SabangMeraukeNEWS.com

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum
  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan

    https://sabangmeraukenews.com

Copyright ©
sabangmeraukeNEWS.com
All rights reserved

https://sabangmeraukenews.com

  • Daerah
    • Penggunaan Rumah untuk Ibadah Picu Protes Warga Medan Amplas

      Penggunaan Rumah untuk Ibadah Picu Protes Warga Medan Amplas

      20/07/2026  ❘  19:26 WIB
    • Ledakan Dahsyat di Grand Polonia Hancurkan Tiga Rumah Mewah

      Ledakan Dahsyat di Grand Polonia Hancurkan Tiga Rumah Mewah

      20/07/2026  ❘  19:12 WIB
    • Tangan Diborgol di Video Viral, Warga Tanjungpinang dan Agam Diduga Disekap di Myanmar

      Tangan Diborgol di Video Viral, Warga Tanjungpinang dan Agam Diduga Disekap di Myanmar

      20/07/2026  ❘  19:00 WIB
    • Diduga Alami Kecelakaan Kerja, Karyawan PTPN IV Regional III PKS Tanjung Medan Meninggal Dunia

      Diduga Alami Kecelakaan Kerja, Karyawan PTPN IV Regional III PKS Tanjung Medan Meninggal Dunia

      20/07/2026  ❘  18:16 WIB
  • Nasional
    • Terlanjur Ucap Kasar, Hotman Paris Akhirnya Meminta Maaf ke Wartawan

      Terlanjur Ucap Kasar, Hotman Paris Akhirnya Meminta Maaf ke Wartawan

      20/07/2026  ❘  18:48 WIB
    • PN Jakarta Selatan Menolak Praperadilan Roy Suryo, Status Tersangka Tetap Berlaku

      PN Jakarta Selatan Menolak Praperadilan Roy Suryo, Status Tersangka Tetap Berlaku

      20/07/2026  ❘  14:16 WIB
    • Wow! DJP Libatkan Tentara dan Polisi Desa Awasi Kepatuhan Pajak

      Wow! DJP Libatkan Tentara dan Polisi Desa Awasi Kepatuhan Pajak

      20/07/2026  ❘  13:23 WIB
    • Istana Peringatkan Hotman Paris Tak Bawa-bawa Nama Prabowo dalam Kasus Korupsi Eks Jampidsus Febrie

      Istana Peringatkan Hotman Paris Tak Bawa-bawa Nama Prabowo dalam Kasus Korupsi Eks Jampidsus Febrie

      20/07/2026  ❘  13:17 WIB
  • Ekonomi
    • BPS Catat IPH Turun di 34 Provinsi

      BPS Catat IPH Turun di 34 Provinsi

      20/07/2026  ❘  20:17 WIB
    • Menanti Keputusan BI, IHSG Melesat ke 6.231 Poin

      Menanti Keputusan BI, IHSG Melesat ke 6.231 Poin

      20/07/2026  ❘  18:29 WIB
    • Tak Semua Jatuh, Rupiah Melemah Saat Mata Uang Asia Lain Naik

      Tak Semua Jatuh, Rupiah Melemah Saat Mata Uang Asia Lain Naik

      20/07/2026  ❘  18:18 WIB
    • Lewat Riau Bhayangkara Run, BRK Syariah Kampanyekan Gaya Hidup Sehat dan Literasi Keuangan Syariah

      Lewat Riau Bhayangkara Run, BRK Syariah Kampanyekan Gaya Hidup Sehat dan Literasi Keuangan Syariah

      20/07/2026  ❘  13:13 WIB
  • Politik
    • Bupati Siak Afni Curhat Soal Pemangkasan DBH, Wapres Gibran: Sayakan Mantan Wali Kota Juga!

      Bupati Siak Afni Curhat Soal Pemangkasan DBH, Wapres Gibran: Sayakan Mantan Wali Kota Juga!

      17/07/2026  ❘  20:17 WIB
    • Memalukan! Pimpinan Pusat Golkar Murka Lihat Kericuhan 2 Kadernya di DPRD Riau

      Memalukan! Pimpinan Pusat Golkar Murka Lihat Kericuhan 2 Kadernya di DPRD Riau

      17/07/2026  ❘  14:01 WIB
    • KPK Tetapkan Bupati Sukoharjo Tersangka, PDIP Tegaskan OTT Langsung Dipecat

      KPK Tetapkan Bupati Sukoharjo Tersangka, PDIP Tegaskan OTT Langsung Dipecat

      12/07/2026  ❘  13:39 WIB
    • PDIP Sebut Diri Partai Penyeimbang, PSI Minta Penjelasan Terbuka untuk Publik

      PDIP Sebut Diri Partai Penyeimbang, PSI Minta Penjelasan Terbuka untuk Publik

      10/07/2026  ❘  09:35 WIB
  • Hukrim
    • Teror Curanmor Pekanbaru Berakhir! Pelaku 16 TKP Ditangkap Saat Bersembunyi di RTH

      Teror Curanmor Pekanbaru Berakhir! Pelaku 16 TKP Ditangkap Saat Bersembunyi di RTH

      20/07/2026  ❘  16:15 WIB
    • Pledoi Gubernur Riau Abdul Wahid: Minta Dibebaskan dan Barang Miliknya yang Disita Dikembalikan

      Pledoi Gubernur Riau Abdul Wahid: Minta Dibebaskan dan Barang Miliknya yang Disita Dikembalikan

      20/07/2026  ❘  13:07 WIB
    • Buronan Narkotika Sembunyi di Bengkalis, Terbongkar Laporan Warga Lewat Telepon Darurat

      Buronan Narkotika Sembunyi di Bengkalis, Terbongkar Laporan Warga Lewat Telepon Darurat

      20/07/2026  ❘  12:21 WIB
    • Tak Berkutik saat Digerebek, Pengedar Sabu di Rohil Ditangkap bersama Puluhan Paket Siap Edar

      Tak Berkutik saat Digerebek, Pengedar Sabu di Rohil Ditangkap bersama Puluhan Paket Siap Edar

      19/07/2026  ❘  19:03 WIB
  • Umum
    • Mulut Terasa Pahit Saat Bangun Tidur? Bisa Jadi Tanda Asam Lambung hingga Kurang Minum

      Mulut Terasa Pahit Saat Bangun Tidur? Bisa Jadi Tanda Asam Lambung hingga Kurang Minum

      19/07/2026  ❘  12:29 WIB
    • Jangan Buang Sisa Nasi! Begini Cara Mengubahnya Jadi Kompos yang Bikin Tanaman Subur

      Jangan Buang Sisa Nasi! Begini Cara Mengubahnya Jadi Kompos yang Bikin Tanaman Subur

      19/07/2026  ❘  08:22 WIB
    • AI Mengubah Dunia Kerja, Anak Muda Wajib Kuasai Keterampilan Ini Sebelum Terlambat

      AI Mengubah Dunia Kerja, Anak Muda Wajib Kuasai Keterampilan Ini Sebelum Terlambat

      18/07/2026  ❘  13:30 WIB
    • Anak Tak Mau Ditinggal di Sekolah? Terapkan 7 Langkah Ini agar Proses Adaptasi Lebih Cepat

      Anak Tak Mau Ditinggal di Sekolah? Terapkan 7 Langkah Ini agar Proses Adaptasi Lebih Cepat

      18/07/2026  ❘  09:55 WIB
  • Riau
    • Pemprov Riau Akselerasi Cek Kesehatan Gratis, Targetkan Pemenuhan Asta Cita Presiden RI

      Pemprov Riau Akselerasi Cek Kesehatan Gratis, Targetkan Pemenuhan Asta Cita Presiden RI

      20/07/2026  ❘  20:48 WIB
    • Tunggakan Rp4,2 triliun, Pemprov Riau Cari Jalan Keluar Lewat Obligasi

      Tunggakan Rp4,2 triliun, Pemprov Riau Cari Jalan Keluar Lewat Obligasi

      20/07/2026  ❘  18:37 WIB
    • Pilih Riau Jadi Tuan Rumah Sarasehan Nasional, Plt Gubri Sampaikan Apresiasi Kepada MPR RI

      Pilih Riau Jadi Tuan Rumah Sarasehan Nasional, Plt Gubri Sampaikan Apresiasi Kepada MPR RI

      20/07/2026  ❘  17:46 WIB
    • Penataan PKL, Wako Agung Nugroho Minta Masyarakat Tidak Dirikan Bangunan di Lokasi Terlarang

      Penataan PKL, Wako Agung Nugroho Minta Masyarakat Tidak Dirikan Bangunan di Lokasi Terlarang

      20/07/2026  ❘  17:13 WIB
  • Sport
    • Spanyol Lengkapi Gelar Piala Dunia 2026 Setelah Menjuarai Piala Eropa 2024

      Spanyol Lengkapi Gelar Piala Dunia 2026 Setelah Menjuarai Piala Eropa 2024

      20/07/2026  ❘  09:19 WIB
    • Resmi Juara Piala Dunia 2026, Spanyol Kantongi Hampir Rp1 Triliun dan Cincin Bersejarah FIFA

      Resmi Juara Piala Dunia 2026, Spanyol Kantongi Hampir Rp1 Triliun dan Cincin Bersejarah FIFA

      20/07/2026  ❘  09:06 WIB
    • Resmi! Kylian Mbappe Jadi Top Skor Piala Dunia 2026, Rekornya Bikin Dunia Terkejut

      Resmi! Kylian Mbappe Jadi Top Skor Piala Dunia 2026, Rekornya Bikin Dunia Terkejut

      20/07/2026  ❘  07:57 WIB
    • Mimpi Messi Pupus, Ferran Torres Bawa Spanyol Juara Dunia

      Mimpi Messi Pupus, Ferran Torres Bawa Spanyol Juara Dunia

      20/07/2026  ❘  06:37 WIB
  • Opini
    • 2 Orang Tewas Dimangsa di Konsesi PT Madukoro Lestari, Mengapa Kementerian Kehutanan Gegabah Terbitkan Izin HTI di Sarang Harimau? 

      2 Orang Tewas Dimangsa di Konsesi PT Madukoro Lestari, Mengapa Kementerian Kehutanan Gegabah Terbitkan Izin HTI di Sarang Harimau? 

      17/07/2026  ❘  10:49 WIB
    • Catatan Kritis tentang Masa Depan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Bukit Batu

      Catatan Kritis tentang Masa Depan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Bukit Batu

      14/07/2026  ❘  13:51 WIB
    • Republik Amplop

      Republik Amplop

      13/07/2026  ❘  13:17 WIB
    • Terjebak Paradigma Daratan: Anggota DPR-DPD Dapil Riau Harus Kepung Pansus Demi Kepulauan Meranti

      Terjebak Paradigma Daratan: Anggota DPR-DPD Dapil Riau Harus Kepung Pansus Demi Kepulauan Meranti

      13/07/2026  ❘  12:14 WIB
  • Internasional
    • PBB Selidiki Serangan AS ke Proyek Nuklir Iran di Khuzestan

      PBB Selidiki Serangan AS ke Proyek Nuklir Iran di Khuzestan

      20/07/2026  ❘  11:56 WIB
    • FIFA Resmi Menjual Potongan Rumput Asli Final Piala Dunia 2026 Sebagai Suvenir Premium

      FIFA Resmi Menjual Potongan Rumput Asli Final Piala Dunia 2026 Sebagai Suvenir Premium

      20/07/2026  ❘  10:17 WIB
    • Balasan Pedas Mojtaba Khamenei ke Trump Bikin Geger: Tanda Tangan Presiden AS Tak Berharga

      Balasan Pedas Mojtaba Khamenei ke Trump Bikin Geger: Tanda Tangan Presiden AS Tak Berharga

      20/07/2026  ❘  08:05 WIB
    • Dua Tentara AS Tewas! Sasaran Serangan Melebar ke Infrastruktur Sipil Iran

      Dua Tentara AS Tewas! Sasaran Serangan Melebar ke Infrastruktur Sipil Iran

      19/07/2026  ❘  10:44 WIB
  • lain
      -->
    • Advertorial
    • -->
    • Foto
    • Indeks
Bukan omon omon

Mahasiswa Riau di Jakarta Unjuk Rasa di Kantor Pusat Holding PTPN, Buntut PTPN IV Gugat Petani Sawit Kampar Rp 140 Miliar

28/02/2025  ❘  11:38 WIB • Nasional
Bagikan :
Mahasiswa Riau di Jakarta Unjuk Rasa di Kantor Pusat Holding PTPN, Buntut PTPN IV Gugat Petani Sawit Kampar Rp 140 Miliar

Sekelompok massa yang menamakan dirinya Koalisi Mahasiswa Riau Jakarta (KMRJ), menggelar unjuk rasa di kantor pusat holding Perseroan Terbatas Perkebunan Nusantara (PTPN) di Gedung Agro Plaza, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (27/2/2025). Foto: SM News

SABANGMERAUKE NEWS, Jakarta - Sekelompok massa yang menamakan dirinya Koalisi Mahasiswa Riau Jakarta (KMRJ), menggelar unjuk rasa di kantor pusat holding Perseroan Terbatas Perkebunan Nusantara (PTPN) di Gedung Agro Plaza, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (27/2/2025). Massa mendesak agar pemerintah dan bos PTPN turun tangan dalam menyelesaikan sengkarut antara PTPN IV Regional 3 (dulunya bernama PTPN 5) dengan mitra plasmanya Koperasi Produsen Petani Sawit Makmur (Koppsa-M) di Kampar, Riau.

KMRJ menaruh keprihatinan yang mendalam atas gugatan hukum PTPN IV terhadap ratusan petani Koppsa-M senilai Rp 140 miliar yang tengah bergulir di Pengadilan Negeri (PN) Bangkinang. Bahkan, sertifikat hak milik (SHM) petani yang merupakan pemilik kebun sawit seluas ribuan hektare, diajukan hak sita dan hak lelang oleh PTPN IV.

Juru bicara KMRJ, Syahroni mengatakan, aksi unjuk rasa yang dilakukan pihaknya merupakan bentuk solidaritas mahasiswa Riau yang berada di Jakarta terhadap ratusan petani dari Koperasi Produsen Petani Sawit Makmur (Koppsa-M) di Kampar, Riau.

“Ini bentuk keprihatinan kami atas apa yang sedang dialami oleh ratusan petani Koppsa-M di Kampar. Masyarakat Riau sedang digugat oleh PTPN IV Regional III terkait tuduhan hutang dana talangan sebesar Rp 140 miliar untuk kredit pembangunan kebun seluas 1.650 hektar dengan pola kemitraan,” kata Syahroni kepada SabangMerauke News, Kamis (27/2/2025).

Syahroni menjelaskan, tujuan aksi mereka di kantor pusat holding PTPN untuk meminta Holding PTPN selaku pemegang saham agar turun tangan menyelesaikan persoalan antara ratusan petani Koppsa-M dengan entitas perusahaannya yaitu PTPN IV Regional III.

“Kami turun aksi bukan semata-mata meminta Holding PTPN agar memerintahkan PTPN IV Regional 3 mencabut gugatannya terhadap ratusan petani Koppsa-M. Akan tetapi juga meminta Holding PTPN agar memerintahkan PTPN IV Regional III bertanggungjawab atas gagalnya kebun seluas 1.650 hektar milik petani Koppsa-M serta melakukan audit ke jajaran direksi PTPN IV Regional III atas penggunaan kredit pembangunan kebun Koppsa-M. Sebab dana kredit tersebut sepenuhnya dikelola langsung oleh PTPN V saat itu untuk membangun kebun Koppsa-M serta pengelolaan kebunnya secara single manajemen oleh PTPN V,” jelas Syahroni. 

Menurut Syahroni, petani Koppsa-M tidak bisa bayar cicilan kredit karena PTPN 5 saat itu gagal membangun kebun sawit. Sehingga wajar bila PTPN 5 mengeluarkan dana talangan karena dana kredit untuk pembangunan kebun bahkan pengelolaannya dikelola secara single manajemen.

"Jadi kita minta holding jangan tutup mata atas persoalan ini. Segera periksa seluruh jajaran Direksi PTPN 5 yang terlibat dalam pembangunan kebun untuk masyarakat Riau ini,” imbuhnya.

Syahroni berharap holding PTPN mengambil langkah yang manusiawi dalam persoalan ini, sebab ada ratusan petani yang bergantung hidup dengan kebun ini.

Aksi KMRJ ini merupakan yang kedua kalinya dilakukan oleh mahasiswa Riau di Jakarta. Sebelumnya, aksi yang sama telah dilakukan di depan kantor Kementerian BUMN dan Istana Presiden pada 6 Februari 2025 lalu.

Dalam aksinya mereka membawa 3 poin tuntutan. Diantaranya, meminta Holding PTPN segera memerintahkan PTPN 5 (PTPN IV Regional 3) agar mencabut gugatan terhadap ratusan petani yang tergabung dalam Koperasi Produsen Petani Sawit Makmur (Koppsa-M).

Lalu, meminta Holding PTPN segera memerintahkan PTPN 5 (PTPN IV Regional 3) agar bertanggungjawab atas gagalnya pembangunan kebun milik ratusan petani Koppsa-M seluas 1.650 hektar yang akhirnya mengakibatkan ratusan petani Koppsa-M terlilit hutang ratusan miliar.

Kemudian, meminta Holding PTPN agar melakukan audit terhadap penggunaan dana kredit yang bersumber dari Bank Agro Pekanbaru dan Bank Mandiri Palembang yang dikelola PTPN 5 (PTPN IV Regional 3) secara Single manajemen untuk membangun kebun Koppsa-M seluas 1.650 hektare. 

Isi Gugatan PTPN IV

PTP Nusantara (PTPN) IV Regional 3 yang dulunya bernama PTPN 5 kembali berkonflik dengan petani serta pengurus Koperasi Produsen Petani Sawit Makmur (KOPPSA-M) di Kabupaten Kampar. Konflik antara anak dan bapak angkat ini berujung gugatan perdata di Pengadilan Negeri (PN) Bangkinang. 

KOPPSA-M bersama PTPN 5 sebenarnya terikat kerjasama pengelolaan lahan kebun kelapa sawit masyarakat seluas lebih dari 1.650 hektare pada 2013 silam. Konflik pertama telah pecah tiga tahun lalu, berujung vonis 3 tahun penjara terhadap mantan Ketua KOPSA-M, Anthony Hamzah pada 2022 lalu. 

Pergantian kepengurusan koperasi tak mengakhiri ketegangan kedua belah pihak. Justru hubungan kini makin tegang. Puncaknya, PTPN 5 menggugat Koppsa-M dan 607 petani anggota koperasi ke PN Bangkinang.

Tak tanggung-tanggung, perusahaan plat merah tersebut menggugat Koppsa-M dan anggotanya untuk membayar uang sebesar Rp 140,8 miliar. Bahkan, sertifikat hak milik lahan milik petani anggota koperasi terancam disita sebagai jaminan pembayaran dan dilelang. 

 

Diduga uang sebesar Rp 140,8 miliar tersebut terpakai untuk pembangunan kebun. Disebut-sebut kalau kebun sawit yang diharap-harapkan masyarakat gagal dan tak menghasilkan. 

Berdasarkan penelusuran SabangMerauke News pada laman SIPP PN Bangkinang, gugatan PTPN IV yang diwakili Direktur Utama Jatmiko K. Santosa tersebut, didaftarkan pada 30 Juli 2024 dengan nomor register: 75/Pdt.G/2024/PN.Bkn. Perusahaan telah menunjuk Surya Darma SAg, SH, MH sebagai kuasa hukumnya. 

Perkara ini telah memasuki beberapa kali persidangan. Beberapa hari lalu, majelis hakim PN Bangkinang telah menggelar sidang pemeriksaan setempat (sidang lapangan) perkara tersebut. 

PTPN IV dalam perkara ini juga turut menyeret 3 pihak lainnya sebagai turut tergugat. Yakni, PT Bank Mandiri Cabang Palembang, seorang notaris di Pekanbaru dan Kantor Pertanahan (BPN) Kabupaten Kampar. 

Berikut petitum gugatan PTPN IV:

1. Mengabulkan gugatan penggugat untuk seluruhnya.

2. Menyatakan para tergugat telah melakukan perbuatan wanprestasi.

3. Menyatakan perjanjian nomor 07 tahun 2013 serta perjanjian-perjanjian lainnya yang berkaitan sudah berakhir dengan segala akibat hukumnya.

4. Menghukum tergugat I dan para tergugat lainnya (tergugat 2 sampai dengan tergugat 623) untuk membayar dana talangan (pinjaman) kepada penggugat sebesar Rp.140.869.808.707 sekaligus dan seketika secara tanggung renteng. 

5. Menghukum para tergugat untuk membayar denda sebesar Rp 1.000.000 setiap hari keterlambatan untuk melaksanakan putusan ini.

6. Menyatakan penggugat berhak untuk melakukan penjualan di muka umum (lelang) terhadap seluruh harta benda milik para tergugat berupa Sertifikat Hak Milik (SHM) sebagaimana tersebut dalam permohonan sita jaminan, apabila para tergugat tidak membayar hutangnya tersebut kepada penggugat, dan apabila harta tersebut tidak mencukupi, maka dapat dilakukan eksekusi terhadap harta lainnya sampai terpenuhinya prestasi tersebut.

7. Menyatakan sita jaminan atas lahan yang ber- Sertifikat Hak Milik (SHM) yang terdaftar di Kantor Pertanahan Kabupaten Kampar (turut tergugat III) sebagaimana masing-masing atas nama para tergugat yakni T-2 s.d T-623 adalah sah dan berharga dengan segala akibat hukumnya. 

8. Menghukum para tergugat maupun pihak-pihak yang mendapatkan hak atas kebun tersebut dengan cara apapun juga, untuk mengosongkan/ meninggalkan kebun tersebut.

9. Menyatakan penggugat berhak untuk menerima penguasaan Sertifikat Hak Milik (SHM) dari turut tergugat I (Bank Mandiri Cabang Palembang) yakni SHM-SHM atas nama Tergugat 2 sampai dengan Tergugat 623 sebagai jaminan pembayaran hutangnya tersebut.

10. Menghukum para turut tergugat untuk tunduk dan patuh terhadap putusan gugatan ini.

11. Menghukum para tergugat untuk membayar biaya perkara menurut hukum.

DPRD Segera Panggil Manajemen PTPN IV

DPRD Provinsi Riau segera akan memanggil manajemen PTP Nusantara IV  Regional 3 (dulunya bernama PTPN 5) terkait persoalan dengan mitra plasmanya yakni ratusan anggota Koperasi Produsen Petani Sawit Makmur (Koppsa-M). Perusahaan plat merah tersebut menggugat petani sawit Koppsa-M senilai Rp 140 miliar di Pengadilan Negeri Bangkinang, Kampar. 

Wakil Ketua DPRD Riau, Budiman Lubis menerangkan, pemanggilan manajemen PTPN IV waktunya sedang dijadwalkan. 

“Lagi menentukan jadwal untuk agenda berikut,” kata Budiman saat dikonfirmasi SabangMerauke News pada Senin (26/2/2025).

Politisi Partai Gerindra ini belum menjelaskan hal apa yang nantinya akan dibahas dengan manajemen PTPN IV Regional III. 

Sekretaris Komisi II DPRD Riau, Androy Ade Rianda menyatakan, pihaknya sedang menyusun jadwal pemanggilan PTPN IV Regional III tersebut.

“Menyusun jadwal dulu untuk panggil pihak PTPN IV Regional III,” ujarnya.

Sebelumnya, Komisi II DPRD Provinsi Riau telah menggelar rapat dengar pendapat dengan parapihak terkait gugatan PTPN IV Regional 3 (PTPN V) terhadap Koppsa-M senilai Rp 140 miliar di Pengadilan Negeri Bangkinang. Rapat dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Riau, Budiman Lubis pada Senin (10/2/2025) lalu, tanpa mengundang kehadiran pihak PTPN IV. 

Pelaksanaan rapat kerja ini menindaklanjuti aspirasi dari ARRM yang merupakan aliansi mahasiswa dan petani kelapa sawit yang bergabung dalam Koperasi Produsen Petani Sawit Makmur (Koppsa-M), pada Kamis (23/1/2025) lalu melakukan unjuk rasa ke DPRD Riau. ARRM meminta perlindungan dan dukungan dari DPRD Riau dalam penyelesaian konflik dengan PTPN IV yang diklaim merugikan petani sawit. 

 

Ketua Koppsa-M, Nusirwan menjelaskan, tidak ada pimpinan lembaga atau intansi yang hadir secara langsung dalam rapat tersebut. Lembaga dan instansi yang diundang DPRD diwakili oleh jajaran sekretaris dinas dan kepala bidang.

"Tidak ada kepala dinas atau kepala BPN yang hadir. Hanya diwakilkan ke pejabat selevel sekretaris dinas dan kepala bidang," kata Nusirwan kepada SabangMerauke News, Rabu (112/2/2025). 

Dalam rapat tersebut, DPRD Riau memanggil Kepala BPN Provinsi Riau, Kepala Kantor Pertanahan (BPN) Kabupaten Kampar, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau dan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Provinsi Riau. Selain itu juga diundang Kepala Dinas Perkebunan  Kampar, Kepala Dinas Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Kampar serta pengurus Koperasi Koppsa-M. Nusirwan hadir langsung dalam rapat tersebut. 

Nusirwan mengaku mengapresiasi atas terlaksananya rapat kerja tersebut. Ia berharap, pernyataan para anggota DPRD Riau dapat dilaksanakan, sehingga masalah yang menimpa mereka menjadi terang benderang. 

Ia menjelaskan, dalam rapat tersebut, Wakil Ketua DPRD Riau Budiman Lubis berjanji akan menindaklanjuti pembicaraan dalam rapat. DPRD Riau katanya, akan terus mengumpulkan data-data secara lengkap sebagai bahan penting untuk mengurai masalah yang dialami Koppsa-M. 

"Pak Budiman menyampaikan tekadnya untuk membantu menyelesaikan masalah ini sampai tuntas," kata Nusirwan. 

"Juga disampaikan akan ada peninjauan lapangan untuk melihat kondisi kebun yang gagal bangun dan tidak terawat," kata Nusirwan.

Apalagi kata Nusirwan, dalam rapat tersebut Sekretaris Dinas Perkebunan Kabupaten Kampar, Idrus telah menguraikan secara gamblang temuan instansinya saat melakukan penilaian kondisi fisik kebun sawit pada 2017 silam.

"Pak Idrus secara tegas menyampaikan bahwa rekomendasi dari penilaian kebun yakni wajib untuk melakukan replanting 1.400 hektare kebun sawit yang gagal dan tidak terurus itu. Ini yang sebenarnya menjadi akar masalah yang menyebabkan kondisi keuangan koperasi terpuruk. Padahal, saat itu pengelolaan kebun dilakukan secara single manajemen oleh PTPN V," kata Nusirwan. (R-03/KB-04) 

Editor: Raya Desmawanto
Tags :PTPN 5PTPN IV Regional 3Koppsa-MGugatan PTPN IVSabangMeraukeNews

BERITA TERKAIT :

  • Sengketa Lahan Eks Lapangan Torpedo, Pemkab Kepulauan Meranti Siap Hadapi Gugatan Hukum

    Sengketa Lahan Eks Lapangan Torpedo, Pemkab Kepulauan Meranti Siap Hadapi Gugatan Hukum

    Riau •
    27/02/2025 ❘ 21:35 WIB
  • Sumardany Zirnata Resmi Gantikan Agung Nugroho

    Sumardany Zirnata Resmi Gantikan Agung Nugroho

    Riau •
    27/02/2025 ❘ 20:55 WIB
  • Jelang Ramadan, Pemprov Riau Gelar Rapat Persiapan Operasi Pasar Murah HBKN Tahun 2025

    Jelang Ramadan, Pemprov Riau Gelar Rapat Persiapan Operasi Pasar Murah HBKN Tahun 2025

    Advertorial •
    27/02/2025 ❘ 19:16 WIB
  • Polda Riau Musnahkan Ribuan Barang Bukti Hasil Operasi KRYD Jelang Ramadhan

    Polda Riau Musnahkan Ribuan Barang Bukti Hasil Operasi KRYD Jelang Ramadhan

    Hukrim •
    27/02/2025 ❘ 18:57 WIB
  • PLTA Koto Panjang Lakukan Pembukaan 3 Pintu Air Setinggi 80 Cm

    PLTA Koto Panjang Lakukan Pembukaan 3 Pintu Air Setinggi 80 Cm

    Riau •
    27/02/2025 ❘ 17:50 WIB
Lindawati Tahun Baru Islam HUT 60 tahun BRK syariah Lowongan kerja Novotel Terbaru

TERPOPULER

  • 35 Kolonel TNI AD Pecah Bintang Jadi Jenderal, Ini Daftar Lengkapnya

    35 Kolonel TNI AD Pecah Bintang Jadi Jenderal, Ini Daftar Lengkapnya

    10/07/2026  ❘  21:35 WIB
  • KPK Tuntut Gubernur Riau Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara, Denda Rp 500 Juta dan Bayar Uang Pengganti Rp 1,45 Miliar 

    KPK Tuntut Gubernur Riau Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara, Denda Rp 500 Juta dan Bayar Uang Pengganti Rp 1,45 Miliar 

    09/07/2026  ❘  12:45 WIB
  • Laba Agrinas Palma Nusantara Cuma Rp 2,7 Miliar Padahal Kelola 4 Juta   Hektare Kebun Sawit, Ada Apa?

    Laba Agrinas Palma Nusantara Cuma Rp 2,7 Miliar Padahal Kelola 4 Juta   Hektare Kebun Sawit, Ada Apa?

    06/07/2026  ❘  23:23 WIB
  • Kuasa Hukum Don Ritto Klaim Uang Sitaan Berasal dari Proyek Pelabuhan Kalimantan Timur

    Kuasa Hukum Don Ritto Klaim Uang Sitaan Berasal dari Proyek Pelabuhan Kalimantan Timur

    14/07/2026  ❘  17:07 WIB
  • Sopir Truk Tangki Dipecat Massal, TNI Polri Diterjunkan Pasok BBM di SPBU Medan

    Sopir Truk Tangki Dipecat Massal, TNI Polri Diterjunkan Pasok BBM di SPBU Medan

    14/07/2026  ❘  21:00 WIB
Kempo Dojo AKRI cafe Idul adha dprd pekanbaru

    Follow Us

  • Copyright ©
    SabangMeraukeNEWS.com

    Berita

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum

    Berita

  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

    Halaman

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan