Temukan Sampah Berserakan Saat Antar Anak ke Sekolah, Wako Agung Nugroho Singgung Sanksi Pemutusan Kontrak Perusahaan Pengangkut Sampah
Wali Kota Pekanbaru kembali menyinggung soal status kontrak kerja perusahaan pengangkutan sampah PT Ella Pratama Perkasa (EPP). Foto: TikTok
SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho kembali menyinggung soal status kontrak kerja perusahaan pengangkutan sampah di Pekanbaru yang dipegang oleh PT Ella Pratama Perkasa (EPP). Sanksi pemutusan kontrak bisa dilakukan, jika perusahaan itu tidak beres dan serius bekerja.
Pernyataan itu disampaikan Wako Agung dalam akun TikTok-nya, Senin (14/4/2025). Dalam perjalanan mengantar putranya ke sekolah, Agung yang menyetir mobil sendiri, menemukan tumpukan sampah masih terjadi di pinggiran jalan.
"Masih ada sampah berserakan," kata Agung Nugroho.
Ia lantas meminta Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pekanbaru untuk berani menindak perusahaan pemenang lelang pengangkutan sampah.
"Jadi, saya minta Kadis LHK untuk tindak tegas dan tuntut sesuai dengan kontrak yang sudah disepakati oleh perusahaan pemenang lelang pengangkutan sampah. Jika tak selesai juga, maka jangan sampai kami putus kontraknya," tegas Agung Nugroho.
Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Riau ini mengingatkan agar dinas terkait tidak lengah dan serius dalam menangani masalah sampah.
"Sampah tolong jangan sampai longgar. Kita tak akan menyerah. Kita tak akan pernah lelah dan mencari solusi pola angkat sampah yang terbaik," ujarnya.
"Kami minta kepada kontraktor pemenang lelang pengangkutan sampai agar serius dalam menangani sampah di Pekanbaru," pungkasnya seraya mengajak masyarakat juga untuk menjaga kebersihan lingkungan.
Kapolda Colek Direskrimsus
Sebelumnya, masalah sampah yang berserakan menjadi sorotan khusus Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan. Soalnya, ia menemukan tumpukan sampah berada di pusat kota, yakni di Jalan Diponegoro, depan Fakultas Kedokteran Universitas Riau (Unri) saat berolahraga pagi. Temuan itu diungkapnya lewat sebuah pantun.
“Dari Batang Hari menggunakan troli, hendak berkumpul untuk berembuk. Kapolda berlari sambil patroli, menemukan sampah yang bertumpuk-tumpuk,” ujar Irjen Herry.
Ia lantas mencolek Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Riau untuk mengecek tata kelola sampah di Pekanbaru.
“Tolong Pak Dirkrimsus, tolong cek bagaimana tata kelolanya. Ini sudah satu bulan saya lari setiap pagi di sini. Masih tetap begini,” sambungnya.
Menurut Irjen Herry, kondisi tumpukan sampah seperti ini tentunya bukan hal yang sepele.
“Jika dibiarkan, bisa menjadi sumber penyakit, merusak lingkungan, dan menandakan lemahnya tata kelola,” ungkap alumni Akpol 1996 ini.
Ia menegaskan, atas kondisi ini tidak boleh lagi ada pembiaran, seperti yang sudah terjadi.
“Saya perintahkan jajaran Polda Riau untuk segera berkoordinasi dengan pihak terkait, baik pemerintah daerah maupun instansi teknis, agar persoalan seperti ini segera ditangani tuntas. Kita harus bergerak bersama. Kolaborasi adalah kunci,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur Reskrimsus Polda Riau Kombes Pol Ade Kuncoro Ridwan berujar, pihaknya kini sedang melakukan pendalaman terkait hal tersebut.
“Anggota sedang melakukan pulbaket (pengumpulan bahan keterangan, red),” tuturnya.(R-03)

