SabangMeraukeNEWS.com

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum
  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan

    https://sabangmeraukenews.com

Copyright ©
sabangmeraukeNEWS.com
All rights reserved

https://sabangmeraukenews.com

  • Daerah
    • Dijanjikan Rp22 Juta, Tiga Wanita Nekat Bawa 9 Kg Sabu dan 800 Vape Narkoba ke Medan

      Dijanjikan Rp22 Juta, Tiga Wanita Nekat Bawa 9 Kg Sabu dan 800 Vape Narkoba ke Medan

      13/06/2026  ❘  13:14 WIB
    • Niat Bercanda Malah Berujung Sidang Kode Etik, 4 ASN Jambi Kaget Video Gaji Ke-13 Meledak

      Niat Bercanda Malah Berujung Sidang Kode Etik, 4 ASN Jambi Kaget Video Gaji Ke-13 Meledak

      13/06/2026  ❘  11:59 WIB
    • Mobil Narkoba dari Bengkalis Tersandung di SPBU Merangin, Isinya 53 Ribu Ekstasi

      Mobil Narkoba dari Bengkalis Tersandung di SPBU Merangin, Isinya 53 Ribu Ekstasi

      13/06/2026  ❘  08:42 WIB
    • Setahun Menggantung, Kasus Ustaz Lecehkan Mahasiswi UINSU Belum Ada Tersangka

      Setahun Menggantung, Kasus Ustaz Lecehkan Mahasiswi UINSU Belum Ada Tersangka

      12/06/2026  ❘  20:27 WIB
  • Nasional
    • BGN Evaluasi Insentif Operasional Dapur MBG Demi Efisiensi Anggaran

      BGN Evaluasi Insentif Operasional Dapur MBG Demi Efisiensi Anggaran

      13/06/2026  ❘  12:53 WIB
    • MBG Boroskan Uang Negara Rp 1 Triliun per Bulan, Tapi Gaji Guru Tak Layak dan Ruang Sekolah Banyak Rusak

      MBG Boroskan Uang Negara Rp 1 Triliun per Bulan, Tapi Gaji Guru Tak Layak dan Ruang Sekolah Banyak Rusak

      13/06/2026  ❘  12:45 WIB
    • Pekerjaan Bergaji Tinggi Kini Jadi Ladang Pengangguran, AI dan PHK Massal Hantam Kelas Profesional

      Pekerjaan Bergaji Tinggi Kini Jadi Ladang Pengangguran, AI dan PHK Massal Hantam Kelas Profesional

      13/06/2026  ❘  11:57 WIB
    • Berawal Dari Temuan BPK Soal Dana BOS, 500 Kepala Sekolah Dipaksa Mengundurkan Diri

      Berawal Dari Temuan BPK Soal Dana BOS, 500 Kepala Sekolah Dipaksa Mengundurkan Diri

      13/06/2026  ❘  09:26 WIB
  • Ekonomi
    • Jokowi Jadi Ketua Dewan Pembina PSI: 2019 Arena Pertarungan Banteng, Garuda dan Gajah

      Jokowi Jadi Ketua Dewan Pembina PSI: 2019 Arena Pertarungan Banteng, Garuda dan Gajah

      13/06/2026  ❘  17:45 WIB
    • Ekonomi Triwulan I 2026 Tumbuh 7,91 Persen, Wako Pekanbaru Agung Nugroho Sebut Belanja Daerah Efektif dan Tepat Sasaran

      Ekonomi Triwulan I 2026 Tumbuh 7,91 Persen, Wako Pekanbaru Agung Nugroho Sebut Belanja Daerah Efektif dan Tepat Sasaran

      13/06/2026  ❘  08:50 WIB
    • Cek Harga Emas Pegadaian Terbaru Sabtu 13 Juni 2026, Antam Tembus Rp 2,8 Juta per Gram

      Cek Harga Emas Pegadaian Terbaru Sabtu 13 Juni 2026, Antam Tembus Rp 2,8 Juta per Gram

      13/06/2026  ❘  08:40 WIB
    • Rupiah Bangkit dari Tekanan, Dolar AS Dipaksa Mundur dari Level Rp18.000

      Rupiah Bangkit dari Tekanan, Dolar AS Dipaksa Mundur dari Level Rp18.000

      12/06/2026  ❘  18:34 WIB
  • Politik
    • Datang ke Istana Bersama Luhut, Chatib Basri Akhirnya Buka Suara Soal Jabatan Menkeu

      Datang ke Istana Bersama Luhut, Chatib Basri Akhirnya Buka Suara Soal Jabatan Menkeu

      09/06/2026  ❘  19:17 WIB
    • Dari Demo Jalanan ke Lingkar Kekuasaan, Said Iqbal Jadi Penasihat Khusus Presiden Prabowo

      Dari Demo Jalanan ke Lingkar Kekuasaan, Said Iqbal Jadi Penasihat Khusus Presiden Prabowo

      08/06/2026  ❘  11:49 WIB
    • Pigai Bikin Geger! Usul Sipil Duduki Jabatan Polri Picu Gelombang Perdebatan Nasional

      Pigai Bikin Geger! Usul Sipil Duduki Jabatan Polri Picu Gelombang Perdebatan Nasional

      06/06/2026  ❘  19:35 WIB
    • Plt Gubernur Riau; "Saya Tidak Ada Cium Tangan Bapak! Siapa Bapak Rupanya?"

      Plt Gubernur Riau; "Saya Tidak Ada Cium Tangan Bapak! Siapa Bapak Rupanya?"

      03/06/2026  ❘  15:16 WIB
  • Hukrim
    • Diduga Eksploitasi Cucu dan Anak Jadi Manusia Silver, Polisi Tangkap Pasutri di Riau

      Diduga Eksploitasi Cucu dan Anak Jadi Manusia Silver, Polisi Tangkap Pasutri di Riau

      13/06/2026  ❘  17:56 WIB
    • PT Panca Surya Agrindo Digugat Pemerintah Desa Suka Maju ke PN Pasir Pangaraian, Diduga Kuasai Lahan Transmigrasi 990 Hektare Jadi Kebun Kelapa Sawit

      PT Panca Surya Agrindo Digugat Pemerintah Desa Suka Maju ke PN Pasir Pangaraian, Diduga Kuasai Lahan Transmigrasi 990 Hektare Jadi Kebun Kelapa Sawit

      13/06/2026  ❘  14:55 WIB
    • Ahli Patahkan Dalih Risiko Bisnis dalam Kasus Korupsi Kredit BRI Perawang Rugikan Negara Rp 14,6 Miliar

      Ahli Patahkan Dalih Risiko Bisnis dalam Kasus Korupsi Kredit BRI Perawang Rugikan Negara Rp 14,6 Miliar

      13/06/2026  ❘  08:35 WIB
    • Baru Hirup Udara Bebas, Residivis Bengkalis Tumbang Lagi dengan 21 Paket Sabu

      Baru Hirup Udara Bebas, Residivis Bengkalis Tumbang Lagi dengan 21 Paket Sabu

      13/06/2026  ❘  08:20 WIB
  • Umum
    • Mengenal ‘Social Battery’, Penyebab Seseorang Tiba-tiba Malas Bersosialisasi dan Mudah Lelah

      Mengenal ‘Social Battery’, Penyebab Seseorang Tiba-tiba Malas Bersosialisasi dan Mudah Lelah

      13/06/2026  ❘  08:22 WIB
    • Komedian Senior Bolot Alami Serangan Jantung, Dokter Ungkap Tanda Nyeri Dada Berbahaya yang Sering Disepelekan

      Komedian Senior Bolot Alami Serangan Jantung, Dokter Ungkap Tanda Nyeri Dada Berbahaya yang Sering Disepelekan

      12/06/2026  ❘  20:09 WIB
    • Jangan Remehkan Jus Jambu Biji! Ahli Ungkap Manfaat Besarnya untuk Penderita Anemia

      Jangan Remehkan Jus Jambu Biji! Ahli Ungkap Manfaat Besarnya untuk Penderita Anemia

      12/06/2026  ❘  19:50 WIB
    • IKA FISIP Selenggarakan Diskusi Jelang Momentum Pemilihan Rektor Baru: Quo Vadis Universitas Riau?

      IKA FISIP Selenggarakan Diskusi Jelang Momentum Pemilihan Rektor Baru: Quo Vadis Universitas Riau?

      11/06/2026  ❘  20:26 WIB
  • Riau
    • FDI Soroti Korupsi Berjamaah di MBG & Dilema Kenaikan BBM: Pemerintah Perlu Konsisten, Publik Perlu Mengawasi!

      FDI Soroti Korupsi Berjamaah di MBG & Dilema Kenaikan BBM: Pemerintah Perlu Konsisten, Publik Perlu Mengawasi!

      13/06/2026  ❘  17:08 WIB
    • Satelit BMKG Pantau 87 Titik Panas Kepung Sumatera! 8 Hotspot Membara di Riau

      Satelit BMKG Pantau 87 Titik Panas Kepung Sumatera! 8 Hotspot Membara di Riau

      13/06/2026  ❘  11:48 WIB
    • BMKG Warning! Delapan Titik Panas Muncul di Riau, Pelalawan Jadi Sorotan

      BMKG Warning! Delapan Titik Panas Muncul di Riau, Pelalawan Jadi Sorotan

      13/06/2026  ❘  11:41 WIB
    • Tekan Angka Kecelakaan, PT HK Bersama Polda Riau dan Polres Siak Bagikan Kopi Gratis di Tol Permai

      Tekan Angka Kecelakaan, PT HK Bersama Polda Riau dan Polres Siak Bagikan Kopi Gratis di Tol Permai

      13/06/2026  ❘  11:28 WIB
  • Sport
    • Amerika Mengamuk! Paraguay Kebobolan 4 Gol, Balogun Menari di Los Angeles

      Amerika Mengamuk! Paraguay Kebobolan 4 Gol, Balogun Menari di Los Angeles

      13/06/2026  ❘  10:26 WIB
    • Duel Penentu Nasib! Haiti dan Skotlandia Berebut Tiket Mimpi Sebelum Brasil Mengamuk

      Duel Penentu Nasib! Haiti dan Skotlandia Berebut Tiket Mimpi Sebelum Brasil Mengamuk

      13/06/2026  ❘  10:04 WIB
    • Tanpa Neymar! Brasil Bawa Lima Bintang, Maroko Datang Tanpa Takut di New Jersey

      Tanpa Neymar! Brasil Bawa Lima Bintang, Maroko Datang Tanpa Takut di New Jersey

      13/06/2026  ❘  08:59 WIB
    • Lolos Penuh Kontroversi, Qatar Langsung Dihadang Tembok Bernama Swiss

      Lolos Penuh Kontroversi, Qatar Langsung Dihadang Tembok Bernama Swiss

      13/06/2026  ❘  07:32 WIB
  • Opini
    • Kebangkitan Polandia Menjadi Kekuatan Baru Eropa

      Kebangkitan Polandia Menjadi Kekuatan Baru Eropa

      11/06/2026  ❘  08:29 WIB
    • Proses Remedy Framework FSC: APP Group Bergerak dalam Senyap, APRIL Group Tenggelam dalam Ketidakjelasan

      Proses Remedy Framework FSC: APP Group Bergerak dalam Senyap, APRIL Group Tenggelam dalam Ketidakjelasan

      10/06/2026  ❘  19:27 WIB
    • PHR Raup Laba Rp 16 Triliun, Alokasi Dana PI Blok Rokan Harus Jelas dan Transparan: Jangan Lagi Rp 18 Ribu per Bulan! 

      PHR Raup Laba Rp 16 Triliun, Alokasi Dana PI Blok Rokan Harus Jelas dan Transparan: Jangan Lagi Rp 18 Ribu per Bulan! 

      05/06/2026  ❘  12:26 WIB
    • Penguatan Daya Saing UMKM Indonesia Melalui Implementasi Good Governance dan Penataan Pajak

      Penguatan Daya Saing UMKM Indonesia Melalui Implementasi Good Governance dan Penataan Pajak

      01/06/2026  ❘  15:34 WIB
  • Internasional
    • Draf Perdamaian Hampir Rampung, Iran Mulai Buka Sinyal Positif ke AS

      Draf Perdamaian Hampir Rampung, Iran Mulai Buka Sinyal Positif ke AS

      13/06/2026  ❘  13:57 WIB
    • Perang Iran-AS Segera Berakhir? Draf Damai Final Disusun, Selat Hormuz Siap Dibuka

      Perang Iran-AS Segera Berakhir? Draf Damai Final Disusun, Selat Hormuz Siap Dibuka

      13/06/2026  ❘  12:11 WIB
    • Putri Pewaris Takhta Thailand Wafat Setelah 4 Tahun Koma, Negeri Gajah Putih Berkabung 15 Hari

      Putri Pewaris Takhta Thailand Wafat Setelah 4 Tahun Koma, Negeri Gajah Putih Berkabung 15 Hari

      12/06/2026  ❘  20:09 WIB
    • Pagi Ancam Iran Habis-Habisan, Sore Hari Trump Mendadak Pilih Damai

      Pagi Ancam Iran Habis-Habisan, Sore Hari Trump Mendadak Pilih Damai

      12/06/2026  ❘  12:21 WIB
  • lain
      -->
    • Advertorial
    • -->
    • Foto
    • Indeks
Bukan omon omon

Kiprah Suami Istri Kadarsiono-Farida, Penjaga Kedaulatan Negara di Pesisir Kepulauan Meranti Ujung Indonesia Lewat Mangrove

Ali Imran 28/05/2023  ❘  20:14 WIB • Umum
Bagikan :
Kiprah Suami Istri Kadarsiono-Farida, Penjaga Kedaulatan Negara di Pesisir Kepulauan Meranti Ujung Indonesia Lewat Mangrove

Warga menanam mangrove di pesisir Kepulauan Meranti yang mengalami krisis abrasi. Foto: Ali Imran

SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Abrasi menjadi ancaman serius di wilayah Indonesia yang berada di Kabupaten Kepulauan Meranti, berbatasan langsung dengan negeri jiran Malaysia. Sebagai teras NKRI, pulau ini mengalami krisis wilayah pesisir yang saban tahun menggerus daratan pulau.

Sebanyak 188 desa Kabupaten Kepulauan Meranti masuk kategori titik referensi Indonesia yang tertuang dalam PP 37 Tahun 2018. Daerah ini juga telah ditetapkan sebagai Pulau-Pulau Kecil Terluar (PPKT) oleh Presiden Republik Indonesia yang dimuat dalam Perpres pada tahun 2017 silam.

Kepulauan Meranti juga masuk dalam Kawasan Strategis Nasional Tertentu (KSNT) seperti yang tertuang dalam PP 63 Tahun 2010. Lokasi tersebut tepatnya di Pulau Rangsang, Kepulauan Meranti yang saat ini menjadi titik terparah bencana abrasi di Provinsi Riau. 

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kepulauan Meranti Kepulauan Meranti menyebut total garis pantai yang amblas karena abrasi di Kepulauan Meranti saat ini sepanjang 106, 87 Km. 

Daerah sebarannya meliputi Pulau Rangsang dengan panjang dampak abrasi berkisar 73,47 Km yang terdiri dari Kecamatan Rangsang Pesisir 44,8 Km, Kecamatan Rangsang 17,92 Km dan Kecamatan Rangsang Barat sepanjang 10,75 Km. 

Sementara di Pulau Merbau, pantai yang tergerus abrasi sepanjang  21,3 Km. Jumlah tersebut terdiri dari Kecamat Tanjung Bomat 5,2 Km, Kecamatan Tanjung Kingkong 16,1 Km, Pulau Padang sepanjang 6,6 Km, dan Kecamatan Merbau 6,6 Km.

Sisanya lagi terdapat di Pulau Tebingtinggi dengan panjang abrasi sepanjang 5,5 Km tepatnya di Pantai Mekong, Kecamatan Tebingtinggi Barat.

Tak banyak yang dapat dilakukan pemerintah daerah dan masyarakat setempat, karena fungsi penanggulangan menjadi wewenang pemerintah provinsi dan pusat. Pemerintah daerah hanya bersifat mengajukan usulan revitalisasi wilayah pesisir.

Selain itu pemkab, juga sebatas menyosialisasilan pentingnya keberadaan alam untuk memacu inisiatif masyarakat agar dapat mandiri dalam melakukan pemulihan. 

Perjuangan Kadarsiono

Tak banyak masyarakat yang terpanggil untuk menggagas penanggulangan krisis wilayah pesisir secara mandiri. Tapi, bagi Kadarsiono warga Anak Setatah Pulau Rangsang, panggilan menjaga mangrove muncul dari dalam hatinya.

 

Berawal dari tugasnya pada tahun 2004 sebagai kepala desa setempat, ia telah mengawasi para penebang mangrove dan pelaku tangkap ikan menggunakan racun. Kedua praktik ini dilarang di Pulau Rangsang.

Aturan ini dilakukan karena kekhawatiran mangrove terus berkurang hingga memperparah abrasi. Kadarsiono lalu berpikir untuk budidaya mangrove.

Hingga 2 tahun berikutnya, dia mendirikan kelompok pelestarian wilayah pesisir  bernama Tegas.

Kadarsiono bersama dengan sang istri, Farida mengembangkan bibit mangrove menggunakan uang pribadi. Sesekali Kadar mengajak anak-anaknya dan keluarga mencari bibit dengan sampan menyusuri desa-desa yang ditumbuhi mangrove di Pulau Rangsang.

Kadarsiono dan Farida, sampai berjualan rambutan dan durian dari kebun mereka untuk membeli polybag. Hal yang dia lakukan tersebut semata-mata untuk menahan laju abrasi.

"Ini demi wilayah kami. Masyarakat pun mulai ada yang respon," kata Farida beberapa waktu lalu.

Mereka membibit mangrove di sungai kecil samping rumah, dalam kubangan lumpur ketika sungai itu kering. Setelah usia bibit 3 bulan, Kadar mengajak murid sekolah di Anak Setatah untuk membantu menanam di sepanjang tepi laut Dusun Karet, tak jauh dari belakang rumah Kadar.

Kadar bilang, tak punya biaya memadai untuk melakukan pekerjaan ini sendirian.

"Anak-anak sekolah yang mau bantu itu hanya saya kasih uang jajan yang tak seberapa," katanya.

 

Bukan tanpa tantangan, Kadar dan Farida, harus menghadapi cemoohan serta hinaan dari masyarakat pada awal-awal dia merintis pembibitan mangrove ini karena dianggap pekerjaan mustahil. Mengingat bibit kayu api-api tak mudah tumbuh.

Berulangkali Kadar dan keluarga turun ke lumpur menyulam kembali bibit-bibit yang hanyut disapu ombak. Baginya, menanam mangrove harus sabar dan perlu ketekunan.

Dalam melakukan pembibitan, Kadarsiono yang membentuk Kelompok Tegas juga melibatkan masyarakat tempatan, khususnya kaum perempuan. 

“Untuk menyelamatkan pulau dari abrasi melalui program penanaman mangrove, kita juga bekerja sama dengan kelompok lingkungan lainnya. Agar pencegahan bisa dilakukan lebih cepat,” sebut Kadarsiono.

Penerima penghargaan Adibakti Mina Bahari dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI itu mengatakan, hingga saat ini pihaknya sudah menanam bakau lebih dari 50 hektar.

"Untuk saat ini Desa Bantar dan Anak Setatah sudah aman dari abrasi, sedangkan Desa Permai belum semuanya. Jika dulu dalam satu tahun abrasi bisa menggerus bibir pantai sebanyak 20 meter," kata Kadarsiono.

Untuk menjaga kesinambungan kegiatan kelompok pelestari, kata Kadarsiono, dirinya bersama para anggota kelompok lainnya juga pernah secara sukarela menyumbangkan hasil penjualan batang rumbia (sagu), ikan dan jengkol untuk mendukung kegiatan pembibitan dan penanaman mangrove.

“Kami pernah berdagang keliling dan pernah gadaikan surat tanah ke bank untuk menutupi utang kepada masyarakat yang dipekerjakan pada kegiatan pembibitan dan penanaman mangrove,” ungkapnya. 

Kini, mangrove yang ditanam sejak bertahun lalu itu tumbuh subur dan padat dengan akar-akar rapat. Kadar sengaja melakukan itu di belakang rumah untuk membuktikan pada orang yang tak percaya bahwa menyelamatkan abrasi bisa dengan menanam api-api.

"Kita tunjukan bukti, bukan omongan saja," katanya.

Masyarakat Mulai Sadar

Perlahan masyarakat mulai sadar, bahkan gerakan membantu Kadar membibit mangrove mulai bermunculan. Tanpa disadari juga Kadarsiono dan keluarganya juga ikut menjaga kedaulatan negara, dimana Pulau Rangsang juga bagian dari daerah terluar yang berada di tepian Selat Malaka dan berbatasan langsung dengan Malaysia. 

Lambat laun pemerintah mulai mengetahui kegiatan Kadar bersama masyarakat. Bantuan pun mulai mengucur untuk Kelompok Tegas. Hal ini, katanya, bisa membantu meringankan biaya mereka untuk beli polybag, bahkan memberi uang lelah pada masyarakat yang sudi berkubang di lumpur memasukkan bibit ke wadah.

 

Hingga saat ini, Kelompok Tegas memiliki ketersediaan ribuan bibit mangrove dengan berbagai jenis. Ada yang mulai membeli. Permintaan pun datang dari luar Kepulauan Meranti. Kadang, bibit itu juga diserahkan dengan sukarela. Asal, katanya, mereka benar-benar tak punya uang dan mau menanam.

Siswa dan mahasiswa paling sering minta bibit mangrove Kadar, termasuk mahasiswa yang tengah mengikuti kuliah kerja nyata.

Sejak 2009, mangrove hasil pembibitan Kelompok Tegas sudah tersebar ke mana-mana. Kadar pun mulai dikenal, hingga tamu dari luar daerah sering datang di rumahnya. 

Hal itu juga membuatnya kerap diundang jadi pembicara soal mangrove dan penyelamatan wilayah pesisir dari abrasi. Kadar juga jadi pembina adiwiyata di beberapa sekolah di Kepulauan Meranti.

Tak jarang pemerintah mengajaknya untuk menjadi tim penilai dokumen analisis mengenai dampak lingkungan. Sehingga sejumlah penghargaan juga berhasil ia terima. 

Di antaranya Penghargaan Setia Lestari Bumi dari Bupati Kepulauan Meranti 2009-2011. Pada tahun 2014, dia meraih juara I Adibakti Mina Bahari kategori pengendalian pencemaran dan kerusakan ekosistem dari Menteri Kelautan dan Perikanan.

Tahun 2015, pada Hari Nusantara dan Hari Ikan Nasional, dia meraih juara pada penilaian kelompok masyarakat pengawas tingkat Riau. Tahun 2017, dia kembali diberi penghargaan oleh Bupati Kepulauan Meranti sebagai penyelamat lingkungan.

Kadar terus membibit dan menanam mangrove di sepanjang bibir pantai yang terkena abrasi di Pulau Rangsang, sembari belajar mengenal jenis-jenis mangrove berikut istilah latinnya.

Pengetahuan itu sebagai modal jadi pembicara di berbagai daerah.

"Saya belajar otodidak. Saya dapatkan ilmu itu justru dari mahasiswa dan peneliti yang datang ke rumah ini," pungkasnya.

Dari data yang dirangkum, Kepulauan Meranti menjadi daerah terpanjang di Riau yang terdampak abrasi yaitu 106,87 kilometer.

Dari data tersebut bahkan diprediksi garis pantai akan bergeser 772,4 meter ke arah darat dari garis pantai.

Adapun laju abrasi yag terjadi di Kecamatan Rangsang Pesisir tidak kurang 3,6 meter setiap tahunnya. Begitu juga di Kecamatan Rangsang hingga 8 meter dan Kecamatan Rangsang Barat 8,8 meter setiap tahunnya. 

Beberapa faktor yang mempengaruhi abrasi di Kepulauan Meranti di antaranya kurangnya pemahaman masyarakat terhadap fungsi mangrove. Sehingga mangrove kerap diambil sebagai sumber penghasilan ekonomi bagi kalangan tertentu. Banyak yang menebang untuk dijual dan dijadikan bahan baku pembuatan arang. 

Abrasi juga terjadi karena faktor karakteristik tanah gambut, gelombang dan arus laut yang besar dari Selat Malaka.

Abrasi kemudian mempengaruhi pertahanan keamanan. Panjang garis pantai juga berkurang hingga mempengaruhi luas wilayah negara.

 

Dari kajian pemkab Kepulauan Meranti sebelumnya, kebutuhan anggaran sesuai dengan sebaran abrasi di Kepulauan Meranti sangat besar yaitu Rp 3,6 triliun lebih. (R-01)

Editor: Raya Desmawanto
Tags :MangroveKepulauanMerantiAbrasiSabangMeraukeNews

BERITA TERKAIT :

  • Mantap! Atlet Perkemi Kota Pekanbaru Raih Medali Emas dan Perunggu di Kejurnas Kempo Monas Cup 2023

    Mantap! Atlet Perkemi Kota Pekanbaru Raih Medali Emas dan Perunggu di Kejurnas Kempo Monas Cup 2023

    Sport •
    28/05/2023 ❘ 18:44 WIB
  • MK Disebut Putuskan Proporsional Tertutup, Pemilu Legislatif Cuma Pilih Gambar Partai

    MK Disebut Putuskan Proporsional Tertutup, Pemilu Legislatif Cuma Pilih Gambar Partai

    Politik •
    28/05/2023 ❘ 17:01 WIB
  • Puluhan Tahun Jualan Sayur dan Cetak Batu Bata, Nenek 92 Tahun Ini Bisa Naik Haji

    Puluhan Tahun Jualan Sayur dan Cetak Batu Bata, Nenek 92 Tahun Ini Bisa Naik Haji

    Umum •
    28/05/2023 ❘ 08:38 WIB
  • Tak Hanya Kurangi Emisi, Kendaraan Listrik Dorong Pertumbuhan Ekonomi UMKM

    Tak Hanya Kurangi Emisi, Kendaraan Listrik Dorong Pertumbuhan Ekonomi UMKM

    Ekonomi •
    27/05/2023 ❘ 16:29 WIB
  • Pria di Rokan Hilir Tewas Usai Pesan Cewek MiChat, Si Wanita Mengaku Belum Sempat Berhubungan Badan

    Pria di Rokan Hilir Tewas Usai Pesan Cewek MiChat, Si Wanita Mengaku Belum Sempat Berhubungan Badan

    Daerah •
    27/05/2023 ❘ 14:46 WIB
Idul adha lindawati HUT 60 tahun BRK syariah Lowongan kerja Novotel Terbaru

TERPOPULER

  • Hasil Audit Inspektorat Riau Terkait Bisnis Seragam Siswa SMA Negeri, 31 Sekolah Diperintahkan Kembalikan Rp 566 Juta ke Orangtua

    Hasil Audit Inspektorat Riau Terkait Bisnis Seragam Siswa SMA Negeri, 31 Sekolah Diperintahkan Kembalikan Rp 566 Juta ke Orangtua

    31/05/2026  ❘  15:10 WIB
  • Ini Daftar 22 PKS di Riau yang Dilaporkan Mentan ke Kapolri Diduga Mainkan Harga TBS Kelapa Sawit

    Ini Daftar 22 PKS di Riau yang Dilaporkan Mentan ke Kapolri Diduga Mainkan Harga TBS Kelapa Sawit

    10/06/2026  ❘  16:53 WIB
  • Pengadilan Dikepung Massa, SF Hariyanto Bersaksi di Sidang Panas Dugaan Korupsi Gubernur Abdul Wahid

    Pengadilan Dikepung Massa, SF Hariyanto Bersaksi di Sidang Panas Dugaan Korupsi Gubernur Abdul Wahid

    03/06/2026  ❘  10:05 WIB
  • Kejari Kepulauan Meranti Terus Dalami Kasus Dugaan Korupsi BUMD PT Bumi Meranti, Kerugian Negara Masih Dihitung 

    Kejari Kepulauan Meranti Terus Dalami Kasus Dugaan Korupsi BUMD PT Bumi Meranti, Kerugian Negara Masih Dihitung 

    29/05/2026  ❘  19:14 WIB
  • Kejagung Tahan Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana, Irjen Sony Sonjaya dan Mayjen Lodewyk Pusung! 

    Kejagung Tahan Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana, Irjen Sony Sonjaya dan Mayjen Lodewyk Pusung! 

    03/06/2026  ❘  17:47 WIB
Kempo Dojo AKRI cafe Idul adha dprd pekanbaru

    Follow Us

  • Copyright ©
    SabangMeraukeNEWS.com

    Berita

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum

    Berita

  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

    Halaman

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan