SabangMeraukeNEWS.com

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum
  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan

    https://sabangmeraukenews.com

Copyright ©
sabangmeraukeNEWS.com
All rights reserved

https://sabangmeraukenews.com

  • Daerah
    • Undangan Tawuran Maut via WhatsApp, Remaja Ini Meregang Nyawa di Parit

      Undangan Tawuran Maut via WhatsApp, Remaja Ini Meregang Nyawa di Parit

      22/06/2026  ❘  19:28 WIB
    • Kompak Siksa Anak Sembilan Tahun, Ayah Kandung Susul Ibu Tiri ke Sel

      Kompak Siksa Anak Sembilan Tahun, Ayah Kandung Susul Ibu Tiri ke Sel

      22/06/2026  ❘  19:14 WIB
    • Main Hujan Berujung Hilang, Bocah 2 Tahun Hanyut Terseret Arus Masuk Gorong-gorong

      Main Hujan Berujung Hilang, Bocah 2 Tahun Hanyut Terseret Arus Masuk Gorong-gorong

      22/06/2026  ❘  19:04 WIB
    • Tragis, Pelajar SMP di Selatpanjang Meninggal Dunia Tertimpa Tembok Saat Mengejar Layang-Layang Putus

      Tragis, Pelajar SMP di Selatpanjang Meninggal Dunia Tertimpa Tembok Saat Mengejar Layang-Layang Putus

      22/06/2026  ❘  18:06 WIB
  • Nasional
    • Resmi! Pemerintah Kucurkan Stimulus Rp26,34 Triliun, Ada Diskon Tiket dan Beras Gratis

      Resmi! Pemerintah Kucurkan Stimulus Rp26,34 Triliun, Ada Diskon Tiket dan Beras Gratis

      22/06/2026  ❘  22:26 WIB
    • Resmi! Bunga Kredit PNM Mekaar Dipangkas Jadi 8 Persen, Jutaan Nasabah Diuntungkan

      Resmi! Bunga Kredit PNM Mekaar Dipangkas Jadi 8 Persen, Jutaan Nasabah Diuntungkan

      22/06/2026  ❘  22:08 WIB
    • 4 Perusahaan Terancam PHK Massal, Said Iqbal Bongkar Nama-Namanya: Ribuan Buruh dalam Ancaman

      4 Perusahaan Terancam PHK Massal, Said Iqbal Bongkar Nama-Namanya: Ribuan Buruh dalam Ancaman

      22/06/2026  ❘  20:40 WIB
    • Prabowo Gandeng Imperial College, 10 Universitas Kedokteran Baru Segera Disiapkan

      Prabowo Gandeng Imperial College, 10 Universitas Kedokteran Baru Segera Disiapkan

      22/06/2026  ❘  18:33 WIB
  • Ekonomi
    • Harga Emas Antam Hari Ini 23 Juni 2026 Bertahan di Rp 2,668 Juta per Gram, Wajib Cek Sebelum Beli!

      Harga Emas Antam Hari Ini 23 Juni 2026 Bertahan di Rp 2,668 Juta per Gram, Wajib Cek Sebelum Beli!

      23/06/2026  ❘  08:11 WIB
    • BPS Ungkap Alarm Harga Pangan! 32 Provinsi Alami Kenaikan IPH, Cabai dan Bawang Merah Jadi Biang Kerok

      BPS Ungkap Alarm Harga Pangan! 32 Provinsi Alami Kenaikan IPH, Cabai dan Bawang Merah Jadi Biang Kerok

      22/06/2026  ❘  19:59 WIB
    • Rupiah Terseret Badai Timur Tengah, Dolar Makin Garang Dekati Rp18.000

      Rupiah Terseret Badai Timur Tengah, Dolar Makin Garang Dekati Rp18.000

      22/06/2026  ❘  18:48 WIB
    • IHSG Tergelincir ke 6.116, Asing Kabur Rp1,1 Triliun, Bursa Mendadak Panas

      IHSG Tergelincir ke 6.116, Asing Kabur Rp1,1 Triliun, Bursa Mendadak Panas

      22/06/2026  ❘  18:31 WIB
  • Politik
    • Anak Riau Dilarang Menangis Sendiri, Aturan Baru Mulai Bergerak!

      Anak Riau Dilarang Menangis Sendiri, Aturan Baru Mulai Bergerak!

      22/06/2026  ❘  19:36 WIB
    • Ahmad Doli Sebut Pesan Jokowi Menepis Narasi Dua Matahari

      Ahmad Doli Sebut Pesan Jokowi Menepis Narasi Dua Matahari

      20/06/2026  ❘  12:05 WIB
    • Jokowi Titip Pesan ke PSI, Prabowo-Gibran Diminta Dikawal hingga Dua Periode

      Jokowi Titip Pesan ke PSI, Prabowo-Gibran Diminta Dikawal hingga Dua Periode

      19/06/2026  ❘  08:08 WIB
    • Elit PKB Sentil Kejelasan Sikap Politik PDI Perjuangan Terhadap Pemerintahan Prabowo: Jangan Abu-abu!

      Elit PKB Sentil Kejelasan Sikap Politik PDI Perjuangan Terhadap Pemerintahan Prabowo: Jangan Abu-abu!

      19/06/2026  ❘  01:00 WIB
  • Hukrim
    • Terbongkar! Penambang Emas Ilegal di Kuansing Nyambi Edarkan Sabu, Polisi Sita Hampir 37 Gram

      Terbongkar! Penambang Emas Ilegal di Kuansing Nyambi Edarkan Sabu, Polisi Sita Hampir 37 Gram

      23/06/2026  ❘  08:18 WIB
    • Kejaksaan Tak Tahan Roy Suryo dan dr Tifa, Keluarga Jadi Penjamin

      Kejaksaan Tak Tahan Roy Suryo dan dr Tifa, Keluarga Jadi Penjamin

      22/06/2026  ❘  22:19 WIB
    • Hampir Tiga Tahun Menghilang, Dalang Sabu 15 Kilogram Akhirnya Tertangkap

      Hampir Tiga Tahun Menghilang, Dalang Sabu 15 Kilogram Akhirnya Tertangkap

      22/06/2026  ❘  22:11 WIB
    • TPP Ribuan Guru PPPK Diduga Digelapkan, Kejari Rohil Tahan PPTK dan Bendahara Dinas Pendidikan

      TPP Ribuan Guru PPPK Diduga Digelapkan, Kejari Rohil Tahan PPTK dan Bendahara Dinas Pendidikan

      22/06/2026  ❘  21:50 WIB
  • Umum
    • Terungkap! Orang Jepang Tetap Langsing Meski Makan Nasi Tiap Hari, Ini 4 Rahasia Dietnya

      Terungkap! Orang Jepang Tetap Langsing Meski Makan Nasi Tiap Hari, Ini 4 Rahasia Dietnya

      23/06/2026  ❘  08:02 WIB
    • Heboh! Parasit Jamur Zombi Pembunuh Ditemukan di Kalimantan, Ilmuwan Ungkap Fakta Mengejutkan

      Heboh! Parasit Jamur Zombi Pembunuh Ditemukan di Kalimantan, Ilmuwan Ungkap Fakta Mengejutkan

      22/06/2026  ❘  21:00 WIB
    • Bikin Kaget! 8 Garam Paling Mahal di Dunia, Ada yang Harganya Nyaris Setara Emas

      Bikin Kaget! 8 Garam Paling Mahal di Dunia, Ada yang Harganya Nyaris Setara Emas

      21/06/2026  ❘  07:42 WIB
    • Kabar Gembira! Scaling Gigi Ditanggung BPJS Kesehatan, Ini Syarat dan Cara Mendapatkannya

      Kabar Gembira! Scaling Gigi Ditanggung BPJS Kesehatan, Ini Syarat dan Cara Mendapatkannya

      21/06/2026  ❘  07:21 WIB
  • Riau
    • Tiga Pekan Menunggu, Beruang Madu yang Resahkan Warga Kerumutan Akhirnya Dievakuasi

      Tiga Pekan Menunggu, Beruang Madu yang Resahkan Warga Kerumutan Akhirnya Dievakuasi

      23/06/2026  ❘  08:03 WIB
    • Pemprov Riau dan PT Tempo Inti Media Bangun Narasi Positif untuk Perkenalkan Potensi Daerah

      Pemprov Riau dan PT Tempo Inti Media Bangun Narasi Positif untuk Perkenalkan Potensi Daerah

      23/06/2026  ❘  07:41 WIB
    • Polsek Pujud Gelar Anev Mingguan, Kapolsek Tekankan Disiplin, Pelayanan Prima dan Antisipasi Banjir

      Polsek Pujud Gelar Anev Mingguan, Kapolsek Tekankan Disiplin, Pelayanan Prima dan Antisipasi Banjir

      22/06/2026  ❘  21:09 WIB
    • 16.710 Pemilih di 12 Desa Siap Gunakan Hak Suara Pada 8 Oktober, Pemkab Kepulauan Meranti Gelar Rakor Pilkades 2026

      16.710 Pemilih di 12 Desa Siap Gunakan Hak Suara Pada 8 Oktober, Pemkab Kepulauan Meranti Gelar Rakor Pilkades 2026

      22/06/2026  ❘  20:30 WIB
  • Sport
    • NPC Riau Buka Penjaringan Calon Ketua, Cek Tanggalnya

      NPC Riau Buka Penjaringan Calon Ketua, Cek Tanggalnya

      22/06/2026  ❘  17:27 WIB
    • Bupati Ahmad Tegaskan Kejurkab 2026 Jadi Batu Loncatan Kampar Menuju Juara Porprov Riau 2027

      Bupati Ahmad Tegaskan Kejurkab 2026 Jadi Batu Loncatan Kampar Menuju Juara Porprov Riau 2027

      22/06/2026  ❘  16:20 WIB
    • Atlet Muda Berkuda Pekanbaru Alvina Darma Putri Sabet Juara 1 Show Jumping Championship Wali Kota Pekanbaru Cup 2026

      Atlet Muda Berkuda Pekanbaru Alvina Darma Putri Sabet Juara 1 Show Jumping Championship Wali Kota Pekanbaru Cup 2026

      22/06/2026  ❘  10:33 WIB
    • Tertinggal Lebih Dulu, Mesir Bangkit dan Hajar Selandia Baru 3-1 di Piala Dunia 2026

      Tertinggal Lebih Dulu, Mesir Bangkit dan Hajar Selandia Baru 3-1 di Piala Dunia 2026

      22/06/2026  ❘  10:20 WIB
  • Opini
    • Koridor Satwa Menjadi Lorong Maut Kematian Tapir di Konsesi RAPP, Menguji Ketegasan FSC

      Koridor Satwa Menjadi Lorong Maut Kematian Tapir di Konsesi RAPP, Menguji Ketegasan FSC

      21/06/2026  ❘  15:12 WIB
    • Kebangkitan Polandia Menjadi Kekuatan Baru Eropa

      Kebangkitan Polandia Menjadi Kekuatan Baru Eropa

      11/06/2026  ❘  08:29 WIB
    • Proses Remedy Framework FSC: APP Group Bergerak dalam Senyap, APRIL Group Tenggelam dalam Ketidakjelasan

      Proses Remedy Framework FSC: APP Group Bergerak dalam Senyap, APRIL Group Tenggelam dalam Ketidakjelasan

      10/06/2026  ❘  19:27 WIB
    • PHR Raup Laba Rp 16 Triliun, Alokasi Dana PI Blok Rokan Harus Jelas dan Transparan: Jangan Lagi Rp 18 Ribu per Bulan! 

      PHR Raup Laba Rp 16 Triliun, Alokasi Dana PI Blok Rokan Harus Jelas dan Transparan: Jangan Lagi Rp 18 Ribu per Bulan! 

      05/06/2026  ❘  12:26 WIB
  • Internasional
    • Mantan Menteri Kehakiman Korea Selatan Divonis 25 Tahun Penjara dalam Kasus Darurat Militer

      Mantan Menteri Kehakiman Korea Selatan Divonis 25 Tahun Penjara dalam Kasus Darurat Militer

      22/06/2026  ❘  17:16 WIB
    • Panas! China Blokir Puluhan Produk AS dan Sanksi 10 Perusahaan, Hubungan Trump-Xi Kembali Memanas

      Panas! China Blokir Puluhan Produk AS dan Sanksi 10 Perusahaan, Hubungan Trump-Xi Kembali Memanas

      22/06/2026  ❘  13:41 WIB
    • Hasil Resmi Pembicaraan AS-Iran di Swiss Terungkap! Ada Peta Jalan 60 Hari, Dunia Kini Menanti Langkah Berikutnya

      Hasil Resmi Pembicaraan AS-Iran di Swiss Terungkap! Ada Peta Jalan 60 Hari, Dunia Kini Menanti Langkah Berikutnya

      22/06/2026  ❘  12:50 WIB
    • Raja Inggris Bikin Kejutan! Pajak Pribadi Akan Diungkap ke Publik, Transparansi Kerajaan Masuk Babak Baru

      Raja Inggris Bikin Kejutan! Pajak Pribadi Akan Diungkap ke Publik, Transparansi Kerajaan Masuk Babak Baru

      22/06/2026  ❘  11:51 WIB
  • lain
      -->
    • Advertorial
    • -->
    • Foto
    • Indeks
Bukan omon omon

Puncak Perayaan Imlek di Selatpanjang: Kirab Tiga Dewa dan Tradisi yang Menyatukan Budaya

03/02/2025  ❘  16:44 WIB • Riau
Bagikan :
Puncak Perayaan Imlek di Selatpanjang: Kirab Tiga Dewa dan Tradisi yang Menyatukan Budaya

Puncak Perayaan Imlek di Selatpanjang. Foto: SM News

SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Seperti tahun-tahun sebelumnya, hari keenam perayaan Imlek di Kota Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, menjadi momen yang paling dinanti oleh masyarakat Tionghoa. Pada Senin, 3 Februari 2025, yang bertepatan dengan hari keenam Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili, masyarakat merayakan Cue Lak dengan menggelar kirab budaya berupa pawai arak-arakan tiga dewa dari seluruh kelenteng di Selatpanjang.

Sebelumnya, Kota Selatpanjang telah dipenuhi dengan berbagai persiapan untuk menyambut Tahun Baru Imlek. Rumah-rumah warga keturunan Tionghoa, vihara, serta jalan-jalan protokol dihiasi dengan ornamen khas Imlek. Ratusan lampion menggantung di sepanjang ruas jalan utama, menciptakan atmosfer meriah yang membawa kegembiraan tidak hanya bagi warga Tionghoa, tetapi juga masyarakat dari berbagai latar belakang yang turut menikmati suasana perayaan.

Perayaan Imlek di Kepulauan Meranti bukan hanya tradisi keagamaan, tetapi juga ajang kebersamaan lintas budaya. Kota yang dijuluki Kota Sagu ini memiliki tradisi unik dalam menyambut Imlek, yakni Festival Perang Air (Cian Cui), yang telah menjadi daya tarik wisata tahunan.

Peringatan 980 Tahun Dewa Cho Se Kong

Imlek tahun ini seperti yang tertera dalam kalender Tiongkok memasuki tahun Shio Ular Kayu, yang melambangkan simbol kebijaksanaan, kreativitas, dan stabilitas, terakhir kali muncul pada 1965, tepat 60 tahun lalu.

Pada hari keenam yang menjadi puncak perayaan Imlek tahun ini di Kota Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, kembali mencuri perhatian dengan kemegahan dan kebersamaan yang ditunjukkan oleh seluruh masyarakat.

Tepatnya pada Senin 3 Februari 2025 masyarakat Tionghoa di Selatpanjang merayakan ulang tahun ke-980 Dewa Cho Se Kong, seorang rahib Buddha dari Provinsi Hokkian yang dikenal dengan nama asli Qing Shui Zu Shi, dia lahir pada tanggal 6 bulan 11 Imlek, tahun 1044 Masehi. Peringatan hari lahirnya dirayakan dengan prosesi khusus di Vihara Hoo Ann Kiong, Selatpanjang.

Dewa Cho Se Kong diarak keliling kota menggunakan tandu khusus, mengunjungi 24 kelenteng atau vihara yang ada di Selatpanjang. Setiap persinggahan di kelenteng dilakukan ritual Phai King, yakni doa bersama yang dipimpin oleh Sai Kong (imam kelenteng) selama 15 menit. Arak-arakan ini diiringi oleh barongsai, tarian naga, serta berbagai pertunjukan budaya yang semakin menyemarakkan suasana.

Vihara Hoo Ann Kiong atau sekarang diberi nama Vihara Sejahtera Sakti terletak di Jalan Ahmad Yani, Kota Selatpanjang, Kabupaten Meranti, tempat bersemayamnya Dewa Cho Se Kong, merupakan kelenteng tertua di Selatpanjang.

 

Vihara ini konon dulunya berada di jalan yang dikenal sebagai Jalan Melayu dibangun pada pertengahan abad ke-19, vihara ini memiliki nilai sejarah yang tinggi bagi masyarakat Tionghoa di Kepulauan Meranti. Sebuah prasasti yang ditemukan mencatat bahwa pemugaran pertama vihara ini dilakukan pada tahun 1903, menjadikannya salah satu tempat ibadah tertua di Provinsi Riau.

Tidak diketahui secara presisi tanggal pendirian kelenteng ini. Tak ada catatan tertulis atau bukti valid lain tentang hal itu. Namun, para sejarawan sepakat bahwa Hoo Ann Kiong dibangun pada  tahun 1860-an.

Meskipun tanggal pendirian tidak diketahui, tetapi ada sebuah prasasti yang mencatat proyek pemugaran pertama tempat ibadah masyarakat Tionghoa itu.

Pihak pengelola pernah meminta sejumlah pakar untuk memperbaharui dan meneliti prasasti tersebut. Dari prasasti yang berisi nama para donatur tersebut, bisa dipastikan Hoo Ann Kiong selesai direhab pada masa Kaisar Guangxu tahun bulan Gui Mao atau tanggal 8 bulan 6 tahun 1903 dalam kalender Tionghoa. Jika dikonversi ke kalender masehi, proyek renovasi pertama itu selesai pada 31 Juli 1903.

Di tengah kemeriahan perayaan Imlek di Kota Selatpanjang, Vihara Hoo Ann Kiong tetap menjadi pusat spiritual dan sejarah yang kaya akan nilai budaya. Salah satu bagian paling ikonik dari vihara ini adalah gerbang utamanya, yang telah berdiri kokoh sejak pertama kali direnovasi pada tahun 1903. Meski vihara ini telah mengalami beberapa kali pemugaran, yaitu pada tahun 1941 dan 2005, gerbangnya tetap mempertahankan konstruksi asli, menjadi saksi bisu kejayaan para pengrajin Tionghoa zaman dulu.

Gerbang utama Hoo Ann Kiong dibangun menggunakan teknik tanggam, yaitu metode konstruksi tradisional tanpa menggunakan paku atau baut. Teknik ini menampilkan keahlian tinggi dalam arsitektur kayu, menciptakan struktur yang tidak hanya kokoh tetapi juga estetis.

Mengadopsi gaya bangunan khas Tiongkok bagian selatan, tata ruang vihara ini berbentuk persegi empat dengan ruang terbuka di tengah. Aula utamanya telah mengalami pemugaran besar pada tahun 2005, namun gerbangnya tetap tidak diubah, hanya diberi tambahan dinding batu di kedua sisi serta penggantian genteng. Hingga kini, struktur asli gerbang tetap terpelihara dengan baik, menunjukkan ketangguhan teknik konstruksi masa lampau.

Keindahan gerbang Hoo Ann Kiong tidak hanya terletak pada konstruksinya, tetapi juga pada ornamen ukirannya. Sejumlah figur Delapan Dewa (Baxian) diukir dengan detail pada ring balok, menciptakan suasana seolah-olah dewa-dewa tersebut sedang turun dari kayangan.

Di kedua sisi bagian atas gerbang, tergantung sepasang lentera kayu kuno yang dihiasi figur-figur mitologis. Empat balok kayu penyanggah di sudut gerbang, yang berusia lebih dari satu abad, tetap kokoh menopang struktur ini. Tak hanya itu, sepasang patung makhluk suci Qilin yang telah berusia ratusan tahun masih setia menjaga pintu masuk vihara, menyaksikan generasi demi generasi umat yang datang untuk beribadah.

 

Melestarikan bangunan kayu berusia lebih dari seabad bukanlah tugas yang mudah, terlebih di kota kecil seperti Selatpanjang yang berada di sebuah pulau di pantai barat Sumatera. Meski jarang terdengar di kancah nasional, Selatpanjang justru menjadi tempat di mana warisan keterampilan pengrajin Tionghoa kuno masih bertahan hingga hari ini.

Vihara Hoo Ann Kiong, dengan gerbang bersejarahnya, bukan hanya menjadi pusat ibadah bagi masyarakat Tionghoa, tetapi juga simbol keberlanjutan budaya dan sejarah yang patut dijaga. Dalam setiap pahatan ukiran dan teknik bangunan yang masih asli, tersimpan cerita tentang kejayaan masa lalu yang terus hidup di era modern ini.

Tradisi yang Menyatukan Berbagai Budaya

Perayaan ulang tahun Dewa Cho Se Kong tidak hanya menjadi puncak perayaan Imlek di Selatpanjang, tetapi juga menjadi ajang kebersamaan antar etnis. Dalam kirab budaya ini, selain masyarakat Tionghoa, warga dari berbagai suku dan agama juga turut serta. Berbagai kelompok seni menampilkan atraksi khas mereka, seperti Reog Ponorogo, serta pawai anak-anak dalam pakaian adat Nusantara.

Arak-arakan tiga dewa dalam kirab ini juga memiliki urutan khusus. Tandu terdepan diisi oleh Tian Tho Wan Sue, disusul Lie Loh Chia, dan di bagian akhir adalah Dewa Cho Se Kong. Ketiga dewa ini dipercaya membawa berkah bagi masyarakat Tionghoa, dan arak-arakan ini menjadi simbol penghormatan serta harapan untuk kehidupan yang lebih baik di tahun yang baru.

Selain ketiga dewa tersebut juga terdapat sejumlah dewa pengiring. Dewa Pengiring itu di antaranya Dewa Lie Loh Chia (Panglima Perang), Dewa Tian Tho Wan Sue (Panglima Perang), Dewa Kuang Kong (Panglima Perang), Dewi Kuan In (Dewa Penyelamat Bumi), Dewa Sam Ong Hu (Dewa Raja), Dewa Tua Li Giah Peh (Dewa Neraka), Dewa Huat Cu Kong (Dewa Bumi), Dewa Sam Tai Kong (Dewa Bumi), Goh Ong Giah Kong (Dewa Raja), Tua Lang Kong (Dewa Raja), dan Dewa Tua Pek Kong (Dewa Wilayah).

Dewa pengiring tersebut bukan dalam bentuk patung, namun dipercaya masyarakat Tionghoa dalam bentuk roh yang merasuki warga-warga pilihan Tionghoa atau mereka menyebutnya Tang KKi Dijelaskan Tjuan An, Tang Ki adalah orang yang dipilih oleh para dewa untuk dirasuki.

Tidak semua orang bisa menjadi Tang Ki, hanya orang terpilih saja. Para Tang Ki akan sangat dihargai oleh masyarakat Tionghoa, karena dianggap sebagai orang sakti dan orang pilihan para dewa. Yang menjadi Tang Ki adalah orang yang sama setiap tahunnya. Sampai ia mati atau dewa nya memilih tubuh orang lain sebagai mediator.

Pada pagi hari imlek ke 6, para Tang Ki akan disiapkan dengan berbagai ritual di masing-masing vihara. Sedikit bacaan, kemudian minum segelas teh, dulu arak, kini tidak lagi dibolehkan oleh YSUBB. Kemudian secara otomatis, Tang Ki mulai kerasukan dewa yang menjadi pemilik tubuhnya. Baru kemudian para imam di vihara menusuk berbagai besi ke tubuh Tang Ki.

Sebenarnya Dewa pemujaan utama di Vihara Hoo Ann Kiong adalah Tua Pekkong atau Fude Zhengshen. Sementara Qing shui Zushi dan Mazu adalah dewa pendamping. Walaupun demikian, Qingshui Zushi atau Cho Se Kong mempunyai kedudukan dan pengaruh yang lebih dominan daripada dewa lainnya.

Perayaan ulang tahun Qing shui Zushi yang semarak itu juga menjadi puncak sekaligus penutup perayaan Tahun Baru Imlek di Selatpanjang. Yang menarik, kegiatan pawai tersebut telah dipandang sebagai sarana pemersatu budaya yang heterogen di kota itu. Tidak hanya etnis Tionghoa yang ikut memeriahkannya, warga etnis lain juga selalu ikut serta dalam parade dan menampilkan berbagai pertunjukan budaya tradisional masing-masing

Di tengah suasana perayaan yang penuh semangat, puncak perayaan Imlek di Selatpanjang menjadi bukti bahwa tradisi tidak hanya sekadar warisan budaya, tetapi juga alat pemersatu dalam keberagaman. Perayaan ini menegaskan bahwa kebersamaan dan harmoni tetap menjadi nilai utama dalam kehidupan masyarakat di Kepulauan Meranti.

 

Ketua Pembina Yayasan Vihara Sejahtera Sakti, Tjuan An, mengungkapkan bahwa suasana Imlek tahun ini terasa lebih semarak dengan berbagai rangkaian acara yang melibatkan ribuan orang.

Dirinya juga mengatakan pada hari pertama Imlek ini masyarakat dari luar daerah cukup ramai datang ke Selatpanjang untuk merayakan Imlek.

Selain memiliki makna budaya reliji, perayaan imlek di Kota Selatpanjang menjadi iven spesial dan selalu ditunggu. Baik oleh warga tionghoa, pribumi maupun dari luar negeri yang sekedar berkunjung ataupun pulang kampung.

Dimana sebelumnya dua tahun tidak dapat dilaksanakan secara penuh akibat pandemi Covid-19 dan perayaan sebelumnya yang bertepatan dengan Pemilu, Tahun Baru Imlek 2576 Kongzili di Kota Selatpanjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, kembali disambut dengan kemeriahan luar biasa.

"Perayaan Imlek tahun ini sangat meriah, rangkaian Imlek diisi dengan berbagai acara. Warga Tionghoa yang berada di luar daerah banyak yang pulang kampung. Lampion dan pernak-pernik Imlek juga terpasang di berbagai sudut kota," ujar Tjuan An.

Pada hari keenam Imlek atau Cue Lak, Kota Selatpanjang kembali menggelar tradisi kirab budaya yang dinantikan oleh masyarakat Tionghoa dan warga lainnya. Puncak perayaan ini ditandai dengan pawai arak-arakan Dewa Cho Se Kong yang diikuti sekitar 5.000 orang, mengelilingi setiap vihara di kota.

Prosesi sakral ini semakin istimewa dengan kehadiran para Tang Ki (orang yang dipercaya sebagai perantara dewa) yang datang dari berbagai daerah, seperti Balai, Batam, dan Pekanbaru. Kehadiran mereka menambah nuansa mistis dan spiritual dalam ritual yang sudah berlangsung selama lebih dari satu abad ini.

Tjuan An mengungkapkan, kirab budaya kali ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI), Yayasan Sosial Umat Beragama Buddha (YSUBB) Kepulauan Meranti, dan Majelis Agama Khonghucu Indonesia (MAKIN). Selain itu, turut hadir perwakilan dari Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Provinsi Riau, Pembimas Buddha Provinsi Riau, Tarjoko, serta pihak Majelis Tri Dharma Agung Indonesia.

Menurut Tjuan An, tradisi arak-arakan dewa dalam Cue Lak merupakan warisan leluhur yang telah dibawa ke Selatpanjang lebih dari 100 tahun lalu.

"Ini adalah tradisi dari Tiongkok yang diwariskan oleh nenek moyang kami dan tetap lestari hingga saat ini," jelasnya.

 

Sejak pagi hingga malam hari, arak-arakan ini menyusuri jalan-jalan protokol di Kota Selatpanjang yang dipenuhi oleh lautan manusia. Masyarakat dari berbagai etnis dan latar belakang turut serta, menjadikan perayaan ini tidak hanya sebagai ritual keagamaan, tetapi juga sebagai simbol kebersamaan dan harmoni budaya.

Menyadari besarnya jumlah peserta dan pengunjung, panitia telah menyiapkan sistem keamanan yang ketat. Ambulans lengkap dengan oksigen dan tenaga medis disiagakan untuk mengantisipasi keadaan darurat. Selain itu, unit pemadam kebakaran juga dikerahkan dengan perlengkapan pemadam api guna mengantisipasi risiko kebakaran akibat banyaknya petasan dan kembang api yang dinyalakan selama perayaan.

Perayaan Imlek di Selatpanjang akan mencapai akhir rangkaian pada Kamis, bertepatan dengan hari kesembilan Imlek. Pada hari kesepuluh, masyarakat Tionghoa akan menggelar ritual yang dikenal sebagai Mengantar Dewa-Dewi Kembali ke Langit, sebagai penutup dari seluruh rangkaian perayaan tahun baru.

Tjuan An mengatakan jika kemeriahan Imlek 2025 di Selatpanjang tidak hanya menjadi momentum keagamaan, tetapi juga menegaskan bahwa tradisi dapat menjadi perekat persaudaraan dan harmoni di tengah keberagaman masyarakat Kepulauan Meranti.

Sementara itu, Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Provinsi Riau, Mariyana, yang hadir dalam acara Cue Lak atas undangan khusus dari panitia, mengapresiasi betapa besarnya gaung perayaan Imlek di kota kecil ini.

"Saya datang ke sini karena diundang panitia untuk menghadiri tradisi dalam agama kita. Meskipun begitu, saya juga merasa sebagai bagian kecil dari warga Selatpanjang. Wilayah ini memang tidak luas, tetapi perayaan Imlek di sini begitu besar dan bergaung luas," ujarnya.

Mariyana menyebut bahwa meskipun Selatpanjang hanya sebuah kota kecil di Provinsi Riau, namun kemeriahan perayaan Imlek di sini bahkan disebut sebagai yang terbesar di Indonesia. Menurutnya kota ini dihuni oleh sekitar 22.000 pemeluk agama Buddha, yang hidup rukun berdampingan dengan masyarakat dari berbagai latar belakang agama dan budaya.

"Kerukunan beragama di sini sangat tinggi, begitu juga dengan toleransinya. Bahkan, Provinsi Riau menjadi provinsi terbaik kedua di Indonesia dalam hal toleransi beragama. Ini adalah pencapaian yang harus terus kita pertahankan dan tingkatkan," kata Mariyana.

Dia juga menyoroti antusiasme warga dalam mempersiapkan perayaan Imlek. Dekorasi khas Tionghoa seperti lampion, gapura, dan berbagai ornamen merah keemasan menghiasi jalanan, semuanya dibuat secara swadaya oleh masyarakat.

"Perayaan Imlek di Selatpanjang ini saya kira paling meriah dibandingkan kabupaten dan kota lainnya di Provinsi Riau. Partisipasi masyarakat sangat tinggi dalam menghias kota dan memeriahkan acara," tambahnya.

 

Potensi Masuk Rekor MURI dan Ikon Pariwisata Nasional

Melihat besarnya jumlah peserta dalam acara Cue Lak, bahkan lebih ramai dari Festival Cap Go Meh di Singkawang, Mariyana berharap kemeriahan ini bisa terus ditingkatkan dan dicatat dalam Museum Rekor Indonesia (MURI).

"Saya berharap kemeriahan seperti ini terus ditingkatkan dan kita harus upayakan agar tercatat dalam rekor MURI. Selatpanjang bisa menjadi ikon budaya dan pariwisata yang menarik perhatian nasional maupun internasional," ungkapnya.

Selain itu, ia menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan kebersamaan antarwarga, sehingga semangat perayaan Imlek dapat dirasakan oleh semua orang tanpa memandang latar belakang etnis atau agama.

"Saya mengimbau kepada semua warga Tionghoa untuk selalu menjaga persatuan dan hidup berdampingan. Kita harus saling mendukung agar kebahagiaan dalam perayaan Imlek ini bisa dirasakan oleh semua," pungkasnya.

Dengan kemeriahan yang semakin besar setiap tahunnya, Selatpanjang semakin mengukuhkan dirinya sebagai pusat perayaan Imlek yang tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Tionghoa, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan bagi seluruh warga Kepulauan Meranti. (R-01)

Editor: Raya Desmawanto
Tags :Puncak Perayaan ImlekSelatpanjangKepulauan MerantiSabangmeraukenews.com

BERITA TERKAIT :

  • Ini Jadwal Libur Sekolah Selama Ramadan 1446 H

    Ini Jadwal Libur Sekolah Selama Ramadan 1446 H

    Riau •
    03/02/2025 ❘ 16:11 WIB
  • Pelantikan Kepala Daerah Serentak: Tunggu Putusan MK, 20 Februari 2025 Jadi Jadwal

    Pelantikan Kepala Daerah Serentak: Tunggu Putusan MK, 20 Februari 2025 Jadi Jadwal

    Riau •
    03/02/2025 ❘ 15:01 WIB
  • Terungkap! Modus Penyelundupan PMI Ilegal di Pesisir Riau

    Terungkap! Modus Penyelundupan PMI Ilegal di Pesisir Riau

    Riau •
    03/02/2025 ❘ 14:21 WIB
  • Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Kapolsek Pujud Pimpin KRYD

    Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Kapolsek Pujud Pimpin KRYD

    Riau •
    03/02/2025 ❘ 13:34 WIB
  • Mulai Hari Ini Puskesmas di Pekanbaru Layani Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Warga Ulang Tahun

    Mulai Hari Ini Puskesmas di Pekanbaru Layani Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Warga Ulang Tahun

    Riau •
    03/02/2025 ❘ 12:11 WIB
Lindawati Tahun Baru Islam HUT 60 tahun BRK syariah Lowongan kerja Novotel Terbaru

TERPOPULER

  • Ini Daftar 22 PKS di Riau yang Dilaporkan Mentan ke Kapolri Diduga Mainkan Harga TBS Kelapa Sawit

    Ini Daftar 22 PKS di Riau yang Dilaporkan Mentan ke Kapolri Diduga Mainkan Harga TBS Kelapa Sawit

    10/06/2026  ❘  16:53 WIB
  • Tragis, Pelajar SMP di Selatpanjang Meninggal Dunia Tertimpa Tembok Saat Mengejar Layang-Layang Putus

    Tragis, Pelajar SMP di Selatpanjang Meninggal Dunia Tertimpa Tembok Saat Mengejar Layang-Layang Putus

    22/06/2026  ❘  18:06 WIB
  • Lengkap! Ini Daftar 280 PKS di 15 Provinsi yang Dilaporkan Mentan ke Kapolri Dugaan Permainan Harga TBS Kelapa Sawit Petani

    Lengkap! Ini Daftar 280 PKS di 15 Provinsi yang Dilaporkan Mentan ke Kapolri Dugaan Permainan Harga TBS Kelapa Sawit Petani

    12/06/2026  ❘  12:05 WIB
  • Nahkoda Baru RSUD Kepulauan Meranti Tancap Gas, Romy Haris Bergerak Cepat Atasi Berbagai Persoalan 

    Nahkoda Baru RSUD Kepulauan Meranti Tancap Gas, Romy Haris Bergerak Cepat Atasi Berbagai Persoalan 

    21/06/2026  ❘  21:17 WIB
  • Tak Ada Ruang bagi Predator Anak, Polres Meranti Ringkus Dua Terduga Pelaku di Tebing Tinggi Timur

    Tak Ada Ruang bagi Predator Anak, Polres Meranti Ringkus Dua Terduga Pelaku di Tebing Tinggi Timur

    20/06/2026  ❘  15:43 WIB
Kempo Dojo AKRI cafe Idul adha dprd pekanbaru

    Follow Us

  • Copyright ©
    SabangMeraukeNEWS.com

    Berita

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum

    Berita

  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

    Halaman

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan