SabangMeraukeNEWS.com

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum
  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan

    https://sabangmeraukenews.com

Copyright ©
sabangmeraukeNEWS.com
All rights reserved

https://sabangmeraukenews.com

  • Daerah
    • Mobil Ditembaki Polisi! 113 Kg Sabu Asal Malaysia Tertinggal di Parit, Bandar Kabur ke Hutan

      Mobil Ditembaki Polisi! 113 Kg Sabu Asal Malaysia Tertinggal di Parit, Bandar Kabur ke Hutan

      04/06/2026  ❘  10:12 WIB
    • 5 Kali Lolos! Kurir Benih Lobster Rp7,1 Miliar Akhirnya Tumbang di Jambi

      5 Kali Lolos! Kurir Benih Lobster Rp7,1 Miliar Akhirnya Tumbang di Jambi

      03/06/2026  ❘  09:33 WIB
    • Libur Idul Adha Jadi Ajang Bandar Bergerak, Rp8,2 Miliar Narkoba Disikat Polisi Batam!

      Libur Idul Adha Jadi Ajang Bandar Bergerak, Rp8,2 Miliar Narkoba Disikat Polisi Batam!

      02/06/2026  ❘  20:47 WIB
    • Terungkap, SPPG di Bagan Batu Gunakan Jasa Pihak Ketiga untuk Angkut Sampah, Bukan Melalui DLH Rohil

      Terungkap, SPPG di Bagan Batu Gunakan Jasa Pihak Ketiga untuk Angkut Sampah, Bukan Melalui DLH Rohil

      02/06/2026  ❘  15:59 WIB
  • Nasional
    • Polsek Tebing Tinggi Barat Perkuat Ketahanan Pangan, Dampingi Petani Nanas di Tanjung Peranap

      Polsek Tebing Tinggi Barat Perkuat Ketahanan Pangan, Dampingi Petani Nanas di Tanjung Peranap

      04/06/2026  ❘  13:57 WIB
    • AS Bidik Indonesia dengan Tarif Impor Baru, Pemerintah Siapkan Langkah Respons

      AS Bidik Indonesia dengan Tarif Impor Baru, Pemerintah Siapkan Langkah Respons

      04/06/2026  ❘  12:14 WIB
    • Prabowo Akui Sedih Copot Pimpinan BGN, Fakta Kasus MBG Terungkap

      Prabowo Akui Sedih Copot Pimpinan BGN, Fakta Kasus MBG Terungkap

      04/06/2026  ❘  12:11 WIB
    • Silmy Karim Pakai Rompi Oranye KPK dan Langsung Ditahan, Begini Profil dan Kekayaannya

      Silmy Karim Pakai Rompi Oranye KPK dan Langsung Ditahan, Begini Profil dan Kekayaannya

      04/06/2026  ❘  09:26 WIB
  • Ekonomi
    • Alarm Bahaya Menyala! Rupiah Tersungkur ke Rp18.029, Investor Asing Makin Kabur

      Alarm Bahaya Menyala! Rupiah Tersungkur ke Rp18.029, Investor Asing Makin Kabur

      04/06/2026  ❘  09:59 WIB
    • Bursa Saham Indonesia Sekarat! Kapitalisasi Pasar Tergerus Rp10,28 Kuadriliun

      Bursa Saham Indonesia Sekarat! Kapitalisasi Pasar Tergerus Rp10,28 Kuadriliun

      04/06/2026  ❘  09:44 WIB
    • Ekspansi ke Ibukota, BRK Syariah Gandeng Nazhir Wakaf Warrior Kembangkan Wakaf Uang

      Ekspansi ke Ibukota, BRK Syariah Gandeng Nazhir Wakaf Warrior Kembangkan Wakaf Uang

      04/06/2026  ❘  08:43 WIB
    • Update Harga Emas Antam Kamis 4 Juni 2026, Cek Harga 0,5 Gram hingga 1 Kg

      Update Harga Emas Antam Kamis 4 Juni 2026, Cek Harga 0,5 Gram hingga 1 Kg

      04/06/2026  ❘  08:04 WIB
  • Politik
    • Plt Gubernur Riau; "Saya Tidak Ada Cium Tangan Bapak! Siapa Bapak Rupanya?"

      Plt Gubernur Riau; "Saya Tidak Ada Cium Tangan Bapak! Siapa Bapak Rupanya?"

      03/06/2026  ❘  15:16 WIB
    • Keakraban Prabowo-Megawati Curi Perhatian, PDIP Sebut Bukan Peristiwa Baru

      Keakraban Prabowo-Megawati Curi Perhatian, PDIP Sebut Bukan Peristiwa Baru

      02/06/2026  ❘  16:30 WIB
    • Ganjar Desak Revisi UU Pemilu Dipercepat, Ada Risiko Besar Jika Terlambat

      Ganjar Desak Revisi UU Pemilu Dipercepat, Ada Risiko Besar Jika Terlambat

      02/06/2026  ❘  08:31 WIB
    • Peta Kekuatan PPP Riau Berubah Total! 11 DPC Kompak Ganti Pimpinan, Ini Daftar Ketua dan Sekretaris Baru

      Peta Kekuatan PPP Riau Berubah Total! 11 DPC Kompak Ganti Pimpinan, Ini Daftar Ketua dan Sekretaris Baru

      01/06/2026  ❘  14:14 WIB
  • Hukrim
    • Polres Rokan Hilir Ungkap Peredaran Ekstasi, Seorang IRT Diamankan dengan 61 Butir Pil Diduga Narkotika

      Polres Rokan Hilir Ungkap Peredaran Ekstasi, Seorang IRT Diamankan dengan 61 Butir Pil Diduga Narkotika

      04/06/2026  ❘  12:23 WIB
    • 3 Bos BGN Ditangkap Kejagung, PMKRI Desak Pemeriksaan Seluruh SPPG di Riau

      3 Bos BGN Ditangkap Kejagung, PMKRI Desak Pemeriksaan Seluruh SPPG di Riau

      04/06/2026  ❘  11:53 WIB
    • Parah! Kasus Pemerasan Libatkan Wakil Menteri Imigrasi Tembus Ratusan Miliar

      Parah! Kasus Pemerasan Libatkan Wakil Menteri Imigrasi Tembus Ratusan Miliar

      04/06/2026  ❘  11:47 WIB
    • Dani Nursalam dan Arief Setiawan Bersaksi untuk Terdakwa Gubernur Riau Abdul Wahid

      Dani Nursalam dan Arief Setiawan Bersaksi untuk Terdakwa Gubernur Riau Abdul Wahid

      04/06/2026  ❘  10:24 WIB
  • Umum
    • Suka Begadang Main HP atau Nonton Drama? Waspada, Kebiasaan Ini Bisa Picu Stroke Ringan Tanpa Disadari

      Suka Begadang Main HP atau Nonton Drama? Waspada, Kebiasaan Ini Bisa Picu Stroke Ringan Tanpa Disadari

      04/06/2026  ❘  07:56 WIB
    • Saat Liang Makam Dibuka, Kafan Abu Zamroh Masih Terlihat Utuh Setelah 26 Tahun

      Saat Liang Makam Dibuka, Kafan Abu Zamroh Masih Terlihat Utuh Setelah 26 Tahun

      02/06/2026  ❘  21:21 WIB
    • Investigasi Yayasan Riau Madani Ungkap Pembukaan Akses Jalan dan Kebun Sawit di HPT Kaiti Kubu Pauh: Otoritas Terkait Harus Bertindak! 

      Investigasi Yayasan Riau Madani Ungkap Pembukaan Akses Jalan dan Kebun Sawit di HPT Kaiti Kubu Pauh: Otoritas Terkait Harus Bertindak! 

      01/06/2026  ❘  13:15 WIB
    • Dokter Gizi Ingatkan Bahaya Kebiasaan Makan Nasi Goreng Telur Ceplok, Enak tapi Jangan Berlebihan

      Dokter Gizi Ingatkan Bahaya Kebiasaan Makan Nasi Goreng Telur Ceplok, Enak tapi Jangan Berlebihan

      31/05/2026  ❘  19:47 WIB
  • Riau
    • Perbaikan Berlanjut, 13 Kilometer Jalan Rusak di Pekanbaru Rampung Diperbaiki

      Perbaikan Berlanjut, 13 Kilometer Jalan Rusak di Pekanbaru Rampung Diperbaiki

      04/06/2026  ❘  12:28 WIB
    • Tak Perlu Lagi Jauh ke Padang! RSUD Arifin Achmad Kini Jadi Komandan Layanan Jantung Riau

      Tak Perlu Lagi Jauh ke Padang! RSUD Arifin Achmad Kini Jadi Komandan Layanan Jantung Riau

      04/06/2026  ❘  10:30 WIB
    • BMKG Prediksi Riau Diguyur Hujan Sore hingga Dini Hari, Waspada Petir dan Angin Kencang!

      BMKG Prediksi Riau Diguyur Hujan Sore hingga Dini Hari, Waspada Petir dan Angin Kencang!

      04/06/2026  ❘  07:48 WIB
    • Mulai 8 Juni! Polisi Riau Sikat Knalpot Brong, Travel Gelap hingga Perokok di Jalan

      Mulai 8 Juni! Polisi Riau Sikat Knalpot Brong, Travel Gelap hingga Perokok di Jalan

      04/06/2026  ❘  07:43 WIB
  • Sport
    • Terungkap! Alasan Sebenarnya Cristiano Ronaldo Ngebet Juara Piala Dunia

      Terungkap! Alasan Sebenarnya Cristiano Ronaldo Ngebet Juara Piala Dunia

      04/06/2026  ❘  07:33 WIB
    • Italia Menang Tipis, Sundulan Esposito Jadi Pembeda di Luksemburg

      Italia Menang Tipis, Sundulan Esposito Jadi Pembeda di Luksemburg

      04/06/2026  ❘  07:24 WIB
    • Timnas Indonesia U-19 Dapat Peringatan, Vietnam Disebut Ujian Sesungguhnya

      Timnas Indonesia U-19 Dapat Peringatan, Vietnam Disebut Ujian Sesungguhnya

      04/06/2026  ❘  07:01 WIB
    • Drama Gila Menit 90+5! Nigeria Sudah Di Depan Mata, Polandia Merampas Kemenangan

      Drama Gila Menit 90+5! Nigeria Sudah Di Depan Mata, Polandia Merampas Kemenangan

      04/06/2026  ❘  06:43 WIB
  • Opini
    • Penguatan Daya Saing UMKM Indonesia Melalui Implementasi Good Governance dan Penataan Pajak

      Penguatan Daya Saing UMKM Indonesia Melalui Implementasi Good Governance dan Penataan Pajak

      01/06/2026  ❘  15:34 WIB
    • Magnifica Humanitas sebagai Seruan Moral di Tengah Revolusi AI

      Magnifica Humanitas sebagai Seruan Moral di Tengah Revolusi AI

      29/05/2026  ❘  07:00 WIB
    • Ketika Integritas Akademik Dipertaruhkan dalam Gelombang Artificial Intelligence

      Ketika Integritas Akademik Dipertaruhkan dalam Gelombang Artificial Intelligence

      28/05/2026  ❘  13:53 WIB
    • Heboh Dana Karbon Sudah Masuk Rp 66 Miliar, Tepatkah Pemprov Riau Membantah dengan Tudingan Hoaks? 

      Heboh Dana Karbon Sudah Masuk Rp 66 Miliar, Tepatkah Pemprov Riau Membantah dengan Tudingan Hoaks? 

      25/05/2026  ❘  12:37 WIB
  • Internasional
    • Dunia Islam Bergerak! Indonesia dan 7 Negara Arab Kompak Kecam Aksi Israel di Masjid Al-Aqsa

      Dunia Islam Bergerak! Indonesia dan 7 Negara Arab Kompak Kecam Aksi Israel di Masjid Al-Aqsa

      04/06/2026  ❘  12:55 WIB
    • Netanyahu Disebut Bikin Trump Naik Pitam, Ancaman Serangan ke Beirut Picu Krisis Diplomatik

      Netanyahu Disebut Bikin Trump Naik Pitam, Ancaman Serangan ke Beirut Picu Krisis Diplomatik

      04/06/2026  ❘  08:15 WIB
    • PSG Juara UCL, Paris Membara! Hampir 900 Orang Ditangkap, Satu Nyawa Melayang

      PSG Juara UCL, Paris Membara! Hampir 900 Orang Ditangkap, Satu Nyawa Melayang

      01/06/2026  ❘  20:14 WIB
    • Pakistan Tegas! Tak Akan Akui Israel Sebelum Palestina Merdeka, Yerusalem Jadi Syarat Utama

      Pakistan Tegas! Tak Akan Akui Israel Sebelum Palestina Merdeka, Yerusalem Jadi Syarat Utama

      31/05/2026  ❘  20:41 WIB
  • lain
      -->
    • Advertorial
    • -->
    • Foto
    • Indeks
Bukan omon omon

Logika Keliru dan Sesat Pikir Naskah Akademik Sawit Jadi Tanaman Kehutanan

Redaksi 04/03/2022  ❘  09:22 WIB • Umum
Bagikan :
Logika Keliru dan Sesat Pikir Naskah Akademik Sawit Jadi Tanaman Kehutanan

Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University bersama dengan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) menerbitkan naskah akademik yang merekomendasikan kelapa sawit sebagai tanaman yang cocok untuk hutan terdegradasi (rusak). Foto: Net

SabangMerauke News, Jakarta - Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University bersama dengan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) menerbitkan naskah akademik yang merekomendasikan kelapa sawit sebagai tanaman yang cocok untuk hutan terdegradasi (rusak).

Naskah ini menilik berbagai aspek mulai dari bioekologi sawit, penggunaan lahan, laju serapan karbon, dampak sosial-ekonomi, hingga keanekaragaman hayati dalam kebun sawit.

Dalam salah satu pemaparannya, penyusun mengatakan:

“Kebun kelapa sawit dapat menjadi habitat dari berbagai taksa satwa liar (mamalia, burung, amfibi dan reptil). Perubahan tutupan berupa hutan sekunder menjadi kebun sawit pada umumnya menurunkan keanekaragaman jenis (spesies) mamalia, sedangkan untuk taksa-taksa lainnya terjadi peningkatan. Perubahan tutupan bukan hutan menjadi kebun kelapa sawit cenderung meningkatkan keanekaragaman jenis hampir semua taksa.”

Kesimpulan di atas memberikan narasi bahwa kelapa sawit mendukung keanekaragaman satwa liar.

Temuan ini secara umum berseberangan dengan kajian literatur global yang melaporkan bahwa kelapa sawit masih menjadi ancaman bagi 321 spesies satwa terancam. Angka ini merupakan yang tertinggi di antara spesies tanaman minyak lainnya (kelapa, jagung, dan zaitun).

Sebagai peneliti satwa liar, saya bersama Herdhanu Jayanto, mahasiswa pascasarjana New Mexico Highlands University di Amerika Serikat (AS), membaca hasil kajian tersebut secara rinci dan memeriksa argumentasi serta publikasi ilmiah yang diacu di dalam naskah – khususnya Bab V tentang keanekaragaman hayati.

Kami mencatat ada empat poin dalam naskah akademik tersebut yang patut kita perhatikan.

1. Satwa liar hanya dijadikan sekadar angka

Naskah akademik menyatakan bahwa kebun sawit merupakan habitat satwa liar. Sejumlah penelitian mendukung bahwa satwa liar dapat hidup di kebun sawit.

Namun, kita perlu mencatat bahwa keberadaan satwa liar dipengaruhi oleh keberagaman tanaman penyusun habitat (kebun monokultur atau campuran). Jarak serta konektivitas dengan hutan sebagai habitat inti juga menjadi faktor yang berpengaruh.

Nyatanya, alih-alih menganalisis hal tersebut, naskah akademik cenderung mereduksi keberadaan spesies satwa liar menjadi sebatas angka. Penulis hanya memaparkan data-data spesies sesuai taksanya dalam jumlah tertentu, lalu membandingkannya dengan kawasan lainnya seperti hutan tanaman industri (HTI), ataupun kawasan terdegradasi (seperti area semak belukar ataupun bekas kebun).

Anda tidak akan menemukan pembahasan komposisi keragaman spesies satwa liar bernilai ekologi ataupun konservasi tinggi di dalam naskah secara komprehensif.

Padahal, setiap spesies makhluk hidup, terkhusus satwa liar, memiliki berbagai fungsi unik yang tidak tergantikan dalam menopang kesehatan dan keberlanjutan layanan ekosistem.

Naskah akademik juga masih kurang menjelaskan, apakah spesies di dalam komparasi merupakan satwa umum di hutan (babi, tikus, kodok) atau spesies terancam yang bernilai tinggi seperti owa, orang utan, dan harimau.

Selain itu, tak ada keterangan lebih lanjut seputar keberadaan spesies-spesies yang dimaksud: mereka menggunakan kebun sawit sebagai habitat utama atau hanya melintas saja?

2. Argumen tidak berimbang, tidak lengkap, dan kontradiktif

Naskah akademik membandingkan keanekaragaman satwa dalam kebun sawit dengan kawasan HTI ataupun lahan terdegradasi.

Menurut kami, perbandingan tersebut tidak berimbang karena penulis tidak menampilkan data detail terkait penurunan keanekaragaman satwa ketika hutan alam (primer) dikonversi menjadi perkebunan sawit.

Penulis naskah juga menggunakan sekitar 34 publikasi ilmiah rujukan untuk menyatakan bahwa peralihan hutan sekunder menjadi kebun sawit menaikkan keanekaragaman dan kelimpahan satwa liar, kecuali mamalia.

Kami menelaah seluruh publikasi rujukan tersebut. Hasilnya, sekitar 16 dari 34 publikasi rujukan tersebut justru menyatakan sebaliknya.

Penulis naskah juga menggunakan dua studi untuk perbandingan keanekaragaman spesies di perkebunan sawit dan HTI:

1) Kajian identifikasi nilai konservasi tinggi di 
perkebunan sawit PT Kahayan Agro Plantation di Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah, dan

2) Survei cepat populasi burung di kawasan konservasi dalam konsesi HTI PT Bumi Mekar Hijau di Sumatera selatan.

Kami menganggap penggunaan publikasi tersebut kurang tepat. Sebab, studi pertama dilakukan sebelum kawasan hutan beralih fungsi menjadi perkebunan sawit. Sedangkan studi kedua membandingkan kebun sawit dengan area konservasi dalam konsesi HTI – tidak di dalam area produksi.

3. Praktik petik ceri

Naskah akademik menyatakan bahwa kebun sawit cenderung meningkatkan keanekaragaman spesies dengan diperkuat oleh sejumlah publikasi ilmiah.

Setelah menelaah naskah yang dijadikan acuan tersebut, kami justru menemukan sang penyusun memilah-milah fakta ilmiah dari sejumlah publikasi acuan untuk mendukung argumennya. Tindakan ini merupakan aksi petik ceri (cherry-picking) yang termasuk dalam kesesatan berpikir.

Misalnya, penulis naskah mengombinasikan publikasi tahun 2010 karya peneliti konservasi Leah L. Bremer dan Kathleen A. Valey) serta kajian tahun 2016 karya konsultan ekologi Chelsea Petrenko dan tim untuk mendukung pernyataan tersebut.

Padahal, jika karya Bremer dan Valey dikutip secara lengkap, maka publikasi ini mengatakan bahwa konversi perkebunan dari lahan bukan hutan (misalnya lahan terdegradasi) hanya dapat berkontribusi positif terhadap keanekaragaman hayati bila ditanam dengan tanaman asli, bukan eksotis (bukan jenis asli suatu daerah).

Naskah akademik juga melakukan bias interpretasi dari studi Petrenko dan timnya. Publikasi ini menyebutkan bahwa pembukaan perkebunan kelapa sawit dari lahan terdegradasi hanya mengurangi dampak terhadap keanekaragaman hayati, bukan berkontribusi besar meningkatkan keanekaragaman seperti seperti yang disampaikan di dalam naskah.

 

Penggunaan studi tahun 2008 dari peneliti biodiversitas Eckehard G. Brockerhoff dan tim sebagai acuan pun tidak tepat karena substansi utama publikasi ini justru tidak tercantum dalam naskah akademik.

Tiga substansi yang terkait manajemen agroforestri yang harusnya ada antara lain: pengelolaan perkebunan untuk keberlanjutan keanekaragaman hayati dengan mempertimbangkan keanekaragaman spesies tumbuhan yang ditanam (polikultur), memperpanjang rotasi penanaman, dan mengadopsi berbagai macam pendekatan pemanenan.

4. Referensi tanpa penilaian sejawat

Naskah akademik ini juga menggunakan referensi yang tidak terpublikasi melalui tinjauan sejawat (peer review).

Di antaranya adalah publikasi berjudul “Sejarah perkembangan status, penggunaan lahan dan keanekaragaman hayati kebun kelapa sawit Indonesia”, karya tahun 2016 dari tim Yanto Santosa, akademisi dari IPB, yang diacu sebanyak 30 kali.

Ada juga karya Yanto Santosa dan tim lainnya (terbit pada 2018) berjudul “Sejarah asal usul status, riwayat penggunaan lahan, keanekaragaman hayati kebun kelapa sawit di Sulawesi Barat dan Kalimantan Barat” yang diacu sebanyak 28 kali.

Kami mencoba mengakses kedua publikasi berbentuk laporan tersebut melalui internet. Sayangnya, karya Yanto tahun 2016 hanya bisa diakses dalam bentuk ringkasan eksekutif. Kami pun tidak mendapatkan akses terhadap publikasi karya Yanto tahun 2018.

Tinjauan sejawat penting dalam dunia akademik untuk menjaga kualitas produk ilmiah. Melalui penilaian sejawat, kesalahan proses ilmiah, interpretasi dan klaim yang tidak tepat, atau bias individu dapat dicegah.

Harapan perbaikan
Perubahan status sawit menjadi tanaman hutan dapat berdampak besar bagi keanekaragaman hayati. Status tersebut dapat menjadi dalih untuk melegalkan kebun-kebun yang sudah “terlanjur” di dalam hutan, dan membuka peluang untuk pembukaan hutan di masa depan.

Menghilangnya hutan tentu berdampak pada satwa liar dan juga terhadap kehidupan masyarakat. Sebagai contoh, penurunan satwa kunci penyebar biji seperti owa dapat memperlambat proses regenerasi hutan.

Dampak lainnya adalah peningkatan populasi satwa umum seperti babi hutan yang justru menjadi hama pertanian. Penurunan luasan habitat dapat mendorong satwa seperti orang utan, harimau, dan gajah keluar dari hutan dan berkonflik dengan masyarakat.

Kami berharap tulisan ini dapat menjadi masukan agar tim penyusun memperkuat standar ilmiah dalam naskah akademik, khususnya BAB V mengenai keanekaragaman hayati.

Kami juga mendorong komunitas ilmiah untuk terus melakukan pemeriksaan dan peninjauan sejawat agar sebuah naskah akademik yang berdampak pada kebijakan publik dapat bersifat objektif, komprehensif, dan tidak petik ceri untuk membangun narasi tertentu. (*)

Penulis: Ardiantiono (University of Kent) - Herdhanu Jayanto (Mahasiswa Pascasarjana New Mexico Highlands University)

Editor: Kamelia
Sumber: theconversation.com
Tags :IPBSawitApkasindoSabangMeraukeNews.Com

BERITA TERKAIT :

  • PT Bumi Siak Pusako harus Direformasi Total, Fauzi Kadir: Jangan Besar Kepala dan Lupa Sejarah!

    PT Bumi Siak Pusako harus Direformasi Total, Fauzi Kadir: Jangan Besar Kepala dan Lupa Sejarah!

    Umum •
    04/03/2022 ❘ 09:07 WIB
  • Bejatnya Bapak di Kuansing Ini, Tiduri Anak Sampai 3 Kali Melahirkan, 2 Kali Keguguran

    Bejatnya Bapak di Kuansing Ini, Tiduri Anak Sampai 3 Kali Melahirkan, 2 Kali Keguguran

    Hukrim •
    03/03/2022 ❘ 21:02 WIB
  • 4 Warga Riau Meninggal Terpapar Covid, Hari Ini 725 Kasus Baru

    4 Warga Riau Meninggal Terpapar Covid, Hari Ini 725 Kasus Baru

    Nasional •
    03/03/2022 ❘ 20:59 WIB
  • Seorang Tunanetra Dipukul Anggota Polres Kampar, Ini Perkembangan Kasusnya

    Seorang Tunanetra Dipukul Anggota Polres Kampar, Ini Perkembangan Kasusnya

    Hukrim •
    03/03/2022 ❘ 20:49 WIB
  • Kubah Masjid di Pekanbaru Terbang Dihantam Angin Kencang

    Kubah Masjid di Pekanbaru Terbang Dihantam Angin Kencang

    Nasional •
    03/03/2022 ❘ 15:49 WIB
Idul adha lindawati HUT 60 tahun BRK syariah Lowongan kerja Novotel Terbaru

TERPOPULER

  • SF Hariyanto Reshuffle Massal 236 Pejabat Pemprov Riau, Ini Daftarnya

    SF Hariyanto Reshuffle Massal 236 Pejabat Pemprov Riau, Ini Daftarnya

    26/05/2026  ❘  19:16 WIB
  • Hasil Audit Inspektorat Riau Terkait Bisnis Seragam Siswa SMA Negeri, 31 Sekolah Diperintahkan Kembalikan Rp 566 Juta ke Orangtua

    Hasil Audit Inspektorat Riau Terkait Bisnis Seragam Siswa SMA Negeri, 31 Sekolah Diperintahkan Kembalikan Rp 566 Juta ke Orangtua

    31/05/2026  ❘  15:10 WIB
  • Heboh Daftar 10 Perusahaan Diduga Mainkan Harga Ekspor Minyak Kelapa Sawit, 4 Perusahaan Ada di Riau

    Heboh Daftar 10 Perusahaan Diduga Mainkan Harga Ekspor Minyak Kelapa Sawit, 4 Perusahaan Ada di Riau

    25/05/2026  ❘  14:20 WIB
  • Drama Hukum Gubri Abdul Wahid Makin Jauh, Sampai Menyerempet Pangdam dan Kapolda

    Drama Hukum Gubri Abdul Wahid Makin Jauh, Sampai Menyerempet Pangdam dan Kapolda

    22/05/2026  ❘  14:22 WIB
  • Skandal Korupsi Manipulasi Ekspor Minyak Sawit Disamarkan POME Rugikan Negara Rp 14 Triliun, Kejagung Periksa Eks Dirjen Bea Cukai Askaloni

    Skandal Korupsi Manipulasi Ekspor Minyak Sawit Disamarkan POME Rugikan Negara Rp 14 Triliun, Kejagung Periksa Eks Dirjen Bea Cukai Askaloni

    21/05/2026  ❘  23:36 WIB
Kempo Dojo AKRI cafe Idul adha dprd pekanbaru

    Follow Us

  • Copyright ©
    SabangMeraukeNEWS.com

    Berita

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum

    Berita

  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

    Halaman

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan