SabangMeraukeNEWS.com

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum
  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan

    https://sabangmeraukenews.com

Copyright ©
sabangmeraukeNEWS.com
All rights reserved

https://sabangmeraukenews.com

  • Daerah
    • Mobil Ditembaki Polisi! 113 Kg Sabu Asal Malaysia Tertinggal di Parit, Bandar Kabur ke Hutan

      Mobil Ditembaki Polisi! 113 Kg Sabu Asal Malaysia Tertinggal di Parit, Bandar Kabur ke Hutan

      04/06/2026  ❘  10:12 WIB
    • 5 Kali Lolos! Kurir Benih Lobster Rp7,1 Miliar Akhirnya Tumbang di Jambi

      5 Kali Lolos! Kurir Benih Lobster Rp7,1 Miliar Akhirnya Tumbang di Jambi

      03/06/2026  ❘  09:33 WIB
    • Libur Idul Adha Jadi Ajang Bandar Bergerak, Rp8,2 Miliar Narkoba Disikat Polisi Batam!

      Libur Idul Adha Jadi Ajang Bandar Bergerak, Rp8,2 Miliar Narkoba Disikat Polisi Batam!

      02/06/2026  ❘  20:47 WIB
    • Terungkap, SPPG di Bagan Batu Gunakan Jasa Pihak Ketiga untuk Angkut Sampah, Bukan Melalui DLH Rohil

      Terungkap, SPPG di Bagan Batu Gunakan Jasa Pihak Ketiga untuk Angkut Sampah, Bukan Melalui DLH Rohil

      02/06/2026  ❘  15:59 WIB
  • Nasional
    • AS Bidik Indonesia dengan Tarif Impor Baru, Pemerintah Siapkan Langkah Respons

      AS Bidik Indonesia dengan Tarif Impor Baru, Pemerintah Siapkan Langkah Respons

      04/06/2026  ❘  12:14 WIB
    • Prabowo Akui Sedih Copot Pimpinan BGN, Fakta Kasus MBG Terungkap

      Prabowo Akui Sedih Copot Pimpinan BGN, Fakta Kasus MBG Terungkap

      04/06/2026  ❘  12:11 WIB
    • Silmy Karim Pakai Rompi Oranye KPK dan Langsung Ditahan, Begini Profil dan Kekayaannya

      Silmy Karim Pakai Rompi Oranye KPK dan Langsung Ditahan, Begini Profil dan Kekayaannya

      04/06/2026  ❘  09:26 WIB
    • Prabowo Geram ke Mitra MBG yang Brengsek: Gue Sudah Warning!

      Prabowo Geram ke Mitra MBG yang Brengsek: Gue Sudah Warning!

      04/06/2026  ❘  08:59 WIB
  • Ekonomi
    • Alarm Bahaya Menyala! Rupiah Tersungkur ke Rp18.029, Investor Asing Makin Kabur

      Alarm Bahaya Menyala! Rupiah Tersungkur ke Rp18.029, Investor Asing Makin Kabur

      04/06/2026  ❘  09:59 WIB
    • Bursa Saham Indonesia Sekarat! Kapitalisasi Pasar Tergerus Rp10,28 Kuadriliun

      Bursa Saham Indonesia Sekarat! Kapitalisasi Pasar Tergerus Rp10,28 Kuadriliun

      04/06/2026  ❘  09:44 WIB
    • Ekspansi ke Ibukota, BRK Syariah Gandeng Nazhir Wakaf Warrior Kembangkan Wakaf Uang

      Ekspansi ke Ibukota, BRK Syariah Gandeng Nazhir Wakaf Warrior Kembangkan Wakaf Uang

      04/06/2026  ❘  08:43 WIB
    • Update Harga Emas Antam Kamis 4 Juni 2026, Cek Harga 0,5 Gram hingga 1 Kg

      Update Harga Emas Antam Kamis 4 Juni 2026, Cek Harga 0,5 Gram hingga 1 Kg

      04/06/2026  ❘  08:04 WIB
  • Politik
    • Plt Gubernur Riau; "Saya Tidak Ada Cium Tangan Bapak! Siapa Bapak Rupanya?"

      Plt Gubernur Riau; "Saya Tidak Ada Cium Tangan Bapak! Siapa Bapak Rupanya?"

      03/06/2026  ❘  15:16 WIB
    • Keakraban Prabowo-Megawati Curi Perhatian, PDIP Sebut Bukan Peristiwa Baru

      Keakraban Prabowo-Megawati Curi Perhatian, PDIP Sebut Bukan Peristiwa Baru

      02/06/2026  ❘  16:30 WIB
    • Ganjar Desak Revisi UU Pemilu Dipercepat, Ada Risiko Besar Jika Terlambat

      Ganjar Desak Revisi UU Pemilu Dipercepat, Ada Risiko Besar Jika Terlambat

      02/06/2026  ❘  08:31 WIB
    • Peta Kekuatan PPP Riau Berubah Total! 11 DPC Kompak Ganti Pimpinan, Ini Daftar Ketua dan Sekretaris Baru

      Peta Kekuatan PPP Riau Berubah Total! 11 DPC Kompak Ganti Pimpinan, Ini Daftar Ketua dan Sekretaris Baru

      01/06/2026  ❘  14:14 WIB
  • Hukrim
    • Polres Rokan Hilir Ungkap Peredaran Ekstasi, Seorang IRT Diamankan dengan 61 Butir Pil Diduga Narkotika

      Polres Rokan Hilir Ungkap Peredaran Ekstasi, Seorang IRT Diamankan dengan 61 Butir Pil Diduga Narkotika

      04/06/2026  ❘  12:23 WIB
    • 3 Bos BGN Ditangkap Kejagung, PMKRI Desak Pemeriksaan Seluruh SPPG di Riau

      3 Bos BGN Ditangkap Kejagung, PMKRI Desak Pemeriksaan Seluruh SPPG di Riau

      04/06/2026  ❘  11:53 WIB
    • Parah! Kasus Pemerasan Libatkan Wakil Menteri Imigrasi Tembus Ratusan Miliar

      Parah! Kasus Pemerasan Libatkan Wakil Menteri Imigrasi Tembus Ratusan Miliar

      04/06/2026  ❘  11:47 WIB
    • Dani Nursalam dan Arief Setiawan Bersaksi untuk Terdakwa Gubernur Riau Abdul Wahid

      Dani Nursalam dan Arief Setiawan Bersaksi untuk Terdakwa Gubernur Riau Abdul Wahid

      04/06/2026  ❘  10:24 WIB
  • Umum
    • Suka Begadang Main HP atau Nonton Drama? Waspada, Kebiasaan Ini Bisa Picu Stroke Ringan Tanpa Disadari

      Suka Begadang Main HP atau Nonton Drama? Waspada, Kebiasaan Ini Bisa Picu Stroke Ringan Tanpa Disadari

      04/06/2026  ❘  07:56 WIB
    • Saat Liang Makam Dibuka, Kafan Abu Zamroh Masih Terlihat Utuh Setelah 26 Tahun

      Saat Liang Makam Dibuka, Kafan Abu Zamroh Masih Terlihat Utuh Setelah 26 Tahun

      02/06/2026  ❘  21:21 WIB
    • Investigasi Yayasan Riau Madani Ungkap Pembukaan Akses Jalan dan Kebun Sawit di HPT Kaiti Kubu Pauh: Otoritas Terkait Harus Bertindak! 

      Investigasi Yayasan Riau Madani Ungkap Pembukaan Akses Jalan dan Kebun Sawit di HPT Kaiti Kubu Pauh: Otoritas Terkait Harus Bertindak! 

      01/06/2026  ❘  13:15 WIB
    • Dokter Gizi Ingatkan Bahaya Kebiasaan Makan Nasi Goreng Telur Ceplok, Enak tapi Jangan Berlebihan

      Dokter Gizi Ingatkan Bahaya Kebiasaan Makan Nasi Goreng Telur Ceplok, Enak tapi Jangan Berlebihan

      31/05/2026  ❘  19:47 WIB
  • Riau
    • Perbaikan Berlanjut, 13 Kilometer Jalan Rusak di Pekanbaru Rampung Diperbaiki

      Perbaikan Berlanjut, 13 Kilometer Jalan Rusak di Pekanbaru Rampung Diperbaiki

      04/06/2026  ❘  12:28 WIB
    • Tak Perlu Lagi Jauh ke Padang! RSUD Arifin Achmad Kini Jadi Komandan Layanan Jantung Riau

      Tak Perlu Lagi Jauh ke Padang! RSUD Arifin Achmad Kini Jadi Komandan Layanan Jantung Riau

      04/06/2026  ❘  10:30 WIB
    • BMKG Prediksi Riau Diguyur Hujan Sore hingga Dini Hari, Waspada Petir dan Angin Kencang!

      BMKG Prediksi Riau Diguyur Hujan Sore hingga Dini Hari, Waspada Petir dan Angin Kencang!

      04/06/2026  ❘  07:48 WIB
    • Mulai 8 Juni! Polisi Riau Sikat Knalpot Brong, Travel Gelap hingga Perokok di Jalan

      Mulai 8 Juni! Polisi Riau Sikat Knalpot Brong, Travel Gelap hingga Perokok di Jalan

      04/06/2026  ❘  07:43 WIB
  • Sport
    • Terungkap! Alasan Sebenarnya Cristiano Ronaldo Ngebet Juara Piala Dunia

      Terungkap! Alasan Sebenarnya Cristiano Ronaldo Ngebet Juara Piala Dunia

      04/06/2026  ❘  07:33 WIB
    • Italia Menang Tipis, Sundulan Esposito Jadi Pembeda di Luksemburg

      Italia Menang Tipis, Sundulan Esposito Jadi Pembeda di Luksemburg

      04/06/2026  ❘  07:24 WIB
    • Timnas Indonesia U-19 Dapat Peringatan, Vietnam Disebut Ujian Sesungguhnya

      Timnas Indonesia U-19 Dapat Peringatan, Vietnam Disebut Ujian Sesungguhnya

      04/06/2026  ❘  07:01 WIB
    • Drama Gila Menit 90+5! Nigeria Sudah Di Depan Mata, Polandia Merampas Kemenangan

      Drama Gila Menit 90+5! Nigeria Sudah Di Depan Mata, Polandia Merampas Kemenangan

      04/06/2026  ❘  06:43 WIB
  • Opini
    • Penguatan Daya Saing UMKM Indonesia Melalui Implementasi Good Governance dan Penataan Pajak

      Penguatan Daya Saing UMKM Indonesia Melalui Implementasi Good Governance dan Penataan Pajak

      01/06/2026  ❘  15:34 WIB
    • Magnifica Humanitas sebagai Seruan Moral di Tengah Revolusi AI

      Magnifica Humanitas sebagai Seruan Moral di Tengah Revolusi AI

      29/05/2026  ❘  07:00 WIB
    • Ketika Integritas Akademik Dipertaruhkan dalam Gelombang Artificial Intelligence

      Ketika Integritas Akademik Dipertaruhkan dalam Gelombang Artificial Intelligence

      28/05/2026  ❘  13:53 WIB
    • Heboh Dana Karbon Sudah Masuk Rp 66 Miliar, Tepatkah Pemprov Riau Membantah dengan Tudingan Hoaks? 

      Heboh Dana Karbon Sudah Masuk Rp 66 Miliar, Tepatkah Pemprov Riau Membantah dengan Tudingan Hoaks? 

      25/05/2026  ❘  12:37 WIB
  • Internasional
    • Dunia Islam Bergerak! Indonesia dan 7 Negara Arab Kompak Kecam Aksi Israel di Masjid Al-Aqsa

      Dunia Islam Bergerak! Indonesia dan 7 Negara Arab Kompak Kecam Aksi Israel di Masjid Al-Aqsa

      04/06/2026  ❘  12:55 WIB
    • Netanyahu Disebut Bikin Trump Naik Pitam, Ancaman Serangan ke Beirut Picu Krisis Diplomatik

      Netanyahu Disebut Bikin Trump Naik Pitam, Ancaman Serangan ke Beirut Picu Krisis Diplomatik

      04/06/2026  ❘  08:15 WIB
    • PSG Juara UCL, Paris Membara! Hampir 900 Orang Ditangkap, Satu Nyawa Melayang

      PSG Juara UCL, Paris Membara! Hampir 900 Orang Ditangkap, Satu Nyawa Melayang

      01/06/2026  ❘  20:14 WIB
    • Pakistan Tegas! Tak Akan Akui Israel Sebelum Palestina Merdeka, Yerusalem Jadi Syarat Utama

      Pakistan Tegas! Tak Akan Akui Israel Sebelum Palestina Merdeka, Yerusalem Jadi Syarat Utama

      31/05/2026  ❘  20:41 WIB
  • lain
      -->
    • Advertorial
    • -->
    • Foto
    • Indeks
Bukan omon omon

Ini Biang Kerok Pentolan dan Auditor BPK Bisa 'Mainkan' Pemeriksaan Lalu Diciduk Jadi Tersangka Suap

28/11/2023  ❘  12:10 WIB • Hukrim
Bagikan :
Ini Biang Kerok Pentolan dan Auditor BPK Bisa

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Foto: Net

SABANGMERAUKE NEWS, Jakarta - Penyalahgunaan keuangan kerap terjadi di dalam tubuh lembaga negara dan pemerintahan daerah. Mirisnya, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang seharusnya bertugas memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara, justru dalam sejumlah kasus 'memainkan' kewenangannya secara menyimpang 

Sejumlah pucuk pimpinan hingga auditor BPK di daerah pun tersangkut kasus suap dan permainan audit laporan keuangan pemerintah.

Kasus di Provinsi Riau, terungkap auditor BPK Perwakilan Riau, Muhammad Fahmi Aressa diciduk Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada April 2023 silam. Fahmi yang kini duduk sebagai terdakwa di Pengadilan Tipikor PN Pekanbaru diduga kuat menerima suap dari Bupati Kepulauan Meranti, Muhammad Adil.

Total uang suap yang diterima Fahmi mencapai Rp 1 miliar, belum termasuk fasilitas lain yang diperoleh secara menyimpang. Fahmi didakwa menerima suap untuk kepentingan pengondisian hasil pemeriksaan APBD Kepulauan Meranti tahun 2022. Bupati Muhammad Adil kini berstatus terdakwa pemberi suap.

Kasus terbaru, pemeriksa BPK Perwakilan Provinsi Papua Barat Daya juga diduga terlibat kasus dugaan suap oleh Penjabat (Pj) Bupati Sorong Yan Piet Mosso. Tiga orang telah ditetapkan menjadi tersangka dalam perkara rasuah ini.

Ketiga orang itu yakni Kepala Perwakilan BPK Provinsi Papua Barat Daya Patrice Lumumba Sihombing, Kasubaud BPK Provinsi Papua Barat Daya Abu Hanifa dan Ketua Tim Pemeriksa David Patasaung.

Dalam operasi senyap pertengahan November 2023 lalu, tim Komisi Pemberantasan (KPK) menemukan dan mengamankan uang tunai sejumlah sekitar Rp1,8 miliar dan satu unit jam tangan merek Rolex.

Selain ketiga orang itu, KPK juga telah memanggil Anggota VI BPK Pius Lustrilanang dalam kasus yang sama. Pius sendiri diperiksa sebagai saksi. Ruangan kerjanya telah disegel oleh penyidik KPK.

KPK menyita sejumlah dokumen, catatan keuangan dan bukti elektronik saat menggeledah ruang kerja Pius pada Rabu (15/11/2023) lalu. Belum diketahui keterkaitan Pius dengan kasus dugaan korupsi yang sedang diusut di Sorong.

Sebelumnya, masih pada November ini, Kejaksaan Agung menetapkan anggota BPK Achsanul Qosasi sebagai tersangka dugaan korupsi pengadaan menara BTS 4G Kominfo.

KPK menyita sejumlah dokumen, catatan keuangan dan bukti elektronik saat menggeledah ruang kerja Pius pada Rabu (15/11/2023). Achsanul menjadi tersangka ke-16 dalam kasus dugaan korupsi Menara BTS 4G Kemenkominfo.

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kuntadi menyebut Achsanul diduga menerima uang Rp40 miliar di sebuah hotel di Jakarta Pusat pada Juli 2022 lalu.

Cerita Ahok

Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pernah mengkritik BPK. Ia merasa keberatan karena tidak ada pihak ketiga yang mengawasi lembaga itu. Sebab, apabila BPK sudah mengambil keputusan, maka tidak ada pihak yang berani melawannya.

 

Ahok bahkan mengungkapkan apabila ingin mengajukan keberatan, maka dapat diproses melalui badan kehormatan di BPK. Ia menilai hal tersebut tidak adil karena keberatan diajukan kepada badan yang mengawasi kinerja BPK itu sendiri.

Akibatnya, terdapat oknum yang memanfaatkan celah tersebut. "Jadi, ada kesan begini 'tenang kalo BPK sudah periksa dan dinyatakan tidak ada kerugian, aman lah kita," jelasnya pada akhir 2021 lalu.

Ahok, kemudian, menceritakan pengalamannya ketika dipanggil BPK terkait lahan untuk pembangunan Rumah Sakit (RS) Sumber Waras saat dirinya menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Menurutnya, saat itu BPK mempertanyakan kerugian negara akibat membeli lahan dengan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yang tinggi. Pasalnya, menurut BPK, seharusnya Ahok sebagai gubernur dapat menentukan NJOP dengan nilai yang lebih rendah agar tidak menimbulkan kerugian negara.

Ia pun membalas bahwa kewenangan menentukan NJOP adalah Kementerian Keuangan. Ia justru membalas dengan kerugian negara yang dihasilkan dari penggunaan layanan jasa notaris dalam mengurus tanah. Padahal, menurutnya, dalam aturan tertentu mengatur tanah yang dibeli pemerintah tidak perlu menggunakan notaris.

Ahok pun mengusulkan revisi Undang-Undang (UU) Nomor 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Ia mengungkapkan salah satu indikator perlunya UU BPK direvisi lantaran oknum BPK masuk bui karena bermain dengan pejabat publik tertentu.

Lantas, apa sebenarnya pemicu anggota hingga pimpinan BPK terlibat kasus suap dan permainan audit laporan keuangan pemerintah?

Tak Punya Badan Pengawas

Pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah menilai salah satu faktor anggota BPK terjerat kasus korupsi karena lembaga itu tidak memiliki badan pengawas. Artinya, BPK bisa bergerak secara leluasa.

Maklum, dalam UU Nomor 15 Tahun 2006, BPK berkedudukan sebagai satu lembaga negara yang bebas dan mandiri dalam memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara.

"Memang selama ini BPK itu seperti super body, dia lembaga super, tak terjangkau oleh pihak lain, dalam hal ini aparat penegak hukum lainnya," kata Trubus,  Senin (27/11/2023).

Berkat tak mendapat pengawasan itu, kata Trubus, moral sumber daya manusia (SDM) BPK pun rusak. Menurutnya, anggota BPK yang tak bertanggung jawab memanfaatkan celah dalam UU Nomor 15 Tahun 2006 untuk berbuat sewenang-wenang.

Selain itu, BPK juga dalam bertugas tidak melibatkan lembaga lain. Trubus pun menilai ini sebagai ego sektoral.

Jangankan mengawasi, Trubus bilang BPK pun bebas dari lembaga lain untuk mengevaluasi.

"Istilahnya ini dia (BPK) sendiri seperti regulator sekaligus operator. Jadi tumpang tindih. Belum lagi dia bergulat dengan istilahnya SDM yang bobrok moralnya untuk mengeruk keuntungan, baik diri sendiri maupun pihak lainnya," kata Trubus.

Tak Diisi Kalangan Profesional

Ia juga menilai anggota BPK bisa terjerat korupsi karena tak dikelola oleh orang profesional. Sejauh ini, anggota BPK hingga pimpinannya diisi oleh orang-orang partai politik. Mereka juga merupakan mantan anggota DPR.

 

"Jadi minimnya orang profesional, (BPK) yang terdiri orang-orang politik itu yang menyebabkan BPK mengalami cacat moral," ucap Trubus.

Pernyataan Trubus itu bukan isapan jempol. Lihat saja, Achsanul Qosasi yang menjadi tersangka dugaan korupsi pengadaan menara BTS 4G Kominfo, merupakan eks politisi Partai Demokrat.

Lalu, Pius Lustrilanang, anggota BPK yang sedang diperiksa KPK dalam kasus di Sorong, juga merupakan eks politisi Partai Gerindra.

Anggota lain yang saat ini menjabat, seperti Anggota II BPK Daniel Lumban Tobing juga merupakan eks politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Sebelum menjadi anggota BPK, Daniel menjabat sebagai anggota DPR RI selama dua periode yakni periode 2009-2014 dan 2014-2019.

Selanjutnya, ada Anggota IV BPK Haerul Saleh yang merupakan eks politisi Gerindra. Haerul sebelumnya merupakan anggota DPR RI sepanjang 2014-2022.

Kemudian, ada Anggota V BPK Ahmadi Noor Supit yang merupakan eks politisi Partai Golkar. Ia menjabat di DPR RI sejak 1992. Adapun jabatan terakhir sebagai wakil rakyat adalah Ketua Komisi XI (2009-2016).

Bahkan, Ketua BPK Isma Yatun juga merupakan eks politisi PDIP. Ia sebelumnya menjadi anggota DPR sejak 2006 hingga 2017.

Artinya, enam dari total sembilan anggota (termasuk ketua dan wakil ketua) BPK RI adalah mantan politisi.

Trubus pun mendesak pemerintah merevisi UU Nomor 15 Tahun 2006 Tentang BPK tadi. Menurutnya, dalam beleid itu harus diatur bahwa ketua hingga anggota BPK harus berasal dari profesional. Hal ini seperti aturan pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Ia menilai jika orang-orang partai politik masuk BPK, keadaan lembaga tersebut masih sama seperti sekarang. Apalagi, Trubus mengendus aturan itu juga dibuat untuk menguntungkan partai politik tertentu.

"Supaya parpolnya gak dikorek-korek, dia memasukan orang-orangnya ke situ (BPK) atau yang berafiliasi dengan dirinya," jelasnya.

Revisi UU Nomor 15 Tahun 2006 juga harus memuat mengenai transparansi tupoksi. Dalam hal ini, posisi BPK yang tumpang tindih antara regulator dan operator harus dipisahkan.

Trubus berpendapat BPK cukup jadi regulator saja. Sementara, untuk operatornya perlu ada lembaga tersendiri.

Tak hanya itu, revisi beleid itu juga harus memuat mengenai badan pengawas BPK.

Ia menambahkan bahwa revisi UU Nomor 15 Tahun 2006 juga perlu mengatur partisipasi publik dalam BPK. Trubus menyebut selama ini BPK cenderung arogan karena minim partisipasi publik.

"Jadi tidak ada celah ke sana. Kita gak bisa mengakses apa yang diputuskan di situ (BPK), mereka selalu tertutup. Istilahnya jeruk minum jeruk," tutur Trubus.

Pendapat serupa juga dikatakan oleh Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman. Ia menuturkan salah satu biang kerok BPK bermasalah adalah isu keanggotaan.

 

Ia menegaskan anggota hingga pimpinan lembaga itu sebaiknya dijabat oleh orang-orang profesional, bukan dari partai politik.

"Seharusnya pimpinan BPK itu orang-orang expert, orang profesional di bidang audit. Tapi malah lebih banyak diisi orang politisi, mantan-mantan DPR," kata Boyamin.

Ia menilai para politisi biasanya lebih banyak kompromi. Oleh karena itu, bisa saja proses audit pun malah menjadi kompromi.

Boyamin juga berpendapat para politisi itu lah yang membuat kualitas BPK menurun.

Sama seperti Trubus, Boyamin juga mengatakan BPK bisa kebablasan karena tidak memiliki lembaga pengawas.

"Sementara orang-orangnya bekas DPR ini (tidak ada pengawasan) lah yang menjadikan tidak independen dan jadi masalah," imbuh Boyamin.

Ia pun mengatakan sebaiknya UU Nomor 15 Tahun 2006 direvisi dan mewajibkan tubuh BPK diisi oleh orang-orang profesional dibidangnya, bukan dari partai politik.

Sementara, jika politisi ingin masuk BPK, setidaknya mereka harus mundur dari partai minimal 5 tahun sebelum ikut seleksi. Dengan kata lain, mereka tidak boleh mendaftar dulu baru mundur dari partai.

Revisi juga harus memuat soal pengaturan proses seleksi ketua-anggota BPK. Menurut Boyamin, panitia seleksi harus ada di pemerintah.

Selanjutnya, pelaksanaan uji kepatutan dan kelayakan (fit and proper test) bisa dilakukan di DPR. Hal ini selayaknya dilakukan dalam proses seleksi di tubuh KPK hingga OJK.

"Karena kalau semua (proses seleksi) penuh di DRP ini akan menghasilkan begitu (BPK yang tak bersih). Jadi revisi utama seleksi itu harus di tangan pemerintah," kata Boyamin.

Terakhir, ia juga menyarankan revisi memuat aturan agar BPK memiliki lembaga pengawas.

"Sangat perlu. OJK sudah ada pengawas dimulai tahun ini. Hanya BPK yang belum ada pengawasannya," tandasnya. (*)

Editor: Novita Asri Irawan
Sumber: Cnnindonesia.com
Tags :BPKPermainanTersangka SuapSabang Merauke News

BERITA TERKAIT :

  • Perkiraan Cuaca Menurut BMKG, Hujan Masih Akan Mengguyur Sebagian Wilayah di Riau

    Perkiraan Cuaca Menurut BMKG, Hujan Masih Akan Mengguyur Sebagian Wilayah di Riau

    Daerah •
    28/11/2023 ❘ 11:03 WIB
  • Catat! Inilah Destinasi Kawasan Kuliner di Kota Pekanbaru, Dari yang Legendaris Sampai Kekinian

    Catat! Inilah Destinasi Kawasan Kuliner di Kota Pekanbaru, Dari yang Legendaris Sampai Kekinian

    Umum •
    28/11/2023 ❘ 10:19 WIB
  • Dituding LSM Lakukan Pelanggaran HAM dan Pengrusakan Lingkungan, Ini Respon Astra Agro Lestari Tbk

    Dituding LSM Lakukan Pelanggaran HAM dan Pengrusakan Lingkungan, Ini Respon Astra Agro Lestari Tbk

    Daerah •
    28/11/2023 ❘ 09:16 WIB
  • Gaji PNS Bakal Naik dan Adil Pakai Sistem Total Reward, Begini Penjelasannya

    Gaji PNS Bakal Naik dan Adil Pakai Sistem Total Reward, Begini Penjelasannya

    Ekonomi •
    28/11/2023 ❘ 08:20 WIB
  • 4 Negara Ini Gugur Saat Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-17, Nomor Satu Indonesia

    4 Negara Ini Gugur Saat Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-17, Nomor Satu Indonesia

    Sport •
    28/11/2023 ❘ 07:32 WIB
Idul adha lindawati HUT 60 tahun BRK syariah Lowongan kerja Novotel Terbaru

TERPOPULER

  • SF Hariyanto Reshuffle Massal 236 Pejabat Pemprov Riau, Ini Daftarnya

    SF Hariyanto Reshuffle Massal 236 Pejabat Pemprov Riau, Ini Daftarnya

    26/05/2026  ❘  19:16 WIB
  • Hasil Audit Inspektorat Riau Terkait Bisnis Seragam Siswa SMA Negeri, 31 Sekolah Diperintahkan Kembalikan Rp 566 Juta ke Orangtua

    Hasil Audit Inspektorat Riau Terkait Bisnis Seragam Siswa SMA Negeri, 31 Sekolah Diperintahkan Kembalikan Rp 566 Juta ke Orangtua

    31/05/2026  ❘  15:10 WIB
  • Heboh Daftar 10 Perusahaan Diduga Mainkan Harga Ekspor Minyak Kelapa Sawit, 4 Perusahaan Ada di Riau

    Heboh Daftar 10 Perusahaan Diduga Mainkan Harga Ekspor Minyak Kelapa Sawit, 4 Perusahaan Ada di Riau

    25/05/2026  ❘  14:20 WIB
  • Drama Hukum Gubri Abdul Wahid Makin Jauh, Sampai Menyerempet Pangdam dan Kapolda

    Drama Hukum Gubri Abdul Wahid Makin Jauh, Sampai Menyerempet Pangdam dan Kapolda

    22/05/2026  ❘  14:22 WIB
  • Skandal Korupsi Manipulasi Ekspor Minyak Sawit Disamarkan POME Rugikan Negara Rp 14 Triliun, Kejagung Periksa Eks Dirjen Bea Cukai Askaloni

    Skandal Korupsi Manipulasi Ekspor Minyak Sawit Disamarkan POME Rugikan Negara Rp 14 Triliun, Kejagung Periksa Eks Dirjen Bea Cukai Askaloni

    21/05/2026  ❘  23:36 WIB
Kempo Dojo AKRI cafe Idul adha dprd pekanbaru

    Follow Us

  • Copyright ©
    SabangMeraukeNEWS.com

    Berita

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum

    Berita

  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

    Halaman

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan