SabangMeraukeNEWS.com

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum
  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan

    https://sabangmeraukenews.com

Copyright ©
sabangmeraukeNEWS.com
All rights reserved

https://sabangmeraukenews.com

  • Daerah
    • Pemkab Kepulauan Meranti Lepas 112 Kafilah MTQ ke-44 Provinsi Riau, 64 Peserta Siap Berlaga di Kuansing

      Pemkab Kepulauan Meranti Lepas 112 Kafilah MTQ ke-44 Provinsi Riau, 64 Peserta Siap Berlaga di Kuansing

      24/06/2026  ❘  19:06 WIB
    • Jalur Padang-Bukittinggi Mati Total, Bukit Lembah Anai Turun Menyapu Jalan

      Jalur Padang-Bukittinggi Mati Total, Bukit Lembah Anai Turun Menyapu Jalan

      24/06/2026  ❘  19:05 WIB
    • Apes Kuadrat! Niat Selundupkan Ganja Ratusan Kilo, Dua Kurir Ini Malah Nyungsep Menabrak Truk

      Apes Kuadrat! Niat Selundupkan Ganja Ratusan Kilo, Dua Kurir Ini Malah Nyungsep Menabrak Truk

      24/06/2026  ❘  18:54 WIB
    • Sawit Masih Dipanen, Dompet Petani Malah Kering, Ada Apa dengan Harga TBS?

      Sawit Masih Dipanen, Dompet Petani Malah Kering, Ada Apa dengan Harga TBS?

      24/06/2026  ❘  18:49 WIB
  • Nasional
    • Status Penahanan Yaqut Cholil Qoumas Berubah Lagi, KPK Ambil Keputusan karena Kondisi Kesehatan

      Status Penahanan Yaqut Cholil Qoumas Berubah Lagi, KPK Ambil Keputusan karena Kondisi Kesehatan

      24/06/2026  ❘  21:59 WIB
    • Bareskrim Serahkan Laporan Grace Natalie, Ade Armando, dan Permadi Arya ke Polda Metro

      Bareskrim Serahkan Laporan Grace Natalie, Ade Armando, dan Permadi Arya ke Polda Metro

      24/06/2026  ❘  17:41 WIB
    • DPR Siapkan Safari Politik, Partai Nonparlemen Akan Diajak Bahas RUU Pemilu

      DPR Siapkan Safari Politik, Partai Nonparlemen Akan Diajak Bahas RUU Pemilu

      24/06/2026  ❘  17:40 WIB
    • Kecurangan SNBT Makin Canggih, Mikrofon Tanam di Telinga Terungkap saat Seleksi

      Kecurangan SNBT Makin Canggih, Mikrofon Tanam di Telinga Terungkap saat Seleksi

      24/06/2026  ❘  15:35 WIB
  • Ekonomi
    • Daya Saing Indonesia Anjlok ke Peringkat 48 Dunia, Pemerintah Mulai Bongkar Penyebab Utamanya

      Daya Saing Indonesia Anjlok ke Peringkat 48 Dunia, Pemerintah Mulai Bongkar Penyebab Utamanya

      24/06/2026  ❘  21:19 WIB
    • Dari Juara 27 Dunia Langsung Anjlok ke Posisi 48, Mesin Ekonomi Indonesia Mendadak Kehabisan Bensin!

      Dari Juara 27 Dunia Langsung Anjlok ke Posisi 48, Mesin Ekonomi Indonesia Mendadak Kehabisan Bensin!

      24/06/2026  ❘  18:22 WIB
    • Rupiah Nyaris Rp18.000 Bikin Dompet Bolong, Dolar Amerika Serikat Mengamuk Tujuh Hari Beruntun!

      Rupiah Nyaris Rp18.000 Bikin Dompet Bolong, Dolar Amerika Serikat Mengamuk Tujuh Hari Beruntun!

      24/06/2026  ❘  18:14 WIB
    • Bukan Sulap Bukan Sihir, IHSG Rontok Berjemaah Saat Dolar AS Ngamuk Ugal-Ugalan

      Bukan Sulap Bukan Sihir, IHSG Rontok Berjemaah Saat Dolar AS Ngamuk Ugal-Ugalan

      24/06/2026  ❘  18:06 WIB
  • Politik
    • Anak Riau Dilarang Menangis Sendiri, Aturan Baru Mulai Bergerak!

      Anak Riau Dilarang Menangis Sendiri, Aturan Baru Mulai Bergerak!

      22/06/2026  ❘  19:36 WIB
    • Ahmad Doli Sebut Pesan Jokowi Menepis Narasi Dua Matahari

      Ahmad Doli Sebut Pesan Jokowi Menepis Narasi Dua Matahari

      20/06/2026  ❘  12:05 WIB
    • Jokowi Titip Pesan ke PSI, Prabowo-Gibran Diminta Dikawal hingga Dua Periode

      Jokowi Titip Pesan ke PSI, Prabowo-Gibran Diminta Dikawal hingga Dua Periode

      19/06/2026  ❘  08:08 WIB
    • Elit PKB Sentil Kejelasan Sikap Politik PDI Perjuangan Terhadap Pemerintahan Prabowo: Jangan Abu-abu!

      Elit PKB Sentil Kejelasan Sikap Politik PDI Perjuangan Terhadap Pemerintahan Prabowo: Jangan Abu-abu!

      19/06/2026  ❘  01:00 WIB
  • Hukrim
    • Gang Singgalang Mendadak Heboh, Pengedar Sabu Tumbang Usai Warga Buka Suara

      Gang Singgalang Mendadak Heboh, Pengedar Sabu Tumbang Usai Warga Buka Suara

      24/06/2026  ❘  18:39 WIB
    • Motor Sudah Keluar Garasi, Maling Ini Malah Tumbang Dikejar Warga Binawidya

      Motor Sudah Keluar Garasi, Maling Ini Malah Tumbang Dikejar Warga Binawidya

      24/06/2026  ❘  17:42 WIB
    • Polda Jabar Tegaskan Taufik Hidayat Ditangkap, Bukan Menyerahkan Diri

      Polda Jabar Tegaskan Taufik Hidayat Ditangkap, Bukan Menyerahkan Diri

      24/06/2026  ❘  17:38 WIB
    • Pencuri Motor di Pekanbaru Babak Belur Dihajar Warga, Satu Pelaku Ditangkap Satu Lagi Masuk DPO

      Pencuri Motor di Pekanbaru Babak Belur Dihajar Warga, Satu Pelaku Ditangkap Satu Lagi Masuk DPO

      24/06/2026  ❘  17:31 WIB
  • Umum
    • Murah, Dekat dan Bebas Visa! Ini Deretan Negara Favorit yang Bisa Jadi Tujuan Liburan WNI Tahun 2026

      Murah, Dekat dan Bebas Visa! Ini Deretan Negara Favorit yang Bisa Jadi Tujuan Liburan WNI Tahun 2026

      24/06/2026  ❘  21:17 WIB
    • Batas Aman Makan Mie Instan agar Tak Kena Sakit Ginjal, Ahli: Jangan Lebih dari Ini!

      Batas Aman Makan Mie Instan agar Tak Kena Sakit Ginjal, Ahli: Jangan Lebih dari Ini!

      24/06/2026  ❘  09:24 WIB
    • Survei Dunia 2026: Israel Jadi Negara Paling Dibenci, AS Ikut Terpuruk hingga Masuk Lima Besar!

      Survei Dunia 2026: Israel Jadi Negara Paling Dibenci, AS Ikut Terpuruk hingga Masuk Lima Besar!

      23/06/2026  ❘  20:36 WIB
    • Parenting VOC Bikin Anak Lebih Mandiri? Ini Fakta Mengejutkan yang Diungkap Para Ahli

      Parenting VOC Bikin Anak Lebih Mandiri? Ini Fakta Mengejutkan yang Diungkap Para Ahli

      23/06/2026  ❘  11:48 WIB
  • Riau
    • DLHK Pekanbaru Harapkan LPS Ada Terobosan Baru dalam Pengelolaan Sampah

      DLHK Pekanbaru Harapkan LPS Ada Terobosan Baru dalam Pengelolaan Sampah

      24/06/2026  ❘  20:43 WIB
    • Program Prabowo Dituduh Bikin Kantin Sekolah Tekor, Plt Gubernur Riau Bongkar Borok Laporan Disdik

      Program Prabowo Dituduh Bikin Kantin Sekolah Tekor, Plt Gubernur Riau Bongkar Borok Laporan Disdik

      24/06/2026  ❘  17:51 WIB
    • Pemprov Riau Apresiasi Badan Publik Berprestasi dalam Keterbukaan Informasi Publik

      Pemprov Riau Apresiasi Badan Publik Berprestasi dalam Keterbukaan Informasi Publik

      24/06/2026  ❘  17:50 WIB
    • Aksi Mahasiswa Berujung Luka, Plt Gubernur Riau Langsung Datang Membesuk

      Aksi Mahasiswa Berujung Luka, Plt Gubernur Riau Langsung Datang Membesuk

      24/06/2026  ❘  17:36 WIB
  • Sport
    • PSPS Pekanbaru Tunjuk Akhyar Ilyas jadi Pelatih Kepala

      PSPS Pekanbaru Tunjuk Akhyar Ilyas jadi Pelatih Kepala

      24/06/2026  ❘  20:21 WIB
    • Kejurnaswil Kempo Sumatera 2026 di Sawahlunto Dibuka Gubernur Sumbar, 426 Atlet dari 29 Daerah Berkompetisi

      Kejurnaswil Kempo Sumatera 2026 di Sawahlunto Dibuka Gubernur Sumbar, 426 Atlet dari 29 Daerah Berkompetisi

      24/06/2026  ❘  13:03 WIB
    • Kroasia Menang Tipis, Gol Ante Budimir Bikin Panama Tersingkir dari Piala Dunia 2026

      Kroasia Menang Tipis, Gol Ante Budimir Bikin Panama Tersingkir dari Piala Dunia 2026

      24/06/2026  ❘  11:47 WIB
    • Ronaldo Pecah Kebuntuan 10 Laga, Portugal Hancurkan Uzbekistan 5-0 di Piala Dunia 2026 

      Ronaldo Pecah Kebuntuan 10 Laga, Portugal Hancurkan Uzbekistan 5-0 di Piala Dunia 2026 

      24/06/2026  ❘  11:46 WIB
  • Opini
    • Koridor Satwa Menjadi Lorong Maut Kematian Tapir di Konsesi RAPP, Menguji Ketegasan FSC

      Koridor Satwa Menjadi Lorong Maut Kematian Tapir di Konsesi RAPP, Menguji Ketegasan FSC

      21/06/2026  ❘  15:12 WIB
    • Kebangkitan Polandia Menjadi Kekuatan Baru Eropa

      Kebangkitan Polandia Menjadi Kekuatan Baru Eropa

      11/06/2026  ❘  08:29 WIB
    • Proses Remedy Framework FSC: APP Group Bergerak dalam Senyap, APRIL Group Tenggelam dalam Ketidakjelasan

      Proses Remedy Framework FSC: APP Group Bergerak dalam Senyap, APRIL Group Tenggelam dalam Ketidakjelasan

      10/06/2026  ❘  19:27 WIB
    • PHR Raup Laba Rp 16 Triliun, Alokasi Dana PI Blok Rokan Harus Jelas dan Transparan: Jangan Lagi Rp 18 Ribu per Bulan! 

      PHR Raup Laba Rp 16 Triliun, Alokasi Dana PI Blok Rokan Harus Jelas dan Transparan: Jangan Lagi Rp 18 Ribu per Bulan! 

      05/06/2026  ❘  12:26 WIB
  • Internasional
    • Sayap Retak Gegerkan Airbus! Belasan Pesawat A380 Emirates dan Qantas Jalani Inspeksi Mendesak

      Sayap Retak Gegerkan Airbus! Belasan Pesawat A380 Emirates dan Qantas Jalani Inspeksi Mendesak

      24/06/2026  ❘  17:50 WIB
    • Mantan Menkeu Ditangkap! Kasus Pencucian Uang Gegerkan Nepal, Pemerintah Baru Bergerak Sapu Bersih Korupsi

      Mantan Menkeu Ditangkap! Kasus Pencucian Uang Gegerkan Nepal, Pemerintah Baru Bergerak Sapu Bersih Korupsi

      24/06/2026  ❘  17:40 WIB
    • Trump Masih Mengancam Iran Meski Kesepakatan Swiss Tercapai, Teheran Langsung Beri Peringatan Keras!

      Trump Masih Mengancam Iran Meski Kesepakatan Swiss Tercapai, Teheran Langsung Beri Peringatan Keras!

      23/06/2026  ❘  21:17 WIB
    • Mantan Menteri Kehakiman Korea Selatan Divonis 25 Tahun Penjara dalam Kasus Darurat Militer

      Mantan Menteri Kehakiman Korea Selatan Divonis 25 Tahun Penjara dalam Kasus Darurat Militer

      22/06/2026  ❘  17:16 WIB
  • lain
      -->
    • Advertorial
    • -->
    • Foto
    • Indeks
Bukan omon omon

Begini Respon Kementerian Kehutanan Usai Kebun Sawit Warga di Kampar Dijadikan Areal Hutan Kemasyarakatan, Picu Konflik-Dituding Merampas Hak Rakyat

11/05/2025  ❘  17:37 WIB • Nasional
Bagikan :
Begini Respon Kementerian Kehutanan Usai Kebun Sawit Warga di Kampar Dijadikan Areal Hutan Kemasyarakatan, Picu Konflik-Dituding Merampas Hak Rakyat

Keributan antar warga dengan petugas Kehutanan di Kampar Kiri Hilir saat penandaan batas HKm beberapa hari lalu. Foto: Istimewa

SABANGMERAUKE NEWS, Jakarta - Kementerian Kehutanan merespon polemik penunjukan areal Hutan Kemasyarakatan (HKm) di Kecamatan Kampar Kiri Hilir, Riau yang memicu konflik antar masyarakat. Penetapan lahan HKm pada kebun sawit yang sudah dikelola warga selama belasan tahun dinilai sebagai bentuk perampasan hak masyarakat. HKm merupakan salah satu skema Perhutanan Sosial (PS) yang merupakan program pemerintah pusat. 

Direktur Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (PSKL) Kementerian Kehutanan, Mahfudz melalui Sekretaris Ditjen PSKL, Enik Eko Wati menyatakan, pihaknya akan melakukan koordinasi dan diskusi internal menyikapi penolakan masyarakat Kampar Kiri Hilir atas penetapan areal HKm tersebut. 

"Kami akan diskusikan di internal oleh para direktur teknis untuk langkah-langkahnya," terang Enik Eko Wati lewat pesan via WhatsApp yang diterima SabangMerauke News, Minggu (11/5/2025).

Enik menyatakan, Ditjen PSKL juga akan melakukan koordinasi dengan UPT terkait di tingkatan tapak. Adapun soal kunjungan lapangan Tim Ditjen PSKL, menurut Enik masih sedang dikoordinasikan. 

"Kami koordinasikan dengan UPT kami di tapak," kata Enik.

Diwartakan sebelumnya, masyarakat petani kelapa sawit di Kecamatan Kampar Kiri Hilir, Kabupaten Kampar menolak keras terbitnya Surat Keputusan Menteri Kehutanan terkait penunjukkan areal Hutan Kemasyarakatan (HKm). Areal HKm tersebut berada di perkebunan kelapa sawit yang telah dikelola masyarakat sejak 15 hingga 20 tahun lalu. 

Perwakilan warga yang kebun sawitnya menjadi objek HKm, Nedi menyatakan, masyarakat akan melakukan perlawanan keras, jika areal HKm tersebut berada di atas kebun sawit mereka. Menurutnya, terbitnya SK HKm tersebut sarat akan penyimpangan dan sangat merugikan masyarakat pemilik kebun sawit. 

"Ini namanya perampokan. Masyarakat sudah lama berjerih lelah mengelola kebun sawit. Tapi sekarang hanya bermodalkan SK HKm seenaknya saja mau menggusur kami. Kami akan melawan apapun yang terjadi untuk mempertahankan hak kami," kata Nedi, Jumat (9/5/2025). 

Ia menduga ada permainan kotor dan cacat prosedural atas penerbitan HKm dan kelompok tani hutan yang ditunjuk sebagai pengelola areal HKm tersebut. 

"Jangan sampai kebun masyarakat mereka rampas dan bagi-bagi dengan seenaknya. Kami mendengar ada rumor pembagian jatah kebun sawit untuk orang-orang tertentu. Ini tindakan yang sangat menyakitkan kami masyarakat di negara Pancasila," tegas Nedi. 

Menurutnya, masyarakat telah menyampaikan penolakan atas terbitnya SK HKm tersebut ke Kementerian Kehutanan selaku otoritas yang memberikan perizinan. Mereka mendesak agar Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mencabut SK HKm tersebut, karena telah menjadi sumber konflik horizontal di tengah masyarakat dan merampas hak masyarakat. 

"Menteri Kehutanan harus segera mencabut SK HKm tersebut. Harus diaudit ulang bagaimana prosesnya, bagaimana pertek (persetujuan teknis) bisa terbit dan bagaimana verifikasi lapangan dilakukan. Karena ujug-ujug HKm itu diterbitkan dan membuat kaget masyarakat," kata Nedi. 

Nedi juga juga menyebut kalau pihaknya telah berusaha bertemu dengan pejabat di Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Riau. Namun warga kecewa karena tak satu pun pejabat DLHK Riau yang berkenan menerima mereka. 

"Pejabat dan instansi yang terlibat dalam proses dan tahapan hingga terbitnya SK HKm ini harus bertanggung jawab secara hukum, apalagi jika nantinya terjadi konflik di tengah-tengah masyarakat. Mereka harus bertanggung jawab," tegas Nedi. 

Berdasarkan  penelusuran SabangMerauke News, Menteri Kehutanan menerbitkan SK Nomor 11490 Tahun 2024 tentang Persetujuan Pengelolaan Hutan Kemasyarakatan seluas 1.269 hektare di Kecamatan Kampar Kiri Hilir.

Adapun areal HKm tersebut berada di Desa Bangun Sari, Desa Mentulik dan belakangan melebar ke Desa Perhentian Raja. Pengelolaan HKm itu diberikan kepada Kelompok Tani Hutan (KHT) Bersatu Abadi Jaya. Areal HKm yang ditunjuk merupakan wilayah Hutan Produksi eks PT Ruas Utama Jaya (RUJ) yang beberapa tahun lalu telah dicabut perizinannya oleh Menteri LHK Siti Nurbaya. 

Media ini belum mendapatkan penjelasan dari KTH Bersatu Abadi Jaya ikhwal prosedur pengajuan HKM dilakukan. 

Ribut Saat Penandaan Batas HKm

Sebelumnya diwartakan, terbitnya surat keputusan Menteri Kehutanan tentang penunjukan areal Hutan Kemasyarakatan (HKm) di Kecamatan Kampar Kiri Hilir, menimbulkan penolakan keras dari masyarakat. Penunjukan areal HKM yang dikelola oleh Kelompok Tani Hutan (KTH) Bersatu Abadi Jaya, ditolak keras oleh warga yang selama ini telah lebih dulu menanam kelapa sawit produktif di areal tersebut. 

Dalam sebuah video yang diunggah di akun TikTok @Nedi pada Selasa (6/5/2025), terlihat adu mulut terjadi antara sejumlah petugas kehutanan dengan masyarakat petani sawit. 

"Jangan kami yang bodoh ini dibodoh-bodohin lagi, Pak," kata seorang pria paruh baya yang protes. 

 

Dalam video tersebut, terlihat kerumunan orang yang sedang berdebat. Ada petugas yang memakai seragam dari Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Sorek, serta beberapa lainnya mengenakan pakaian tentara. 

Kedatangan mereka ke lokasi kebun sawit tersebut untuk melakukan penandaan batas Hutan Kemasyarakatan (HKm) yang diterbitkan oleh Menteri Kehutanan pada 2024 lalu. Adapun areal HKm yang diberikan Menhut seluas 1.200 hektare lebih. Pengelola HKm yang ditunjuk yakni KTH Bersatu Abadi Jaya. 

Masyarakat yang protes keberatan lahan kebun sawit mereka masuk ke dalam HKm. Soalnya, sudah sejak lama mereka mengelola kebun sawit di kawasan tersebut. 

"Baru semalam ujug-ujug muncul SK, langsung sekarang diginikan. Gak boleh gitu," kata warga yang protes. 

Akun @Nedi menyatakan, masyarakat telah mengeluarkan biaya yang besar untuk menanam dan merawat kelapa sawit tersebut, bahkan mereka sampai berutang.

"Kami udah berhutang ke mana-mana utk membuat kebun tsb. Tapi pemerintah diam aja gak ada sedikitpun reaksinya," tulis Nedi pada kolom komentar. 

Penjelasan Kepala KPH Sorek

Kepala KPH Sorek, Amry Setiawan menyatakan, kejadian tersebut berlangsung saat dilakukannya penandaan batas HKm. Penandaan batas itu merupakan mandat yang diberikan Menhut kepada KTH yang mengelola HKM tersebut. 

"Surat penunjukan HKm diterbitkan Menteri Kehutanan pada 2024 lalu. Luasnya sekitar 1.200 hektare," kata Amry saat dikonfirmasi SabangMerauke News pada Rabu (7/4/2025). 

 

Ia menyatakan, posisi KPH Sorek hanya sebagai pendamping dalam proses penandaan batas HKm. Selain petugas dari KPH Sorek, saat kejadian itu hadir juga pihak dari BPKH Riau, Balai Perhutanan Soal dan Kemitraan Lingkungan (PSKL), Gakkum Dinas LHK Riau dan aparat. 

Saat ditanya tentang penerbitan HKm yang berpotensi memicu konflik horizontal antar masyarakat, Amry mengklaim kalau proses terbitnya SK HKm dari Menteri Kehutanan telah dilakukan secara berjenjang dan melewati tahap verifikasi. 

"Itu prosesnya sudah mulai tahun 2020 lalu. Dan sudah ada verifikasi dari PSKL," terang Amry. 

Lantas, ketika konflik horizontal berpotensi pecah di tengah masyarakat, apa yang dilakukan oleh pemerintah? Amry mengaku telah mengusulkan agar masyarakat yang keberatan dirangkul oleh KTH Bersatu Abadi Jaya. 

"Namun tentu ada syaratnya, salah satunya yakni bersedia membayar PSDH. Karena KTH yang ditunjuk oleh Menhut juga punya kewajiban," kata Amry. (R-03) 

 

Editor: Raya Desmawanto
Tags :Kementerian KehutananKampar Kiri HilirHutan KemasyarakatanPerhutanan SosialSabangMeraukeNews

BERITA TERKAIT :

  • Ramai-ramai Tolak SK Menhut Terkait Hutan Kemasyarakatan di Kebun Sawit Warga Kampar Kiri Hilir: Ini Perampokan Namanya! 

    Ramai-ramai Tolak SK Menhut Terkait Hutan Kemasyarakatan di Kebun Sawit Warga Kampar Kiri Hilir: Ini Perampokan Namanya! 

    Nasional •
    11/05/2025 ❘ 11:53 WIB
  • Rapor Merah! Provinsi Riau Ranking 6 Terendah Realisasi Pendapatan, Ranking 9 Terendah Realisasi Belanja se-Indonesia, Ini Daftarnya

    Rapor Merah! Provinsi Riau Ranking 6 Terendah Realisasi Pendapatan, Ranking 9 Terendah Realisasi Belanja se-Indonesia, Ini Daftarnya

    Ekonomi •
    10/05/2025 ❘ 23:32 WIB
  • Berkas Tersangka Penipuan Proyek Rp 2,1 Miliar Eks Direktur RS Madani Pekanbaru Dilimpahkan ke Kejaksaan

    Berkas Tersangka Penipuan Proyek Rp 2,1 Miliar Eks Direktur RS Madani Pekanbaru Dilimpahkan ke Kejaksaan

    Hukrim •
    10/05/2025 ❘ 23:15 WIB
  • Wakil Bupati Kepulauan Meranti Gotong Royong Bersihkan Jalan Nelayan, Berencana Percantik dengan Taman

    Wakil Bupati Kepulauan Meranti Gotong Royong Bersihkan Jalan Nelayan, Berencana Percantik dengan Taman

    Riau •
    10/05/2025 ❘ 21:14 WIB
  • Besok Pemkot Kembali Buka CFD di Jalan Sudirman

    Besok Pemkot Kembali Buka CFD di Jalan Sudirman

    Riau •
    10/05/2025 ❘ 19:58 WIB
Lindawati Tahun Baru Islam HUT 60 tahun BRK syariah Lowongan kerja Novotel Terbaru

TERPOPULER

  • Ini Daftar 22 PKS di Riau yang Dilaporkan Mentan ke Kapolri Diduga Mainkan Harga TBS Kelapa Sawit

    Ini Daftar 22 PKS di Riau yang Dilaporkan Mentan ke Kapolri Diduga Mainkan Harga TBS Kelapa Sawit

    10/06/2026  ❘  16:53 WIB
  • Tragis, Pelajar SMP di Selatpanjang Meninggal Dunia Tertimpa Tembok Saat Mengejar Layang-Layang Putus

    Tragis, Pelajar SMP di Selatpanjang Meninggal Dunia Tertimpa Tembok Saat Mengejar Layang-Layang Putus

    22/06/2026  ❘  18:06 WIB
  • TPP Ribuan Guru PPPK Diduga Digelapkan, Kejari Rohil Tahan PPTK dan Bendahara Dinas Pendidikan

    TPP Ribuan Guru PPPK Diduga Digelapkan, Kejari Rohil Tahan PPTK dan Bendahara Dinas Pendidikan

    22/06/2026  ❘  21:50 WIB
  • Lengkap! Ini Daftar 280 PKS di 15 Provinsi yang Dilaporkan Mentan ke Kapolri Dugaan Permainan Harga TBS Kelapa Sawit Petani

    Lengkap! Ini Daftar 280 PKS di 15 Provinsi yang Dilaporkan Mentan ke Kapolri Dugaan Permainan Harga TBS Kelapa Sawit Petani

    12/06/2026  ❘  12:05 WIB
  • Nahkoda Baru RSUD Kepulauan Meranti Tancap Gas, Romy Haris Bergerak Cepat Atasi Berbagai Persoalan 

    Nahkoda Baru RSUD Kepulauan Meranti Tancap Gas, Romy Haris Bergerak Cepat Atasi Berbagai Persoalan 

    21/06/2026  ❘  21:17 WIB
Kempo Dojo AKRI cafe Idul adha dprd pekanbaru

    Follow Us

  • Copyright ©
    SabangMeraukeNEWS.com

    Berita

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum

    Berita

  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

    Halaman

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan