SabangMeraukeNEWS.com

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum
  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan

    https://sabangmeraukenews.com

Copyright ©
sabangmeraukeNEWS.com
All rights reserved

https://sabangmeraukenews.com

  • Daerah
    • Mobil Ditembaki Polisi! 113 Kg Sabu Asal Malaysia Tertinggal di Parit, Bandar Kabur ke Hutan

      Mobil Ditembaki Polisi! 113 Kg Sabu Asal Malaysia Tertinggal di Parit, Bandar Kabur ke Hutan

      04/06/2026  ❘  10:12 WIB
    • 5 Kali Lolos! Kurir Benih Lobster Rp7,1 Miliar Akhirnya Tumbang di Jambi

      5 Kali Lolos! Kurir Benih Lobster Rp7,1 Miliar Akhirnya Tumbang di Jambi

      03/06/2026  ❘  09:33 WIB
    • Libur Idul Adha Jadi Ajang Bandar Bergerak, Rp8,2 Miliar Narkoba Disikat Polisi Batam!

      Libur Idul Adha Jadi Ajang Bandar Bergerak, Rp8,2 Miliar Narkoba Disikat Polisi Batam!

      02/06/2026  ❘  20:47 WIB
    • Terungkap, SPPG di Bagan Batu Gunakan Jasa Pihak Ketiga untuk Angkut Sampah, Bukan Melalui DLH Rohil

      Terungkap, SPPG di Bagan Batu Gunakan Jasa Pihak Ketiga untuk Angkut Sampah, Bukan Melalui DLH Rohil

      02/06/2026  ❘  15:59 WIB
  • Nasional
    • Yayasan Riau Madani Tuding Kemenhut Lalai dan Tidak Serius, Sudah 40 Tahun Tak Kunjung Lakukan Penetapan Kawasan HPT Kaiti Kubu Pauh

      Yayasan Riau Madani Tuding Kemenhut Lalai dan Tidak Serius, Sudah 40 Tahun Tak Kunjung Lakukan Penetapan Kawasan HPT Kaiti Kubu Pauh

      04/06/2026  ❘  14:18 WIB
    • Polsek Tebing Tinggi Barat Perkuat Ketahanan Pangan, Dampingi Petani Nanas di Tanjung Peranap

      Polsek Tebing Tinggi Barat Perkuat Ketahanan Pangan, Dampingi Petani Nanas di Tanjung Peranap

      04/06/2026  ❘  13:57 WIB
    • AS Bidik Indonesia dengan Tarif Impor Baru, Pemerintah Siapkan Langkah Respons

      AS Bidik Indonesia dengan Tarif Impor Baru, Pemerintah Siapkan Langkah Respons

      04/06/2026  ❘  12:14 WIB
    • Prabowo Akui Sedih Copot Pimpinan BGN, Fakta Kasus MBG Terungkap

      Prabowo Akui Sedih Copot Pimpinan BGN, Fakta Kasus MBG Terungkap

      04/06/2026  ❘  12:11 WIB
  • Ekonomi
    • Alarm Bahaya Menyala! Rupiah Tersungkur ke Rp18.029, Investor Asing Makin Kabur

      Alarm Bahaya Menyala! Rupiah Tersungkur ke Rp18.029, Investor Asing Makin Kabur

      04/06/2026  ❘  09:59 WIB
    • Bursa Saham Indonesia Sekarat! Kapitalisasi Pasar Tergerus Rp10,28 Kuadriliun

      Bursa Saham Indonesia Sekarat! Kapitalisasi Pasar Tergerus Rp10,28 Kuadriliun

      04/06/2026  ❘  09:44 WIB
    • Ekspansi ke Ibukota, BRK Syariah Gandeng Nazhir Wakaf Warrior Kembangkan Wakaf Uang

      Ekspansi ke Ibukota, BRK Syariah Gandeng Nazhir Wakaf Warrior Kembangkan Wakaf Uang

      04/06/2026  ❘  08:43 WIB
    • Update Harga Emas Antam Kamis 4 Juni 2026, Cek Harga 0,5 Gram hingga 1 Kg

      Update Harga Emas Antam Kamis 4 Juni 2026, Cek Harga 0,5 Gram hingga 1 Kg

      04/06/2026  ❘  08:04 WIB
  • Politik
    • Plt Gubernur Riau; "Saya Tidak Ada Cium Tangan Bapak! Siapa Bapak Rupanya?"

      Plt Gubernur Riau; "Saya Tidak Ada Cium Tangan Bapak! Siapa Bapak Rupanya?"

      03/06/2026  ❘  15:16 WIB
    • Keakraban Prabowo-Megawati Curi Perhatian, PDIP Sebut Bukan Peristiwa Baru

      Keakraban Prabowo-Megawati Curi Perhatian, PDIP Sebut Bukan Peristiwa Baru

      02/06/2026  ❘  16:30 WIB
    • Ganjar Desak Revisi UU Pemilu Dipercepat, Ada Risiko Besar Jika Terlambat

      Ganjar Desak Revisi UU Pemilu Dipercepat, Ada Risiko Besar Jika Terlambat

      02/06/2026  ❘  08:31 WIB
    • Peta Kekuatan PPP Riau Berubah Total! 11 DPC Kompak Ganti Pimpinan, Ini Daftar Ketua dan Sekretaris Baru

      Peta Kekuatan PPP Riau Berubah Total! 11 DPC Kompak Ganti Pimpinan, Ini Daftar Ketua dan Sekretaris Baru

      01/06/2026  ❘  14:14 WIB
  • Hukrim
    • Polres Rokan Hilir Ungkap Peredaran Ekstasi, Seorang IRT Diamankan dengan 61 Butir Pil Diduga Narkotika

      Polres Rokan Hilir Ungkap Peredaran Ekstasi, Seorang IRT Diamankan dengan 61 Butir Pil Diduga Narkotika

      04/06/2026  ❘  12:23 WIB
    • 3 Bos BGN Ditangkap Kejagung, PMKRI Desak Pemeriksaan Seluruh SPPG di Riau

      3 Bos BGN Ditangkap Kejagung, PMKRI Desak Pemeriksaan Seluruh SPPG di Riau

      04/06/2026  ❘  11:53 WIB
    • Parah! Kasus Pemerasan Libatkan Wakil Menteri Imigrasi Tembus Ratusan Miliar

      Parah! Kasus Pemerasan Libatkan Wakil Menteri Imigrasi Tembus Ratusan Miliar

      04/06/2026  ❘  11:47 WIB
    • Dani Nursalam dan Arief Setiawan Bersaksi untuk Terdakwa Gubernur Riau Abdul Wahid

      Dani Nursalam dan Arief Setiawan Bersaksi untuk Terdakwa Gubernur Riau Abdul Wahid

      04/06/2026  ❘  10:24 WIB
  • Umum
    • Suka Begadang Main HP atau Nonton Drama? Waspada, Kebiasaan Ini Bisa Picu Stroke Ringan Tanpa Disadari

      Suka Begadang Main HP atau Nonton Drama? Waspada, Kebiasaan Ini Bisa Picu Stroke Ringan Tanpa Disadari

      04/06/2026  ❘  07:56 WIB
    • Saat Liang Makam Dibuka, Kafan Abu Zamroh Masih Terlihat Utuh Setelah 26 Tahun

      Saat Liang Makam Dibuka, Kafan Abu Zamroh Masih Terlihat Utuh Setelah 26 Tahun

      02/06/2026  ❘  21:21 WIB
    • Investigasi Yayasan Riau Madani Ungkap Pembukaan Akses Jalan dan Kebun Sawit di HPT Kaiti Kubu Pauh: Otoritas Terkait Harus Bertindak! 

      Investigasi Yayasan Riau Madani Ungkap Pembukaan Akses Jalan dan Kebun Sawit di HPT Kaiti Kubu Pauh: Otoritas Terkait Harus Bertindak! 

      01/06/2026  ❘  13:15 WIB
    • Dokter Gizi Ingatkan Bahaya Kebiasaan Makan Nasi Goreng Telur Ceplok, Enak tapi Jangan Berlebihan

      Dokter Gizi Ingatkan Bahaya Kebiasaan Makan Nasi Goreng Telur Ceplok, Enak tapi Jangan Berlebihan

      31/05/2026  ❘  19:47 WIB
  • Riau
    • Pemprov Riau Lepas Pengantara Sembilan Pasien Rujukan

      Pemprov Riau Lepas Pengantara Sembilan Pasien Rujukan

      04/06/2026  ❘  16:12 WIB
    • Gelar Apel Siaga Karhutla, Pemkab Kampar Matangkan Kesiapan Personel dan Peralatan

      Gelar Apel Siaga Karhutla, Pemkab Kampar Matangkan Kesiapan Personel dan Peralatan

      04/06/2026  ❘  15:59 WIB
    • Antisipasi Premanisme dan Pungli di Jembatan Napangga, Tim RAGA Polsek Pujud Patroli

      Antisipasi Premanisme dan Pungli di Jembatan Napangga, Tim RAGA Polsek Pujud Patroli

      04/06/2026  ❘  15:46 WIB
    • Perbaikan Berlanjut, 13 Kilometer Jalan Rusak di Pekanbaru Rampung Diperbaiki

      Perbaikan Berlanjut, 13 Kilometer Jalan Rusak di Pekanbaru Rampung Diperbaiki

      04/06/2026  ❘  12:28 WIB
  • Sport
    • Terungkap! Alasan Sebenarnya Cristiano Ronaldo Ngebet Juara Piala Dunia

      Terungkap! Alasan Sebenarnya Cristiano Ronaldo Ngebet Juara Piala Dunia

      04/06/2026  ❘  07:33 WIB
    • Italia Menang Tipis, Sundulan Esposito Jadi Pembeda di Luksemburg

      Italia Menang Tipis, Sundulan Esposito Jadi Pembeda di Luksemburg

      04/06/2026  ❘  07:24 WIB
    • Timnas Indonesia U-19 Dapat Peringatan, Vietnam Disebut Ujian Sesungguhnya

      Timnas Indonesia U-19 Dapat Peringatan, Vietnam Disebut Ujian Sesungguhnya

      04/06/2026  ❘  07:01 WIB
    • Drama Gila Menit 90+5! Nigeria Sudah Di Depan Mata, Polandia Merampas Kemenangan

      Drama Gila Menit 90+5! Nigeria Sudah Di Depan Mata, Polandia Merampas Kemenangan

      04/06/2026  ❘  06:43 WIB
  • Opini
    • Penguatan Daya Saing UMKM Indonesia Melalui Implementasi Good Governance dan Penataan Pajak

      Penguatan Daya Saing UMKM Indonesia Melalui Implementasi Good Governance dan Penataan Pajak

      01/06/2026  ❘  15:34 WIB
    • Magnifica Humanitas sebagai Seruan Moral di Tengah Revolusi AI

      Magnifica Humanitas sebagai Seruan Moral di Tengah Revolusi AI

      29/05/2026  ❘  07:00 WIB
    • Ketika Integritas Akademik Dipertaruhkan dalam Gelombang Artificial Intelligence

      Ketika Integritas Akademik Dipertaruhkan dalam Gelombang Artificial Intelligence

      28/05/2026  ❘  13:53 WIB
    • Heboh Dana Karbon Sudah Masuk Rp 66 Miliar, Tepatkah Pemprov Riau Membantah dengan Tudingan Hoaks? 

      Heboh Dana Karbon Sudah Masuk Rp 66 Miliar, Tepatkah Pemprov Riau Membantah dengan Tudingan Hoaks? 

      25/05/2026  ❘  12:37 WIB
  • Internasional
    • Dunia Islam Bergerak! Indonesia dan 7 Negara Arab Kompak Kecam Aksi Israel di Masjid Al-Aqsa

      Dunia Islam Bergerak! Indonesia dan 7 Negara Arab Kompak Kecam Aksi Israel di Masjid Al-Aqsa

      04/06/2026  ❘  12:55 WIB
    • Netanyahu Disebut Bikin Trump Naik Pitam, Ancaman Serangan ke Beirut Picu Krisis Diplomatik

      Netanyahu Disebut Bikin Trump Naik Pitam, Ancaman Serangan ke Beirut Picu Krisis Diplomatik

      04/06/2026  ❘  08:15 WIB
    • PSG Juara UCL, Paris Membara! Hampir 900 Orang Ditangkap, Satu Nyawa Melayang

      PSG Juara UCL, Paris Membara! Hampir 900 Orang Ditangkap, Satu Nyawa Melayang

      01/06/2026  ❘  20:14 WIB
    • Pakistan Tegas! Tak Akan Akui Israel Sebelum Palestina Merdeka, Yerusalem Jadi Syarat Utama

      Pakistan Tegas! Tak Akan Akui Israel Sebelum Palestina Merdeka, Yerusalem Jadi Syarat Utama

      31/05/2026  ❘  20:41 WIB
  • lain
      -->
    • Advertorial
    • -->
    • Foto
    • Indeks
Bukan omon omon

Meniti Energi Raksasa Matahari dari Bumi Lancang Kuning Riau

Ali Imran 31/08/2023  ❘  21:51 WIB • Umum
Bagikan :
Meniti Energi Raksasa Matahari dari Bumi Lancang Kuning Riau

Panel surya yang digunakan APRIL Grup. Foto: Dokumentasi APRIL

SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Dunia dalam bayang-bayang ancaman krisis energi. Rivalitas antarnegara dalam percaturan global, konflik dan perang membawa bayang-bayang gelap ketersediaan energi yang kian terbatas. Sulit menafikan, kompetisi perebutan energi kerap memicu persaingan antarnegara.

Dalam konteks Indonesia, peningkatan populasi penduduk serta laju pertumbuhan ekonomi berimbas pada kebutuhan energi yang terus meningkat. Ketergantungan pada sumber daya energi yang tak dapat diperbaharui memaksa pemerintah untuk keluar mencari sumber-sumber energi baru terbarukan (EBT). 

Data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menunjukkan konsumsi energi listrik di Indonesia mencapai 183,41 juta barel setara minyak (BOE) pada 2022. Jumlah tersebut meningkat 7,92 persen dibanding tahun sebelumnya yang sebesar 169,95 juta BOE.

Selama ini, andalan utama untuk pembangkit listrik berasal dari minyak dan gas yang keduanya tergolong sumber daya energi tak dapat diperbaharui. 

Kementerian ESDM menyebut cadangan minyak bumi Indonesia akan tersedia hingga 9,5 tahun mendatang. Sementara umur cadangan gas mencapai 19,9 tahun. Asumsinya tidak ada penemuan baru dan tingkat produksi saat ini sebanyak 700 ribu barel oil per day (bopd) dan gas 6 billion standard cubic feet per day (bscfd). 

Masih menurut Kementerian ESDM, cadangan batubara di Indonesia pada tahun 2020 mencapai sekitar 37,6 miliar ton.

Data BPS (Badan Pusat Statistik) tahun 2020, terdapat 29 pembangkit listrik tenaga batubara di Indonesia. Total daya yang dihasilkan oleh pembangkit listrik tenaga batubara tersebut mencapai 23.169,5 MegaWatt (MW).

Perlu dicatat bahwa cadangan ini terus berkurang setiap tahunnya karena produksi minyak dan gas yang lebih tinggi daripada penemuan baru. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia terus berupaya untuk meningkatkan eksplorasi dan produksi minyak dan gas di dalam negeri.

Menurut data BPS (Badan Pusat Statistik), pada tahun 2020 terdapat 17 pembangkit listrik tenaga minyak bumi di Indonesia. Total daya yang dihasilkan oleh pembangkit listrik tenaga ini mencapai 2.051,5 Megawatt (MW). 

Sedangkan data BPS (Badan Pusat Statistik) tahun 2020, untuk pembangkit listrik tenaga gas di Indonesia terdapat 47 pembangkit. Total daya yang dihasilkan mencapai 6.051,5 MegaWatt (MW).

Untuk menghadapi tantangan ini, diperlukan solusi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Salah satu solusi yang sedang dikembangkan adalah energi baru terbarukan, seperti energi tenaga surya yang merupakan energi hijau (green energy).

Energi terbarukan memiliki potensi yang besar untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil yang terbatas dan mengurangi emisi gas rumah kaca.

Potensi Besar

Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk memanfaatkan energi matahari sebagai sumber pembangkit listrik. Diketahui Indonesia memiliki iklim tropis sepanjang tahun. Hal ini menjadi modal besar yang potensi menghasilkan energi matahari. 

Selain itu, dengan luas lahan yang cukup, Indonesia dapat membangun instalasi pembangkit listrik tenaga surya yang besar dan efisien. 

Walau hanya sekelumit radiasi Matahari yang mencapai bumi, pengaruhnya terhadap kehidupan di planet ini sangat luas. Tiap detik, setiap meter persegi atmosfer luar Bumi menerima rata-rata 1.324 watt, cukup untuk menghidupkan 10 bola lampu.

Jumlah yang jatuh per detik sama dengan energi hasil pembakaran 6,4 juta ton batu bara per detik. Energinya mentenagai sirkulasi cuaca, udara, dan air, serta segala kehidupan di Bumi.

Sebagai negara yang terletak di garis khatulistiwa, Indonesia dikaruniai sinar matahari yang dapat diandalkan sepanjang tahun. Ini merupakan sumber daya alami yang mudah untuk dikonversi menjadi energi dan bebas dari limbah berbahaya.

Tak heran, pemerintah memutuskan untuk memprioritaskan pengembangan energi surya sejak tahun lalu. Sesuai dengan kesepakatan dalam Paris Agreement (KTT Perubahan Iklim di Paris), Indonesia berkomitmen membatasi kenaikan suhu global tahunan di bawah 2 derajat Celcius. Sasaran tersebut dapat dicapai salah satunya dengan mengoptimalkan sumber energi rendah emisi.

Dalam mendukung agenda global ini, Indonesia berkomitmen meningkatkan proporsi energi terbarukan menjadi 23 persen pada 2025 dan 31 persen pada 2050.

Berdasarkan data dari Kementerian ESDM, potensi energi baru dan terbarukan (EBT) di Indonesia tercatat mencapai 3.668 gigawatt (GW), sementara pemanfaatannya baru sebesar 11.585 megawatt (MW), masih sangat kecil sekali.

Pemerintah telah melakukan berbagai upaya, seperti memberikan dukungan untuk kendaraan listrik, menggalakkan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya berdaya 5.000 megawatt (MW) serta menghentikan pembangunan pembangkit listrik berbahan bakar fosil pada 2030.

Salah satunya yang dilakukan perusahaan BUMN yakni PT PLN (Persero) menginginkan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) atau yang menggunakan batu bara dan pembangkit listrik tenaga mesin gas (PLTMG) pensiun pada 2025. Perusahaan berencana menggantikannya dengan pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan (EBT).

"Pada 2025-2030 sesuai arahan, itu sudah mengharamkan PLTU baru. Bahkan diharapkan di 2025, ada replacement PLTU dan PLMTG dengan pembangkit listrik EBT," ungkap Wakil Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo saat rapat bersama Komisi VII DPR pada Mei 2023 lalu.

Berdasarkan rencana perusahaan, PLN berencana menghentikan operasional PLTU dengan kapasitas mencapai 50,1 GW. Namun, masa pensiun ini akan berjalan secara bertahap.

Rencananya, PLN akan menghentikan operasional PLTU subscritical tahap pertama dengan kapasitas 1 GW pada 2030. Lalu, PLN menghentikan PLTU subscritical tahap kedua berdaya 9 GW pada 2035.

Kemudian pada 2040, dilanjutkan untuk masa pensiun PLTU subscritical tahap ketiga dengan kapasitas mencapai 10 GW. Selanjutnya, tahap keempat dengan daya mencapai 24 GW pada 2045 dan penghentian PLTU ultra supercritical  berdaya 5 GW pada 2055.

Darmawan mengatakan kebijakan ini dikeluarkan perusahaan setrum raksasa nasional itu untuk mencapai target karbon netral pada 2060. Tujuannya, agar emisi di lingkungan berkurang secara drastis dan udara lebih bersih.

"Kita ingin capai carbon neutral di 2060, makanya harus ada EBT," pungkasnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, PLN memang berusaha membangun pembangkit listrik yang ramah lingkungan. Adapun yang sudah telanjur seperti PLTU, dicarikan bahan substitusi berupa biomassa.

Kementerian ESDM berkomitmen membangun pembangkit yang ramah lingkungan. Hal ini merupakan wujud komitmen Indonesia terhadap energi bersih kepada dunia internasional. Targetnya net zero emmision pada 2060. Akan ada 1,5 giga ton CO2 yang harus dilenyapkan dengan berbagai macam cara. Salah satunya, dengan pemanfaatan energi baru terbarukan. 

Agenda di Riau

Salah satu daerah yang mulai mengembangkan energi terbarukan untuk memenuhi kebutuhan listrik di perkantoran adalah Pemerintah Provinsi Riau. Di antaranya dengan memasang solar panel yang memanfaatkan panas matahari yang diubah menjadi tenaga listrik.

"Pemprov Riau sudah mulai memasang solar cell di atas kantor gubernur dan gedung daerah, sebagai contoh di Riau, yang seharusnya perusahaan juga membuat seperti ini untuk mengurangi polusi udara," kata Gubernur Riau, Syamsuar di Pekanbaru baru-baru ini. 

 

Menurut Syamsuar, perusahaan yang sudah membangun solar cell seperti di Pertamina Dumai, termasuk di PT RAPP dengan harapan tentunya perusahaan lain juga bisa mengikutinya.

Ia mengatakan, upaya ini dilakukan sebagai aksi konkret pemerintah daerah berjuluk Bumi Lancang Kuning mendukung pemerintah mengubah energi minyak bumi dan pembangkit menggunakan bahan bakar batu bara ke energi terbarukan.

"Nanti Riau akan sama seperti di Pulau Jawa, tidak ada pemadaman sehingga Riau tidak hanya berharap ke batu bara, jika menggunakan energi alternatif tenaga surya tersebut," katanya.

Dia menyebutkan, masih banyak pulau-pulau di Riau yang masih kosong atau belum tersentuh penerangan listrik PLN sehingga perlu dibangun solar cell tersebut.

"Banyak manfaat yang bisa diperoleh jika menggunakan energi alternatif tenaga surya, selain mengurangi polusi udara, energi gratis matahari menyediakan bahan bakar panas yang berfungsi menyalakan sistem komponen elektrik di perkantoran," katanya.

Agenda transisi energi masa depan telah memberi jalan bagi Pertamina untuk meningkatkan investasi di sektor energi baru dan terbarukan. Satu di antaranya adalah pengingkatan kapasitas pembangkit listrik tenaga surya (teknologi solar photovoltaic/Pv).

Seperti yang dilakukan di Pertamina Hulu Rokan (PHR) di Duri, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Targetnya pada tahun 2020 hingga 2026 dari semula PLTS di lingkungan Pertamina hanya 4 Megawatt peak hingga menjadi 910 MWp). Di Riau, Pertamina akan membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terbesar di lingkungan Pertamina untuk saat ini. 

Di lahan seluas 4 hektare kompleks Sinabung Camp Duri Kabupaten Bengkalis itu dipasang tidak kurang dari 10.000u panel Pv dari 64.000 panel Pv yang akan dipasang di Riau. Panel-panel itu dipasang di lempengan berbentuk meja (table) berukuran 2 x 1 meter. Panel itu berfungsi menyerap panas dan mentransfernya melalui inverter dan diteruskan ke power house (gardu induk) untuk diolah menjadi energi listrik.

Pengawas konstruksi di lapangan yang juga Perwakilan Pertamina Power Indonesia, Vicky Kurniawan menghitung sederhana setiap 1 hektare luasan lahan PLTS bisa menghasilkan 1 MWp. Perkiraan awal bisa memasok daya listrik sebesar 15-17 MWp. Panel ini akan dikoneksikan dengan power house (gardu induk) berupa rumah untuk travo dan panel-panel distribusi yang juga akan dibangun di lokasi ini.

Dipilihnya PHR WK Rokan sebagai tempat dibangunnya PLTS adalah hal yang tepat. Potensi panas (sinar matahari) di wilayah WK Rokan cukup tinggi. 

Menurut Team Manager Facility Engineering PGT PHR WK Rokan, Arief Rahmat Wahidin mengatakan bahwa sinar matahari di pagi hingga sore hari minimal rata-rat 4-5 jam per hari. Kondisi ini sangat cocok untuk PLTS karena potensi energi matahari cukup besar untuk diserap.

Begitu juga dengan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), yang merupakan bagian dari Asia Pacific Resources International Limited (APRIL) Group.

Dalam menjalankan aktivitas pabriknya di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, perusahaan penghasil pulp, serat, dan kertas ini menggunakan energi terbarukan hingga 87 persen.

Pencapaian itu diraih RAPP setelah 2 tahun menjalankan APRIL2030, komitmen APRIL Group yang berkelanjutan dan transformatif yang berisi serangkaian aksi nyata yang akan berkontribusi positif terhadap iklim, alam, dan pengembangan masyarakat.

APRIL group mendukung target Net Zero Emission pemerintah melalui komitmen di tahun 2030 mendatang.

“Hingga hari ini, 87 persen konsumsi energi di pabrik di Riau berasal dari energi terbarukan,” ungkap Direktur Utama PT RAPP, Sihol Aritonang, dalam sesi panel Think20 (T20) Summit Indonesia di Nusa Dua, Bali pada Agustus 2022 lalu. 

Menurut Sihol, PT RAPP sebenarnya sudah sejak jauh-jauh hari bergerak melakukan apa yang baik untuk lingkungan dan iklim. Termasuk upaya menggunakan energi terbarukan dalam operasionalnya. Pada tahun 2025 mendatang, RAPP akan merampungkan pemasangan 20 megawatt solar panel di pabriknya itu.

Dalam langkah transisi energi ini, PT RAPP tidak main-main. Di setiap instalasi 1 megawatt solar panel, RAPP menginvestasikan 100.000 dolar AS atau sekitar Rp1,4 miliar. Akan tetapi nilai ini diproyeksikan akan berkurang seiring dengan efisiensi solar panel yang terpasang.

Saat ini perusahaan kertas terbesar di Asia itu telah membangun solar panel atau jaringan listrik tenaga surya atau matahari ramah lingkungan dengan kapasitas daya 11 MW untuk membantu peningkatan rasio elektrifikasi rumah tangga serta keperluan perusahaan. Dan hingga tahun 2030 mendatang, kapasitasnya ditargetkan sebesar 50 MW. 

"Inilah yang ingin dicapai APRIL dalam komitmen keberlanjutan APRIL2030. Pada tahun lalu, kami berhasil memasang tahap awal panel surya berkapasitas 1MW di wilayah operasional kami di Pangkalan Kerinci. Nantinya, kami akan memiliki panel surya berkapasitas 50 MW dan menjadikannya sebagai salah satu instalasi panel surya milik swasta terbesar di Indonesia. Selama uji coba, panel surya berkapasitas 1MW ini mampu menyediakan energi yang cukup untuk 500 rumah," kata Sihol Aritonang. 

Langkah Kementerian ESDM yang berkomitmen membangun pembangkit yang ramah lingkungan sangat tepat. Hal ini merupakan wujud komitmen Indonesia terhadap energi bersih kepada dunia internasional. Targetnya net zero emmision pada 2060. Akan ada 1,5 giga ton CO2 yang harus dilenyapkan dengan berbagai macam cara. Salah satunya, dengan pemanfaatan energi baru terbarukan. (R-01)

Editor: Raya Desmawanto
Tags :EnergiBaruTerbarukanPanelSuryaEnergiSabangMeraukeNews

BERITA TERKAIT :

  • Demokrat Merasa Dikhianati Usai Duet Anies-Muhaimin Terbongkar, PKS Konsisten Dukung Anies

    Demokrat Merasa Dikhianati Usai Duet Anies-Muhaimin Terbongkar, PKS Konsisten Dukung Anies

    Politik •
    31/08/2023 ❘ 22:00 WIB
  • Waduh! Hukuman Eks Bupati Inhu Raja Thamsir Rachman Diperberat Jadi 9 Tahun, Bayar Denda Rp 500 Juta di Kasus Duta Palma Grup

    Waduh! Hukuman Eks Bupati Inhu Raja Thamsir Rachman Diperberat Jadi 9 Tahun, Bayar Denda Rp 500 Juta di Kasus Duta Palma Grup

    Hukrim •
    31/08/2023 ❘ 21:44 WIB
  • Hancur Lebur Tahura Sultan Syarif Hasyim Riau Disulap Jadi Kebun Sawit, 71 Persen Areal Telah Dirambah

    Hancur Lebur Tahura Sultan Syarif Hasyim Riau Disulap Jadi Kebun Sawit, 71 Persen Areal Telah Dirambah

    Umum •
    31/08/2023 ❘ 20:19 WIB
  • Mendagri Tito Ancam Copot Pj Kepala Daerah Tak Becus Kendalikan Inflasi: Saya Undang Media Agar Elektabilitasnya Turun!

    Mendagri Tito Ancam Copot Pj Kepala Daerah Tak Becus Kendalikan Inflasi: Saya Undang Media Agar Elektabilitasnya Turun!

    Ekonomi •
    31/08/2023 ❘ 19:12 WIB
  • Tok! Eks Kakanwil BPN Riau Muhammad Syahrir Divonis 12 Tahun Penjara, Dihukum Bayar Uang Pengganti Rp 22 Miliar

    Tok! Eks Kakanwil BPN Riau Muhammad Syahrir Divonis 12 Tahun Penjara, Dihukum Bayar Uang Pengganti Rp 22 Miliar

    Hukrim •
    31/08/2023 ❘ 18:46 WIB
Idul adha lindawati HUT 60 tahun BRK syariah Lowongan kerja Novotel Terbaru

TERPOPULER

  • SF Hariyanto Reshuffle Massal 236 Pejabat Pemprov Riau, Ini Daftarnya

    SF Hariyanto Reshuffle Massal 236 Pejabat Pemprov Riau, Ini Daftarnya

    26/05/2026  ❘  19:16 WIB
  • Hasil Audit Inspektorat Riau Terkait Bisnis Seragam Siswa SMA Negeri, 31 Sekolah Diperintahkan Kembalikan Rp 566 Juta ke Orangtua

    Hasil Audit Inspektorat Riau Terkait Bisnis Seragam Siswa SMA Negeri, 31 Sekolah Diperintahkan Kembalikan Rp 566 Juta ke Orangtua

    31/05/2026  ❘  15:10 WIB
  • Heboh Daftar 10 Perusahaan Diduga Mainkan Harga Ekspor Minyak Kelapa Sawit, 4 Perusahaan Ada di Riau

    Heboh Daftar 10 Perusahaan Diduga Mainkan Harga Ekspor Minyak Kelapa Sawit, 4 Perusahaan Ada di Riau

    25/05/2026  ❘  14:20 WIB
  • Drama Hukum Gubri Abdul Wahid Makin Jauh, Sampai Menyerempet Pangdam dan Kapolda

    Drama Hukum Gubri Abdul Wahid Makin Jauh, Sampai Menyerempet Pangdam dan Kapolda

    22/05/2026  ❘  14:22 WIB
  • Skandal Korupsi Manipulasi Ekspor Minyak Sawit Disamarkan POME Rugikan Negara Rp 14 Triliun, Kejagung Periksa Eks Dirjen Bea Cukai Askaloni

    Skandal Korupsi Manipulasi Ekspor Minyak Sawit Disamarkan POME Rugikan Negara Rp 14 Triliun, Kejagung Periksa Eks Dirjen Bea Cukai Askaloni

    21/05/2026  ❘  23:36 WIB
Kempo Dojo AKRI cafe Idul adha dprd pekanbaru

    Follow Us

  • Copyright ©
    SabangMeraukeNEWS.com

    Berita

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum

    Berita

  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

    Halaman

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan