Hasil Riset Ungkap Risiko Penderita Ginjal Jika Minum Kopi
Ilustrasi kopi. Foto : SM News
SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Ginjal memiliki fungsi utama untuk menyaring darah, membuang limbah, dan cairan berlebih dari tubuh melalui urine.
Selain itu, ginjal juga berperan dalam mengatur keseimbangan cairan, garam, dan mineral dalam darah.
Saat fungsinya terganggu, organ ini bisa memicu masalah kesehatan yang dapat mengancam jiwa.
Adapun menurut para ahli, berbagai penyakit, faktor genetik, dan gaya hidup tidak sehat dapat memengaruhi fungsi ginjal dan membuatnya rusak.
Ketika orang mengetahui dirinya memiliki penyakit ginjal dan harus melakukan perubahan pola makan, salah satu pertanyaan yang sering ditanyakan adalah "apakah saya harus berhenti minum kopi?"
Dikutip dari Verywell Health (18/10/2024), beberapa studi telah meneliti apakah kopi berdampak buruk bagi ginjal serta efek kesehatan lainnya.
Berdasarkan penelitian saat ini, kopi tampaknya tidak meningkatkan risiko penyakit ginjal, tapi kopi dapat memengaruhi tekanan darah pada orang-orang tertentu dan mereka yang memiliki batu ginjal.
Apakah kopi berdampak buruk pada ginjal?
Masih dari sumber yang sama, beberapa penelitian telah menyimpulkan bahwa kopi mungkin tidak membahayakan ginjal atau menyebabkan penyakit ginjal kronis (CKD).
Bahkan, penelitian telah menunjukkan beberapa manfaat dari mengonsumsi kopi dalam jumlah sedang.
Kafein dalam kopi dapat meningkatkan tingkat energi dan metabolisme untuk membantu pembakaran lemak.
Kopi juga mengandung polifenol yang dikaitkan dengan penurunan risiko kondisi kesehatan seperti kanker, penyakit jantung, dan diabetes.
Namun, tindakan pencegahan tertentu direkomendasikan, seperti minum kopi dalam jumlah sedang dan membatasi kopi jika seseorang memiliki tekanan darah tinggi atau batu ginjal.
Dikutip dari National Kidney Foundation (20/10/2017), secangkir kopi hitam (8 ons) mengandung 116 mg kalium.
Jumlah ini dianggap sebagai minuman yang rendah kalium. Meski demikian, biasanya orang akan minum lebih dari satu cangkir kopi dalam sehari.
Tiga hingga empat cangkir kopi sehari dianggap tinggi kalium dan dapat meningkatkan kadar kalium dalam tubuh.
Adapun, menambahkan krimer atau susu dapat lebih meningkatkan kandungan kalium kopi.
Apakah Penderita Gangguan Ginjal Boleh Minum Kopi? Ini Kata Penelitian
Dengan demikian, minum kurang dari tiga cangkir kopi per hari umumnya dianggap aman.
Studi tentang kopi dan penyakit ginjal
Studi epidemiologi berbasis populasi cenderung menunjukkan hubungan antara konsumsi kopi dan kemungkinan efek perlindungan pada fungsi ginjal.
Sebuah studi pada 2022 menyimpulkan, orang yang minum kopi dalam jumlah berapapun setiap hari memiliki risiko 15 persen lebih rendah mengalami cedera ginjal.
Sementara itu, orang yang minum 2 hingga 3 cangkir kopi setiap hari memiliki risiko 22-23 persen lebih rendah mengalami cedera ginjal.
Sebuah meta-analisis yang diterbitkan pada 2016 menunjukkan tidak ada hubungan antara konsumsi kopi dan peningkatan risiko penyakit ginjal pada partisipan pria.
Namun, studi yang mengevaluasi orang tua yang kelebihan berat badan atau obesitas dengan sindrom metabolik menemukan, minum lebih dari 2 cangkir kopi berkafein setiap hari menyebabkan penurunan fungsi ginjal dibandingkan dengan orang yang minum kurang dari 1 cangkir setiap hari.
Akan tetapi, kopi tanpa kafein tidak menyebabkan penurunan fungsi ginjal.
Selain itu, penting untuk diperhatikan bahwa makan terlalu banyak makanan tinggi kalium, seperti pisang, ubi jalar, bayam, tomat, alpukat, dan jeruk dapat membebani ginjal jika seseorang menderita CKD.
Akan tetapi kabar baiknya, kopi termasuk dalam kelompok rendah kalium, sehingga menjadi pilihan yang aman dalam jumlah sedang.
Apakah minum kopi meningkatkan risiko batu ginjal?
Di luar penyakit medis pada ginjal, masih ada situasi khusus di mana asupan kopi mungkin perlu dibatasi.
Salah satunya adalah orang yang mengalami batu ginjal.
Batu oksalat adalah salah satu jenis batu ginjal yang paling umum, dan kebetulan salah satu sumber utama oksalat adalah kopi biasa.
Oleh karena itu, pasien dengan batu ginjal, terutama mereka yang memiliki batu kalsium oksalat, harus tetap menganggap kopi sebagai faktor risiko yang harus dipertimbangkan.
Sementara itu, tekanan darah tinggi (setelah diabetes) adalah penyebab terbesar penyakit ginjal.
Ada beberapa bukti bahwa minum kopi berkafein dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah yang berlangsung singkat.
Dengan adanya kemungkinan hubungan antara asupan kopi dan peningkatan tekanan darah, kekhawatiran sering muncul tentang kemampuan kopi untuk menyebabkan kerusakan pada ginjal. Meskipun hal ini masuk akal, tapi ada bukti yang bertentangan.
Pasalnya, data menunjukkan, selama minum kopi tidak melebihi 3-4 cangkir setiap hari (dengan setiap cangkir 8 ons mengandung 100-200 mg kafein), maka tidak ada peningkatan risiko penyakit ginjal pada subyek muda yang sehat.
Jika seseorang memiliki tekanan darah tinggi atau berisiko mengalami tekanan darah tinggi, lebih baik berkonsultasi kepada penyedia layanan kesehatan terlebih dahulu saat akan menyesap kopi setiap hari.(R-04)

