Jalan Libo Baru Kandis Rusak Picu Antrean Kendaraan, Warga: Sejak Era PT PHR Jalan Tak Terurus!
Kondisi jalan di daerah Libo Baru, Kandis, Kabupaten Siak mengalami rusak parah. Foto: Istimewa
SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Kondisi jalan di daerah Libo Baru, Kandis, Kabupaten Siak mengalami rusak parah. Akibatnya, pada Sabtu (22/3/2025) kemarin, terjadinya kemacetan akibat antrean kendaraan yang tak bisa melewati jalan tersebut.
Surya, menjadi salah satu warga yang ikut merasakan kemacetan tersebut. Kemacetan diawali sebuah kendaraan yang terpuruk di titik kerusakan jalan. Jalan tersebut terlihat sudah dipenuhi tanah gembur yang lunak, sehingga sulit dilalui kendaraan.
Dalam kondisi ada kendaraan terpuruk, sebuah kendaraan berat mencoba melewati bagian samping jalan. Alhasil, kendaraan berat tersebut ikut terbenam dan tak bisa lagi bergerak. Usaha mendatangkan eskavator volvo ke lokasi juga tak membuahkan hasil.
"Jalan jadi macet total. Jalannya rusak parah sekali," kata Surya, Minggu (23/3/2025).
Surya heran melihat kondisi jalan yang berada dalam wilayah operasional PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) tersebut bisa mengalami rusak parah. Padahal, perusahaan mengelola ladang minyak terbesar di Indonesia dengan produksi mencapai 160 ribu barel per hari (bph).
"Aneh juga, sejak Blok Rokan dikelola PT PHR, kondisi jalan seperti tidak terurus dan tidak diperhatikan oleh Pertamina. Dulu waktu zaman Chevron, tak pernah jalan sampai rusak begini," kata Surya.
Di media sosial, suara miring tentang kondisi jalan di wilayah operasional PT PHR juga kerap berkicau. Cucu perusahaan PT Pertamina (Persero) itu dituduh tidak memiliki kepekaan dengan kondisi jalan.
"Memang sangat terasa sekali saat ladang minyak tidak lagi dikelola oleh PT Chevron. Dulu semua jalan kualitasnya bagus. Rusak sedikit saja langsung diperbaiki," kata Amran, warga di Rokan Hilir.
Tak hanya kerusakan jalan, PT PHR juga dituding tidak memiliki kepekaan terhadap dampak aktivitas operasionalnya, terutama ketika ada proyek pembangunan tapak sumur minyak. Bulan lalu, kondisi Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) di Bangko, Kabupaten Rokan Hilir juga dipenuhi oleh lumpur, menyebabkan jalanan licin dan terjadi kecelakaan lalu lintas.
Menurut warga setempat, lumpur yang melumuri jalan aspal berasal dari tanah yang diangkut kendaraan truk, saat keluar masuk ke daerah proyek sumur minyak.
"Waktu zaman Chevron, tanah yang tercecer di jalan langsung dibersihkan. Beda dengan kondisi saat ini, terkesan dibiarkan sehingga menjadi ancaman keselamatan bagi pengguna jalan umum," kata seorang warga Bangko. (R-03)

