Bukan Danau Toba, Inilah Danau Tertua dan Terdalam di Dunia
Danau Baikal. Foto : Istimewa
SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Danau merupakan salah satu fenomena alam yang sudah ada sejak zaman dulu. Sama halnya dengan gunung, danau juga "memiliki usia".
Beberapa danau di dunia pun dilaporkan telah berusia jutaan tahun dan menyimpan banyak sejarah geologi serta keanekaragaman hayati yang unik.
Dari situ, tahukah Anda di mana letak letak danau tertua di dunia dan apa keunikannya?
Danau tertua di Bumi ada di Siberia
Sebagaimana dilansir Live Science pada Senin (17/3/2025), setidaknya terdapat 20 danau purba yang terdapat di dunia di masa kini.
Nah, dari 20 danau purba tersebut, Danau Baikal adalah yang tercatat sebagai danau paling tua di dunia.
Menurut seorang profesor madya limnologi biologi, Ted Ozersky, danau yang menyimpan air tawar yang sangat besar ini diperkirakan berusia 25 juta tahun.
Danau Baikal disebut memiliki luas 31.700 km persegi. Dengan luasan itu, danau yang berada di wilayah Rusia itu juga tercatat menjadi danau terbesar ketujuh di Bumi.
Bukan hanya itu, Danau Baikal tergolong pula menjadi danau terdalam di dunia dengan kedalaman sekitar 1,6 km. Menurut Ozersky, angka itu baru menunjukkan kedalaman air di Danau Baikal.
"Cekungan pada Danau Baikal memiliki kedalaman lebih dari 1 mil (1,6 km)," jelasnya.
Danau Baikal juga memiliki sedimen dasar yang mempunyai kedalaman 5-7 km.
Kedalaman sedimen tersebut, kata Ozersky, diketahui oleh para peneliti menggunakan survei seismik untuk memperkirakan laju rata-rata pembentukan sedimen.
Usia danau tertua ditentukan oleh sedimen
Menurut Ozersky, sedimen yang terdapat di dalam danau menjadi kunci untuk menentukan usia danau. Peneliti mengukur usia danau melalui penanggalan isotop.
Teknik ini melibatkan pengukuran rasio isotop radioaktif.
Dalam kasus ini, ahli limnologi menganalisis sedimen danau untuk versi radioaktif dari cesium, timbal, dan karbon.
"Analisis ini memberi tahu mereka seberapa tua lapisan sedimen yang berbeda dan seberapa cepat sedimen tersebut terakumulasi," jelas Ozersky.
Dengan memahami pembentukan danau dan pembentukan Danau Baikal, para peneliti dapat memperoleh gambaran bagaimana danau dapat bertahan selama jutaan tahun.
Menurut ilmuwan senior dan direktur penelitian dan koleksi akuatik di Museum Sains Minnesota, Mark Edlund, banyak danau terbentuk ketika suhu Bumi sangat dingin dan gletser meluas (glasial).
Gletser akan membuat lubang (cekungan) pada permukaan dan menyimpan bongkahan es yang akhirnya mencair dan mengisi cekungan.
"Namun, dalam skema besar, itu adalah sistem yang berumur sangat pendek," kata Edlund.
Danau Baikal terbentuk karena retakan
Dalam konteks Danau Baikal, danau tersebut terbentuk karena sebuah retakan.
Danau retakan terbentuk ketika dua lempeng benua mulai bergerak saling menjauh sehingga menciptakan jurang.
Jurang ini disebut graben atau lembah yang terbentuk akibat patahan kulit Bumi yang mengalami penurunan. Saat lempeng-lempeng terus menjauh, graben akan terus bertambah dalam.
"Akibatnya, tempat itu tidak pernah terisi, itulah sebabnya danau retakan dapat bertahan begitu lama," kata Edlund.
Ozersky juga mendapati fakta bahwa Danau Baikal bertambah 2,5 cm setiap tahunnya.
Beberapa danau tertua di dunia lainnya, seperti Danau Malawi (berusia 5 juta tahun) dan Danau Tanganyika (berusia 12 juta tahun) yang berasal dari Afrika Tenggara, juga berasal dari retakan.
Danau Baikal punya keanekaragaman hayati tertinggi di dunia
Menurut Ozersky, Danau Baikal juga merupakan danau yang memiliki keanekaragaman hayati tertinggi di Bumi.
"Evolusi yang berlangsung lama telah menjadikan sistem itu tanpa terganggu," katanya.
Sistem ini juga memiliki tingkat flora dan fauna endemik tertinggi pada ekosistemnya, yang berarti tumbuhan dan hewan tersebut tidak ditemukan di tempat lain di Bumi.
Mungkin contoh terbaik dan paling disukai adalah anjing laut Baikal (Pusa sibirica), satu-satunya spesies anjing laut air tawar.
Meskipun spesies anjing laut lain mungkin menghuni danau, anjing laut tersebut telah menyerbu danau melalui sungai, papar Ozersky.
Danau purba juga menjadi rumah ratusan spesies udang air tawar, yang menarik perhatian peneliti untuk mempelajarinya. Edlund juga mempelajari diatom, yang merupakan jenis alga uniseluler.
Organisme ini menarik silika terlarut dari air dan mengubahnya menjadi kaca yang diproduksi secara biologis, yang membungkusnya.
Diatom biasanya berdiameter antara 10 dan 50 mikron (sekitar setengah lebar rambut manusia), tetapi diatom Baikal luar biasa besar, sekitar 50 hingga 150 mikron.
"Ketika kita melihat diatom di Danau Baikal, mereka benar-benar membuat kita takjub," kata Edlund.
Danau ini juga terbuka untuk pengunjung manusia.
Namun, karena tertutup es selama 5 bulan dalam setahun, danau ini bukan tujuan berenang yang bagus.
Suhu permukaan rata-ratanya adalah 4 derajat celsius.
"Danau ini sangat dingin, jika Anda ingin berenang di dalamnya, Anda harus mengencangkan ikat pinggang," kata Edlund.(R-04)

