SabangMeraukeNEWS.com

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum
  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan

    https://sabangmeraukenews.com

Copyright ©
sabangmeraukeNEWS.com
All rights reserved

https://sabangmeraukenews.com

  • Daerah
    • Anggota DPRD Pelalawan Sunardi Banding Usai Divonis 4 Tahun Penjara Kasus Ijazah Palsu

      Anggota DPRD Pelalawan Sunardi Banding Usai Divonis 4 Tahun Penjara Kasus Ijazah Palsu

      21/07/2026  ❘  20:29 WIB
    • Saksi Mata: Teriakan Wanita Hanya Sebentar, Bayi Berlumuran Darah di Atas Rumah

      Saksi Mata: Teriakan Wanita Hanya Sebentar, Bayi Berlumuran Darah di Atas Rumah

      21/07/2026  ❘  17:48 WIB
    • Petani Sawit di Riau Selamat Dari Terkaman Harimau Sumatera

      Petani Sawit di Riau Selamat Dari Terkaman Harimau Sumatera

      21/07/2026  ❘  14:28 WIB
    • Cincin Tersangkut di Alat Kelamin, Pria di Dumai Minta Bantuan Petugas Damkar

      Cincin Tersangkut di Alat Kelamin, Pria di Dumai Minta Bantuan Petugas Damkar

      21/07/2026  ❘  14:12 WIB
  • Nasional
    • Bahlil Pastikan Relaksasi RKAB Batu Bara Tak Ganggu Pasokan PLN, Kebutuhan Dalam Negeri Jadi Prioritas

      Bahlil Pastikan Relaksasi RKAB Batu Bara Tak Ganggu Pasokan PLN, Kebutuhan Dalam Negeri Jadi Prioritas

      21/07/2026  ❘  21:31 WIB
    • BRIN Bongkar Penyebab Menyusutnya Ketinggian Air Danau Toba

      BRIN Bongkar Penyebab Menyusutnya Ketinggian Air Danau Toba

      21/07/2026  ❘  20:31 WIB
    • Kembali Dilaporkan Wartawan, Polda Metrojaya Mulai Proses Kasus Hotman Paris

      Kembali Dilaporkan Wartawan, Polda Metrojaya Mulai Proses Kasus Hotman Paris

      21/07/2026  ❘  19:03 WIB
    • Di Balik Kipas Angin Rp1,8 Triliun, KPK Ungkap Modus Lama yang Terus Berulang

      Di Balik Kipas Angin Rp1,8 Triliun, KPK Ungkap Modus Lama yang Terus Berulang

      21/07/2026  ❘  18:11 WIB
  • Ekonomi
    • Resmi! Pemprov Riau Tetapkan Harga TBS Sawit Mitra Swadaya Rp3.846 per Kg, Ini Daftar Lengkapnya

      Resmi! Pemprov Riau Tetapkan Harga TBS Sawit Mitra Swadaya Rp3.846 per Kg, Ini Daftar Lengkapnya

      21/07/2026  ❘  21:21 WIB
    • Sembilan Hari Melesat Tanpa Henti, IHSG Kembali Tunjukkan Taringnya

      Sembilan Hari Melesat Tanpa Henti, IHSG Kembali Tunjukkan Taringnya

      21/07/2026  ❘  18:48 WIB
    • BI Rate Dikabarkan Naik Lagi, Rupiah Langsung Jadi Mata Uang Terkuat Asia

      BI Rate Dikabarkan Naik Lagi, Rupiah Langsung Jadi Mata Uang Terkuat Asia

      21/07/2026  ❘  18:28 WIB
    • Update Harga Emas Perhiasan Hari Ini 21 Juli 2026, Cek Semua Kadar dari 24K hingga 5K

      Update Harga Emas Perhiasan Hari Ini 21 Juli 2026, Cek Semua Kadar dari 24K hingga 5K

      21/07/2026  ❘  12:49 WIB
  • Politik
    • Bupati Siak Afni Curhat Soal Pemangkasan DBH, Wapres Gibran: Sayakan Mantan Wali Kota Juga!

      Bupati Siak Afni Curhat Soal Pemangkasan DBH, Wapres Gibran: Sayakan Mantan Wali Kota Juga!

      17/07/2026  ❘  20:17 WIB
    • Memalukan! Pimpinan Pusat Golkar Murka Lihat Kericuhan 2 Kadernya di DPRD Riau

      Memalukan! Pimpinan Pusat Golkar Murka Lihat Kericuhan 2 Kadernya di DPRD Riau

      17/07/2026  ❘  14:01 WIB
    • KPK Tetapkan Bupati Sukoharjo Tersangka, PDIP Tegaskan OTT Langsung Dipecat

      KPK Tetapkan Bupati Sukoharjo Tersangka, PDIP Tegaskan OTT Langsung Dipecat

      12/07/2026  ❘  13:39 WIB
    • PDIP Sebut Diri Partai Penyeimbang, PSI Minta Penjelasan Terbuka untuk Publik

      PDIP Sebut Diri Partai Penyeimbang, PSI Minta Penjelasan Terbuka untuk Publik

      10/07/2026  ❘  09:35 WIB
  • Hukrim
    • Polda Riau Bongkar Penyelewengan BBM Subsidi di Rohil, Amankan 3 Tersangka dan 2 Unit Truk Tangki

      Polda Riau Bongkar Penyelewengan BBM Subsidi di Rohil, Amankan 3 Tersangka dan 2 Unit Truk Tangki

      21/07/2026  ❘  20:50 WIB
    • Karyawan Pabrik Sawit PTPN IV di Rokan Hilir Tewas Kecelakaan Kerja, Manajemen Buka Suara

      Karyawan Pabrik Sawit PTPN IV di Rokan Hilir Tewas Kecelakaan Kerja, Manajemen Buka Suara

      21/07/2026  ❘  13:59 WIB
    • Kepala Karyawan Hancur Akibat Kecelakaan Kerja Kemarin, Pihak PTPN IV Regional 3 Riau Baru Melapor Lisan Pagi Tadi, Disnaker Turunkan Tim

      Kepala Karyawan Hancur Akibat Kecelakaan Kerja Kemarin, Pihak PTPN IV Regional 3 Riau Baru Melapor Lisan Pagi Tadi, Disnaker Turunkan Tim

      21/07/2026  ❘  10:02 WIB
    • Bupati Kena OTT KPK Lagi, Terkait Kasus Suap Proyek Pemkab

      Bupati Kena OTT KPK Lagi, Terkait Kasus Suap Proyek Pemkab

      21/07/2026  ❘  08:59 WIB
  • Umum
    • 2 Orang Tewas Dimangsa Harimau Sumatera, Hasil Audit Ini Ungkap Masalah di PT Madukoro Lestari

      2 Orang Tewas Dimangsa Harimau Sumatera, Hasil Audit Ini Ungkap Masalah di PT Madukoro Lestari

      21/07/2026  ❘  16:16 WIB
    • Mulut Terasa Pahit Saat Bangun Tidur? Bisa Jadi Tanda Asam Lambung hingga Kurang Minum

      Mulut Terasa Pahit Saat Bangun Tidur? Bisa Jadi Tanda Asam Lambung hingga Kurang Minum

      19/07/2026  ❘  12:29 WIB
    • Jangan Buang Sisa Nasi! Begini Cara Mengubahnya Jadi Kompos yang Bikin Tanaman Subur

      Jangan Buang Sisa Nasi! Begini Cara Mengubahnya Jadi Kompos yang Bikin Tanaman Subur

      19/07/2026  ❘  08:22 WIB
    • AI Mengubah Dunia Kerja, Anak Muda Wajib Kuasai Keterampilan Ini Sebelum Terlambat

      AI Mengubah Dunia Kerja, Anak Muda Wajib Kuasai Keterampilan Ini Sebelum Terlambat

      18/07/2026  ❘  13:30 WIB
  • Riau
    • Catat! Mobil Pak Aman Keliling Pekanbaru Hingga 30 Juli, Sembako Murah Dijual di 6 Kelurahan

      Catat! Mobil Pak Aman Keliling Pekanbaru Hingga 30 Juli, Sembako Murah Dijual di 6 Kelurahan

      21/07/2026  ❘  21:39 WIB
    • Di Balik Ringgit Malaysia, Ada Air Mata Keluarga: Dua Warga Kepulauan Meranti Ditangkap Imigresen, Keberadaannya Masih Misterius

      Di Balik Ringgit Malaysia, Ada Air Mata Keluarga: Dua Warga Kepulauan Meranti Ditangkap Imigresen, Keberadaannya Masih Misterius

      21/07/2026  ❘  20:57 WIB
    • Densus 88 Turun Tangan! Pemprov Riau Siapkan Langkah Besar Cegah Terorisme 2026–2029

      Densus 88 Turun Tangan! Pemprov Riau Siapkan Langkah Besar Cegah Terorisme 2026–2029

      21/07/2026  ❘  20:54 WIB
    • SF Hariyanto Gerak Cepat Bantu Pemko Pekanbaru Atasi Banjir di Jalan Sudirman

      SF Hariyanto Gerak Cepat Bantu Pemko Pekanbaru Atasi Banjir di Jalan Sudirman

      21/07/2026  ❘  19:02 WIB
  • Sport
    • 4 Atlet NPCI Riau Siap Guncang Kapolri Cup 2026, Targetkan Hujan Medali Nasional!

      4 Atlet NPCI Riau Siap Guncang Kapolri Cup 2026, Targetkan Hujan Medali Nasional!

      21/07/2026  ❘  19:22 WIB
    • Spanyol Geser Posisi Argentina, Ini Daftar 25 Besar Ranking FIFA Usai Piala Dunia 2026

      Spanyol Geser Posisi Argentina, Ini Daftar 25 Besar Ranking FIFA Usai Piala Dunia 2026

      21/07/2026  ❘  10:19 WIB
    • 6 Negara Jadi Tuan Rumah FIFA World Cup 2030, Ini Alasannya

      6 Negara Jadi Tuan Rumah FIFA World Cup 2030, Ini Alasannya

      21/07/2026  ❘  09:12 WIB
    • Spanyol Lengkapi Gelar Piala Dunia 2026 Setelah Menjuarai Piala Eropa 2024

      Spanyol Lengkapi Gelar Piala Dunia 2026 Setelah Menjuarai Piala Eropa 2024

      20/07/2026  ❘  09:19 WIB
  • Opini
    • 2 Orang Tewas Dimangsa di Konsesi PT Madukoro Lestari, Mengapa Kementerian Kehutanan Gegabah Terbitkan Izin HTI di Sarang Harimau? 

      2 Orang Tewas Dimangsa di Konsesi PT Madukoro Lestari, Mengapa Kementerian Kehutanan Gegabah Terbitkan Izin HTI di Sarang Harimau? 

      17/07/2026  ❘  10:49 WIB
    • Catatan Kritis tentang Masa Depan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Bukit Batu

      Catatan Kritis tentang Masa Depan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Bukit Batu

      14/07/2026  ❘  13:51 WIB
    • Republik Amplop

      Republik Amplop

      13/07/2026  ❘  13:17 WIB
    • Terjebak Paradigma Daratan: Anggota DPR-DPD Dapil Riau Harus Kepung Pansus Demi Kepulauan Meranti

      Terjebak Paradigma Daratan: Anggota DPR-DPD Dapil Riau Harus Kepung Pansus Demi Kepulauan Meranti

      13/07/2026  ❘  12:14 WIB
  • Internasional
    • Bukan Pelit! Crazy Rich Dunia Warren Buffett Punya Alasan Mengejutkan Tak Wariskan Kekayaan

      Bukan Pelit! Crazy Rich Dunia Warren Buffett Punya Alasan Mengejutkan Tak Wariskan Kekayaan

      21/07/2026  ❘  08:33 WIB
    • Heboh! Walkot New York Tantang Kebijakan Trump, Netanyahu Bisa Ditahan Saat Sidang PBB

      Heboh! Walkot New York Tantang Kebijakan Trump, Netanyahu Bisa Ditahan Saat Sidang PBB

      21/07/2026  ❘  08:14 WIB
    • Tangis Berubah Amarah, Kekalahan Argentina Picu Kerusuhan Besar di Buenos Aires

      Tangis Berubah Amarah, Kekalahan Argentina Picu Kerusuhan Besar di Buenos Aires

      21/07/2026  ❘  07:10 WIB
    • PBB Selidiki Serangan AS ke Proyek Nuklir Iran di Khuzestan

      PBB Selidiki Serangan AS ke Proyek Nuklir Iran di Khuzestan

      20/07/2026  ❘  11:56 WIB
  • lain
      -->
    • Advertorial
    • -->
    • Foto
    • Indeks
Bukan omon omon

Kepala Desa Sungai Tohor Barat Dikecam Warga, Terkait Transparansi, Nepotisme, Sampai Proyek Mangkrak

08/01/2025  ❘  12:16 WIB • Riau
Bagikan :
Kepala Desa Sungai Tohor Barat Dikecam Warga, Terkait Transparansi, Nepotisme, Sampai Proyek Mangkrak

Salah satu proyek mangkrak di Desa Sungai Tohor Barat. Foto: SM News

SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Masa jabatan yang panjang atau kepercayaan untuk menjabat kembali tidak otomatis menjamin seorang pemimpin akan berbuat baik dan berlaku adil. Hal ini tergantung pada integritas, komitmen, dan akhlak pemimpin tersebut.

Seperti yang terjadi di Desa Sungai Tohor Barat, Kepala Desa Nordianshor yang menjabat untuk periode kedua kalinya (2019-2025) diduga tidak transparan dalam proses rekrutmen perangkat desa. Alih-alih memperbaiki kualitas pelayanan, kepala desa tersebut justru dikritik karena tidak menjalankan tahapan rekrutmen secara terbuka dan adil.

Pada rekrutmen untuk posisi Kaur Umum dan Kasi Pemerintahan, Kepala Desa Nordianshor tidak melaksanakan tahapan rekrutmen sebagaimana mestinya. Tidak ada pengumuman resmi yang memberikan kesempatan bagi warga desa untuk berpartisipasi dan berkompetisi. Selain itu, panitia seleksi, yang seharusnya melibatkan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan perangkat desa, juga tidak dibentuk.

Salah satu warga Desa Sungai Tohor Barat yang tidak ingi disebutkan namanya mengaku terkejut, dengan kebijakan yang dilakukan kepala desa tersebut yang diduga melakukan penyalahgunaan terhadap jabatan. Menurutnya, pemberitahuan mengenai pergantian dan pengangkatan perangkat desa dilakukan secara tertutup. Bahkan, ada dugaan praktik nepotisme, di mana lima orang yang mengikuti tes rekrutmen memiliki hubungan kekeluargaan dengan kepala desa.

"Tidak ada pengumuman seleksi, tidak ada pembentukan panitia. Tiba-tiba sudah ada lima orang yang akan mengikuti tes untuk dua posisi yang dibutuhkan, sehingga kami pemuda desa hanya bisa melihat proses yang tidak adil ini. Kita tidak pernah ada masalah jika harus merekrut saudaranya, tetapi masyarakat puas jika perekrutan ini dengan berkompetisi," ungkapnya.

Dugaan praktik nepotisme juga bertambah mencuat, di mana tiga peserta yang tidak lolos seleksi langsung diakomodasi sebagai staf di Kantor Desa. Warga merasa kecewa karena proses yang dianggap tidak sesuai aturan tersebut merugikan banyak pihak dan mengabaikan prinsip keadilan.

Tidak terima dengan proses yang dianggap tidak adil, sebanyak 33 pemuda desa menandatangani surat terbuka yang ditujukan kepada Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Kepulauan Meranti. Mereka meminta agar dilakukan pendaftaran ulang perangkat desa yang lebih transparan.

"Rekrutmen perangkat desa tanggal 17 Desember 2024 tidak transparan. Tidak ada pengumuman di tempat umum atau grup WhatsApp desa. Akibatnya, masyarakat dan pemuda desa kehilangan kesempatan untuk mendaftar dan ikut dalam perekrutan ini, berbeda dengan desa sebelah yang masif pengumumannya yang ditempelkan di warung dan tempat umum," demikian bunyi surat tersebut.

 

Masyarakat Desa Sungai Tohor Barat berharap Kepala Dinas PMD dapat segera mengambil tindakan dengan membuka kembali proses rekrutmen yang lebih adil dan transparan. Langkah ini diharapkan dapat mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa dan menjamin bahwa setiap warga memiliki kesempatan yang sama untuk berkontribusi.

Dengan adanya laporan dan kritik dari masyarakat, Kepala Desa Nordianshor diharapkan segera mengevaluasi kebijakannya agar dapat menjalankan tugas dengan lebih adil dan transparan.

Kepala Desa Sungai Tohor Barat, Nordianshor, membantah adanya ketidaksesuaian dalam proses rekrutmen perangkat desa. Ia menyatakan bahwa seluruh tahapan seleksi telah dilaksanakan sesuai prosedur dan diumumkan kepada masyarakat, meskipun jumlah pendaftar yang ikut seleksi relatif sedikit.

"Terkait penjaringan perangkat desa, panitia sudah melakukan pengumuman di mading kantor desa," ujar Nordianshor singkat.

Namun, pernyataan ini menuai kritik dari sejumlah warga yang merasa bahwa proses rekrutmen tidak transparan dan pengumuman tidak disosialisasikan secara luas, seperti melalui media komunikasi desa lainnya.

Selain dugaan ketidaksesuaian dalam rekrutmen, Nordianshor juga diketahui tidak melibatkan Sekretaris Desa (Sekdes) dalam pengelolaan administrasi pemerintahan sejak tahun 2022. Padahal, peran Sekdes sangat penting untuk memastikan seluruh administrasi, termasuk verifikasi berkas dan pelaksanaan anggaran, berjalan sesuai aturan.

Warga mencurigai bahwa hal ini berpotensi mengarah pada maladministrasi dan pengelolaan anggaran yang tidak sesuai prosedur.

Menanggapi hal ini, Nordianshor menegaskan bahwa keterlibatan Sekdes tetap diupayakan. Namun, ia mengakui bahwa beberapa kendala dalam kerja sama bisa saja terjadi.

"Kami selalu berharap adanya kerja sama yang baik dengan seluruh perangkat desa, termasuk Sekdes. Hanya saja, mungkin karena banyaknya kesibukan dalam pelayanan masyarakat, beberapa hal menjadi kurang maksimal," ujarnya.

Sejumlah warga berharap Kepala Desa Sungai Tohor Barat lebih transparan dalam pengelolaan administrasi dan rekrutmen perangkat desa di masa mendatang. Mereka juga meminta agar semua perangkat desa, termasuk Sekdes, dilibatkan aktif dalam proses pemerintahan untuk memastikan pelayanan yang adil dan akuntabel.

Langkah ini diharapkan dapat mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa serta mencegah terjadinya maladministrasi yang merugikan publik

 

Keterlambatan Administrasi Desa Sungai Tohor Barat Rugikan Publik

Masalah administrasi yang dikhawatirkan dapat merugikan masyarakat Desa Sungai Tohor Barat ternyata menjadi kenyataan. Hingga awal tahun 2025, pemerintah desa terlihat tergesa-gesa melaksanakan pembangunan infrastruktur yang anggarannya berasal dari Dana Desa (DDS) tahun 2024. Sesuai aturan, seluruh pekerjaan yang didanai DDS tahun 2024 seharusnya selesai pada 31 Desember tahun tersebut, termasuk pertanggungjawabannya. Namun, pekerjaan tersebut baru dimulai pada awal 2025, dan progresnya masih nihil.

Keterlambatan pengerjaan proyek infrastruktur itu terus menjadi sorotan masyarakat. Salah satu penyebab utama adalah lambannya pelaksanaan pembangunan yang menggunakan DDS tahap 1 tahun 2024. Hal ini berdampak pada proyek-proyek lain yang seharusnya berjalan lancar, namun akhirnya turut mengalami kendala.

Pembangunan yang Tertunda

Pekerjaan yang tertunda meliputi pembangunan dua pintu klip air dan satu unit Posyandu. Saat ini, di lokasi hanya terlihat tumpukan material bangunan tanpa tanda-tanda pekerjaan yang signifikan.

Kepala Desa Sungai Tohor Barat, Nordianshor, mengakui adanya keterlambatan tersebut. Ia menyebut bahwa hal itu disebabkan oleh keterlambatan pencairan DDS tahap 2, yang diakibatkan oleh pekerjaan sebelumnya yang belum selesai serta kendala dalam memenuhi persyaratan administrasi.

"Iya, keterlambatan pekerjaan pembangunan tahun 2024 baru bisa dikerjakan tahun ini karena adanya pekerjaan sebelumnya yang belum selesai dan administrasi yang belum memenuhi syarat," ujar Nordianshor.

Dari informasi yang dihimpun, keterlambatan ini bermula dari proyek pembangunan jalan di Dusun Nerlang sepanjang 250 meter yang didanai DDS tahap 1 tahun 2024. Proyek tersebut lambat dikerjakan meskipun anggaran telah tersedia waktu itu. Hingga saat ini, alasan keterlambatan tersebut belum dijelaskan secara rinci oleh Kepala Desa, sehingga memunculkan spekulasi di kalangan masyarakat.

Kepala Desa Sungai Tohor Barat itu menjelaskan bahwa selain administrasi yang belum memenuhi syarat, kondisi alam juga menjadi faktor penghambat utama.

"Pekerjaan menggunakan DDS memang agak lambat karena ada keterlambatan pencairan dana dikarenakan adanya administrasi yang belum selesai. Selain itu, kendala kondisi alam, seperti air pasang laut yang naik, juga menghambat proses pembangunan," ujar Nordianshor.

 

Dampak Buruk bagi Publik

Keterlambatan ini tidak hanya memengaruhi kualitas layanan dan pembangunan desa, tetapi juga mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa. Sejumlah warga menilai bahwa manajemen administrasi dan perencanaan yang buruk menjadi penyebab utama dari keterlambatan ini.

"Saat ini infrastruktur yang penganggarannya pada tahun 2024 seperti Posyandu dan pintu klip masih dikerjakan hingga saat ini dan belum nampak progres nya, hanya material saja yang ditumpuk. Kita tidak tahu alasannya, yang jelas 3 paket lewat tahun anggaran. Pembangunan yang terlambat seperti ini jelas merugikan masyarakat. Seharusnya, semua proyek sudah selesai tepat waktu, karena ini menyangkut kebutuhan warga," ungkap seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Warga Desa Sungai Tohor Barat berharap pemerintah desa dapat memperbaiki manajemen administrasi dan pelaksanaan proyek di masa mendatang. Mereka juga meminta adanya transparansi dalam penggunaan anggaran desa agar tidak terjadi lagi keterlambatan atau permasalahan serupa di masa depan.

Lambannya pengerjaan proyek ini memicu domino effect, sehingga proyek-proyek selanjutnya yang didanai DDS tahap 2 tidak dapat dimulai tepat waktu.

Selain itu, alasan terkait kondisi alam, seperti air pasang yang tinggi, menambah kompleksitas masalah. Namun, masyarakat menilai alasan tersebut tidak sepenuhnya dapat diterima, mengingat Desa Sungai Tohor Barat sudah lama menghadapi tantangan geografis yang serupa.

Kondisi ini memicu kekecewaan di kalangan masyarakat. Mereka berharap pemerintah desa lebih tanggap dan terencana dalam menangani proyek pembangunan, terutama yang berkaitan dengan kebutuhan mendesak.

"Kita sudah terbiasa dengan kondisi alam di sini. Seharusnya, hal ini bisa diantisipasi sejak awal perencanaan proyek. Jangan sampai alasan alam terus dijadikan kambing hitam," ungkap salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Dengan kondisi seperti ini, Nordianshor dituntut untuk segera menyelesaikan proyek-proyek tertunda serta memastikan administrasi ke depan berjalan lebih baik demi kepentingan masyarakat.

 

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Kepulauan Meranti, Asrorudin, memberikan tanggapan tegas terkait sejumlah permasalahan yang terjadi di Desa Sungai Tohor Barat, mulai dari ketidaktransparanan perekrutan perangkat desa hingga mangkraknya pembangunan infrastruktur.

Asrorudin mengungkapkan bahwa pihaknya telah memanggil Kepala Desa Sungai Tohor Barat, Nordianshor, untuk dimintai klarifikasi. Kepala desa tersebut mengakui bahwa pengumuman perekrutan perangkat desa memang tidak dilakukan secara masif, namun berdalih bahwa hal tersebut merupakan tanggung jawab panitia seleksi.

"Kepala desanya sudah kami panggil dan dimintai keterangan. Selanjutnya, kami juga akan memanggil panitia seleksi untuk memperjelas duduk perkaranya. Jika ditemukan kesalahan prosedur, kami tidak menutup kemungkinan akan dilakukan perekrutan ulang," jelas Asrorudin.

Terkait keterlambatan dan mangkraknya pembangunan infrastruktur di desa tersebut, Asrorudin menegaskan bahwa akar masalahnya adalah kelalaian dalam administrasi. Menurutnya, Desa Sungai Tohor Barat menghadapi kendala dalam proses pencairan DDS tahap 2 karena administrasi yang tidak lengkap.

"Administrasi yang tidak tertib menjadi penyebab utama. Desa tersebut sebelumnya bermasalah dengan pelaporan DDS tahap 1, sehingga pencairan tahap 2 terhambat. Saya tegas dalam hal ini dan tidak ada negosiasi untuk pelanggaran administrasi," katanya.

Meski demikian, Dinas PMD memastikan bahwa pembangunan yang sempat tertunda tetap akan dipantau dan dievaluasi secara berkala untuk memastikan pelaksanaannya selesai sesuai perencanaan.

"Pembangunan yang mangkrak tetap kami pantau. Kami akan terus mendorong agar pihak desa menyelesaikan kewajiban mereka sesuai dengan prosedur yang berlaku," tutup Asrorudin.

Langkah tegas dari Dinas PMD ini diharapkan dapat mengurai permasalahan di Desa Sungai Tohor Barat sekaligus menjadi peringatan bagi desa-desa lainnya untuk lebih memperhatikan transparansi dan ketertiban administrasi. (R-01)

Editor: Raya Desmawanto
Tags :Kepala DesaSungai Tohor BaratDikecam WargaKepulauan Merantisabangmeraukenews.com

BERITA TERKAIT :

  • Hujan Diprediksi Guyur Sebagian Besar Riau Hari Ini

    Hujan Diprediksi Guyur Sebagian Besar Riau Hari Ini

    Riau •
    08/01/2025 ❘ 12:09 WIB
  • Bupati Meranti Tindak Tegas Pegawai Keluyuran di Kedai Kopi Saat Jam Kerja Hingga Main Judi

    Bupati Meranti Tindak Tegas Pegawai Keluyuran di Kedai Kopi Saat Jam Kerja Hingga Main Judi

    Riau •
    07/01/2025 ❘ 21:46 WIB
  • Waktu Tunggu 48 Tahun, DPR Minta Presiden Prabowo Lakukan Negoisasi Penambahan Kuota Haji

    Waktu Tunggu 48 Tahun, DPR Minta Presiden Prabowo Lakukan Negoisasi Penambahan Kuota Haji

    Nasional •
    07/01/2025 ❘ 20:52 WIB
  • Disbun Riau Umumkan Harga Baru TBS Kelapa Sawit

    Disbun Riau Umumkan Harga Baru TBS Kelapa Sawit

    Ekonomi •
    07/01/2025 ❘ 19:53 WIB
  • DLHK Jelaskan Permasalahan Sampah Menumpuk di Pekanbaru

    DLHK Jelaskan Permasalahan Sampah Menumpuk di Pekanbaru

    Riau •
    07/01/2025 ❘ 18:42 WIB
Lindawati Tahun Baru Islam HUT 60 tahun BRK syariah Lowongan kerja Novotel Terbaru

TERPOPULER

  • 35 Kolonel TNI AD Pecah Bintang Jadi Jenderal, Ini Daftar Lengkapnya

    35 Kolonel TNI AD Pecah Bintang Jadi Jenderal, Ini Daftar Lengkapnya

    10/07/2026  ❘  21:35 WIB
  • KPK Tuntut Gubernur Riau Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara, Denda Rp 500 Juta dan Bayar Uang Pengganti Rp 1,45 Miliar 

    KPK Tuntut Gubernur Riau Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara, Denda Rp 500 Juta dan Bayar Uang Pengganti Rp 1,45 Miliar 

    09/07/2026  ❘  12:45 WIB
  • Kuasa Hukum Don Ritto Klaim Uang Sitaan Berasal dari Proyek Pelabuhan Kalimantan Timur

    Kuasa Hukum Don Ritto Klaim Uang Sitaan Berasal dari Proyek Pelabuhan Kalimantan Timur

    14/07/2026  ❘  17:07 WIB
  • Sopir Truk Tangki Dipecat Massal, TNI Polri Diterjunkan Pasok BBM di SPBU Medan

    Sopir Truk Tangki Dipecat Massal, TNI Polri Diterjunkan Pasok BBM di SPBU Medan

    14/07/2026  ❘  21:00 WIB
  • Dana Asing Kabur, IHSG Tetap Bertahan! Ini Fakta yang Mengejutkan Investor

    Dana Asing Kabur, IHSG Tetap Bertahan! Ini Fakta yang Mengejutkan Investor

    13/07/2026  ❘  09:49 WIB
Kempo Dojo AKRI cafe Idul adha dprd pekanbaru

    Follow Us

  • Copyright ©
    SabangMeraukeNEWS.com

    Berita

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum

    Berita

  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

    Halaman

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan