SabangMeraukeNEWS.com

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum
  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan

    https://sabangmeraukenews.com

Copyright ©
sabangmeraukeNEWS.com
All rights reserved

https://sabangmeraukenews.com

  • Daerah
    • Anggota DPRD Pelalawan Sunardi Banding Usai Divonis 4 Tahun Penjara Kasus Ijazah Palsu

      Anggota DPRD Pelalawan Sunardi Banding Usai Divonis 4 Tahun Penjara Kasus Ijazah Palsu

      21/07/2026  ❘  20:29 WIB
    • Saksi Mata: Teriakan Wanita Hanya Sebentar, Bayi Berlumuran Darah di Atas Rumah

      Saksi Mata: Teriakan Wanita Hanya Sebentar, Bayi Berlumuran Darah di Atas Rumah

      21/07/2026  ❘  17:48 WIB
    • Petani Sawit di Riau Selamat Dari Terkaman Harimau Sumatera

      Petani Sawit di Riau Selamat Dari Terkaman Harimau Sumatera

      21/07/2026  ❘  14:28 WIB
    • Cincin Tersangkut di Alat Kelamin, Pria di Dumai Minta Bantuan Petugas Damkar

      Cincin Tersangkut di Alat Kelamin, Pria di Dumai Minta Bantuan Petugas Damkar

      21/07/2026  ❘  14:12 WIB
  • Nasional
    • Bahlil Pastikan Relaksasi RKAB Batu Bara Tak Ganggu Pasokan PLN, Kebutuhan Dalam Negeri Jadi Prioritas

      Bahlil Pastikan Relaksasi RKAB Batu Bara Tak Ganggu Pasokan PLN, Kebutuhan Dalam Negeri Jadi Prioritas

      21/07/2026  ❘  21:31 WIB
    • BRIN Bongkar Penyebab Menyusutnya Ketinggian Air Danau Toba

      BRIN Bongkar Penyebab Menyusutnya Ketinggian Air Danau Toba

      21/07/2026  ❘  20:31 WIB
    • Kembali Dilaporkan Wartawan, Polda Metrojaya Mulai Proses Kasus Hotman Paris

      Kembali Dilaporkan Wartawan, Polda Metrojaya Mulai Proses Kasus Hotman Paris

      21/07/2026  ❘  19:03 WIB
    • Di Balik Kipas Angin Rp1,8 Triliun, KPK Ungkap Modus Lama yang Terus Berulang

      Di Balik Kipas Angin Rp1,8 Triliun, KPK Ungkap Modus Lama yang Terus Berulang

      21/07/2026  ❘  18:11 WIB
  • Ekonomi
    • Resmi! Pemprov Riau Tetapkan Harga TBS Sawit Mitra Swadaya Rp3.846 per Kg, Ini Daftar Lengkapnya

      Resmi! Pemprov Riau Tetapkan Harga TBS Sawit Mitra Swadaya Rp3.846 per Kg, Ini Daftar Lengkapnya

      21/07/2026  ❘  21:21 WIB
    • Sembilan Hari Melesat Tanpa Henti, IHSG Kembali Tunjukkan Taringnya

      Sembilan Hari Melesat Tanpa Henti, IHSG Kembali Tunjukkan Taringnya

      21/07/2026  ❘  18:48 WIB
    • BI Rate Dikabarkan Naik Lagi, Rupiah Langsung Jadi Mata Uang Terkuat Asia

      BI Rate Dikabarkan Naik Lagi, Rupiah Langsung Jadi Mata Uang Terkuat Asia

      21/07/2026  ❘  18:28 WIB
    • Update Harga Emas Perhiasan Hari Ini 21 Juli 2026, Cek Semua Kadar dari 24K hingga 5K

      Update Harga Emas Perhiasan Hari Ini 21 Juli 2026, Cek Semua Kadar dari 24K hingga 5K

      21/07/2026  ❘  12:49 WIB
  • Politik
    • Bupati Siak Afni Curhat Soal Pemangkasan DBH, Wapres Gibran: Sayakan Mantan Wali Kota Juga!

      Bupati Siak Afni Curhat Soal Pemangkasan DBH, Wapres Gibran: Sayakan Mantan Wali Kota Juga!

      17/07/2026  ❘  20:17 WIB
    • Memalukan! Pimpinan Pusat Golkar Murka Lihat Kericuhan 2 Kadernya di DPRD Riau

      Memalukan! Pimpinan Pusat Golkar Murka Lihat Kericuhan 2 Kadernya di DPRD Riau

      17/07/2026  ❘  14:01 WIB
    • KPK Tetapkan Bupati Sukoharjo Tersangka, PDIP Tegaskan OTT Langsung Dipecat

      KPK Tetapkan Bupati Sukoharjo Tersangka, PDIP Tegaskan OTT Langsung Dipecat

      12/07/2026  ❘  13:39 WIB
    • PDIP Sebut Diri Partai Penyeimbang, PSI Minta Penjelasan Terbuka untuk Publik

      PDIP Sebut Diri Partai Penyeimbang, PSI Minta Penjelasan Terbuka untuk Publik

      10/07/2026  ❘  09:35 WIB
  • Hukrim
    • Polda Riau Bongkar Penyelewengan BBM Subsidi di Rohil, Amankan 3 Tersangka dan 2 Unit Truk Tangki

      Polda Riau Bongkar Penyelewengan BBM Subsidi di Rohil, Amankan 3 Tersangka dan 2 Unit Truk Tangki

      21/07/2026  ❘  20:50 WIB
    • Karyawan Pabrik Sawit PTPN IV di Rokan Hilir Tewas Kecelakaan Kerja, Manajemen Buka Suara

      Karyawan Pabrik Sawit PTPN IV di Rokan Hilir Tewas Kecelakaan Kerja, Manajemen Buka Suara

      21/07/2026  ❘  13:59 WIB
    • Kepala Karyawan Hancur Akibat Kecelakaan Kerja Kemarin, Pihak PTPN IV Regional 3 Riau Baru Melapor Lisan Pagi Tadi, Disnaker Turunkan Tim

      Kepala Karyawan Hancur Akibat Kecelakaan Kerja Kemarin, Pihak PTPN IV Regional 3 Riau Baru Melapor Lisan Pagi Tadi, Disnaker Turunkan Tim

      21/07/2026  ❘  10:02 WIB
    • Bupati Kena OTT KPK Lagi, Terkait Kasus Suap Proyek Pemkab

      Bupati Kena OTT KPK Lagi, Terkait Kasus Suap Proyek Pemkab

      21/07/2026  ❘  08:59 WIB
  • Umum
    • 2 Orang Tewas Dimangsa Harimau Sumatera, Hasil Audit Ini Ungkap Masalah di PT Madukoro Lestari

      2 Orang Tewas Dimangsa Harimau Sumatera, Hasil Audit Ini Ungkap Masalah di PT Madukoro Lestari

      21/07/2026  ❘  16:16 WIB
    • Mulut Terasa Pahit Saat Bangun Tidur? Bisa Jadi Tanda Asam Lambung hingga Kurang Minum

      Mulut Terasa Pahit Saat Bangun Tidur? Bisa Jadi Tanda Asam Lambung hingga Kurang Minum

      19/07/2026  ❘  12:29 WIB
    • Jangan Buang Sisa Nasi! Begini Cara Mengubahnya Jadi Kompos yang Bikin Tanaman Subur

      Jangan Buang Sisa Nasi! Begini Cara Mengubahnya Jadi Kompos yang Bikin Tanaman Subur

      19/07/2026  ❘  08:22 WIB
    • AI Mengubah Dunia Kerja, Anak Muda Wajib Kuasai Keterampilan Ini Sebelum Terlambat

      AI Mengubah Dunia Kerja, Anak Muda Wajib Kuasai Keterampilan Ini Sebelum Terlambat

      18/07/2026  ❘  13:30 WIB
  • Riau
    • Catat! Mobil Pak Aman Keliling Pekanbaru Hingga 30 Juli, Sembako Murah Dijual di 6 Kelurahan

      Catat! Mobil Pak Aman Keliling Pekanbaru Hingga 30 Juli, Sembako Murah Dijual di 6 Kelurahan

      21/07/2026  ❘  21:39 WIB
    • Di Balik Ringgit Malaysia, Ada Air Mata Keluarga: Dua Warga Kepulauan Meranti Ditangkap Imigresen, Keberadaannya Masih Misterius

      Di Balik Ringgit Malaysia, Ada Air Mata Keluarga: Dua Warga Kepulauan Meranti Ditangkap Imigresen, Keberadaannya Masih Misterius

      21/07/2026  ❘  20:57 WIB
    • Densus 88 Turun Tangan! Pemprov Riau Siapkan Langkah Besar Cegah Terorisme 2026–2029

      Densus 88 Turun Tangan! Pemprov Riau Siapkan Langkah Besar Cegah Terorisme 2026–2029

      21/07/2026  ❘  20:54 WIB
    • SF Hariyanto Gerak Cepat Bantu Pemko Pekanbaru Atasi Banjir di Jalan Sudirman

      SF Hariyanto Gerak Cepat Bantu Pemko Pekanbaru Atasi Banjir di Jalan Sudirman

      21/07/2026  ❘  19:02 WIB
  • Sport
    • 4 Atlet NPCI Riau Siap Guncang Kapolri Cup 2026, Targetkan Hujan Medali Nasional!

      4 Atlet NPCI Riau Siap Guncang Kapolri Cup 2026, Targetkan Hujan Medali Nasional!

      21/07/2026  ❘  19:22 WIB
    • Spanyol Geser Posisi Argentina, Ini Daftar 25 Besar Ranking FIFA Usai Piala Dunia 2026

      Spanyol Geser Posisi Argentina, Ini Daftar 25 Besar Ranking FIFA Usai Piala Dunia 2026

      21/07/2026  ❘  10:19 WIB
    • 6 Negara Jadi Tuan Rumah FIFA World Cup 2030, Ini Alasannya

      6 Negara Jadi Tuan Rumah FIFA World Cup 2030, Ini Alasannya

      21/07/2026  ❘  09:12 WIB
    • Spanyol Lengkapi Gelar Piala Dunia 2026 Setelah Menjuarai Piala Eropa 2024

      Spanyol Lengkapi Gelar Piala Dunia 2026 Setelah Menjuarai Piala Eropa 2024

      20/07/2026  ❘  09:19 WIB
  • Opini
    • 2 Orang Tewas Dimangsa di Konsesi PT Madukoro Lestari, Mengapa Kementerian Kehutanan Gegabah Terbitkan Izin HTI di Sarang Harimau? 

      2 Orang Tewas Dimangsa di Konsesi PT Madukoro Lestari, Mengapa Kementerian Kehutanan Gegabah Terbitkan Izin HTI di Sarang Harimau? 

      17/07/2026  ❘  10:49 WIB
    • Catatan Kritis tentang Masa Depan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Bukit Batu

      Catatan Kritis tentang Masa Depan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Bukit Batu

      14/07/2026  ❘  13:51 WIB
    • Republik Amplop

      Republik Amplop

      13/07/2026  ❘  13:17 WIB
    • Terjebak Paradigma Daratan: Anggota DPR-DPD Dapil Riau Harus Kepung Pansus Demi Kepulauan Meranti

      Terjebak Paradigma Daratan: Anggota DPR-DPD Dapil Riau Harus Kepung Pansus Demi Kepulauan Meranti

      13/07/2026  ❘  12:14 WIB
  • Internasional
    • Bukan Pelit! Crazy Rich Dunia Warren Buffett Punya Alasan Mengejutkan Tak Wariskan Kekayaan

      Bukan Pelit! Crazy Rich Dunia Warren Buffett Punya Alasan Mengejutkan Tak Wariskan Kekayaan

      21/07/2026  ❘  08:33 WIB
    • Heboh! Walkot New York Tantang Kebijakan Trump, Netanyahu Bisa Ditahan Saat Sidang PBB

      Heboh! Walkot New York Tantang Kebijakan Trump, Netanyahu Bisa Ditahan Saat Sidang PBB

      21/07/2026  ❘  08:14 WIB
    • Tangis Berubah Amarah, Kekalahan Argentina Picu Kerusuhan Besar di Buenos Aires

      Tangis Berubah Amarah, Kekalahan Argentina Picu Kerusuhan Besar di Buenos Aires

      21/07/2026  ❘  07:10 WIB
    • PBB Selidiki Serangan AS ke Proyek Nuklir Iran di Khuzestan

      PBB Selidiki Serangan AS ke Proyek Nuklir Iran di Khuzestan

      20/07/2026  ❘  11:56 WIB
  • lain
      -->
    • Advertorial
    • -->
    • Foto
    • Indeks
Bukan omon omon

Berbahaya! Pengrusakan Hutan Percepat Polusi Merkuri yang Membunuh Kehidupan

08/06/2024  ❘  15:42 WIB • Umum
Bagikan :
Berbahaya! Pengrusakan Hutan Percepat Polusi Merkuri yang Membunuh Kehidupan

Penggundulan hutan yang berakibat fatal yang dapat percepat polusi merkuri yang membunuh kehidupan. Foto: pusaka.or.id

SABANGMERAUKE NEWS, Jakarta - Ilmuwan menghitung penyebab emisi merkuri yang berhubungan dengan manusia yang sebelumnya terabaikan. Berdasarkan studi baru Massachusetts Institute of Technology (MIT), sekitar 10% emisi merkuri yang dihasilkan manusia ke atmosfer setiap tahunnya disebabkan oleh penggundulan hutan global.

Studi MIT mengungkap, vegetasi di dunia, mulai dari hutan hujan Amazon hingga sabana di Afrika sub-Sahara, bertindak sebagai penyerap yang menghilangkan polutan beracun dari udara. Namun, jika laju deforestasi saat ini tidak berubah atau semakin cepat, para peneliti memperkirakan emisi bersih merkuri akan terus meningkat.

"Kami selama ini mengabaikan sumber merkuri yang signifikan, terutama di wilayah tropis," kata Ari Feinberg, mantan postdoc di Institute for Data, Systems, and Society (IDSS) dan penulis utama studi tersebut, dikutip dari MIT.edu.

Model yang dibuat oleh para peneliti menunjukkan bahwa hutan hujan Amazon memainkan peran yang sangat penting sebagai penyerap merkuri, yang menyumbang sekitar 30% dari penurunan daratan global. Dengan demikian, membatasi deforestasi Amazon dapat berdampak besar pada pengurangan polusi merkuri.

Tim tersebut juga memperkirakan bahwa upaya reboisasi global dapat meningkatkan serapan merkuri tahunan sekitar 5%. Meskipun hal ini penting, para peneliti menekankan bahwa reboisasi saja tidak bisa menggantikan upaya pengendalian polusi di seluruh dunia.

"Negara-negara telah melakukan banyak upaya untuk mengurangi emisi merkuri, terutama negara-negara industri di wilayah utara, dan untuk alasan yang sangat bagus. Namun 10% dari sumber antropogenik global sangatlah besar, dan terdapat potensi peningkatan yang lebih besar di masa depan. Mengatasi emisi terkait deforestasi] perlu menjadi bagian dari solusi," kata penulis senior Noelle Selin, seorang profesor di IDSS dan Departemen Ilmu Bumi, Atmosfer, dan Planet MIT.

Merkuri Belum Mendapat Perhatian

Selama beberapa dekade terakhir, para ilmuwan umumnya fokus mempelajari deforestasi sebagai sumber emisi karbon dioksida global. Merkuri, yang merupakan salah satu elemen jejak emisi, belum mendapat perhatian yang sama.

Daun tumbuhan menyerap merkuri dari atmosfer, sama seperti mereka menyerap karbon dioksida. Namun tidak seperti karbon dioksida, merkuri tidak memainkan fungsi biologis yang penting bagi tanaman. Merkuri sebagian besar tetap berada di dalam daun sampai jatuh ke tanah, tempat merkuri diserap.

Merkuri menjadi perhatian serius bagi manusia jika berakhir di perairan, yang dapat dimetilasi oleh mikroorganisme. Methylmercury, neurotoksin yang kuat, dapat diserap oleh ikan dan terakumulasi secara hayati melalui rantai makanan. Hal ini dapat menyebabkan tingkat metilmerkuri yang berisiko pada ikan yang dimakan manusia.

"Di dalam tanah, merkuri terikat jauh lebih erat dibandingkan jika disimpan di lautan. Hutan melakukan semacam jasa ekosistem, yaitu menyerap merkuri dalam jangka waktu yang lebih lama," kata Feinberg, yang kini menjadi postdoc di Blas Cabrera Institute of Physical Chemistry di Spanyol.

 

Dengan cara ini, hutan mengurangi jumlah metilmerkuri beracun di lautan. Banyak penelitian mengenai merkuri berfokus pada sumber-sumber industri, seperti pembakaran bahan bakar fosil, penambangan emas skala kecil, dan peleburan logam.

Sebuah perjanjian global, Konvensi Minamata 2013, menyerukan negara-negara untuk mengurangi emisi yang dihasilkan manusia. Namun, laporan ini tidak secara langsung mempertimbangkan dampak deforestasi.

Para peneliti meluncurkan penelitian mereka untuk mengisi bagian yang hilang tersebut.

Pada penelitian sebelumnya, mereka telah membuat model untuk menyelidiki peran vegetasi dalam serapan merkuri. Dengan menggunakan serangkaian skenario perubahan penggunaan lahan, mereka menyesuaikan model untuk mengukur peran deforestasi.

Mengevaluasi Emisi

Model transportasi kimia ini melacak merkuri dari sumber emisinya ke tempat merkuri diubah secara kimia di atmosfer dan akhirnya ke tempat di mana merkuri disimpan, terutama melalui curah hujan atau serapan ke dalam ekosistem hutan.

Mereka membagi Bumi menjadi delapan wilayah dan melakukan simulasi untuk menghitung faktor emisi deforestasi di masing-masing wilayah, dengan mempertimbangkan elemen seperti jenis dan kepadatan vegetasi, kandungan merkuri dalam tanah, dan riwayat penggunaan lahan.

Namun, data yang baik untuk beberapa daerah sulit diperoleh. Pengukurannya tidak dilakukan di Afrika tropis atau Asia Tenggara, dua wilayah yang mengalami deforestasi besar-besaran.

Untuk mengatasi kesenjangan ini, mereka menggunakan model offline yang lebih sederhana untuk mensimulasikan ratusan skenario, yang membantu mereka meningkatkan estimasi potensi ketidakpastian. Mereka juga mengembangkan formulasi baru untuk emisi merkuri dari tanah.

Formulasi ini menangkap fakta bahwa penggundulan hutan mengurangi luas daun, sehingga meningkatkan jumlah sinar Matahari yang mengenai tanah dan mempercepat keluarnya gas merkuri dari tanah.

Model ini membagi dunia menjadi kotak-kotak, yang masing-masing berukuran beberapa ratus kilometer persegi. Dengan mengubah parameter permukaan tanah dan vegetasi pada kotak-kotak tertentu untuk mewakili skenario deforestasi dan reboisasi, para peneliti dapat menangkap dampak pada siklus merkuri.

 

Secara keseluruhan, mereka menemukan bahwa sekitar 200 ton merkuri dilepaskan ke atmosfer akibat penggundulan hutan, atau sekitar 10% dari total emisi yang dihasilkan manusia. Namun di negara tropis dan subtropis, emisi deforestasi mempunyai persentase lebih tinggi dari total emisi. Misalnya, di Brasil, emisi dari deforestasi mencapai 40% dari total emisi yang dihasilkan oleh manusia.

Selain itu, masyarakat sering kali menyalakan api untuk mempersiapkan kawasan hutan tropis untuk kegiatan pertanian, yang menyebabkan lebih banyak emisi karena pelepasan merkuri yang disimpan oleh tumbuh-tumbuhan.

"Jika deforestasi adalah sebuah negara, maka negara tersebut akan menjadi negara penghasil emisi tertinggi kedua, setelah China, yang mengeluarkan sekitar 500 ton merkuri per tahun," tambah Feinberg.

Dan karena Konvensi Minamata kini menangani emisi primer merkuri, para ilmuwan memperkirakan deforestasi akan menjadi bagian terbesar dari emisi yang disebabkan oleh aktivitas manusia di masa depan.

"Kebijakan untuk melindungi hutan atau menebangnya mempunyai dampak yang tidak diinginkan melebihi targetnya. Penting untuk mempertimbangkan fakta bahwa ini adalah sistem, dan melibatkan aktivitas manusia, dan kita perlu memahaminya dengan lebih baik agar benar-benar memecahkan masalah yang kita tahu ada di luar sana," kata Selin.

Dengan memberikan perkiraan pertama ini, tim berharap dapat menginspirasi lebih banyak penelitian di bidang ini. Di masa depan, mereka ingin memasukkan model sistem Bumi yang lebih dinamis ke dalam analisis mereka, yang akan memungkinkan mereka melacak serapan merkuri secara interaktif dan memodelkan skala waktu pertumbuhan kembali vegetasi dengan lebih baik.

"Makalah ini mewakili kemajuan penting dalam pemahaman kita tentang siklus merkuri global dengan mengukur jalur yang telah lama disarankan namun belum dapat diukur. Sebagian besar penelitian kami hingga saat ini berfokus pada emisi antropogenik primer, emisi yang dihasilkan langsung dari aktivitas manusia melalui pembakaran batu bara atau pembakaran amalgam merkuri-emas di pertambangan emas skala kecil," kata Jackie Gerson, asisten profesor di Departemen Kebumian dan Ilmu Lingkungan di Michigan State University, yang tidak terlibat dalam penelitian ini.

"Penelitian ini menunjukkan bahwa deforestasi juga dapat mengakibatkan emisi merkuri dalam jumlah besar dan perlu dipertimbangkan baik dari segi model merkuri global maupun kebijakan pengelolaan lahan. Oleh karena itu, hal ini mempunyai potensi untuk memajukan bidang sains serta mendorong kebijakan yang mengurangi emisi merkuri melalui deforestasi," tutupnya. (R-05)

Editor: Ali Imran
Tags :Penggundulan HutanMerkuriKehidupanLingkunganSabang Merauke News

BERITA TERKAIT :

  • Sedot APBD Riau Rp 43 Miliar, SF Hariyanto Resmikan Jembatan Rantau Kasih di Kampar

    Sedot APBD Riau Rp 43 Miliar, SF Hariyanto Resmikan Jembatan Rantau Kasih di Kampar

    Riau •
    08/06/2024 ❘ 14:56 WIB
  • Polsek Senapelan Amankan Pelaku Pencurian yang Sempat Diamuk Massa di Pekanbaru

    Polsek Senapelan Amankan Pelaku Pencurian yang Sempat Diamuk Massa di Pekanbaru

    Hukrim •
    08/06/2024 ❘ 13:30 WIB
  • Sebagian Wilayah Riau Akan Diguyur Hujan dengan Intensitas Ringan Hingga Lebat Disertai Petir Hari Ini

    Sebagian Wilayah Riau Akan Diguyur Hujan dengan Intensitas Ringan Hingga Lebat Disertai Petir Hari Ini

    Riau •
    08/06/2024 ❘ 12:29 WIB
  • AMAK Desak Kejari Tetapkan Tersangka Kasus IGD RSUD Teluk Kuantan, Prigus: Jangan Ada yang Main Mata!

    AMAK Desak Kejari Tetapkan Tersangka Kasus IGD RSUD Teluk Kuantan, Prigus: Jangan Ada yang Main Mata!

    Hukrim •
    08/06/2024 ❘ 10:15 WIB
  • PGI dan KWI Kompak Tak Ambil Jatah Izin Tambang untuk Ormas Keagamaan, Ini Alasannya

    PGI dan KWI Kompak Tak Ambil Jatah Izin Tambang untuk Ormas Keagamaan, Ini Alasannya

    Nasional •
    08/06/2024 ❘ 09:44 WIB
Lindawati Tahun Baru Islam HUT 60 tahun BRK syariah Lowongan kerja Novotel Terbaru

TERPOPULER

  • 35 Kolonel TNI AD Pecah Bintang Jadi Jenderal, Ini Daftar Lengkapnya

    35 Kolonel TNI AD Pecah Bintang Jadi Jenderal, Ini Daftar Lengkapnya

    10/07/2026  ❘  21:35 WIB
  • KPK Tuntut Gubernur Riau Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara, Denda Rp 500 Juta dan Bayar Uang Pengganti Rp 1,45 Miliar 

    KPK Tuntut Gubernur Riau Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara, Denda Rp 500 Juta dan Bayar Uang Pengganti Rp 1,45 Miliar 

    09/07/2026  ❘  12:45 WIB
  • Laba Agrinas Palma Nusantara Cuma Rp 2,7 Miliar Padahal Kelola 4 Juta   Hektare Kebun Sawit, Ada Apa?

    Laba Agrinas Palma Nusantara Cuma Rp 2,7 Miliar Padahal Kelola 4 Juta   Hektare Kebun Sawit, Ada Apa?

    06/07/2026  ❘  23:23 WIB
  • Kuasa Hukum Don Ritto Klaim Uang Sitaan Berasal dari Proyek Pelabuhan Kalimantan Timur

    Kuasa Hukum Don Ritto Klaim Uang Sitaan Berasal dari Proyek Pelabuhan Kalimantan Timur

    14/07/2026  ❘  17:07 WIB
  • Sopir Truk Tangki Dipecat Massal, TNI Polri Diterjunkan Pasok BBM di SPBU Medan

    Sopir Truk Tangki Dipecat Massal, TNI Polri Diterjunkan Pasok BBM di SPBU Medan

    14/07/2026  ❘  21:00 WIB
Kempo Dojo AKRI cafe Idul adha dprd pekanbaru

    Follow Us

  • Copyright ©
    SabangMeraukeNEWS.com

    Berita

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum

    Berita

  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

    Halaman

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan