bikin Tanaman Subur

      19/07/2026  ❘  08:22 WIB
    • AI Mengubah Dunia Kerja, Anak Muda Wajib Kuasai Keterampilan Ini Sebelum Terlambat

      AI Mengubah Dunia Kerja, Anak Muda Wajib Kuasai Keterampilan Ini Sebelum Terlambat

      18/07/2026  ❘  13:30 WIB
    • Anak Tak Mau Ditinggal di Sekolah? Terapkan 7 Langkah Ini agar Proses Adaptasi Lebih Cepat

      Anak Tak Mau Ditinggal di Sekolah? Terapkan 7 Langkah Ini agar Proses Adaptasi Lebih Cepat

      18/07/2026  ❘  09:55 WIB
  • Riau
    • Kejati Riau Teken MoU dengan PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim ll Pekanbaru

      Kejati Riau Teken MoU dengan PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim ll Pekanbaru

      21/07/2026  ❘  09:08 WIB
    • Pemko Pekanbaru Terima Pandangan Fraksi Terkait Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025

      Pemko Pekanbaru Terima Pandangan Fraksi Terkait Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025

      21/07/2026  ❘  08:38 WIB
    • Kijang LGX Terbakar Saat Isi BBM, SPBU Hangtuah Pekanbaru Nyaris Dilalap Api

      Kijang LGX Terbakar Saat Isi BBM, SPBU Hangtuah Pekanbaru Nyaris Dilalap Api

      21/07/2026  ❘  06:34 WIB
    • Pemprov Riau Akselerasi Cek Kesehatan Gratis, Targetkan Pemenuhan Asta Cita Presiden RI

      Pemprov Riau Akselerasi Cek Kesehatan Gratis, Targetkan Pemenuhan Asta Cita Presiden RI

      20/07/2026  ❘  20:48 WIB
  • Sport
    • Spanyol Lengkapi Gelar Piala Dunia 2026 Setelah Menjuarai Piala Eropa 2024

      Spanyol Lengkapi Gelar Piala Dunia 2026 Setelah Menjuarai Piala Eropa 2024

      20/07/2026  ❘  09:19 WIB
    • Resmi Juara Piala Dunia 2026, Spanyol Kantongi Hampir Rp1 Triliun dan Cincin Bersejarah FIFA

      Resmi Juara Piala Dunia 2026, Spanyol Kantongi Hampir Rp1 Triliun dan Cincin Bersejarah FIFA

      20/07/2026  ❘  09:06 WIB
    • Resmi! Kylian Mbappe Jadi Top Skor Piala Dunia 2026, Rekornya Bikin Dunia Terkejut

      Resmi! Kylian Mbappe Jadi Top Skor Piala Dunia 2026, Rekornya Bikin Dunia Terkejut

      20/07/2026  ❘  07:57 WIB
    • Mimpi Messi Pupus, Ferran Torres Bawa Spanyol Juara Dunia

      Mimpi Messi Pupus, Ferran Torres Bawa Spanyol Juara Dunia

      20/07/2026  ❘  06:37 WIB
  • Opini
    • 2 Orang Tewas Dimangsa di Konsesi PT Madukoro Lestari, Mengapa Kementerian Kehutanan Gegabah Terbitkan Izin HTI di Sarang Harimau? 

      2 Orang Tewas Dimangsa di Konsesi PT Madukoro Lestari, Mengapa Kementerian Kehutanan Gegabah Terbitkan Izin HTI di Sarang Harimau? 

      17/07/2026  ❘  10:49 WIB
    • Catatan Kritis tentang Masa Depan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Bukit Batu

      Catatan Kritis tentang Masa Depan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Bukit Batu

      14/07/2026  ❘  13:51 WIB
    • Republik Amplop

      Republik Amplop

      13/07/2026  ❘  13:17 WIB
    • Terjebak Paradigma Daratan: Anggota DPR-DPD Dapil Riau Harus Kepung Pansus Demi Kepulauan Meranti

      Terjebak Paradigma Daratan: Anggota DPR-DPD Dapil Riau Harus Kepung Pansus Demi Kepulauan Meranti

      13/07/2026  ❘  12:14 WIB
  • Internasional
    • Bukan Pelit! Crazy Rich Dunia Warren Buffett Punya Alasan Mengejutkan Tak Wariskan Kekayaan

      Bukan Pelit! Crazy Rich Dunia Warren Buffett Punya Alasan Mengejutkan Tak Wariskan Kekayaan

      21/07/2026  ❘  08:33 WIB
    • Heboh! Walkot New York Tantang Kebijakan Trump, Netanyahu Bisa Ditahan Saat Sidang PBB

      Heboh! Walkot New York Tantang Kebijakan Trump, Netanyahu Bisa Ditahan Saat Sidang PBB

      21/07/2026  ❘  08:14 WIB
    • Tangis Berubah Amarah, Kekalahan Argentina Picu Kerusuhan Besar di Buenos Aires

      Tangis Berubah Amarah, Kekalahan Argentina Picu Kerusuhan Besar di Buenos Aires

      21/07/2026  ❘  07:10 WIB
    • PBB Selidiki Serangan AS ke Proyek Nuklir Iran di Khuzestan

      PBB Selidiki Serangan AS ke Proyek Nuklir Iran di Khuzestan

      20/07/2026  ❘  11:56 WIB
  • lain
      -->
    • Advertorial
    • -->
    • Foto
    • Indeks
Bukan omon omon

Kisruh Notaris di Kepulauan Meranti Berakhir Damai, Kakanwil Kemenkumham Riau Fasilitasi Rekonsiliasi dan Harmoni Profesi Dipulihkan

11/06/2025  ❘  12:14 WIB • Riau
Bagikan :
Kisruh Notaris di Kepulauan Meranti Berakhir Damai, Kakanwil Kemenkumham Riau Fasilitasi Rekonsiliasi dan Harmoni Profesi Dipulihkan

Perselisihan antar sesama notaris di Kabupaten Kepulauan Meranti mencuat ke permukaan, kini berakhir damai. Foto: SM News

SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Perselisihan antar sesama notaris di Kabupaten Kepulauan Meranti mencuat ke permukaan, namun bukan karena pelanggaran hukum besar, melainkan karena ego, persepsi, dan profesi yang saling bersinggungan.

Konflik itu bermula dari semangat membangun, tepatnya dari program pendirian Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDMP) yang dicanangkan pemerintah pusat. Program ambisius ini mengharuskan legalitas koperasi didorong cepat melalui penerbitan akta yang sah. Untuk itu, Dinas Koperasi  Usaha Kecil Menengah dan Tenaga Kerja Kabupaten Kepulauan Meranti menugaskan tiga notaris sebagai Notaris Pembuat Akta Koperasi (NPAK), mereka masing-masing adalah Husnalita, SH, M.Kn, Dr. M. Tartib, SH, M.SL, M.Kn, dan Sabar Jujur Kade P. Lubis, SH, M.Kn untuk mempercepat penerbitan akta koperasi dari 101 desa dan kelurahan.

Pada awalnya, ketiganya bekerja berdasarkan skema pembagian wilayah yang merata—masing-masing kebagian sekitar 33 desa dan kelurahan. Tapi realitas di lapangan tidak semulus rencana di atas kertas. Sebagian besar desa justru memilih mengurus ke Notaris Husnalita. Alasan mereka sederhana yakni sudah saling kenal, nyaman berkomunikasi, dan pekerjaan cepat selesai.

Ketimpangan pun muncul. Waktu itu ketika Husnalita telah menerbitkan puluhan akta, dua rekannya masih nihil. Situasi itu berubah menjadi ketegangan. Dua notaris muda itu kemudian melayangkan laporan ke Kantor Wilayah Kemenkumham Provinsi Riau. Mereka menuding adanya praktik monopoli dan pelanggaran etika profesi.

Namun di tengah potensi perpecahan itu, datang tangan-tangan yang memilih jalan damai. Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Riau, Nur Ichwan, turun langsung menjadi penengah. Di hadapan beliau, ketiga notaris dipertemukan dalam suasana terbuka. Masing-masing diberi ruang bicara, menjelaskan niat, kesalahpahaman, dan perasaan.

Tak ada yang menang atau kalah, karena yang dicari bukan siapa yang benar—melainkan bagaimana semua bisa kembali berjalan bersama. Dalam suasana mediasi yang teduh, disepakati bahwa konflik itu selesai di ruangan itu juga. Tak ada lagi saling tuding, hanya saling menguatkan untuk kembali profesional.

“Saya yakin, perbedaan ini adalah dinamika biasa dalam profesi. Tapi kita semua sepakat bahwa Kepulauan Meranti butuh kita bersatu untuk masyarakat, bukan berselisih karena ego,” ujar Nur Ichwan membuka pertemuan.

Di sela ketegangan yang perlahan mencair, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Provinsi Riau itu menyampaikan pernyataan yang menenangkan sekaligus mencerahkan. Ia tidak hanya hadir sebagai penengah administratif, tetapi juga sebagai sosok ayah yang memberi nasihat kepada anak-anaknya yang tengah berselisih.

 

“Kalau hari ini Bu Husnalita lebih banyak menangani akta, itu karena adanya faktor kepercayaan dari para kepala desa, lurah, bahkan dari OPD terkait. Itu hal yang wajar. Dan tidak perlu diperbesar,” ucapnya dengan nada penuh kebijaksanaan.

Ia mencontohkan, di beberapa daerah lain, satu notaris bisa mengerjakan hingga 100 akta tanpa menimbulkan gesekan. Yang penting, notaris tersebut sanggup menyelesaikan tugasnya dengan baik dan profesional. Soal kepercayaan, kata Nur Ichwan, itu tidak bisa dipaksakan—ia tumbuh dari waktu, rekam jejak, dan hubungan yang terbangun.

Namun, yang paling menyentuh dari pertemuan damai itu bukan sekadar penyelesaian masalah, melainkan pesan religius yang disampaikan Nur Ichwan di penghujung pertemuan.

“Jangan lupa sedekah. Semakin banyak sedekah, semakin Allah beri jalan dan rezeki. Kita bekerja bukan hanya untuk dunia, tapi juga untuk akhirat," tuturnya.

Ia juga mengingatkan, dalam hidup ini tidak perlu saling memaksakan diri. Rezeki, menurutnya, sudah ditakar oleh Sang Pencipta. Setiap orang punya jalannya masing-masing. Maka, sebaik-baik jalan adalah tetap rendah hati dan saling mendukung.

Pernyataan itu disambut anggukan tenang dari para notaris yang hadir. Aura damai yang sempat redup kini kembali menyala. Bukan hanya karena sengketa telah usai, tetapi karena masing-masing pulang membawa pelajaran bahwa dalam dunia yang keras sekalipun, selalu ada ruang untuk maaf, ruang untuk saling memahami, dan ruang untuk saling mendoakan.

Di ruang pertemuan yang awalnya terasa penuh ketegangan, suasana berubah menjadi hangat dan bersahabat. Senyum kembali merekah, dan tangan-tangan yang semula ragu kini saling menjabat erat. Perselisihan antar tiga notaris di Kabupaten Kepulauan Meranti akhirnya menemui titik terang.

Kini, ketiga notaris itu kembali ke meja kerja mereka. Tapi kali ini, bukan sebagai pesaing dalam diam, melainkan sebagai rekan seprofesi yang pernah berbeda pandangan, namun sepakat kembali ke jalan pengabdian.

 

Dari meja akta ke meja damai, Kepulauan Meranti memberi pelajaran bahwa dalam pembangunan, kadang bukan hanya gedung yang perlu dibangun, melainkan juga sikap saling percaya dan saling mengerti.

Notaris Husnalita, SH, M.Kn yang sebelumnya menjadi pusat polemik dalam pendirian Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDMP), akhirnya angkat suara dalam nada syukur dan kerendahan hati.

"Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya pada para kepala desa dan OPD terkait yang telah mempercayakan pembuatan akta koperasinya kepada saya," ungkapnya.

Namun, ucapan terima kasih itu bukan sekadar bentuk penghargaan pribadi. Di baliknya, tersirat komitmen kuat terhadap prinsip dan profesionalisme.

"Yang paling penting, saya selalu mengingatkan pada kawan-kawan semua untuk tetap menghormati etika profesi notaris dalam menjalankan jabatan sebagai pejabat publik," lanjut Husnalita, menekankan pentingnya integritas di tengah kompetisi.

Pernyataan itu tampaknya menjadi jembatan terakhir yang menghubungkan kembali semangat kolegial di antara sesama notaris. Dr. M. Tartib dan Sabar Jujur Kade P. Lubis pun menerima dan memahami penjelasan yang diberikan dalam proses mediasi yang difasilitasi langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Riau, Nur Ichwan.

Mereka saling memahami bahwa perbedaan pandangan tidak harus berujung pada permusuhan. Sebaliknya, dengan keterbukaan dan komunikasi yang sehat, konflik justru bisa menjadi titik balik untuk memperkuat solidaritas dan etika bersama dalam profesi.

Hari itu, bukan hanya sebuah masalah yang selesai. Tapi juga sebuah pelajaran tumbuh bahwa jabatan dan tanggung jawab bukanlah soal siapa yang paling cepat atau paling banyak, tapi siapa yang paling mampu menjaga kepercayaan, etika, dan harmoni dalam pengabdian.

Saat ini pembentukan KDMP di Kabupaten Kepulauan Meranti kini hampir mencapai garis akhir pembentukan. Progresnya kini telah menembus angka 90 persen—sebuah capaian besar dalam waktu yang relatif singkat.

 

Di balik angka-angka itu, tersimpan kerja senyap namun nyata dari para pihak yang terlibat. Menurut Kepala Bidang Koperasi dan UKM, Eko Priyono, meski belum merata di seluruh wilayah, geliat percepatan terlihat jelas.

“Kalau ditotal secara keseluruhan, progresnya sudah lebih dari 90 persen. Memang masih ada yang belum merata, tapi kita terus pacu agar semua tuntas,” ujarnya.

Dari tiga notaris yang ditunjuk sebagai Notaris Pembuat Akta Koperasi (NPAK), satu nama mencuat dengan capaian signifikan yakni Notaris Husnalita, SH, M.Kn. Ia tercatat telah menangani dan memproses sebanyak 60 berkas koperasi. Bahkan, akta-akta tersebut telah diteken dan disahkan langsung oleh Kementerian Hukum dan HAM RI.

Sementara dua notaris lainnya, Dr. M. Tartib dan Sabar Jujur Kade P. Lubis, baru menerbitkan masing-masing 18 dan 5 akta. Meski belum maksimal, semangat kolaborasi tetap dijaga, terutama pasca adanya mediasi yang menyatukan kembali semangat profesionalitas di antara ketiganya.

Eko menuturkan meskipun hingga saat ini, Notaris Husnalita tercatat paling banyak menyelesaikan penerbitan akta koperasi, pihaknya juga berharap kedua Notaris lainnya juga cepat mengejar progres hingga akhir bulan Juni nantinya.

"Terkait banyak yang telah diterbitkan aktanya melalui Notaris Husnalita memang benar adanya. Awalnya pembagian sudah sama rata namun berjalan waktu kita tidak tahu seperti apa. Kami tidak bisa memaksa desa karena ereka punya kebebasan memilih notaris, apalagi menggunakan dana mereka sendiri. Kami hanya mengatur dan memfasilitasi,” tambahnya.

Apa yang dilakukan saat ini bukan semata soal menuntaskan tugas administratif. Lebih dari itu, pembentukan KDMP adalah upaya membangun fondasi ekonomi desa melalui jalur koperasi. Dari akta yang diteken, akan tumbuh badan usaha baru di tingkat akar rumput yang diharapkan mampu mendongkrak kesejahteraan masyarakat.

Langkah selanjutnya, seperti yang dikatakan Eko, adalah memastikan bahwa koperasi-koperasi tersebut benar-benar aktif, berjalan, dan memberikan manfaat nyata. Sebab, koperasi bukan sekadar legalitas, tetapi wadah harapan.

Sebelumnya diberitakan, laporan yang dilayangkan ke Kanwil Kemenkumham Riau oleh Notaris Dr. M. Tartib dan Sabar Jujur Kade P. Lubis itu disebut berisi tudingan terkait mekanisme pendirian KDMP yang ditangani Husnalita.

Dalam salinan surat laporan yang beredar, terdapat beberapa poin keberatan yang diajukan kedua Notaris itu terhadap Husnalita.

 

Salah satu yang disorot adalah kehadiran langsung Husnalita dalam musyawarah pembentukan KDMP di sejumlah desa dan menyebut hal tersebut menimbulkan kesan tidak adil dalam pembagian tugas kenotariatan.

Selain itu, mereka juga mempermasalahkan proses pemesanan nama koperasi yang dilakukan beberapa desa kepada Husnalita, bahkan sebelum musyawarah desa digelar. Dalam laporan tersebut, hal itu dianggap melanggar Kode Etik Notaris dan Undang-Undang Jabatan Notaris, khususnya terkait larangan mempromosikan diri atau melakukan tindakan yang berpotensi menarik klien secara tidak etis.

Puncak keberatan datang dari Notaris Tartib terkait kasus Desa Kepau Baru. Tartib mengklaim bahwa ia telah mengajukan pemesanan nama KDMP untuk desa tersebut pada 23 Mei 2025. Namun, ia kecewa karena desa justru tidak melanjutkan proses pembuatan akta kepadanya, dan malah berpindah kepada Husnalita.

Menurut Tartib, nama koperasi yang sebelumnya ia pesan digunakan kembali oleh Husnalita dengan menambahkan nama kecamatan di bagian belakang, disertai dengan pengutipan pembayaran awal. Tindakan itu disebutnya sebagai pengambilalihan pekerjaan, yang menurutnya kembali melanggar kode etik profesi kenotariatan.

Dalam surat laporan itu juga disebutkan bahwa Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Tenaga Kerja Kabupaten Kepulauan Meranti sebelumnya selalu menyampaikan kepada para NPAK agar menunggu arahan resmi dari dinas terkait sebelum melakukan pemesanan nama maupun penerbitan akta koperasi. Hal ini disebabkan masih berlangsungnya tahap perencanaan dan pemaparan program ke seluruh desa.

Namun, menurut laporan Tartib dan Sabar, sudah terdapat lebih dari 60 pemesanan nama koperasi atas nama Notaris Husnalita. Mereka menuding bahwa langkah itu dilakukan secara sepihak, tanpa adanya permintaan resmi dari Dinas Koperasi maupun pemberitahuan kepada notaris lainnya.

Kondisi tersebut membuat kedua Notaris itu bingung, dimana menurutnya selama ini diminta menunggu. Keduanya juga mengaku telah berupaya melakukan konfirmasi ke Dinas Koperasi, namun jawaban yang diterima disebut tidak konsisten. Komunikasi dengan Husnalita pun menurut mereka tidak mendapatkan respons baik.

Kedua notaris itu juga menyatakan bahwa kondisi ini menunjukkan adanya ketimpangan pembagian tugas, serta kurangnya keadilan dan pemerataan kesempatan bagi sesama NPAK.

 

Terhadap dugaan yang disebutkan, dua notaris yang terlibat dalam program tersebut, Dr. M. Tartib dan Sabar Jujur Kade P. Lubis
menuding telah terjadi praktik monopoli dan indikasi permainan dalam penunjukan notaris untuk penerbitan akta koperasi.

Dalam laporan mereka kepada Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Riau, kedua notaris menyebut adanya pengarahan sepihak terhadap desa-desa untuk menggunakan jasa Notaris Husnalita, SH, M.Kn, yang mengakibatkan keterlambatan dan ketimpangan progres pembentukan KDMP.

Mereka juga mengindikasikan adanya praktik yang tidak sehat, seperti pengaturan harga hingga dugaan janji pembagian keuntungan kepada pihak tertentu agar pendirian koperasi diarahkan kepada notaris tertentu.

Selanjutnya disebutkan proses penyelesaian KDMP di Kabupaten Kepulauan Meranti menjadi berjalan sangat lambat disebabkan dimonopoli oleh satu orang Notaris NPAK yakni Husnalita, sementara yang lain seolah tidak diberi ruang untuk berperan.

Keduanya menegaskan bahwa kondisi ini mencerminkan ketidakadilan, yang tidak hanya merugikan notaris lain, tetapi juga bisa berdampak pada desa-desa yang membutuhkan percepatan proses legalitas koperasi.

Dalam laporan tersebut, mereka mendesak Kanwil Kemenkumham Riau untuk segera menindaklanjuti dugaan pelanggaran kode etik dan praktik monopoli yang mereka tuduhkan.

Sebelumnya juga, Kepala Bidang Koperasi dan UKM Kepulauan Meranti, Eko Priyono, membantah tegas tudingan bahwa pihaknya menerima bagian uang atau mengarahkan urusan ke notaris tertentu.

“Itu fitnah. Tidak pernah ada arahan seperti itu dari kami. Semua desa memilih sendiri notarisnya, dan kami hanya memfasilitasi. Jika tidak benar, tudingan seperti itu bisa masuk ke pencemaran nama baik,” ujarnya.

Eko menambahkan bahwa pihaknya tetap mendukung para NPAK bekerja profesional dan berharap semua pihak fokus menyelesaikan tugas demi percepatan pembentukan KDMP sesuai target yang ditetapkan. (R-01)

Editor: Raya Desmawanto
Tags :Kisruh NotarisKepulauan MerantiDamaiSabangmeraukenews.com

BERITA TERKAIT :

  • Dugaan Korupsi Rekontruksi Jalan Pulau Kijang–Sanglar, Kejari Inhil Tetapkan 2 Tersangka

    Dugaan Korupsi Rekontruksi Jalan Pulau Kijang–Sanglar, Kejari Inhil Tetapkan 2 Tersangka

    Hukrim •
    10/06/2025 ❘ 21:38 WIB
  • Rakernas XIII PGLII: Teguhkan Komitmen Injili, Hadirkan Strategi Nyata untuk Gereja dan Bangsa

    Rakernas XIII PGLII: Teguhkan Komitmen Injili, Hadirkan Strategi Nyata untuk Gereja dan Bangsa

    Daerah •
    10/06/2025 ❘ 21:02 WIB
  • Timnas Indonesia Tumbang 0-6 Lawan Samurai Biru

    Timnas Indonesia Tumbang 0-6 Lawan Samurai Biru

    Sport •
    10/06/2025 ❘ 20:47 WIB
  • RS Pratama Penyagun Berdiri Megah Namun Masih Sepi, Kepala Dinas Kesehatan Meranti: Tahun Ini Perekrutan Dokter dan Paramedis

    RS Pratama Penyagun Berdiri Megah Namun Masih Sepi, Kepala Dinas Kesehatan Meranti: Tahun Ini Perekrutan Dokter dan Paramedis

    Riau •
    10/06/2025 ❘ 19:19 WIB
  • Kerugian Negara Akibat Kasus SPPD Fiktif DPRD Riau Capai Rp 195 Miliar

    Kerugian Negara Akibat Kasus SPPD Fiktif DPRD Riau Capai Rp 195 Miliar

    Hukrim •
    10/06/2025 ❘ 18:30 WIB
Lindawati Tahun Baru Islam HUT 60 tahun BRK syariah Lowongan kerja Novotel Terbaru

TERPOPULER

  • 35 Kolonel TNI AD Pecah Bintang Jadi Jenderal, Ini Daftar Lengkapnya

    35 Kolonel TNI AD Pecah Bintang Jadi Jenderal, Ini Daftar Lengkapnya

    10/07/2026  ❘  21:35 WIB
  • KPK Tuntut Gubernur Riau Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara, Denda Rp 500 Juta dan Bayar Uang Pengganti Rp 1,45 Miliar 

    KPK Tuntut Gubernur Riau Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara, Denda Rp 500 Juta dan Bayar Uang Pengganti Rp 1,45 Miliar 

    09/07/2026  ❘  12:45 WIB
  • Laba Agrinas Palma Nusantara Cuma Rp 2,7 Miliar Padahal Kelola 4 Juta   Hektare Kebun Sawit, Ada Apa?

    Laba Agrinas Palma Nusantara Cuma Rp 2,7 Miliar Padahal Kelola 4 Juta   Hektare Kebun Sawit, Ada Apa?

    06/07/2026  ❘  23:23 WIB
  • Kuasa Hukum Don Ritto Klaim Uang Sitaan Berasal dari Proyek Pelabuhan Kalimantan Timur

    Kuasa Hukum Don Ritto Klaim Uang Sitaan Berasal dari Proyek Pelabuhan Kalimantan Timur

    14/07/2026  ❘  17:07 WIB
  • Sopir Truk Tangki Dipecat Massal, TNI Polri Diterjunkan Pasok BBM di SPBU Medan

    Sopir Truk Tangki Dipecat Massal, TNI Polri Diterjunkan Pasok BBM di SPBU Medan

    14/07/2026  ❘  21:00 WIB
Kempo Dojo AKRI cafe Idul adha dprd pekanbaru

    Follow Us

  • Copyright ©
    SabangMeraukeNEWS.com

    Berita

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum

    Berita

  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

    Halaman

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan