Tragedi 15 Pekerja Akasia dan Anak-anak Tewas karena Truk Masuk Sungai di Pelalawan, Polisi Tetapkan Direktur PT ERB Jadi Tersangka
Truk yang tercebur ke Sungai Segati menewaskan sebanyak 15 pekerja dan anak-anak pada konsesi PT Nusa Wana Raya (NWR) bukan Februari silam. Foto: Istimewa
SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Kepolisian Resor (Polres) Pelalawan telah menetapkan Direktur PT Empat Res Bersaudara (ERB) inisial SBG sebagai tersangka tragedi tewasnya 15 orang pekerja dan anak dalam insiden truk terjun ke Sungai Segati, Pelalawan pada Sabtu (22/2/2025) lalu. Para korban merupakan pekerja penanaman eukaliptus/ akasia di PT Nusa Wana Raya (NWR), perusahaan penyuplai bahan baku industri kertas PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP).
Kasat Lantas AKP Enggarani Laufria menyatakan, penetapan SBG sebagai tersangka merupakan hasil pengembangan penyidikan yang dilakukan penyidik.
"SBG sebagai Direktur PT ERB telah ditetapkan sebagai tersangka," kata AKP Enggarani kepada SabangMerauke News, akhir pekan lalu.
Ia menjelaskan, berkas perkara tersebut telah dikirm ke Kejaksaan Negeri Pelalawan.
“Penyidik saat ini menunggu hasil dari kejaksaan. Namun belum P21, masih menunggu petunjuk dari jaksa,” kata Enggarani.
Sebelumnya, kasus tewasnya 15 pekerja dan anak di Pelalawan ini menjadi perhatian publik. Sejumlah pihak mendesak penanganan hukum secara komprehensif atas kejadian itu.
Koordinator Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari), Okto Yugo Setiyo menyatakan, Polda Riau seharusnya mengambil alih penyidikan kasus tersebut. Alasannya, penyidikan yang dilakukan oleh Polres Pelalawan berpotensi terjadi konflik kepentingan karena langsung terjadi di wilayah hukumnya.
"Kami meminta agar Polda Riau segera ambil alih penanganan perkara tersebut. Pihak perusahaan yang terkait harus segera diperiksa," kata Okto pada Sabtu (1/3/2025).
Ia menjelaskan, kecelakaan yang menewaskan 15 orang tersebut bukan perkara yang biasa. Peristiwa tersebut terjadi di perusahaan konsesi hutan tanaman industri yang seharusnya menerapkan standar keselamatan yang tinggi.
"Penanganan perkara ini tidak boleh berlarut-larut karena menyangkut nyawa manusia. Harus segera ada penetapan tersangka dari, terutama dari unsur perusahaan," kata Okto.
Okto menegaskan, audit K3 juga harus dilakukan terhadap APRIL Grup dan PT Nusa Wana Raya. Menurutnya, tragedi yang menewaskan sebanyak 15 orang tersebut, harus ditelisik dari hulu hingga ke hilir.
"Karena April Group selalu membanggakan kebijakan K3 mereka. Kok bisa sekelas rekanan April Group mengangkut pekerja dan anak pakai truk, harusnya, ya pakai bus," tegas Okto.
Kapolres Pelalawan, AKBP Afrizal Asri menyatakan, sopir truk bernomor polisi BM 8699 ZO, Maranatha Zendrato telah ditetapkan sebagai tersangka. Namun, karena Zendrato ikut tewas dalam kecelakaan tersebut, proses hukumnya dihentikan.
"Karena sudah meninggal dunia, kasusnya dihentikan. Sekarang sedang didalami pasal 277 mengarah perusahaan yang memiliki mobil truk itu," kata AKBP Afrizal Asri SIK kepada media, Jumat (28/2/2025).
Diterangkannya, dalam pasal 277 ini mengarah ke pihak yang merubah bentuk dan tipe kendaraan. Pasalnya, truk colt diesel yang digunakan para pekerja dan keluarganya saat kecelakaan telah dimodifikasi dari angkutan barang menjadi angkutan orang.
Hal tersebut diduga kuat telah menyalahi Undang-undang nomor 22 tahun 2009 dan diduga menjadi salah satu penyebab kecelakaan tunggal yang merenggut 15 nyawa orang dewasa hingga anak-anak itu.
AKBP Afrizal menjelaskan, penyidik dari Satlantas Polres Pelalawan akan memanggil para saksi-saksi dan ahli terkait kendaraan yang dimodifikasi tersebut. Termasuk memeriksa manajemen PT ERB sebagai pemilik kendaraan dan tempat para korban berkerja.
"Ini sesuai dengan arahan dari Pak Kapolda Riau ketika turun ke TKP. Proses hukum harus dijalankan. Makanya pihak perusahaan akan dipanggil dan diperiksa," tanda Kapolres Afrizal.
Tragedi truk pengangkut pekerja dan anak-anak masuk Sungai Segati ini menewaskan sebanyak 15 orang. Ini merupakan kecelakaan dengan korban terbanyak di Riau dalam kurun belasan tahun terakhir.
Berikut adalah daftar nama korban selamat:
1. Yerniwati
2. Arkian Zebua
3. Yasman Gulo
4. Novayanti
5. Taogomano
6. Nenek Seja
7. Ina Nove
8. Epriniwati
9. Dameria
10. Jelisman
11. Otonius
12. Yantonius
13. Melianus
14. Juventus
15. Febri
16. Wia
17. Berkat
Daftar nama korban meninggal:
1. Maranata Zendrato
2. Solina
3. Cahya
4. Tri
5. Cel
6. Yaman Hulu
7. Aferius
8. Yusnidar
9. Yasani
10.Setia Murni
11. Arman
12. Amel
13. Noel
14. Wilda
15. Ciras. (KB-01/Rachdinal)

