SabangMeraukeNEWS.com

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum
  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan

    https://sabangmeraukenews.com

Copyright ©
sabangmeraukeNEWS.com
All rights reserved

https://sabangmeraukenews.com

  • Daerah
    • Ngeri! Preman Tendang Perut Ibu Hamil, Suami Dipukul dan Ditodong Pistol

      Ngeri! Preman Tendang Perut Ibu Hamil, Suami Dipukul dan Ditodong Pistol

      04/06/2026  ❘  20:19 WIB
    • Mobil Ditembaki Polisi! 113 Kg Sabu Asal Malaysia Tertinggal di Parit, Bandar Kabur ke Hutan

      Mobil Ditembaki Polisi! 113 Kg Sabu Asal Malaysia Tertinggal di Parit, Bandar Kabur ke Hutan

      04/06/2026  ❘  10:12 WIB
    • 5 Kali Lolos! Kurir Benih Lobster Rp7,1 Miliar Akhirnya Tumbang di Jambi

      5 Kali Lolos! Kurir Benih Lobster Rp7,1 Miliar Akhirnya Tumbang di Jambi

      03/06/2026  ❘  09:33 WIB
    • Libur Idul Adha Jadi Ajang Bandar Bergerak, Rp8,2 Miliar Narkoba Disikat Polisi Batam!

      Libur Idul Adha Jadi Ajang Bandar Bergerak, Rp8,2 Miliar Narkoba Disikat Polisi Batam!

      02/06/2026  ❘  20:47 WIB
  • Nasional
    • Terungkap! Praktik Pemerasan Izin Tinggal Warga Negara Asing Terjadi Mulai Tingkatan Kanwil

      Terungkap! Praktik Pemerasan Izin Tinggal Warga Negara Asing Terjadi Mulai Tingkatan Kanwil

      04/06/2026  ❘  22:09 WIB
    • Harga Avtur Melonjak, Pemerintah Siapkan Formula Baru Tarif Pesawat

      Harga Avtur Melonjak, Pemerintah Siapkan Formula Baru Tarif Pesawat

      04/06/2026  ❘  20:19 WIB
    • Saat Pasar Panik, IHSG dan Rupiah Rontok, Rumor Copot Menkeu Mendadak Meledak

      Saat Pasar Panik, IHSG dan Rupiah Rontok, Rumor Copot Menkeu Mendadak Meledak

      04/06/2026  ❘  19:03 WIB
    • Yayasan Riau Madani Tuding Kemenhut Lalai dan Tidak Serius, Sudah 40 Tahun Tak Kunjung Lakukan Penetapan Kawasan HPT Kaiti Kubu Pauh

      Yayasan Riau Madani Tuding Kemenhut Lalai dan Tidak Serius, Sudah 40 Tahun Tak Kunjung Lakukan Penetapan Kawasan HPT Kaiti Kubu Pauh

      04/06/2026  ❘  14:18 WIB
  • Ekonomi
    • Saat Rupiah Tersungkur ke Rp18.049, Siapa yang Sebenarnya Membuat Pasar Ketakutan?

      Saat Rupiah Tersungkur ke Rp18.049, Siapa yang Sebenarnya Membuat Pasar Ketakutan?

      04/06/2026  ❘  18:53 WIB
    • Bursa Indonesia Diguncang Krisis Kepercayaan, Investor Asing Kabur Rp67 Triliun

      Bursa Indonesia Diguncang Krisis Kepercayaan, Investor Asing Kabur Rp67 Triliun

      04/06/2026  ❘  18:42 WIB
    • Alarm Bahaya Menyala! Rupiah Tersungkur ke Rp18.029, Investor Asing Makin Kabur

      Alarm Bahaya Menyala! Rupiah Tersungkur ke Rp18.029, Investor Asing Makin Kabur

      04/06/2026  ❘  09:59 WIB
    • Bursa Saham Indonesia Sekarat! Kapitalisasi Pasar Tergerus Rp10,28 Kuadriliun

      Bursa Saham Indonesia Sekarat! Kapitalisasi Pasar Tergerus Rp10,28 Kuadriliun

      04/06/2026  ❘  09:44 WIB
  • Politik
    • Plt Gubernur Riau; "Saya Tidak Ada Cium Tangan Bapak! Siapa Bapak Rupanya?"

      Plt Gubernur Riau; "Saya Tidak Ada Cium Tangan Bapak! Siapa Bapak Rupanya?"

      03/06/2026  ❘  15:16 WIB
    • Keakraban Prabowo-Megawati Curi Perhatian, PDIP Sebut Bukan Peristiwa Baru

      Keakraban Prabowo-Megawati Curi Perhatian, PDIP Sebut Bukan Peristiwa Baru

      02/06/2026  ❘  16:30 WIB
    • Ganjar Desak Revisi UU Pemilu Dipercepat, Ada Risiko Besar Jika Terlambat

      Ganjar Desak Revisi UU Pemilu Dipercepat, Ada Risiko Besar Jika Terlambat

      02/06/2026  ❘  08:31 WIB
    • Peta Kekuatan PPP Riau Berubah Total! 11 DPC Kompak Ganti Pimpinan, Ini Daftar Ketua dan Sekretaris Baru

      Peta Kekuatan PPP Riau Berubah Total! 11 DPC Kompak Ganti Pimpinan, Ini Daftar Ketua dan Sekretaris Baru

      01/06/2026  ❘  14:14 WIB
  • Hukrim
    • Divonis 4,5 Tahun, Noel Minta Maaf ke Prabowo: Saya Mengecewakan Banyak Pihak

      Divonis 4,5 Tahun, Noel Minta Maaf ke Prabowo: Saya Mengecewakan Banyak Pihak

      04/06/2026  ❘  20:22 WIB
    • Drama Baru Kasus Dugaan Korupsi Jatah Preman! Kesaksian Dani Nursalam Memberatkan Gubernur Abdul Wahid, Ini Pengakuannya

      Drama Baru Kasus Dugaan Korupsi Jatah Preman! Kesaksian Dani Nursalam Memberatkan Gubernur Abdul Wahid, Ini Pengakuannya

      04/06/2026  ❘  19:54 WIB
    • Kampung Panger Digrebek Lagi! Pengedar Sabu Tumbang Saat Layani Pembeli

      Kampung Panger Digrebek Lagi! Pengedar Sabu Tumbang Saat Layani Pembeli

      04/06/2026  ❘  19:22 WIB
    • Nama Bupati Inhu Terseret! Dani Nursalam Bongkar Misteri Handphone dan CCTV Jelang OTT KPK

      Nama Bupati Inhu Terseret! Dani Nursalam Bongkar Misteri Handphone dan CCTV Jelang OTT KPK

      04/06/2026  ❘  18:23 WIB
  • Umum
    • Suka Begadang Main HP atau Nonton Drama? Waspada, Kebiasaan Ini Bisa Picu Stroke Ringan Tanpa Disadari

      Suka Begadang Main HP atau Nonton Drama? Waspada, Kebiasaan Ini Bisa Picu Stroke Ringan Tanpa Disadari

      04/06/2026  ❘  07:56 WIB
    • Saat Liang Makam Dibuka, Kafan Abu Zamroh Masih Terlihat Utuh Setelah 26 Tahun

      Saat Liang Makam Dibuka, Kafan Abu Zamroh Masih Terlihat Utuh Setelah 26 Tahun

      02/06/2026  ❘  21:21 WIB
    • Investigasi Yayasan Riau Madani Ungkap Pembukaan Akses Jalan dan Kebun Sawit di HPT Kaiti Kubu Pauh: Otoritas Terkait Harus Bertindak! 

      Investigasi Yayasan Riau Madani Ungkap Pembukaan Akses Jalan dan Kebun Sawit di HPT Kaiti Kubu Pauh: Otoritas Terkait Harus Bertindak! 

      01/06/2026  ❘  13:15 WIB
    • Dokter Gizi Ingatkan Bahaya Kebiasaan Makan Nasi Goreng Telur Ceplok, Enak tapi Jangan Berlebihan

      Dokter Gizi Ingatkan Bahaya Kebiasaan Makan Nasi Goreng Telur Ceplok, Enak tapi Jangan Berlebihan

      31/05/2026  ❘  19:47 WIB
  • Riau
    • Masyarakat Bertanya Uang Daerah ke Mana, BPKAD Ungkap dan Sajikan Kondisi APBD Kepulauan Meranti Tahun 2026

      Masyarakat Bertanya Uang Daerah ke Mana, BPKAD Ungkap dan Sajikan Kondisi APBD Kepulauan Meranti Tahun 2026

      04/06/2026  ❘  21:08 WIB
    • Catat! Merokok Saat Berkendara Jadi Salah Satu Target Buruan Operasi Patuh 2026

      Catat! Merokok Saat Berkendara Jadi Salah Satu Target Buruan Operasi Patuh 2026

      04/06/2026  ❘  20:33 WIB
    • RSUD Arifin Achmad Resmi Jadi Pengampu Jantung se-Riau, Pasien Tak Perlu Lagi Dirujuk ke Luar Provinsi

      RSUD Arifin Achmad Resmi Jadi Pengampu Jantung se-Riau, Pasien Tak Perlu Lagi Dirujuk ke Luar Provinsi

      04/06/2026  ❘  20:25 WIB
    • Rupat Membara, Rohil Membengkak! Karhutla Riau Masuk Fase Paling Mencekam

      Rupat Membara, Rohil Membengkak! Karhutla Riau Masuk Fase Paling Mencekam

      04/06/2026  ❘  19:58 WIB
  • Sport
    • Terungkap! Alasan Sebenarnya Cristiano Ronaldo Ngebet Juara Piala Dunia

      Terungkap! Alasan Sebenarnya Cristiano Ronaldo Ngebet Juara Piala Dunia

      04/06/2026  ❘  07:33 WIB
    • Italia Menang Tipis, Sundulan Esposito Jadi Pembeda di Luksemburg

      Italia Menang Tipis, Sundulan Esposito Jadi Pembeda di Luksemburg

      04/06/2026  ❘  07:24 WIB
    • Timnas Indonesia U-19 Dapat Peringatan, Vietnam Disebut Ujian Sesungguhnya

      Timnas Indonesia U-19 Dapat Peringatan, Vietnam Disebut Ujian Sesungguhnya

      04/06/2026  ❘  07:01 WIB
    • Drama Gila Menit 90+5! Nigeria Sudah Di Depan Mata, Polandia Merampas Kemenangan

      Drama Gila Menit 90+5! Nigeria Sudah Di Depan Mata, Polandia Merampas Kemenangan

      04/06/2026  ❘  06:43 WIB
  • Opini
    • Penguatan Daya Saing UMKM Indonesia Melalui Implementasi Good Governance dan Penataan Pajak

      Penguatan Daya Saing UMKM Indonesia Melalui Implementasi Good Governance dan Penataan Pajak

      01/06/2026  ❘  15:34 WIB
    • Magnifica Humanitas sebagai Seruan Moral di Tengah Revolusi AI

      Magnifica Humanitas sebagai Seruan Moral di Tengah Revolusi AI

      29/05/2026  ❘  07:00 WIB
    • Ketika Integritas Akademik Dipertaruhkan dalam Gelombang Artificial Intelligence

      Ketika Integritas Akademik Dipertaruhkan dalam Gelombang Artificial Intelligence

      28/05/2026  ❘  13:53 WIB
    • Heboh Dana Karbon Sudah Masuk Rp 66 Miliar, Tepatkah Pemprov Riau Membantah dengan Tudingan Hoaks? 

      Heboh Dana Karbon Sudah Masuk Rp 66 Miliar, Tepatkah Pemprov Riau Membantah dengan Tudingan Hoaks? 

      25/05/2026  ❘  12:37 WIB
  • Internasional
    • Dunia Islam Bergerak! Indonesia dan 7 Negara Arab Kompak Kecam Aksi Israel di Masjid Al-Aqsa

      Dunia Islam Bergerak! Indonesia dan 7 Negara Arab Kompak Kecam Aksi Israel di Masjid Al-Aqsa

      04/06/2026  ❘  12:55 WIB
    • Netanyahu Disebut Bikin Trump Naik Pitam, Ancaman Serangan ke Beirut Picu Krisis Diplomatik

      Netanyahu Disebut Bikin Trump Naik Pitam, Ancaman Serangan ke Beirut Picu Krisis Diplomatik

      04/06/2026  ❘  08:15 WIB
    • PSG Juara UCL, Paris Membara! Hampir 900 Orang Ditangkap, Satu Nyawa Melayang

      PSG Juara UCL, Paris Membara! Hampir 900 Orang Ditangkap, Satu Nyawa Melayang

      01/06/2026  ❘  20:14 WIB
    • Pakistan Tegas! Tak Akan Akui Israel Sebelum Palestina Merdeka, Yerusalem Jadi Syarat Utama

      Pakistan Tegas! Tak Akan Akui Israel Sebelum Palestina Merdeka, Yerusalem Jadi Syarat Utama

      31/05/2026  ❘  20:41 WIB
  • lain
      -->
    • Advertorial
    • -->
    • Foto
    • Indeks
Bukan omon omon

Kisruh Notaris di Kepulauan Meranti Berakhir Damai, Kakanwil Kemenkumham Riau Fasilitasi Rekonsiliasi dan Harmoni Profesi Dipulihkan

11/06/2025  ❘  12:14 WIB • Riau
Bagikan :
Kisruh Notaris di Kepulauan Meranti Berakhir Damai, Kakanwil Kemenkumham Riau Fasilitasi Rekonsiliasi dan Harmoni Profesi Dipulihkan

Perselisihan antar sesama notaris di Kabupaten Kepulauan Meranti mencuat ke permukaan, kini berakhir damai. Foto: SM News

SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Perselisihan antar sesama notaris di Kabupaten Kepulauan Meranti mencuat ke permukaan, namun bukan karena pelanggaran hukum besar, melainkan karena ego, persepsi, dan profesi yang saling bersinggungan.

Konflik itu bermula dari semangat membangun, tepatnya dari program pendirian Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDMP) yang dicanangkan pemerintah pusat. Program ambisius ini mengharuskan legalitas koperasi didorong cepat melalui penerbitan akta yang sah. Untuk itu, Dinas Koperasi  Usaha Kecil Menengah dan Tenaga Kerja Kabupaten Kepulauan Meranti menugaskan tiga notaris sebagai Notaris Pembuat Akta Koperasi (NPAK), mereka masing-masing adalah Husnalita, SH, M.Kn, Dr. M. Tartib, SH, M.SL, M.Kn, dan Sabar Jujur Kade P. Lubis, SH, M.Kn untuk mempercepat penerbitan akta koperasi dari 101 desa dan kelurahan.

Pada awalnya, ketiganya bekerja berdasarkan skema pembagian wilayah yang merata—masing-masing kebagian sekitar 33 desa dan kelurahan. Tapi realitas di lapangan tidak semulus rencana di atas kertas. Sebagian besar desa justru memilih mengurus ke Notaris Husnalita. Alasan mereka sederhana yakni sudah saling kenal, nyaman berkomunikasi, dan pekerjaan cepat selesai.

Ketimpangan pun muncul. Waktu itu ketika Husnalita telah menerbitkan puluhan akta, dua rekannya masih nihil. Situasi itu berubah menjadi ketegangan. Dua notaris muda itu kemudian melayangkan laporan ke Kantor Wilayah Kemenkumham Provinsi Riau. Mereka menuding adanya praktik monopoli dan pelanggaran etika profesi.

Namun di tengah potensi perpecahan itu, datang tangan-tangan yang memilih jalan damai. Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Riau, Nur Ichwan, turun langsung menjadi penengah. Di hadapan beliau, ketiga notaris dipertemukan dalam suasana terbuka. Masing-masing diberi ruang bicara, menjelaskan niat, kesalahpahaman, dan perasaan.

Tak ada yang menang atau kalah, karena yang dicari bukan siapa yang benar—melainkan bagaimana semua bisa kembali berjalan bersama. Dalam suasana mediasi yang teduh, disepakati bahwa konflik itu selesai di ruangan itu juga. Tak ada lagi saling tuding, hanya saling menguatkan untuk kembali profesional.

“Saya yakin, perbedaan ini adalah dinamika biasa dalam profesi. Tapi kita semua sepakat bahwa Kepulauan Meranti butuh kita bersatu untuk masyarakat, bukan berselisih karena ego,” ujar Nur Ichwan membuka pertemuan.

Di sela ketegangan yang perlahan mencair, Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Provinsi Riau itu menyampaikan pernyataan yang menenangkan sekaligus mencerahkan. Ia tidak hanya hadir sebagai penengah administratif, tetapi juga sebagai sosok ayah yang memberi nasihat kepada anak-anaknya yang tengah berselisih.

 

“Kalau hari ini Bu Husnalita lebih banyak menangani akta, itu karena adanya faktor kepercayaan dari para kepala desa, lurah, bahkan dari OPD terkait. Itu hal yang wajar. Dan tidak perlu diperbesar,” ucapnya dengan nada penuh kebijaksanaan.

Ia mencontohkan, di beberapa daerah lain, satu notaris bisa mengerjakan hingga 100 akta tanpa menimbulkan gesekan. Yang penting, notaris tersebut sanggup menyelesaikan tugasnya dengan baik dan profesional. Soal kepercayaan, kata Nur Ichwan, itu tidak bisa dipaksakan—ia tumbuh dari waktu, rekam jejak, dan hubungan yang terbangun.

Namun, yang paling menyentuh dari pertemuan damai itu bukan sekadar penyelesaian masalah, melainkan pesan religius yang disampaikan Nur Ichwan di penghujung pertemuan.

“Jangan lupa sedekah. Semakin banyak sedekah, semakin Allah beri jalan dan rezeki. Kita bekerja bukan hanya untuk dunia, tapi juga untuk akhirat," tuturnya.

Ia juga mengingatkan, dalam hidup ini tidak perlu saling memaksakan diri. Rezeki, menurutnya, sudah ditakar oleh Sang Pencipta. Setiap orang punya jalannya masing-masing. Maka, sebaik-baik jalan adalah tetap rendah hati dan saling mendukung.

Pernyataan itu disambut anggukan tenang dari para notaris yang hadir. Aura damai yang sempat redup kini kembali menyala. Bukan hanya karena sengketa telah usai, tetapi karena masing-masing pulang membawa pelajaran bahwa dalam dunia yang keras sekalipun, selalu ada ruang untuk maaf, ruang untuk saling memahami, dan ruang untuk saling mendoakan.

Di ruang pertemuan yang awalnya terasa penuh ketegangan, suasana berubah menjadi hangat dan bersahabat. Senyum kembali merekah, dan tangan-tangan yang semula ragu kini saling menjabat erat. Perselisihan antar tiga notaris di Kabupaten Kepulauan Meranti akhirnya menemui titik terang.

Kini, ketiga notaris itu kembali ke meja kerja mereka. Tapi kali ini, bukan sebagai pesaing dalam diam, melainkan sebagai rekan seprofesi yang pernah berbeda pandangan, namun sepakat kembali ke jalan pengabdian.

 

Dari meja akta ke meja damai, Kepulauan Meranti memberi pelajaran bahwa dalam pembangunan, kadang bukan hanya gedung yang perlu dibangun, melainkan juga sikap saling percaya dan saling mengerti.

Notaris Husnalita, SH, M.Kn yang sebelumnya menjadi pusat polemik dalam pendirian Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDMP), akhirnya angkat suara dalam nada syukur dan kerendahan hati.

"Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya pada para kepala desa dan OPD terkait yang telah mempercayakan pembuatan akta koperasinya kepada saya," ungkapnya.

Namun, ucapan terima kasih itu bukan sekadar bentuk penghargaan pribadi. Di baliknya, tersirat komitmen kuat terhadap prinsip dan profesionalisme.

"Yang paling penting, saya selalu mengingatkan pada kawan-kawan semua untuk tetap menghormati etika profesi notaris dalam menjalankan jabatan sebagai pejabat publik," lanjut Husnalita, menekankan pentingnya integritas di tengah kompetisi.

Pernyataan itu tampaknya menjadi jembatan terakhir yang menghubungkan kembali semangat kolegial di antara sesama notaris. Dr. M. Tartib dan Sabar Jujur Kade P. Lubis pun menerima dan memahami penjelasan yang diberikan dalam proses mediasi yang difasilitasi langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Riau, Nur Ichwan.

Mereka saling memahami bahwa perbedaan pandangan tidak harus berujung pada permusuhan. Sebaliknya, dengan keterbukaan dan komunikasi yang sehat, konflik justru bisa menjadi titik balik untuk memperkuat solidaritas dan etika bersama dalam profesi.

Hari itu, bukan hanya sebuah masalah yang selesai. Tapi juga sebuah pelajaran tumbuh bahwa jabatan dan tanggung jawab bukanlah soal siapa yang paling cepat atau paling banyak, tapi siapa yang paling mampu menjaga kepercayaan, etika, dan harmoni dalam pengabdian.

Saat ini pembentukan KDMP di Kabupaten Kepulauan Meranti kini hampir mencapai garis akhir pembentukan. Progresnya kini telah menembus angka 90 persen—sebuah capaian besar dalam waktu yang relatif singkat.

 

Di balik angka-angka itu, tersimpan kerja senyap namun nyata dari para pihak yang terlibat. Menurut Kepala Bidang Koperasi dan UKM, Eko Priyono, meski belum merata di seluruh wilayah, geliat percepatan terlihat jelas.

“Kalau ditotal secara keseluruhan, progresnya sudah lebih dari 90 persen. Memang masih ada yang belum merata, tapi kita terus pacu agar semua tuntas,” ujarnya.

Dari tiga notaris yang ditunjuk sebagai Notaris Pembuat Akta Koperasi (NPAK), satu nama mencuat dengan capaian signifikan yakni Notaris Husnalita, SH, M.Kn. Ia tercatat telah menangani dan memproses sebanyak 60 berkas koperasi. Bahkan, akta-akta tersebut telah diteken dan disahkan langsung oleh Kementerian Hukum dan HAM RI.

Sementara dua notaris lainnya, Dr. M. Tartib dan Sabar Jujur Kade P. Lubis, baru menerbitkan masing-masing 18 dan 5 akta. Meski belum maksimal, semangat kolaborasi tetap dijaga, terutama pasca adanya mediasi yang menyatukan kembali semangat profesionalitas di antara ketiganya.

Eko menuturkan meskipun hingga saat ini, Notaris Husnalita tercatat paling banyak menyelesaikan penerbitan akta koperasi, pihaknya juga berharap kedua Notaris lainnya juga cepat mengejar progres hingga akhir bulan Juni nantinya.

"Terkait banyak yang telah diterbitkan aktanya melalui Notaris Husnalita memang benar adanya. Awalnya pembagian sudah sama rata namun berjalan waktu kita tidak tahu seperti apa. Kami tidak bisa memaksa desa karena ereka punya kebebasan memilih notaris, apalagi menggunakan dana mereka sendiri. Kami hanya mengatur dan memfasilitasi,” tambahnya.

Apa yang dilakukan saat ini bukan semata soal menuntaskan tugas administratif. Lebih dari itu, pembentukan KDMP adalah upaya membangun fondasi ekonomi desa melalui jalur koperasi. Dari akta yang diteken, akan tumbuh badan usaha baru di tingkat akar rumput yang diharapkan mampu mendongkrak kesejahteraan masyarakat.

Langkah selanjutnya, seperti yang dikatakan Eko, adalah memastikan bahwa koperasi-koperasi tersebut benar-benar aktif, berjalan, dan memberikan manfaat nyata. Sebab, koperasi bukan sekadar legalitas, tetapi wadah harapan.

Sebelumnya diberitakan, laporan yang dilayangkan ke Kanwil Kemenkumham Riau oleh Notaris Dr. M. Tartib dan Sabar Jujur Kade P. Lubis itu disebut berisi tudingan terkait mekanisme pendirian KDMP yang ditangani Husnalita.

Dalam salinan surat laporan yang beredar, terdapat beberapa poin keberatan yang diajukan kedua Notaris itu terhadap Husnalita.

 

Salah satu yang disorot adalah kehadiran langsung Husnalita dalam musyawarah pembentukan KDMP di sejumlah desa dan menyebut hal tersebut menimbulkan kesan tidak adil dalam pembagian tugas kenotariatan.

Selain itu, mereka juga mempermasalahkan proses pemesanan nama koperasi yang dilakukan beberapa desa kepada Husnalita, bahkan sebelum musyawarah desa digelar. Dalam laporan tersebut, hal itu dianggap melanggar Kode Etik Notaris dan Undang-Undang Jabatan Notaris, khususnya terkait larangan mempromosikan diri atau melakukan tindakan yang berpotensi menarik klien secara tidak etis.

Puncak keberatan datang dari Notaris Tartib terkait kasus Desa Kepau Baru. Tartib mengklaim bahwa ia telah mengajukan pemesanan nama KDMP untuk desa tersebut pada 23 Mei 2025. Namun, ia kecewa karena desa justru tidak melanjutkan proses pembuatan akta kepadanya, dan malah berpindah kepada Husnalita.

Menurut Tartib, nama koperasi yang sebelumnya ia pesan digunakan kembali oleh Husnalita dengan menambahkan nama kecamatan di bagian belakang, disertai dengan pengutipan pembayaran awal. Tindakan itu disebutnya sebagai pengambilalihan pekerjaan, yang menurutnya kembali melanggar kode etik profesi kenotariatan.

Dalam surat laporan itu juga disebutkan bahwa Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Tenaga Kerja Kabupaten Kepulauan Meranti sebelumnya selalu menyampaikan kepada para NPAK agar menunggu arahan resmi dari dinas terkait sebelum melakukan pemesanan nama maupun penerbitan akta koperasi. Hal ini disebabkan masih berlangsungnya tahap perencanaan dan pemaparan program ke seluruh desa.

Namun, menurut laporan Tartib dan Sabar, sudah terdapat lebih dari 60 pemesanan nama koperasi atas nama Notaris Husnalita. Mereka menuding bahwa langkah itu dilakukan secara sepihak, tanpa adanya permintaan resmi dari Dinas Koperasi maupun pemberitahuan kepada notaris lainnya.

Kondisi tersebut membuat kedua Notaris itu bingung, dimana menurutnya selama ini diminta menunggu. Keduanya juga mengaku telah berupaya melakukan konfirmasi ke Dinas Koperasi, namun jawaban yang diterima disebut tidak konsisten. Komunikasi dengan Husnalita pun menurut mereka tidak mendapatkan respons baik.

Kedua notaris itu juga menyatakan bahwa kondisi ini menunjukkan adanya ketimpangan pembagian tugas, serta kurangnya keadilan dan pemerataan kesempatan bagi sesama NPAK.

 

Terhadap dugaan yang disebutkan, dua notaris yang terlibat dalam program tersebut, Dr. M. Tartib dan Sabar Jujur Kade P. Lubis
menuding telah terjadi praktik monopoli dan indikasi permainan dalam penunjukan notaris untuk penerbitan akta koperasi.

Dalam laporan mereka kepada Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Riau, kedua notaris menyebut adanya pengarahan sepihak terhadap desa-desa untuk menggunakan jasa Notaris Husnalita, SH, M.Kn, yang mengakibatkan keterlambatan dan ketimpangan progres pembentukan KDMP.

Mereka juga mengindikasikan adanya praktik yang tidak sehat, seperti pengaturan harga hingga dugaan janji pembagian keuntungan kepada pihak tertentu agar pendirian koperasi diarahkan kepada notaris tertentu.

Selanjutnya disebutkan proses penyelesaian KDMP di Kabupaten Kepulauan Meranti menjadi berjalan sangat lambat disebabkan dimonopoli oleh satu orang Notaris NPAK yakni Husnalita, sementara yang lain seolah tidak diberi ruang untuk berperan.

Keduanya menegaskan bahwa kondisi ini mencerminkan ketidakadilan, yang tidak hanya merugikan notaris lain, tetapi juga bisa berdampak pada desa-desa yang membutuhkan percepatan proses legalitas koperasi.

Dalam laporan tersebut, mereka mendesak Kanwil Kemenkumham Riau untuk segera menindaklanjuti dugaan pelanggaran kode etik dan praktik monopoli yang mereka tuduhkan.

Sebelumnya juga, Kepala Bidang Koperasi dan UKM Kepulauan Meranti, Eko Priyono, membantah tegas tudingan bahwa pihaknya menerima bagian uang atau mengarahkan urusan ke notaris tertentu.

“Itu fitnah. Tidak pernah ada arahan seperti itu dari kami. Semua desa memilih sendiri notarisnya, dan kami hanya memfasilitasi. Jika tidak benar, tudingan seperti itu bisa masuk ke pencemaran nama baik,” ujarnya.

Eko menambahkan bahwa pihaknya tetap mendukung para NPAK bekerja profesional dan berharap semua pihak fokus menyelesaikan tugas demi percepatan pembentukan KDMP sesuai target yang ditetapkan. (R-01)

Editor: Raya Desmawanto
Tags :Kisruh NotarisKepulauan MerantiDamaiSabangmeraukenews.com

BERITA TERKAIT :

  • Dugaan Korupsi Rekontruksi Jalan Pulau Kijang–Sanglar, Kejari Inhil Tetapkan 2 Tersangka

    Dugaan Korupsi Rekontruksi Jalan Pulau Kijang–Sanglar, Kejari Inhil Tetapkan 2 Tersangka

    Hukrim •
    10/06/2025 ❘ 21:38 WIB
  • Rakernas XIII PGLII: Teguhkan Komitmen Injili, Hadirkan Strategi Nyata untuk Gereja dan Bangsa

    Rakernas XIII PGLII: Teguhkan Komitmen Injili, Hadirkan Strategi Nyata untuk Gereja dan Bangsa

    Daerah •
    10/06/2025 ❘ 21:02 WIB
  • Timnas Indonesia Tumbang 0-6 Lawan Samurai Biru

    Timnas Indonesia Tumbang 0-6 Lawan Samurai Biru

    Sport •
    10/06/2025 ❘ 20:47 WIB
  • RS Pratama Penyagun Berdiri Megah Namun Masih Sepi, Kepala Dinas Kesehatan Meranti: Tahun Ini Perekrutan Dokter dan Paramedis

    RS Pratama Penyagun Berdiri Megah Namun Masih Sepi, Kepala Dinas Kesehatan Meranti: Tahun Ini Perekrutan Dokter dan Paramedis

    Riau •
    10/06/2025 ❘ 19:19 WIB
  • Kerugian Negara Akibat Kasus SPPD Fiktif DPRD Riau Capai Rp 195 Miliar

    Kerugian Negara Akibat Kasus SPPD Fiktif DPRD Riau Capai Rp 195 Miliar

    Hukrim •
    10/06/2025 ❘ 18:30 WIB
Idul adha lindawati HUT 60 tahun BRK syariah Lowongan kerja Novotel Terbaru

TERPOPULER

  • SF Hariyanto Reshuffle Massal 236 Pejabat Pemprov Riau, Ini Daftarnya

    SF Hariyanto Reshuffle Massal 236 Pejabat Pemprov Riau, Ini Daftarnya

    26/05/2026  ❘  19:16 WIB
  • Hasil Audit Inspektorat Riau Terkait Bisnis Seragam Siswa SMA Negeri, 31 Sekolah Diperintahkan Kembalikan Rp 566 Juta ke Orangtua

    Hasil Audit Inspektorat Riau Terkait Bisnis Seragam Siswa SMA Negeri, 31 Sekolah Diperintahkan Kembalikan Rp 566 Juta ke Orangtua

    31/05/2026  ❘  15:10 WIB
  • Heboh Daftar 10 Perusahaan Diduga Mainkan Harga Ekspor Minyak Kelapa Sawit, 4 Perusahaan Ada di Riau

    Heboh Daftar 10 Perusahaan Diduga Mainkan Harga Ekspor Minyak Kelapa Sawit, 4 Perusahaan Ada di Riau

    25/05/2026  ❘  14:20 WIB
  • Drama Hukum Gubri Abdul Wahid Makin Jauh, Sampai Menyerempet Pangdam dan Kapolda

    Drama Hukum Gubri Abdul Wahid Makin Jauh, Sampai Menyerempet Pangdam dan Kapolda

    22/05/2026  ❘  14:22 WIB
  • Skandal Korupsi Manipulasi Ekspor Minyak Sawit Disamarkan POME Rugikan Negara Rp 14 Triliun, Kejagung Periksa Eks Dirjen Bea Cukai Askaloni

    Skandal Korupsi Manipulasi Ekspor Minyak Sawit Disamarkan POME Rugikan Negara Rp 14 Triliun, Kejagung Periksa Eks Dirjen Bea Cukai Askaloni

    21/05/2026  ❘  23:36 WIB
Kempo Dojo AKRI cafe Idul adha dprd pekanbaru

    Follow Us

  • Copyright ©
    SabangMeraukeNEWS.com

    Berita

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum

    Berita

  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

    Halaman

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan